Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 92


__ADS_3

Waktu menunjukkan angka 03.00wib. Sebentar lagi subuh sebaiknya aku bergegas pikir Rose.


Perempuan itu merangkak ke kasur, berbaring di samping Jacob yang tertidur lelap.


Kening pria itu berkerut ketat seperti orang yang sedang mimpi buruk. Keringat sebesar bulir-bulir jagung ada beberapa di pelipisnya.


Rose menatap sendu pria yang akan jadi ayah dari bayi yang dikandung nya itu. Sangat tampan memang, sayang sekali untuk dilepas. Tapi sepertinya jodoh kita untuk sementara cukup sampai disini, karena Jacob sepertinya tidak lagi menginginkan ku. Tapi nanti saat anak kita lahir, ku harap kamu tidak akan membenciku, dalam hati Rose Diana berharap dan semakin bertekad untuk pergi.


Biarlah Jacob menyelesaikan urusannya dengan Maria Lili terlebih dahulu. Maria Lili dengan tidak tahu dirinya tetap berusaha menempel pada Jacob.


Rose menghela nafas panjang kemudian menenggelamkan dirinya dalam pelukan Jacob.


Deg.


Tiba-tiba pria itu membuka matanya lebar, Rose meneguk ludah susah payah. Apa dia mengenali ku?


"Maura, kamu datang?" Tanya Jacob dengan wajah berbinar, menatap Rose Diana nanar.


Jadi pada penglihatan Jacob, aku ini mantannya yang hilang itu..hais. Pantes saja dia gak kepikiran mencari ku, batin Rose.


Hm.


Perempuan itu mengerut kening antara kesal dan senang. "Apa Kamu merindukan aku?" Tanya Rose.


"Ugm.. tentu saja," angguk pria itu. "Tapi kenapa kamu hanya datang dalam mimpi? Membuat ku ingin tidur sepanjang hari," sambung nya.


Rose Diana menarik ujung bibirnya. "Maaf...hanya bisa seperti itu untuk sementara," jawabnya.


Jacob mengusap wajah Rose dengan tatapan penuh rindu. "Kenapa kita tidak bisa bertemu di saat terjaga?"


Tentu saja tidak bisa, batin Rose kemudian teringat perkataan Lara Sebi tentang Maura yang hilang ingatan. "Kamu harus menemukan pasangan Liontin yang asli, Jacob. Semoga dengan menyatu nya kedua pasang Liontin kita juga bisa kembali bersatu."


"Begitu," kata Jacob sedih.


"Separuh hati telah hilang sejak kamu menghilang. Aku kira ada padamu, Maura. Katakan padaku apa yang terjadi? Apa yang membuat mu pergi meninggalkan aku."

__ADS_1


Rose mengecup bibir Jacob. "Maka dari itu, sayang. Kamu harus menemukan separoh Liontin itu. Aku telah melupakan diriku dan jalan pulang kepada mu," jawab nya.


Oh.


Jacob memeluk Rose Diana. "Akan ku cari sampai ke ujung dunia," desisnya.


"Hm," desah Rose Diana membalas pelukan Jacob.


Jacob mengurai pelukan, menatap Rose Diana yang disangkanya Maura. "Aku ingin bercinta denganmu," ujarnya.


"Ehm," angguk Rose. "Aku juga," jawabnya.


*


"Devie."


Rose membuka mata saat ada yang memanggil namanya.


"Ada apa kamu berisik Elisa," rutuk nya.


"Hm," desah Rose Daina memandang jam di dinding. "Jam sebelas," ujar nya. "Kamu bangun jam berapa?" Tanya Rose.


"Ya subuh dong. Udah mandi, udah sarapan juga. Ini udah mau zhuhur, kalau gak ingat lu masih manusia normal yang butuh makan. Gak tega aku membangun kan kamu sangking nyenyak nya tidur," gerutu teman Rose Diana itu.


"Mario mana?"


"Ada di ruang tengah. Kita baru masak makanan untuk makan siang," jelas Elisa.


"Ya dah, aku mandi sebentar baru keluar." Kata Rose kemudian bangun dari baring nya.


"Ya udah sana! Aku tunggu di luar," kata Elisa.


"Apa aku hanya tidur? Tidak mengigau," tanya Rose saat Elisa hendak membuka pintu kamar.


"Enggak tuh! Kenapa?" Tanya Elisa.

__ADS_1


Hum, syukurlah dalam hati Rose kemudian tersenyum pada Elisa. "Tidak apa-apa," jawabnya.


"Ada apa? Gelagat mu mencurigakan."


"Hehe," tawa Rose kemudian kabur ke kamar mandi.


"Dasar aneh." Elisa bergidik melihat kamar kosong. "Kabur ah!" Pekiknya sebelum meninggalkan kamar. Teman Rose Diana itu masih trauma dengan penampakan ke 5 Balita.


*


Di dalam kamar mandi Rose merenung mengingat janji Jacob semalam, bahwa ia akan menunggu nya setiap tidur untuk bercinta.


Hhm.


Senyum perempuan itu mengembang. Karena walaupun percintaan mereka hanya mimpi tapi rasanya seperti nyata.


"Tapi apakah setelah di Jepang, aku masih bisa datang ke dalam mimpi Jacob," gumamnya.


"Tentu saja bisa."


"Akh!"


Pekiknya melihat kehadiran Balita-balita. "Kalian mengejutkan Kak R," marahnya .


"Hehehe," tawa mereka.


"Ini asli atau pikiran 3D?" Tanya Rose. "Kak R belum bisa bedakan mana kalian yang asli, mana yang hanya pikiran."


"Pikirkan 3D, kita sedang makan siang bersama Nena dan Paman J," jelas Baby Choi.


"Cis," dengus Rose cemberut. "Pergi sana! Kak R mau mandi," marahnya.


"Baiklah..take your time," balas Lara Dutta kemudian mereka menghilang.


***the end.

__ADS_1


***to be continued.


__ADS_2