Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 58


__ADS_3

Hehe, tawa Moni disambut ke empat Balita yang datang membawa sesuatu di tangan mereka masing-masing satu.


"Ini kompor," kata Lara Duta.


"Ini ultra grill anti karat," kata Lara Sevi.


"Ini Fry fan," kata Lara Sebi.


"Ini pemantik api," kata Baby Choi.


"Ini Iga rusa, Tetelan daging, bumbu penyedap serta kue beras korea Tteokbokki," kata Samsir. Ternyata asisten Alisha itu diajak untuk bantu memasak.


"Baiklah. Sudah lengkap semua," kata Moni.


"Maaf Pak. Jadi merepotkan," ucap Rose sekali lagi merasa tidak enak telah merepotkan banyak orang. Tapi memang ia jadi benar-benar kepingin makan Iga padahal tadi hanya asbun.


"Kakak beruntung punya wajah persis seperti Kak Kiren," kata Lara Duta. Bola mata bulatnya bercahaya. Rose melihat ada perbedaan alis pada anak ini. "Apa kamu a boy?" Tanya Rose.


"Ehm," angguk anak laki-laki itu. "Aku Lara Dutta," ujarnya dengan wajah penuh rindu. "Apa boleh memeluk Kak R?"


Oh.


Siapa yang tidak bahagia dipeluk oleh kalian dalam hati Rose terharu. Jika memang hamil semoga anakku sepintar dan se-cute Balita-balita smart ini dalam hatinya.


"Tentu saja," jawab Rose senang segera melebarkan tangannya.


Semua Balita menghambur ke pelukan Rose. "Uwaaaaa...." Tiba-tiba mereka menangis serentak.


"Haih," keluh Samsir ikutan haru.


"Cup cup cup," pujuk Rose balas memeluk mereka. "Kalian sangat menyayangi Kak Kiren, ya."


"Kalau saya tidak melihat langsung mungkin saya tidak akan percaya Nona," kata Samsir. "Memang anda berdua sangat mirip."


Oh.

__ADS_1


"Percayalah adik-adik. Kak Kiren juga pasti sangat merindukan kalian makanya kalian jadi merindukan nya. Sebenarnya Kak Kiren juga gak sabar ingin bertemu kalian. Berdo'a saja semoga urusannya cepat beres agar kalian bisa segera bertemu. Oke adik-adik," pujuk Rose.


"Begitukah?" Tanya Balita melerai pelukan.


"Ehm," angguk Rose mengusap pipi basah Lara Dutta dan Balita lainnya bergantian.


"Sekarang waktunya masak Iga," kata Samsir yang telah siap mengemas barang-barang tinggal memanggang. Sebenarnya iga sudah dimarinasi dengan bumbu spesial. Tinggal dipanggang beserta bawang-bawang untuk menetralisir lemak tak jenuh. Tidak ketinggalan kentang dan paprika. Sayur-mayur juga diambil yang ready to cook and eat.


*


"Bagaimana Nyonya. Apakah anda bisa membujuk dua kembar merelakan Mansion untuk saya sewa barang setahun atau dua tahun," mohon Maria Lili.


Alisha melirik Jacob. Pria itu menggeleng pelan tanda keberatan terpancar di wajahnya. "Saya hanya bisa mencoba. Namun hasilnya saya tidak bisa janji," kata Alisha.


"Tidak usah dipaksakan Nyonya," sambung Jacob.


"Mary! Kamu tidak boleh meninggalkan Juan Sandy. Di situ ada makam Kakek nenek dan Papamu," tegas pria itu pada Maria Lili.


"Justru itu," tukas wanita itu. "Bukankah Almarhum Kakek memerintah kamu agar jangan meninggalkan Juan Sandy sampai kapanpun. Jadi pulanglah! Biar Rose Diana disini dijaga oleh Bodyguard jika kamu khawatir dia kabur. Namun sebelum ada keputusan jangan menemuinya atau tunggu empat bulan ke depan!" Tegas Maria Lili tidak berniat menutupi keadaan rumah tangga mereka di depan Alisha.


Hah.


Maria Lili mengerti itu adalah jadwal sidang pertama mereka. "Aku akan memasak makanan istimewa untuk makan siang mu di Juan Sandy," ujarnya menantang tatapan Jacob.


Hahaha, tawa dalam hati Dolken. Bukan Maria Lili namanya kalau gak keras kepala.


Alisha tersenyum dalam hati melihat perseteruan suami istri di depannya. Memang ia pernah mendengar rumor mengenai tabiat Jacob yang sering nikah kontrak untuk 10 hari dengan beberapa wanita cantik. Apakah Rose Diana salah satunya dan Jacob ingin menjadikannya Istri permanen. Sebagai istri pertama sudah pasti Maria Lili tidak setuju, hm. Kepada siapa aku harus berpihak jika dua-duanya menguntungkan ku dari segi bisnis.


"Apakah kita boleh melihat anak-anak?" Tanya Jacob.


"Saya khawatir belum saatnya Mr. Jacob. Saya juga masih ingin bicara dengan anda mengenai proyek Ekslusif tahap 3. Apakah anda keberatan?" Alisha bertanya balik.


"Ehm," geleng Jacob.


"Lihatlah Pak," potong Tiger sembari menunjukkan pesan dari Mawar.

__ADS_1


"What!" Jacob terpekik melihat pesan vidio yang dikirim oleh bodyguard Rose Diana itu. "Cucu-cucu anda benar-benar sesuatu," ujar pria itu sembari menunjukkan layar Ponsel Tiger pada Alisha.


Dimana Mawar menunggu di luar ruangan yang tertutup karena tidak diperkenankan masuk. Bodyguard perempuan itu hanya diperkenankan melihat ke dalam melalui kaca. Vidio dimulai saat ke 5 Balita memeluk Rose dengan berurai air mata. Dilanjut dengan acara memasak yang memusingkan kepala Samsir dibantu Rose Diana yang tertawa lepas, menjaga ke 5 chef Balita agar tidak terkena percikan api maupun bumbu masak yang sedang mendidih.


Oh, Alisha tersenyum lebar. "Syukurlah cucu-cucuku sekarang bisa tertawa riang," ucapnya terharu biru. "Terimakasih telah membawa Nona Rose Diana kemari Pak Jacob. Boleh tidak dibiarkan dulu barang sejam atau dua jam lagi sambil kita bicara sharing proyek Ekslusif tahap 3?"


"Silahkan Nyonya," jawab Maria Lili mendahului Jacob.


"Hum," senyum Alisha pada wanita itu.


"Sebentar lagi acara lucky draw dimulai. Jika memesan member sekarang, saya pastikan anda mendapatkan banyak bonus yang tidak boleh dilewati," kata Alisha memandang Maria Lili. "Apakah keberatan jika Karyawan saya membawa anda ke kursi tamu khusus VIP untuk mendengar pengarahan dari pakar produk kesehatan kita?"


Aish, keluh dalam hati Maria Lili. Ia sangat berharap dilibatkan dalam pembicaraan bisnis Hunian Indah mendampingi Jacob. Tapi berhubung ia diusir secara halus. "Semoga ketika saya telah menjadi member VIP, berita baik mengenai Mansion segera menjadi kenyataan." Wanita itu berkata sinis. Tidak lagi menunjukkan sikap merendah layaknya orang yang membutuhkan.


Gleg.


Alisha akhirnya mengerti mengapa Moni and Choi tidak menyukai Maria Lili. Ia yakin di dalam diri wanita ini ada sifat buruk yang tidak bisa ditolerir oleh cucu-cucunya. "Saya juga berharap sama," ujarnya. "Bukankah saya juga yang diuntungkan seandainya anda jadi membeli atau menyewa salah satu Mansion proyek Eksklusif grup WJ," lanjut Nenek yang masih terlihat muda itu.


"Saya percaya Kedua kembar akan mendengarkan perkataan anda. Karena kecerdasan mereka diatas rata-rata," ujar Maria Lili menegaskan bahwa dirinya tidak menerima penolakan.


Hum, senyum Alisha kemudian memanggil Mbak pembagi brosur. "Salma!"


Merasa dirinya ada yang memanggil Salma bergegas mendatangi Nyonya besar, dimana ada Jacob pria yang telah menawan hatinya pada pandangan pertama. "Ya Nyonya," jawabnya.


"Nyonya Maria Lili akan menjadi member VIP. Kasi beliau layanan pertama," titah Alisha.


Hah, yang pertama sudah ada orang dalam hati Salma ingin membantah namun melihat tatapan Alisha yang menyiratkan sesuatu akhirnya diurungkan nya niat. "Baik, laksanakan."


"Silahkan Nyonya ikut dengannya," ujar Alisha pada Maria Lili.


"Silakan Nyonya." Dengan berat hati Salma mengajak Maria Lili sembari melirik genit pada Jacob.


"Hum," dengan berat hati Maria Lili berdiri dari duduknya diikuti Dolken.


"Permisi Jack," kata pemuda itu pada Jacob menunduk hormat. Kemudian pada Alisha.

__ADS_1


Sementara Maria Lili jalan melenggang di depan Salma tanpa basi-basi pada Jacob apalagi pada Alisha. Ingin rasanya ia menjambak bibir Nyonya cantik itu kerena telah lancang mengusir nya.


***to be continued.


__ADS_2