Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 12


__ADS_3

Rose terbaring di pelukan Jacob, kedua orang saling menatap dengan pikiran masing-masing.


Sedikit kelihatan bahwa Jacob keturunan bule, meski wajahnya lebih dominan ke Asia. Itu yang membuatnya istimewa dimata Rose, ketampanannya mengalahkan pesona Dolken Duncan. Sayangnya hanya sepuluh hari ia menikmati kebahagiaan menjadi istri Jacob. Rose mendekatkan bibirnya ke telinga prianya. "Cd ku basah," bisiknya.


Jacob tau yang dimaksud Rose adalah cairan bening seperti semalam saat di ruang kerjanya. "Itu lumrah sebagai manusia normal. Nanti saja tukar biar sekalian kotor," jawab pria itu mengusap-usap punggung Rose yang terbuka turun sampai bokong.


Akhirnya bereaksi dalam hati pria itu lega. Sebelumnya ia tidak perduli mau bereaksi atau tidak saat dengan perempuan pilihan Mary. Bukan ia tidak tau bahwa istrinya itu tidak mungkin berbaik hati membiarkan dirinya dengan perempuan lain.


Namun dengan Rose lain cerita, Jacob harus ber muslihat guna mematahkan rencana Mary. Ia tidak mau waktu sepuluh hari terbuang sia-sia. Hanya harus sabar menunggu sampai di pulau barulah ia memakan Rose sampai puas. Baru kali ini Jacob merasa benar-benar hidup, siapa perempuan ini pikirnya mengingat-ingat dimana pernah berjumpa. Sebelum gadis ini jadi karyawan di perusahaannya. "Mau berciuman lagi?" Tanya Jacob mengecup bibir Rose kilas.


"Uhm" angguk perempuan itu malu. Karena ia sudah bisa mengimbangi permainan lidah Jacob, teringat nikmatnya serasa ingin nambah. Tidak butuh waktu lama membuatnya mahir. Hanya mengikuti naluri semua berjalan lancar. Rose tidak lagi mengeluh kebelet pipis, hanya gatal membuatnya semakin fiktor. Masih pemanasan sudah begitu nikmat, gimana nanti ah! Rose tak sanggup membayangkan saat kontrak perkawinan sepuluh hari berakhir. Pasti ia akan patah hati...


Tidak terasa mereka hampir sampai, pilot mengabarkan bahwa pesawat akan mendarat dalam waktu lima menit. Jacob mengajaknya bersiap-siap. Cepat juga batin Rose heran. Ia telah browsing di web, harus nya lebih kurang 7 jam gitu. "Ini belum 3 jam," ujarnya menunjuk jam di pergelangan tangannya pada Jacob.


"Hum," senyum Pria itu. "Kita bukan ke Maladewa tapi ke Kalimantan."


What! Masih dalam negri dong?


*


Perfect Honeymoon itulah judulnya. Bagi Rose yang belum pernah jalan kemana-mana bersama pacar apalagi bersama suami, bulan madu ke pulau? Ini tuh suatu kisah yang hanya bisa ia nikmati di dalam Novel romantis. Namun semua ini adalah nyata, hidupnya berubah drastis seratus delapan puluh derajat. Amalan apa yang telah ku lakukan bisa mendapat anugerah sebesar ini batinnya.

__ADS_1


Dari pesawat mereka meneruskan perjalanan darat, naik mobil yang di kendarai seorang pria tegap dan juga tampan. Semua bodyguard JSP tampan kabeh pokok na, mah. Hanya satu perempuan yaitu Mawar.


Supir memperkenalkan dirinya sebagai Tiger Wang, bukan nama sebenarnya ternyata. Seperti halnya juga Mawar yang duduk di samping Tiger. Kedua nama itu hanya julukan. Mereka adalah pasukan terlatih dari sebuah agensi Bodyguard. Disiapkan untuk para petinggi, orang-orang penting maupun orang kaya yang membutuhkan jasa pengawalan. Tidak tanggung-tanggung mereka berangkat lima mobil, depan dan belakang masing-masing dua mobil besar-besar.


Rose tidak menyangka Jacob yang wibawa, dingin dan cuek, ternyata memiliki sisi romantis. Penyayang dan sangat memanjakan dirinya yang hanya jadi istri sepuluh hari. Sebagaimana di pesawat, di mobil juga mereka berpelukan. Hanya tidak tumpang tindih, karena medan yang susah dilalui tanpa goncangan. Mana malam lagi, suasana agak mencekam meski baru pukul 20.00wib.


Rose sebenarnya malu pada Mawar dan Tiger, tapi Jacob tidak perduli seolah kedua orang itu tak kasat mata. Suami sepuluh hari Rose itu tidak segan-segan menciumnya, baik itu kilas sekedar kecupan maupun mengunyah bibirnya dalam dan panjang. Hais, apalah dayaku yang terikat perjanjian untuk tidak boleh membantah. Ross membalas ciuman tak kalah hot, jika nalurinya meminta dilepaskan.


*


"Berapa lama lagi sampai?" tanya Rose. Karena tenyata masih harus menaiki Kapal menyebrang ke pulau.


"Tidak sampai satu jam. Tapi jika kamu ingin lebih lama menikmati perjalanan air, boleh."


Hum, senyum Jacob membantu Rose menaiki Kapal melewati jembatan kecil. Sampai di dalam Jacob membawanya terus masuk ke sebuah kamar yang ada di dalam Kapal. O-ow, ternyata ada kasur empuk dalam hati Rose senang bisa baring sempurna.


"Baring lah," kata Jacob.


"Apa ada kamar mandi juga?"


"Itu," tunjuk Jacob. "Aku temani."

__ADS_1


"Aku bisa sendiri," tahan Rose. Ups, kembali menutup mulutnya rapat, tidak boleh membantah. "Terserah saja," ujarnya.


Jacob tersenyum. "Aku juga mau ke kamar mandi," jelasnya.


What ever batin Rose, karena ucapanmu adalah perintah bagiku. Malu tak malu ia menanggalkan gaunnya, setelah Jacob memperkenankan dirinya bergantian pakaian. Sebuah gaun satin putih longgar sepanjang lutut, berlengan spaghetti dipilihkan Jacob untuknya. Bukan dari koper yang disiapkan Maria Lili untuknya, namun dari koper Jacob sendiri. Ada beberapa lagi ternyata, pakaian tidur seksi yang disiapkan untuk ia kenakan.


Pria itu juga berganti pakaian menjadi lebih santai. Celana panjang berpinggang karet longgar warna cream, dengan atasan kemeja mirip kain belacu polos hitam. Sederhana namun tidak meninggalkan kesan mahal. Tiga kancing atasan sengaja dibuka, memperlihatkan dadanya yang berbulu halus. Sepertinya mereka mengenakan pakaian untuk pasangan. Hais, Pak Direktur. Bagaimana saya bisa melupakan anda dan kenangan manis ini, kelak hum. Rose menghela nafas dalam diam.


Berbaring di kasur di atas riak ombak bersama suami, benar-benar sangat romantis. Bau harum tubuh Jacob menyeruak indra penciuman Rose, kembali gelenyar aneh itu datang lagi.


"Kamu sudah lihat laporan M-banking?" Tanya Jakob. Rose berbantal lengan di pelukan pria itu mendongak, kemudian menggeleng.


"Sudah ditransfer lunas," kata Jacob sembari memberikan kecupan ringan di bibir Rose.


"Ehm terimakasih," ucap gadis itu. "Bukankah seharusnya di sepuluh hari terakhir baru pelunasan?"


"Tidak apa. Jika ngantuk tidurlah," kata Jacob mengusap wajah Rose, menatapnya sayu.


"Ehm," geleng Rose. Aku ingin menikmati sepuluh hari ini dengan sadar, jawabnya dalam hati.


Seolah tau isi hati Rose, Jacob meraba ke belahan bokong perempuannya yang tersingkap. Basah dalam hati pria itu. "Kita coba sekali disini," desisnya ditelinga gadis itu.

__ADS_1


Dug dug dug, jantung berdegup kencang. Tapi Maria Lili bilang anda impoten dasar pembohong dalam hati Rose. Tapi keinginan anda adalah perintah bagi saya. "Ehm," angguk perempuan itu tak berani membantah teringat barusan ia telah dibayar lunas. Lagian siapa yang mau ngasi 1 M hanya cium-cium doang.


***to be continued.


__ADS_2