
Beruntung Juan Sandy tidak menutup akses keuangan Maura karena itu wasiat dari Sandy Purnomo (kakek dari Maura dan Maria). Bahkan setiap tahun kekasihnya itu masih dapat deviden dari sahamnya di JSP Investment.
Dua hari sebelum 01 Januari 2012 Maria Lili datang berkunjung ke apartemen yang mereka tinggali saat libur kuliah dari Kanada. Dia berjanji akan menginap di hotel agar tidak mengganggu, hanya ingin diajak merayakan tahun baru.
Di penghujung tahun itu juga Jacob pertama kali mendapat pekerjaan. Diterima sebagai pekerja part time di sebuah Mall sebagai Supervisor. Malam tahun baru sangat ramai pengunjung yang mengejar diskon besar-besaran, membuat Jacob terlambat menemui Maura. Penyesalan yang terlambat karena Maura telah melarangnya agar tidak perlu bekerja. Karena segan selama ini pada Maura yang telah berkorban banyak untuknya, Jacob membujuk kekasihnya itu agar merestui niat baiknya karena tergiur gaji yang banyak. Perusahaan membayar triple kali gaji bulanan normal, akhirnya Maura mengalah.
Untungnya ada teman yang mau menggantikan Jacob sehingga tidak perlu lembur sampai 03.00 pagi. Pukul 11.00 malam waktu Singapura ia bergegas ke Hotel namun tidak ada Maura. Seingatnya ia hanya meminum segelas air putih dan memakan sepotong cake di atas meja sebelum menghubungi Maura melalui telepon genggamnya. Namun kekasihnya itu tidak pernah mengangkat panggilannya. Setelah itu gelap segelap dunianya sebelum kehadiran Rose Diana.
Adapun Maria Lili bersumpah tidak tau kemana Maura. Karena tidak dapat dihubungi makanya ia mendatangi kamar kakak perempuan nya itu. Jacob malah menyangka dirinya Maura dan melakukan hal tak senonoh yang merusak masa depannya.
"Ha," desah Jacob. Kamu sendiri yang yang merusak dirimu batin pria itu.
Sejak kecil Maria Lili memang manja pada Jacob. Beranjak remaja ia dan Maura mulai ada rasa suka. Lulus SMA mereka jadian, perlahan Jacob menjaga jarak dengan Maria Lili namun tidak berhasil. Karena risih dengan Maria Lili yang terlalu menempel pada Jacob, Maura mengirimnya kuliah di Singapura sebelum kekasihnya itu bergabung dengannya.
*
Rose membuka matanya. "Baru tidur setengah jam sudah tersentak aih," gumamnya melihat jam 02.15wib. Dari siang mereka bercinta gak ada letih sama sekali. Mungkin masih suasana pengantin baru dalam hati Rose.
Perempuan itu tersenyum bahagia karena kontrak diperpanjang sampai tiga bulan ke depan. Hihi, semoga gak hamil do'a dalam hatinya. Rose terpaksa menelan pil yang diberikan Maria Lili guna menghalangi janin terbentuk. Ia belum siap dipisahkan dari Jacob manakala tiba-tiba hamil sebelum kontrak berakhir. Kemana harus sembunyi batinnya memandang Jakob yang duduk melamun di Sofa dengan kertas berserakan di atas meja. Rose bangun menghampirinya. "Sayang," panggilnya manja kemudian duduk dipangkuan pria itu.
Serta merta Jacob menciumnya. Bau yang membuat kangen itu dihirupnya dalam-dalam. Rose membiarkan saja tanpa niat membalas. Takut urusan jadi panjang.
"Tidurlah lagi," desah Jacob sembari menyusuri leher jenjang Rose.
"Masih ingin menikmati momen, ups." Seketika Rose mengatup bibirnya yang lancang. "Hehe bercanda," lanjutnya.
Jacob berhenti mencium memandang Rose tajam. "Apa kau mulai bosan?"
Hah, jadi salah paham. "Bukan begitu sayang. Dari siang sampai lewat tengah malam kita nonstop. Kamu gak letih kah?"
"Tidak ada kata letih pada sesuatu yang kita suka, ngerti tidak!" Jacob menarik Rose semakin rapat ke tubuhnya.
Perempuan itu baru ingat kemudian melerai pelukan. "Mana ponselku?" Tanyanya mengulur tangan pada Jacob.
Plak!
Jacob menepuk tangan kecilnya. "Besok pagi ambil setelah data dipindah ke ponsel baru."
__ADS_1
"Uhm." Rose menekuk bibirnya. "Ayo main lagi," ajak Jacob.
Heg!
Lagi? Rose terhenyak. "Tapi kamu harus janji dulu. Tidak ada lagi berhubungan di ruangan kantor seperti tadi siang."
Jacob menggeleng tanda keberatan. "Tergantung situasi," ujarnya. "Jika momennya tepat kenapa tidak."
Ih, tepuk Rose di dada Jacob. "Jangan cari masalah!" Marahnya
"Sering-sering lah membantahku di Kantor. Maka semakin sering aku menghajar mu." Jacob mengerling mata genit.
Oh. "Jadi tergantung sikapku ya, baiklah. Aku akan jadi anak baik duduk di depan mu dengan patuh dan tak banyak bicara. Oke."
"Bagus. Ayo mulai," senyum Jacob.
"Kamu aja duluan," bantah Rose jual mahal sembari melipat tangannya di dada serta membuang muka. "Huh!"
Jacob meraih tubuhnya. "Seperti di kamar mandi kamu main sendiri," desis pria itu mencium di leher Rose. "Ah!" Pekik perempuan itu malu bercampur geli mendorong Jacob. "Dasar!" Kedua tangan Rose mencubit pipi pria itu geram.
"Ayo sayang. Jangan biarkan dia menunggu," rengek Jacob.
"Dasar pembohong!" Ketus Pria itu menarik tangan Rose yang menutup wajahnya sendiri. "Ayo kita nikmati momen selagi ada waktu berduaan."
Hmmm, desah Rose. Waktu tiga bulan memang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Akibat Menikahi Mu karena Uang aku jatuh cinta dalam hatinya sedih.
*
Hari Sabtu Rose tidak ke Kantor. Bangun jam 12 siang Mawar memberinya sarapan setelah membersihkan diri. Kata bodyguard perempuan itu, pagi-pagi Jacob keluar karena ada urusan. Padahal pria itu belum ada tidur dari kemarin seingat Rose.
Hum, dasar manusia robot gak ada capeknya. Sampai fajar ia dihajar sampai terkencing-kencing. Bagaimana dia bisa tahan tidak kelihatan lelah sama sekali. Bahkan semakin hidup seperti ponsel yang baru di charge penuh.
"Mawar," panggil Rose.
"Ya," saut Mawar yang duduk menemaninya makan.
"Apa Jacob minum sesuatu yang membuatnya terjaga 24 jam?"
__ADS_1
"Ehm," geleng Mawar. "Tidak tau," jawabnya.
"Apa kalian juga belajar ilmu tenaga dalam?"
"Kenapa nanya Seperti itu?"
"Kamu kapan terakhir tidur?" Tanya Rose.
Mawar mengerut kening. "Saat menunggu anda saya tidak melakukan apa-apa selain makan dan tidur," jawabnya.
"Di mobil?" Tanya Rose.
"Biasanya saya akan membuka kamar satu di tempat terdekat dengan tugas sesuai kebutuhan. Seperti saat ini di lantai 1," terangnya.
"Di dekat kos-kosan saya adakah?"
"Tidak ada," geleng nya. "Kebetulan semua kamar penuh jadi saya tidur di Mobil," jawab Mawar.
Oh. Mulut Rose membulat. "Sepertinya Jacob tidak akan mengijinkan aku pulang barang sebentar, ya kan."
"Ehm," senyum Mawar. "Pak Direktur sudah dalam perjalanan kemari," jawabnya.
Oh.
Benar saja gak lama pintu kamar dibuka. Jacob muncul dengan wajah kusut. Mawar segera pamit.
"Sayang," sapa Rose
"Makan yang banyak. Aku lihat gak pernah habis satu piring," kata Jacob duduk di sampingnya.
"Aku bahkan tidak pernah melihatmu makan," sela Rose. "Hanya minum kopi apa bisa kenyang seharian?"
Ehm, geleng Jacob memeluk di pinggang Rose. "Rasa selalu ingin menyatu denganmu," gumamnya mengendus telinganya.
"Aduh! Bentar lagi ya sayang. Aku akan menyuapi mu," kata Rose. "Buka mulutnya."
Seperti anak kecil Jacob patuh. Makan sampai habis sisa di piring Rose yang baru beberapa suap dimakan perempuan itu. Rose merasa selera makannya berkurang. Kenyang makan Jacob siang malam.
__ADS_1
***to be continued.