
Why?
Apa salahku dalam hati Maria Lili hampir putus asa. "Kalau Om ini boleh, ya. Kan masih 20," sambungnya menyentuh pundak Dolken.
"20 pas! Bukan 22 tahun lebih 2 bulan," tukas Sevi.
Oh.
Dolken tertegun mendengar usianya bisa ditebak pas oleh bayi belum 2 tahun. Pemuda itu cemberut pura-pura kecewa. "Masih kisaran 20an boleh dong adik-adik," mohonnya demi membantu Maria Lili yang ditolak mentah-mentah sebelum negosiasi.
"No!" Tegas Lara Sevi.
Kenapa si tidak bersangkutan ini yang jawab dari tadi sih! Kesal dalam hati Maria Lili. "Kapan Moni and Choi ada waktu untuk tante. Beritahu ya," mohonnya memandang dua kembar bergantian. Kalau gak butuh mana mungkin aku tahan bersikap manis pada kalian dalam hatinya.
"Saya Lara Sevi juru bicara mewakili Moni and Choi mengatakan tidak dijual apalagi disewakan!" Tegas pemimpin bagi ke empat saudara kembarnya itu.
Jual sewa apa? Dalam hati Alisha mengerut kening memandang Maria Lili serta Dolken penasaran. Jadi kedua orang ini membawa maksud terselubung datang kemari batinnya curiga.
Sementara Maria Lili dan Dolken terkejut mendengar penuturan Balita songong. Bagaimana mereka tau. Apakah Karyawan Marketing telah menghubungi balita-balita ini? Bisa jadi begitu batin Maria Lili memandang Dolken nelangsa. Wanita itu terdiam tidak mau memperpanjang masalah.
"Ayo kita pergi! Jangan buang waktu disini," ajak Sevi pada ke 4 saudaranya.
Tanpa permisi pada Jacob, Rose pasrah dibawa pergi oleh bayi-bayi cute. Alhamdulillah..akhirnya bisa menghindar dari Maria Lili, ucap dalam hatinya.
Pria itu justru tertarik pada apa yang ingin dibeli ataupun yang ingin disewa oleh Mary. Mengenai Rose Diana, ada Mawar yang mengawasi batin Jacob jadi tidak terlalu khawatir.
"Boleh saya tau apa maksudnya?" Tanya Alisha pada Maria Lili setelah ke 5 cucunya pergi membawa Rose Diana.
__ADS_1
Maria Lili ragu mau menyampaikan niatnya atau tidak. Terlalu semangat bertemu kembar Moni and Choi jadi lupa ada Jacob di sampingnya. Padahal Dolken telah memperingatkan dengan menyikut pinggangnya tapi ia gak ngeh, hais keluh wanita itu.
"Katakanlah Mbak. Siapa tau saya bisa membantu," ujar Alisha semakin penasaran.
Terlanjur ketahuan ya sudahlah dalam hati Maria Lili pasrah. "Saya ingin dekat dengan suami karena tidak bisa jauh darinya barang semenit. Berharap bisa tinggal di Mansion yang dimiliki oleh cucu anda. Tidak mungkin kan saya dan istri kedua tinggal di Mansion yang sama," jawab Maria Lili sedih dengan mata berkaca-kaca.
Hah.
Jacob terhenyak. Kenapa di dunia ini ada wanita tidak tau malu seperti Mary. Apa aku dan dia pasangan harmonis yang saling mencintai, oh jangan sampai. Pria itu memandang Alisha berharap Nyonya cantik itu mengerti bahwa ia tidak rela jika Maria Lili menempati Hunian yang dekat dengan Rose garden miliknya.
Kasihan sih kasihan batin Alisha namun tidak bisa berbuat apa-apa. Siapa tau memang Jacob ingin menjauhkan kedua istrinya yang tidak bisa akur. "Dalam hal ini saya tidak bisa membantu. Cucu saya termasuk keras kepala jika menyangkut benda kepunyaan mereka. Kalau boleh ya boleh, kalau tidak ya tidak. Anda lihat sendiri, iga rusa yang mereka sayang-sayang dengan mudah merelakannya pada Nona Rose Diana. Mungkin mereka pikir keinginan anda tidak terlalu urgent," jelas Alisha.
Hm, desah Jacob lega mendengar jawaban Alisha. Tersenyum sampai ke mata sebagai ucapan terimakasih nya.
Hmmm, desah Maria Lili lemas tak berdaya jadi hilang selera hidup. Kapan aku bisa melenyapkan si pelakor itu, kesalnya mengepal tangan geram.
"Bantulah saya membujuk Twin, Nyonya. Ini," ujarnya menunjukkan undangan seminar kecantikan yang diberikan oleh karyawan Marketing proyek eksklusif tahap 2. "Saya akan mendaftar jadi member VIP Program Sehat, Cantik dan Awet yang anda canangkan. Akan membayar bulanan untuk setahun penuh," lanjut Maria Lili. "Saya juga akan mempromosikan program Anda pada istri-istri Manager JSP Investment. Semua akan saya paksa ikut program jika tidak akan dipecat dengan tidak hormat!"
Wanita itu mengkerut cemberut. "Aku tidak akan melewati batas," ujarnya pasang wajah sendu penuh belas kasihan.
Hah, desah Alisha serba salah.
Hah, desah Dolken menggelengkan kepala pelan. Bukan Maria Lili namanya jika telah menginginkan sesuatu tidak terpenuhi. "Nyonya," sambung pemuda itu maju bicara.
"Manager JSP lebih dari 50 orang. Diantara mereka punya istri gendut-gendut. Dan sebagian Manager wanita juga tidak memiliki tubuh sempurna seperti anda. Berjalan sedikit saja sudah merasa lelah. Memang perlu dipaksa ikut program demi kesehatan mereka juga. Jadi anda jangan merasa serba salah atau sungkan. Bukankah pada tubuh Karyawan yang sehat Perusahaan juga akan sehat. Bayangkan jika semua ikut program mengambil kelas VIP." Senyum Dolken yakin bahwa penjelasanya bisa merubah pendirian Nyonya cantik di depannya ini.
Memang benar hati Alisha sedikit goyah. Tawarannya bukan kaleng-kaleng. Program terbatas untuk 30 orang saja dia sudah mendapat keuntungan 200%. Ada 50 calon member VIP di depan mata sayang bener jika disia-siakan. Apa yang harus ku lakukan untuk membujuk Twin Moni and Choi.
__ADS_1
*
Rose Diana dibawa ke ruangan yang sepertinya ruang kumpul keluarga. Sementara Mawar tidak diperkenankan masuk, jadilah bodyguard perempuan itu menunggu di luar seperti kambing congek.
"Keluarkan peralatan," titah Moni si Bendahara. Orang yang mengatur jual beli apa saja yang dinilai menguntungkan kelompok mereka.
"Oke," jawab ke empat saudaranya serentak.
"Silahkan duduk manis di sini. Biar kita yang masak untuk kakak," lanjut Moni menunjuk sofa pada Rose.
Perempuan itu merasa lucu dalam hati, ada bayi bisa diajak komunikasi seperti orang dewasa bahkan memasak iga untuknya. "Baiklah Baby M. Terimakasih sebelumnya," ucap Rose. "Maaf, Kakak jadi merepotkan kalian."
"Jangan sungkan Kakak R. Itu karena kita rindu pada Kak Kiren yang mirip dengan Kakak," jelasnya.
Hehe, Rose terkekeh dipanggil Kakak R. "Benarkah ada Kakak yang mirip denganku. Jadi penasaran ingin melihatnya," kata Rose.
"Sayangnya Kak Kiren sedang pulang kampung ke negeri kelahirannya. Katanya akan datang lagi setelah urusannya selesai. Tapi janji satu hari sampai sekarang sudah 3 bulan belum ada kabar," ujar Moni sedih.
"Oh, maaf. Apa kalian mau menganggap ku seperti Kak Kiren yang pulang Kampung itu?" Tanya Rose.
Moni mengangguk tersenyum senang. "Kakak merasa takut pada tante istri pertama itu?" Tanya bayi perempuan itu.
"Uhm," angguk Rose terus terang.
"Mau tau caranya melarikan diri dari Paman J?"
Hah.
__ADS_1
Rose tersentak tak percaya dengan apa yang didengar nya tapi ini asli nyata. Kalau diperhatiin dari tadi saat dari meja makan, Moni dan keempat saudaranya seperti punya IQ serta EQ di luar batas normal. "Apa Baby M punya indra keenam. Bagaimana bisa tau apa yang ada dipikiran Kak Rose?"
***to be continued.