
Hais, keluh dalam hati Mawar.
"Maaf Tiger," ucapnya. "Karena melewati pintu utama, aku kira mereka telah diberi ijin naik ke lantai 2."
"Dan saya benar-benar lupa kejadian semalam jika tidak melihat ke 5 Balita ada disini pagi ini, Pak Jacob." Jelas Mawar pada Presiden Direktur itu dengan raut kelihatan seperti orang linglung.
Tiger mengerut kening. "Pukul berapa?" Tanya Bodyguard itu.
"Pukul 11 malam lewat 15. Iya..aku yakin karena aku sempat melihat jam tanganku," jawab Mawar pasti.
"Silahkan Bapak menanyakan Nona Rose setelah ini," ujarnya lagi memandang Jacob.
"Saya telah memeriksa buku absen petugas jaga tadi malam. Tapi tidak ada laporan mengenai sitters dan bodyguard melewati pintu utama, Pak!" Jawab Tiger memandang Jacob.
"Periksa CCTV dari sini saja," titah Jacob pada Bear yang dari tadi hanya diam mendengarkan.
"Baik Pak," jawab asisten Direktur itu.
"Saya akan konfirmasi segera mengapa petugas jaga pintu utama tidak menulisnya di buku laporan semalam. Kalau memang yang dikatakan Mawar benar adanya," kata Tiger.
"Saya bersumpah, Tiger. Nona Rose sendiri yang mengkonfirmasi bahwa tidak ada Balita di dalam kamar. Saya tidak masuk melihat ke kasur, karena mereka vidio call ke ponsel Nona dari kamar guest house disaksikan oleh sitters dan bodyguard," jelas Mawar.
Baru kali ini ia merasa dirinya seperti orang bodoh. Namun aku berani sumpah lagi bahwa sebelumnya mendengar suara Balita di dalam kamar dalam hati Mawar. "Saya menyesal tidak memeriksa masuk. Maaf Pak," ucap bodyguard wanita itu pada Jacob.
"Bagaimana sitters dan bodyguard tidak menyadari keberadaan anak asuhnya keluar dari kamar," gumam Jacob heran. "Panggil orang periksa guest house juga," titahnya pada Tiger.
"Baik," angguk Tiger segera melakukan panggilan pada penjaga halaman Mansion.
"Aku juga penasaran apakah Nyonya Alisha tau cucunya berserakan di atas kasurku," desis Jacob pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Hmm.
Tiger dan Mawar tak mampu menahan senyum melirik ke 5 Balita yang terlelap dengan posisi abstrak mengelilingi Rose Diana. Dengan kaki terbuka lebar saling silang. Begitu juga bibir mungil mereka membentuk lubang kecil, sebenarnya sangat cute di pandang mata.
Ketiga satuan pengaman itu merasa beruntung punya Bos seperti Jacob yang tidak langsung menyalahkan meski mereka membuat kesalahan ataupun kesilapan. Dan ini baru pertama mereka dibuat pusing selama masa tugas dengan Jacob, oleh Balita pula itu.
"Hallo," jawab Tiger menerima sapaan dari seberang panggilan. "Pergi ke guest house 1. Laporkan siapa saja yang ada di sana," titahnya pada anak buah yang mengangkat panggilannya.
"Baru saya mau menghubungi kamu Tiger," kata dari seberang. "Nyonya Alisha dari Grup WJ yang menginap di guest house kehilangan cucu-cucunya."
Oh.
"Nyonya Alisha ada di pintu utama, Pak. Melaporkan cucu-cucunya yang hilang." Ulang Tiger melapor pada Jacob.
"Hilang," sinis Presiden Direktur itu memandang ke kasur.
Ia sungguh tidak suka orang yang tidak berkepentingan masuk ke area privasinya. Tapi ke 5 Balita ini ternyata ingin jadi pengecualian. Menjadi keturunan petinggi Grup WJ telah membuat mereka merasa hebat. "Persilahkan dia naik," titah Jacob.
"Kita cukup berisik kenapa mereka tidak terganggu dan terbangun," gumam Jacob memandang wajah Rose yang tertidur pulas mengenakan sweaternya. Wajahnya semakin kelihatan seperti bayi. Sangat polos tak berdosa seperti bidadari.
"Bapak benar-benar tidak merasakan kehadirannya mereka tadi malam?" Tanya Mawar.
"Ehm," geleng Jacob pun merasa heran. Semalam ia tidur seperti mati, dan sebelum itu merasa ngantuk yang luar biasa untuk pertama kalinya.
Bear telah pun membuka layar lebar yang tergantung di dinding kamar Jacob dengan remote control yang ada ditangannya.
Ada 3 layar lebar lagi yang dipasang di empat bagian gedung selain di kamar Jacob, guna memantau keadaan Mansion selama 24/7. Kecuali bagian kamar dan kamar mandi, tidak ada CCTV untuk ruangan privasi.
"Tidak ada tanda-tanda Balita keluar dari guest house," ujar Bear setelah nge-rewind waktu ke jam semalam.
__ADS_1
"Bahkan keluar ruang tengah pun tidak. Di depan pintu kamar Utama juga tidak ada tanda-tanda mereka telah dipersilahkan masuk oleh seseorang," lanjut Bear.
Empat orang berpendidikan kebingungan menatap layar lebar. "Jadi bagaimana mereka bisa sampai disini? Tanya Jacob memandang ke kasur dengan raut penasaran.
"Itu yang akan kita tanya pada Nyonya Alisha," desis Tiger sama penasarannya dengan Jacob. Kepala Bodyguard itu terpesona memandang ke 5 Balita dan juga Rose Diana yang cantik meski saat tidur. Indah seperti lukisan, si bos benar-benar beruntung dalam hatinya.
"Sebelumnya saya tidak pernah percaya pada keajaiban. Sekarang ada di depan mata," kata Tiger penuh perasaan kagum.
"Kembalikan ke waktu sekarang," titah Jacob pada Bear.
"Baik Pak," jawab asisten bodyguard itu nge-repeat cepat slide gambar di layar.
Segera di salah satu potongan layar lebar terlihat Alisha sedang menaik tangga dikawal dua orang bodyguard diikuti oleh Maria Lili. Oh tidak dalam hati Jacob, tapi sudah terlambat untuk menahannya.
Ck, decak pria itu. Apa ku turuti saja program agar tidak terus diganggu olehnya. Oh no, sepertinya akan makin terikat. Diriku akan disibukan dengan urusan anak dengannya. Semakin ia punya alasan menjalin komunikasi denganku. Tidak bisa dibiarkan, dalam hati Jacob memutuskan akan menolak program dengan tegas.
*
Hanya Alisha yang diperkenankan masuk, sitter dan Bodyguard ke 5 Balita menunggu di luar.
Sedangkan Maria Lili tidak ada yang berani melarang nya walaupun itu Jacob yang katanya akan tegas. Dengan besar hati wanita itu masuk ke kamar ingin melihat langsung perempuan yang tidur di atas kasur suaminya.
Sementara dirinya sejak menikah tidak pernah satu ranjang dengan Jacob. Meski satu kamar, pria itu lebih memilih tidur di lantai atau di sofa. Setelah Papa meninggal Jacob malah semakin jauh pindah di kamar yang lain.
Hah, desah dalam hati wanita itu melihat Rose tidur dikelilingi 5 Balita dengan pakaian tebal. Berarti tidak terjadi apa-apa dengan mereka tadi malam dalam hati Maria Lili sedikit terhibur. Padahal tadi malam ia setengah mati menahan rasa cemburunya membayangkan kemesraan antara Jacob dan Rose. "Aih...lucunya," serunya dipaksa ceria. "Anda beruntung sekali memiliki mereka Nyonya," lanjutnya tersenyum memandang Alisha.
Alisha balas tersenyum dipaksa. Sudah dilarang agar tidak menggunakan sihir tetap bandel. Dasar Bayi-bayi nakal geram dalam hati Nenek ke 5 Balita itu. "Maaf kalau cucu-cucu saya telah mengganggu istirahat malam anda Mr. Jacob," ucapnya.
"Tidak terganggu sama sekali!" Tukas Jacob. "Bahkan saya tidur sangat nyenyak malam ini untuk pertama kali. Tapi boleh anda jelaskan bagaimana mereka bisa berada ke kamar ini, Nyonya. Karena kita sudah memeriksa CCTV tidak ada tanda-tanda mereka masuk melalui pintu."
__ADS_1
Presiden Direktur itu memandang Alisha tak berkedip mengamati reaksinya apakah akan jujur ataukah akan ngeles seperti bajaj.
***to be continue.