
"Mary, apa kabar?"
Dua orang Dealer Handoyo Mobilindo menyambut kedatangan Maria Lili dan Dolken.
"Baik Roland," jawab Mary pada salah satunya.
Dolken merasa senyum Roland mencurigakan. Sebagai seorang Dealer penampilannya terlalu kekar dan keren. Seperti agen terlatih si Jack yang bernama Tiger. Mungkinkah dia Managernya. Tidak mungkin Bos Perusahaan sebesar JSP selevel Maria Lili, yang menyambutnya hanya karyawan biasa. Bisa jadi Direktur Utama turun takhta langsung. Tapi karena biasanya sepupunya itu tinggal telepon kalau mau ganti mobil, sementara hari ini wanita itu datang langsung. Itu yang menjadi tak biasa membuat Dolken khawatir.
"Mobil yang kamu pesan sudah disiapkan. Mau tes drive sekarang?" Tanya Roland.
"Kamu cobalah," kata Maria Lili pada Dolken.
"Oke," jawab Dolken setengah hati karena perasaannya tidak enak membiarkan Mary sendirian bersama Roland sementara ia keluar mengemudi. Apa yang kau rencanakan Mary batin pemuda itu.
"Silahkan Tuan," ajak Roland pada Dolken.
Pria itu berjalan di depan mereka menuju Mobil yang diincarnya. Pandangan Dolken berbinar melihat Mobil Sport idamannya. Jadi lupa sejenak pada rasa khawatir nya. "Oh so cute," gumam pemuda itu tersenyum lebar.
"Oh yes," angguk Roland ikut tersenyum ke arah Mary.
Jangan sampai Maria Lili berubah pikiran dalam hati Dolken segera naik ke Mobil menyalakan engine. "Suaranya mantap. Halus dan sangar bersamaan," desisnya excited. "Terima kasih Mary sayang," ucap Dolken mengedip mata genit pada wanita itu. Terpandang Roland, pemuda itu merengut menunjukkan rasa tak senangnya terang-terangan.
Hm, wanita itu hanya mendesah. Pikirannya pada Jacob yang sekarang terang-terangan menunjukkan sikap menentangnya. Aku butuh tenaga profesional untuk melenyapkan perempuan itu dalam hati Maria Lili. Namun jika Jacob melindunginya maka jangan salahkan aku jika kamu juga ikut hancur, Jack.
*
"Mary, kenapa tidak kamu lepaskan saja Jacob?" Tanya Roland setelah mereka hanya berdua.
Wanita itu menggeleng. "Aku lebih suka melihatnya hancur daripada bahagia bersama perempuan lain," jawab Mary. "Kamu tau kan?"
__ADS_1
Sangat jelas batin Roland. "Hum," angguknya.
Roland mengenal Maria Lili di Universitas of Canada, saat Juan Sandy merekrutnya menjadi bodyguard wanita ini secara diam-diam. Mereka menjadi dekat saat Roland menyatakan perasaannya. Semula hanya alasan pekerjaan, namun Roland tidak menyangka bahwa ia akan jatuh cinta dari hati yang paling dalam pada Maria Lili. Maria Lili jujur bahwa ia mencintai pria yang tidak mencintainya. Terang-terangan juga mengatakan ingin menyingkirkan setiap wanita yang dekat dengannya, apalagi sampai menaruh hati.
"Perempuan itu dijaga ketat seorang bodyguard Perempuan," kata Roland.
"Tidak bisakah ia disingkirkan terlebih dahulu?" Tanya Maria Lili.
"Kamu tau kan sejak Juan Sandy meninggal aku sudah pensiun? Tapi karena kamu yang meminta aku tidak bisa bilang tidak," jawab Roland. "Casandra salah satu Agen terbaik di Yayasan. Meskipun dia masih di bawahku tetap tidak bisa dianggap enteng," jelas Roland maksudnya adalah Mawar pengawal pribadi Rose Diana. "Artinya Jacob menganggap penting gadis Klining servis itu sampai harus membayar agen terbaik."
Maria Lili menahan kesal mendengarnya. Semakin bertekad melenyapkan Rose Diana. "Apa perasaan mu padaku masih sama?" Tanyanya.
Roland teringat saat Maria Lili memberikan malam pertamanya sebagai imbalan untuk melenyapkan kakak kandungnya sendiri, Maura. Apalagi ini hanya orang asing. Tak ayal Roland bergidik menyadari jiwa Psykopat yang ada pada wanita yang dicintainya ini. Dan Maria Lili adalah wanita pertama dalam hidup Roland. "Tentu saja. Aku bahkan masih jomblo menunggu jandamu," senyum pria itu canggung.
Maria Lili menyentuh dada Roland dengan jari telunjuknya menyusuri lekuk ototnya. "Mau melakukannya?"
"Rencana tidak harus dibereskan dalam waktu dekat. Pergilah ke Thailand untuk merubah identitasmu." Maria Lili mendekatkan bibirnya ke mulut Roland.
Pria itu menahan nafas deg deg deg jantungnya berdegup lebih kencang dari normal pertanda rasa cinta itu masih ada. Merubah identitas maksudnya sekalian merubah wajah. Sampai segitunya tekad Mary batin Roland. "Aku juga merindukan mu Mary," desisnya meraup bibir Maria Lili. Menciumnya dalam penuh kerinduan.
Sebelumnya Maria Lili meminta Dolken jangan mengganggu mereka. Jadilah pemuda itu menunggu di depan pintu seperti anjing penjaga di sebuah bilik Restoran Jepang yang tertutup. Apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan Rose batin pemuda itu resah. Sepertinya Maria Lili tidak dapat dipengaruhi untuk tidak melakukan tindakan kriminal pada orang yang tidak disukainya. Hah, desahnya panjang kali lebar gelisah menunggu kedua orang menyelesaikan urusannya.
*
"Aaarhg," lenguh Roland panjang. Lama tidak menyalurkan hasratnya pada wanita, pria itu merasa seperti mendapat Jackpot. "Rasanya masih sama seperti pertama dulu. Apakah kamu tidak pernah melakukannya dengan Jacob?" Tanya Roland yang terkulai lemas.
Maria Lili dalam pelukannya masih enggan melepaskan dirinya. "Aku tidak mau berbohong padamu," jawab wanita itu. "Masih sama seperti dulu seperti katamu. Hanya jika Jacob meminum ramuan itu barulah ada kesempatan untuk kami melakukannya," lanjut Maria Lili.
Oh, Roland merasa kasihan. "Sayang. Aku mau sekali lagi," desisnya memandang sayu. Menyusuri lekuk tubuh Maria Lili yang jauh lebih indah sekarang jika dibandingkan saat wanita ini masih remaja belasan tahun yang lalu.
__ADS_1
Maria Lili menarik ujung bibirnya kemudian dengan agresif melayani Roland lebih hot dari sebelumnya. Harus sampai pria ini merasa tidak enak menolak perintahku untuk melenyapkan Rose Diana, niat dalam hatinya.
"Argh...oh," lenguh Roland untuk ketiga kali. "Hah," desahnya memisahkan diri setelah organ reproduksinya mengeluarkan banyak cairan ke dalam rahim wanita itu, tidak ada yang terbuang di luar.
"Mau lagi?" Tanya Maria Lili.
"Hm," angguk Roland. "Kita sambung lain kali, My dear. Aku sedang dalam pengawasan begitu juga dirimu. Kebersamaan kita tidak boleh terlalu lama," jelasnya raut khawatir bercampur bahagia.
"Aku tau," jawab Maria Lili. "Jika perempuan itu lenyap tanpa sebarang hambatan tidak perlu menghancurkan Jacob. Hanya jika terpaksa baru kamu menyentuhnya, mengerti!" Tegasnya sambil mengenakan pakaiannya.
Jadi aku akan selalu menjadi nomor dua di hatimu, its oke batin Rolland. "Kamu tau jelas bahwa aku tidak akan sanggup membantah mu," kata pria itu tak kuasa menyembunyikan raut kecewanya.
Bagus batin Maria Lili. "Ada proyek dengan Rumah Sakit besar di Thailand. Kita akan bertemu di sana dalam dua minggu ini," jelasnya.
"Kamu akan membawa sepupumu itu juga?" Tanya Roland.
Maria Lili tau maksud Roland adalah Dolken. "Dia bukan saingan kamu Rully," katanya memanggil nama kecil pria itu agar terasa akrab.
Penghujung tahun 2012 Maria Lili harus menahan sakit dua kali. Selesai dengan Roland pada pembukaan selaputnya, selanjutnya ia harus menjebak Jacob pada penutupan di satu malam yang sama. Jadi, meskipun Roland yang pertama memasukinya tapi rasa nikmat bercinta ia rasakan pertama kali saat-saat Jacob menggagahinya. Walaupun sadar semua yang ia dapatkan karena pria itu menganggap dirinya Maura, Maria Lili tidak perduli. Ia ingin merasakan cinta sebesar rasa cinta Jacob pada kakak perempuannya. Dan itu ia dapatkan setelah membuat Jacob lupa diri dengan meminum ramuannya. Jacob akan halusinasi menganggap nya Maura, mereka akan bercinta layaknya pasangan yang saling mencintai dan itu cukup bagi Maria Lili.
Bahkan denganmu dan Dolken aku tidak merasakan sedahsyat bersama Jacob batin wanita itu memandang Roland sayu. "Jika tidak ada Jacob maka kamu akan menjadi satu-satunya di hatiku. Bukankah kamu yang telah memberiku nikmat sakit pertama kali," ujarnya mengingatkan Roland pada malam pertama mereka.
Hum, desah Roland. "Bagaimana aku bisa lupa," desisnya.
"Maukah kamu melakukan program denganku," mohon Maria Lili.
Roland mengerut kening. Bukankah program melenyapkan perempuan itu sudah pasti dia setujui. Apakah ada yang lainnya.
***to be continue.
__ADS_1