
Rose merasa dunianya gelap dengan kehadiran Maria Lili yang tiba-tiba. Cemburu menyerang otaknya melihat kemesraan wanita itu merangkul Jacob tanpa canggung. Bukan ia tidak tau kalau Jacob telah sering sekali menepis nya. Namun sepertinya Maria Lili tidak pernah putus asa dalam usaha menawan hati suaminya.
Apa yang membuat Jacob tidak menghargai perasaan Maria Lili dalam hati Rose terpandang wajah si Mbak pembagi Brosur seolah mencibir padanya, menambah panas hati. Hah, desah perempuan itu pelan. Ingin rasanya kabur sekarang juga melihat Jacob yang tak berdaya di depan istrinya.
Pria itu terpaksa harus menahan rasa kesal. Tidak mau mempermalukan dirinya dengan memarahi Mary di depan khalayak ramai. Memanglah status wanita stress ini masih istrinya. Karena merasa bersalah Jacob tidak berani membalas tatapan Rose Diana. Ia telah berjanji tidak akan ada gangguan lagi dari Maria Lili tapi kenyataannya. Nantilah setelah urusan ini selesai aku akan minta maaf lagi dalam hatinya menarik tangannya perlahan dari rangkulan Mary.
Dengan jelas Alisha mendengar saat gadis muda di depannya memperkenalkan dirinya sebagai istri Jacob. Artinya ada dua hati yang harus dijaga, istri pertama dan istri kedua. "Oh, salam kenal kalau begitu." Katanya menerima uluran tangan Maria Lili serba salah.
"Salam kenal kembali," jawab Maria Lili melirik wajah Rose Diana yang memucat. Apalagi tanpa make up jadi kelihatan makin putih seperti tembok rumah sakit. Hm, tunggulah kau dalam hatinya.
"Silahkan duduk Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya. Ada hidangan istimewa khusus menu andalan Restoran WJ yang bisa anda-anda nikmati," ujar Alisha.
Tiger menarik bangku untuk Jacob. "Silahkan Tuan," ujarnya.
Diikuti Mawar menarik satu bangku di samping kiri Jacob untuk Rose Diana. "Silahkan duduk Nyonya Muda," ujarnya.
Wajah Maria Lili memanas mendengar penghormatan yang diberikan bodyguard pada perempuan perebut suaminya itu. Apa! Nyonya muda sinis dalam hatinya.
Dolken memahami situasi perang dingin antara tiga hati. "Silahkan duduk Nyonya Pattinson," kata pemuda itu menarik satu bangku untuk Maria Lili di samping kanan Jacob. Lalu ikut duduk bersama ketiga orang mengambil tempat di samping kakak sepupunya itu.
"Apakah keberatan jika saya bergabung?" Tanya Alisha.
"Tidak-tidak. Silahkan Nyonya," saut Maria Lili cepat. Menampilkan diri sebagai Nyonya Jacob yang sebenarnya.
__ADS_1
Seorang pria dewasa yang baru datang menarik satu bangku untuknya. "Terimakasih Samsir," ucap Alisha. "Siapkan menu utama," lanjutnya memerintah pada asisten setianya itu.
"Baik Nyonya," angguk Samsir menunduk hormat pada Alisha. Kemudian beranjak pergi sambil menarik tangan Salma yang terdiam mematung menatap Jacob tak berkedip. Apa ada lowongan untuk istri ketiga?
Semoga kehadiranku bisa mencairkan suasana canggung di antara dua istri dalam hati Alisha. "Mansion ke 6 manjadi hunian paling indah dan cerah diantara semua," katanya tersenyum pada Jacob.
"Bukankah semua bunga-bunga itu hadiah dari anda," balas Jacob. "Tanpa kebaikan hati anda saya tidak yakin bisa merealisasikan konsep Rose garden pada halaman Mansion."
Konsep Rose garden, hah! Maria Lili semakin panas. Tak sabar ingin melenyapkan Rose Diana.
"Sama-sama Tuan Pattinson," ujar Alisha. "Saya juga berutang terimakasih pada anda. Ide brilian anda menjadi produk contoh untuk proyek Ekslusif tahap 3. Dan hasilnya tidak sia-sia. Baru satu hari diluncurkan sudah masuk sepuluh booking fee."
"Wah..saya mau royalti kalau begitu," kata Jacob bercanda.
"JSP Investment," sambung Maria Lili lupa sejenak pada kekesalannya karena akan mendapat proyek baru.
"Iya itu," angguk Alisha meski bukan seperti yang ia maksudkan.
Wanita itu tau bahwa Jacob pribadi punya bidang usaha berbeda dari JSP yang lebih memilih bidang obat-obatan, alat-alat kesehatan serta kecantikan. Alisha diberitahu bahwa Jacob pemilik beberapa Resort mewah di Kepulauan Kalimantan. Dan juga Hotel-hotel bintang lima bahkan ada yang bintang 7 di tempat-tempat pelesiran populer bagi para turis. Ia ingin belajar banyak dari pria ini untuk mengembangkan usahanya ke bidang pariwisata. "Bagaimana, apa anda bersedia?" Lanjut Alisha bertanya.
Di sini Jacob menjadi serba salah. Tidak baik menolak rejeki tapi ada Mary, otomatis tidak boleh melangkahi Management JSP Investment. "Tapi Perusahaan bergerak di bidang berbeda, dimana perputaran uangnya lebih cepat. Saya tidak yakin cukup modal untuk mengambil bidang Hunian indah yang sedikit lebih lambat," jelas pria itu dengan niat menolak halus untuk sementara.
"Jacob," sergah Maria Lili tersenyum manis pada suaminya.
__ADS_1
Hm, bukan mudah mendapatkan proyek kerja sama dari Grup WJ batin Wanita itu merasa keberuntungan berpihak padanya hari ini. Bertemu Jacob sekaligus mendapat proyek. Tinggal menemukan dua Nona muda pemilik Mansion. "Jika satu tiket anda pasang 3 atau 4 digit, kita ambil 2 tiket. Jika 5 digit cukup 1 tiket," lanjutnya pada Alisha.
"Oh, baik kalau begitu. Saya akan siapkan surat kontraknya," ujar Alisha memandang Jacob mencari penolakan di wajahnya tapi sepertinya tidak mungkin. Nyonya besar grup WJ itu merasa telah gegabah menawarkan di saat yang tidak tepat. Tidak ingat jika Maria Lili adalah Putri pemilik Perusahaan. Pewaris tunggal yang bisa mengambil keputusan mutlak, hais. Menyesal pun tidak berguna keluhnya. Asalkan Jacob yang jadi penanggung jawab tidak masalah baginya tapi bagi kliennya...
Hm, desah dalam hati Jacob. Menerima artinya tidak akan bisa lepas dari JSP dalam waktu dekat. Jika serta merta menolak akan mendapat perlawanan dari Mary bisa merusak wibawanya dan juga nilai Perusahaan.
Proyek Ekslusif tahap 3 merupakan Investasi yang menggiurkan jika dihandle oleh perusahaan pribadinya. Tapi Mary sebagai pemilik saham JSP terbanyak terlanjur mendengar dan telah membuat keputusan. Jacob terpaksa rela proyek diambil alih oleh perusahaan milik almarhum mertuanya itu, apalagi disitu juga ada saham Maura. Nothing to lose. "Ehm. Kita tunggu waktu tanda tangan kerja samanya," ujar pria itu.
"Terimakasih sayang," ucap Maria Lili seketika mengecup pipi Jacob. Senyum bahagia terpancar dari wajahnya.
Menahan kesal Jacob tersenyum basa-basi. Tak sanggup melihat ekspresi wajah Rose Diana. Pasti perempuan kesayangannya itu kecewa pada sikapnya yang tidak tegas.
"Hahaha," tawa Alisha. "Manis sekali," ujarnya melirik Rose yang duduk di sampingnya terlihat membuang muka. Jadi teringat pada seseorang yang mirip dengannya. Aku harus mempertemukan Nona ini dengan si kembar 5, batin Alisha.
*
Menjadi pendengar yang budiman pada pembicaraan bisnis diantara pengusaha sukses dan kaya, Rose Diana merasa dirinya menjadi orang terbodoh di dunia. Tidak pantes berada di situasi yang absurb ini. Sebagai istri Jacob tugasnya hanya urusan ranjang memuaskan nafsu pria itu. Apa bedanya dengan pe lacur...
Apalagi ia menikah memang karena uang. Jacob menahannya karena ingin punya keturunan, juga dengan imbalan uang. Hati pria itu ia tidak tau. Saat ini dirinya masih berguna. Bagaimana nanti saat keinginan Jacob punya anak tercapai. Ia akan dicampakkan seperti sampah yang harus dibakar mejadi kompos karena tidak bisa di daur ulang.
Kalau keahliannya hanya urusan ranjang lama-lama bosan juga. Apapun alasannya aku harus melarikan diri tekad dalam hati Rose. Tidak ada perjanjian hamil. Hanya menemani Jacob dalam sepuluh hari dan disini akulah si pelanggar kontrak. Memang pantes dituntut ke pangadilan atau dilenyapkan dari muka Bumi.
Rose tak berani melihat ke arah Jacob karena di sampingnya ada Maria Lili yang menatap tajam dirinya.
__ADS_1
***to be continued.