Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 51


__ADS_3

Dokter spesialis kandungan dari rumah sakit ternama yang khusus didatangkan untuk memeriksa Rose Diana.


Perempuan itu berdebar saat nadinya disentuh oleh tangan dingin dokter yang telah kehilangan rambut bagian depannya itu. Wajahnya oriental mirip aktor laga dari negeri china. Selain Jackie dan Chan ternyata ia bertemu lagi dengan pria mata sipit lainnya.


Jacob lebih berdebar menunggu di samping Rose Diana. Sebenarnya Dokter menyarankan agar ia membawa Rose datang ke klinik si dokter. Kalau gak mau tunggu empat puluh hari baru ia mau datang memeriksa untuk hasil yang lebih akurat. Namun Jacob bersikeras agar dokter datang ke huniannya saat ini juga dengan imbalan yang mantab dan luar biasa makanya sang Dokter mengalah.


"Seperti yang saya katakan melalui panggilan telepon, detak jantung terdengar mulai minggu ke lima pertengahan. Hasil testpack garis dua memang bisa menjadi tanda kehamilan. Meski ada darah sedikit tidak berpengaruh pada tumbuh kembang embrio yang subur. Untuk melihat apakah benar-benar sedang terjadi pembentukan janin di rahim istri anda, silahkan datang ke klinik untuk bisa melihat langsung melalui Ct scan," jelas Dokter.


"Tiger," panggil Jacob.


"Siap Pak," jawab bodyguard yang standby berdiri di samping Big bos.


"Buatkan satu ruangan khusus dokter menyerupai klinik spesialis kandungan di lantai bawah," titahnya. "Saya mau dokter datang secara berkala untuk memeriksa istri saya tanpa disusahkan oleh tidak adanya peralatan."


"Baik laksanakan," kata tiger.


"Tolong rekomendasikan peralatan paling canggih yang pernah dibuat oleh pakar kesehatan, dokter." Kata Jacob memberi senyum terbaiknya pada petugas kesehatan terbaik se Indonesia itu.


"Baiklah," angguk sang dokter.


Oh, tidak. Kalau sampai cek kesehatan pun harus di rumah, bakalan gak bisa kemana-mana setelah ini keluh dalam hati Rose. Harapanku satu-satunya untuk kabur adalah minggu depan saat berkunjung ke rumah Paman.


*


Maria Lili terbangun waktu menunjukkan angka 13.45wib. Sudah siang batin wanita itu melihat Dolken disampingnya masih mendengkur halus.


Plak!


Maria Lili menepuk dahinya. Dolken tersentak kaget. "Mary," teriaknya marah.


"Kenapa kita berdua tidak berpakaian dan bangun kesiangan?"


"Kamu tidak ingat telah memaksaku bercinta saat mabuk," ujar Dolken.


"Aku mabuk?" Tanya Maria Lili menunjuk wajahnya gak percaya.


"Mary, aku bahkan merekamnya agar tidak disalahkan oleh mu," kata Pemuda itu.


"Apa?" Pekik Maria Lili. "Hapus sekarang juga."

__ADS_1


"Oke baiklah. Tapi kamu jangan tuduh aku telah memanfaatkan dirimu. Sebelum dihapus gak mau lihat dulu seberapa hot kita semalam," perli Dolken mengerling mata genit.


Maria Lili mengerut kening. Kenapa di depan sepupunya ini ia jadi terbodoh. Lebih parah lagi meskipun sadar, ia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengalah. "Sini sekalian aku hapus!" Marahnya.


Dolken meraih ponselnya membuka langsung aplikasi vidio tersimpan sebelum memberikannya pada Maria Lili. "Nih..lihat sendiri siapa yang lebih ganas," ujarnya menarik ujung bibir tersenyum sinis.


"Oh no." Wanita itu terbelalak. "Kalau video ini sampai tersebar aku pastikan kamu mati mengenaskan, Ken!"


Gleg.


Jakun Dolken menggulung. "Aku juga tidak mau merusak nama baikku. Sini aku saja yang delete," ujarnya merampas ponselnya dari tangan Maria Lili. "Kamu luar biasa sekali Mary. Aku hampir pingsan dibuat oleh gairahmu," senyum pemuda itu.


Plak!


Maria Lili menepuk kepalanya. "Hapus!"


"Hais," keluh Dolken tapi gak bisa berbuat apa-apa selain berjanji dalam hati akan membalaskan rasa sakitnya saat bercinta. Namun sekuat apapun ia menghentak tidak membuat Maria Lili protes bahkan memintanya lebih keras lagi. Dan yang membuat dirinya heran adalah, meski telah meminum ramuan halu penambah stamina tidak membuatnya merasa bercinta dengan Rose Diana. Hanya Maria Lili yang ada di ingatannya. Ya Tuhan apa aku telah jatuh cinta pada wanita ini batin pemuda itu gak rela.


"Mary, bukankah ini sangat keren. Kita simpan sebagai kenang-kenangan ya. Aku janji akan menjaganya seperti menjaga nyawaku sendiri," mohonnya.


"Hapus!!!!" Pekik Maria Lili melebarkan bola matanya.


Gleg.


Dengan berat hati Dolken mendelete vidio namun dalam hati ia tersenyum menyeringai karena xxx mereka masih bisa diakses pada penyimpanan awan, hehehe. "Neh! Sudah dihapus ya," katanya menunjuk layar ponselnya.


Ehm, gumam Maria Lili. "Kamu sudah tau dimana Jacob sekarang dan Rose Diana. Apakah mereka bersama?"


Oh no, kata dalam hati Dolken serba salah mau jujur atau bohong. "Kalau kamu gak tepuk jidatku. Pasti aku masih tidur sekarang. Bagaimana bisa tau dimana mereka," jawabnya. "Bentar aku tanya satpam apa Jack sudah keluar dari gedung perkantoran."


"Gak pake lama," kata Maria Lili mendelikkan pada Dolken.


"Iya ya! Mary...boleh tidak jangan sering-sering melotot gitu. Seram tau!"


"Seram pun tidak membuatmu takut menentang ku," ketus Maria Lili. "Cepat cari tau dimana mereka!"


Dolken membuat panggilan pada teman-temannya.


"Speaker!" Titah Maria Lili.

__ADS_1


"Oke oke! Cis," dengus Dolken segera mengaktifkan pengeras suara di ponselnya.


"Hallo bro," jawab dari seberang panggilan. "Datang ya ke club malam ini. 2 minggu gak ada Bos gak seru tau!"


"Aku usahakan minggu depan. Sekarang kirimkan laporan," titahnya serius.


"Baiklah," jawab temanya merasa Dolken tidak bisa diajak bercanda. Karena pemuda itu telah mewanti-wanti jangan bicara sembarangan saat melakukan panggilan dengannya. Bisa saja big bos sedang bersamanya mendengar pembicaraan. "Itu sudah," katanya ikutan serius.


Ting tong.


Dolken menutup panggilan bersamaan dengan bunyi pesan masuk vidio yang telah diedit sedikit waktunya.


Ragu-ragu Dolken membuka pesan melihat wajah Maria Lili yang antusias. "Tunggu apa! Ayo buka," ujar wanita itu.


"Baiklah." Pemuda itu menekan tombol play.


Terlihat Mobil Jacob meninggalkan gedung menjelang terbit fajar 10 jam lebih lambat dari waktu yang sebenarnya.


Tidak ada yang tau Jacob ke kantor selain satpam penjaga pintu parkiran Vip yang juga telah diajak Dolken bekerja sama. Tentu saja dengan sejumlah uang dan rumor keretakan hubungan Direktur serta wakil Direktur yang masih harus dirahasiakan. Jika harus memilih tentu saja Maria Lili adalah orang yang tepat untuk mereka berpihak. Secara wanita itu pewaris tunggal JSP Investment.


"Lalu dimana dia sekarang?" Tanya Maria Lili dengan wajah penasaran.


"Ayo main dua putaran. Aku akan membawamu ke sana," kata Dolken. Pengaruh ramuan membuat otaknya terus dipicu gairah.


"Ehm," angguk Maria Lili merasa dirinya juga seperti terpengaruh ramuan.


"Nanti dulu," tahannya sebelum Dolken nyosor. "Kamu tidak membuatku meminum ramuan itu kan?" Tanya Maria Lili menunjuk botol kosong di meja.


Dengan wajah sendu Dolken memandang Maria Lili. "Mary! Kamu benar-benar gak ingat telah membuatku meminumnya," kata pemuda itu membuka selimut. Sehingga area bawah pinggangnya terpampang nyata di depan mata Maria Lili.


Oh.


Wanita itu menutup mulutnya kaget. "Kenapa membesar," gumamnya. "Jadi dua kali lipat."


Memang dari dulu juga udah segini panjang hanya gemuknya yang bertambah batin Dolken bahagia tujuh turunan. "Kalau tau begini mantab. Dari dua tahun lalu aku meminumnya," desis Dolken. "Jeritanmu menandakan kepuasan setiap kali disundul olehnya." Pemuda itu mengusap batangnya bangga menjadi pria perkasa.


Pantes saja aku merasa seperti bercinta dengan Jacob batin wanita itu menjadi ragu pada perasaannya. Apakah itu benar-benar cinta atau karena pengaruh ramuan. Tapi memang dari kecil aku telah menyukai Jacob artinya memang aku mencintainya dalam hati Maria Lili dibolak-balik.


***to be continued.

__ADS_1


__ADS_2