Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 85


__ADS_3

Jadi Jacob memandangku seperti mantannya si Maura itu, gumam dalam hati Rose tiba-tiba kesal.


"Hum," sinis nya membuang muka.


Ada rasa sebak di dada Rose, menyadari bahwa di hati Jacob yang paling dalam ternyata masih ada mantannya yang hilang sudah lebih dari sepuluh tahun itu. Namun ditahan nya air mata jangan sampai tumpah.


Jemari Jacob meraih wajah Rose yang melengos agar kembali menatapnya. "Kamu kemana saja selama ini, Maura? Aku mencari mu seperti orang gila, benar-benar putus asa sayang."


Hah!


Rose bertambah kesal mendengar nama itu kembali disebut, mana pakai embel-embel sayang lagi. "Boleh tidak kita lanjutkan bercinta saja. Karena aku datang hanya untuk itu," jawabnya ketus.


Hehe, senyum Jacob sangat imut dan malu-malu. Seperti remaja yang sedang jatuh cinta. "Goyangan kamu bertambah yahud dan berani, serta wajahmu ini semakin segar seperti remaja belia."


Tentu saja aku masih belia kan masih 19 tahun, batin Rose kesal. "Dan batang mu ini semakin panas saja. Mana panjang dan besar lagi," gerutu nya.


Oh.


"Bicaraku semakin vulgar, sayang. Aku gak tahan," senyuman Jacob tersipu.


Heg.


Rose terhenyak, ini Jacob bukan sih. "Bukankah airmu sudah keluar banyak, kenapa masih keras saja membuat liangku sesak!" Marah perempuan itu membuka pahanya lebar selebar ia mampu.


"Oh," desah Rose tertahan, karena batang itu semakin terperosok menghujam dalam sampai ke dasarnya.


Hum, seringai Jacob mengangkat bokongnya.


"Mau kemana?" Rose menahan nya. "Aakh!" Perempuan itu terpekik tiba-tiba Jacob menghentak nya keras.


"Ada kemajuan setelah lama menghilang. Kamu menyukai kekerasan sekarang!" Seringai Jacob kembali mengangkat bokongnya kemudian mengulangi yang barusan dilakukan nya, membuat birahi Rose naik sampai ke permukaan wajahnya.


Pria itu menghentak lagi lebih kencang dari sebelumnya..


"Akh ah akh!


Kembali Rose terpekik-pekik seirama hentakan bertubi-tubi dari Jacob.


Pria itu terpacu gairah melihat ekspresi Rose dan suara desahnya. Belum pernah ia melihat Maura seseksi sekarang.


Akhah..haah ahh......


Jacob terus saja menghentak, menghunjam sekeras-kerasnya. Tidak perduli dengan teriakan kesakitan Rose Diana.


Dulu Maura mend*sah saja malu-malu tapi sekarang, wanita yang dicintainya ini menjerit sampai ke langit ke tujuh. Seperti perempuan binal ikut bergoyang mengimbangi hentakannya. Dengan yahud mereka bergoyang mengejar kenikmatan dan suara jeritan itu menambah gairah Jacob. Pria itu mempercepat tempo gerakannya.


"Sayaaang, aku gak tahan lagiiii," ceracau Rose Diana berteriak kencang.

__ADS_1


Hm, senyum Jacob puas karena telah berhasil membuat perempuan di bawahnya keenakan.


"Jangan ditahan lepaskan saja sayang," serak Jacob. "Aku akan menyusul mu."


"Aaaaaaaa, jacoooob....."


Ohg...


Jacob belum pernah mendengar Maura berteriak seseksi ini memanggil namanya, pria itu mengeluarkan batangnya memberi kesempatan Rose Diana menikmati org*smenya, sambil menyundul-nyundul di liang becek itu.


"Haaaah," desah Rosa mengatur ritme nafasnya agar stabil, sambil menatap sayu Jacob. "Aku benar-benar puas, sayang. Terimakasih," ucapnya masih dengan nafas memburu.


"Aku juga puas memandang wajah horni mu Maura," desis Jacob.


Hampir-hampir membuat Rose down, kalau saja pria itu tidak kembali memasuki nya, menghunjamnya cepat dan kencang.


Heg.


Rose terhenyak saat batang keras itu kembali tenggelam di dalam pintu rahimnya.


"Hehe," tawa Jacob saat Rose mendelik padanya. "Aku ingin kita terus menyatu seperti ini," katanya kemudian memeluk Rose.


Hm, desah Rose membalas pelukan Jacob.


Mereka berpelukan sangat erat. Kerinduan Rose terpuaskan, meski ia tahu bahwa Jacob sedang memuaskan kerinduan nya pada kekasih masa lalunya.


Biarlah, lebih baik ia tidak mengingat diriku, dalam hati Rose.


"Kamu mau gaya yang bagaimana?" Tanya Rose Diana.


Jacob memutar tubuh mereka sehingga Rose berada di atasnya masih dalam penyatuan. Dengan jelas Jacob melihat dada Rose yang kecil. "Apa kamu gak makan selama ini, kenapa dada ini mengecil?" Ujarnya sembari meremas dua gunung kembar itu dengan kedua telapak tangannya.


Karena aku bukan Maura dodo, kesal Rose hanya berani dalam hati. "Mungkin karena terlalu lama tidak disentuh," jawab nya menikmati sensasi remasan di dadanya. Lembut dan menghanyutkan. Akh, desah perempuan itu menatap sayu Jacob.


"Jangan khawatir, sayang. Aku akan membuat nya kembali besar ke ukuran semula." Jacob *******-***** lembut, memilin ujung bukit itu dengan kekuatan yang pas.


Oh no, keluh Rose menggelinjang. Bahkan ukuran dada pun ia ingat, batin perempuan itu.


"Hm..terserah kamu saja," jawab nya acuh. "Dari pada cemburu pada masa lalunya, lebih baik menikmati batin Rose.


*


"Rose, bangun!"


Sebuah suara mengejutkan nya, perempuan itu membuka mata malas. "Elisa," gumam Rose melihat sekeliling nanar. Bagaimana ia bisa kembali ke kamar di kediaman Mario.


"Kamu juga pingsan?" Tanya teman Rose itu.

__ADS_1


"Rose, ayo kita pergi dari sini. Kamar ini berhantu," ajak Elisa panik.


Rose telah sepenuhnya sadar. "Jam berapa sekarang?"


"Subuh," jawab Elisa.


"Nanti jika hari sudah terang," ujar Rose.


"Kamu juga melihat hantu semalam itu, kan?" Tanya Elisa masih ketakutan.


Hm, angguk Rose.


"Itulah akibatnya kalau kelamaan membiarkan kamar kosong," geram Elisa. "Atau si Mario itu sengaja pelihara tuyul untuk menambah kekayaannya."


"Hm," senyum Rose geli. Gara-gara ke 5 Balita jadi Mario yang tertuduh piara tuyul.


"Kok kamu malah senyum?"


"Aku terbayang tuyulnya imut-imut. Kalau ada tuyul seimut itu aku juga mau pelihara," ujar Rose.


"Memelihara? Jangan ngaco! Baru melihat aja kamu pingsan."


"Itu karena kita belum kenalan," jawab Rose.


"Ish, gua mah ogah kenalan ama tuyul."


"Kalau kamu takut, pulang aja duluan. Kita jumpa seminggu lagi di Airport."


Heg.


Elisa mengerut kening. "Lalu kamu bebas berduaan dengan Mario, gitu!" Ketus nya memandang Rose sengit.


"Hei, jangan khawatirkan itu. Aku gak akan merebut Mario dari kamu. Dan Mario itu bukan jenis pria pemaksa, you Know. Aku beritahu kamu satu rahasia. Sekarang aku hamil anak Jacob, makanya aku mau kabur."


Oh.


Elisa tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya sekaligus rasa senang nya. "Lalu kenapa kabur? Kenapa gak minta Jacob tanggung jawab?"


"Dia masih belum melupakan cinta masa lalunya. Dia menganggap ku kekasihnya yang telah lama hilang," jelas Rose sendu. "Lagian kami hanya kontrak, tidak ada perjanjian hamil."


"Bukan kah katamu dia impoten dan mandul, artinya yang melanggar kontrak di sini, ya si Jacob itu."


"Itu perjanjian antara aku dan Maria Lili, bukan dengan Jacob. Aku telat minum pil pencegah yang diberikan Maria Lili padaku, jadi disini aku yang salah. Aku akan menjauh dulu sampai bayi lahir," jelas Rose.


"Ya udah kalau gitu. Aku gak akan meninggalkan mu sendirian sampai bayi lahir."


"Tapi ingat, ini rahasia. Siapapun tidak boleh tau, termasuk Paman dan bibi."

__ADS_1


"Siap."


***to be continued.


__ADS_2