
Hah.
Jacob benar-benar dibuat terperangah mendengar perkataan Rose. Perempuan ini benar-benar hanya memanfaatkan dirinya. Menganggap dirinya hanya suami kontrakan. Rasakanlah, akan ku kurung kau di kamar tidak boleh keluar dalam hati Jacob bersumpah.
Pria itu masih ingin merahasiakan gugatan cerainya ke Maria Lili. Tak ingin berjanji manis dulu walau ia berniat mempertahankan Rose disisinya. Itu karena memang tidak mudah bisa lepas dari Mary. Bakalan panjang urusan jika Rose belum hamil dan lebih fatal akibatnya jika hamil. Seperti makan simalakama memang serba salah menghadapi Maria Lili.
Namun setidaknya ia telah mengambil langkah awal dengan menggugat cerai istri yang dari dulu ingin dicerai nya itu. Semoga progressnya tidak jalan ditempat batin Jacob. "Baiklah," jawabnya pura-pura tidak masalah. "Jangan katakan kejam saat aku melepas mu."
Rose berpikir keras tentang maksud ucapan Jacob. Keningnya berkerut, au ah. Dari pada pusing lebih baik memikirkan cara kabur. Maria Lili bukan jenis wanita yang bisa dianggap remeh.
*
Pagi-pagi di JSP Maria Lili melempar semua barang yang ada di atas mejanya.
Pemicu wanita itu tiba-tiba mengamuk adalah karena tidak ada Rose Diana di ruangan Direktur. Dari laporan Dolken saat ia menghubungi Jacob, Pak Direktur itu mengatakan akan bekerja dari Hotel tempatnya menginap dan mengambil Rose sebagai asisten.
"Aaaaaahkkkk," jerit Maria Lili.
Sengaja ia datang cepat ke kantor sebelum Jacob tiba untuk mengintimidasi Rose Diana. Ternyata orang yang diincarnya tidak berada ditempat.
"Ken. Aku tidak tahan lagi dengan rasa sakit hati ini," ujar Maria Lili menepuk-nepuk dadanya yang sesak.
Astaga.
Bukankah dua hari ini sudah tenang kenapa bisa kumat lagi. Apa efek ramuan itu hanya 2 kali 24 jam batin Dolken. "Tidak bisakah kamu melepaskan Rose Diana. Kamu masih bisa bahagia tanpa Jack. Cobalah untuk tidak memikirkan mereka."
Maria Lili melebarkan matanya. "Sebenarnya kamu di pihak siapa?"
"Tentu saja aku di pihak kamu, sumpah! Akan setia menjagamu dan menjaga rahasiamu asal tidak ada tindakan kriminal berikutnya."
__ADS_1
"Aku tidak mau ada perempuan lain yang bahagia di samping Jacob. Mengerti Ken!"
"Meski tidak ada bukti yang memberatkan kerena jasad korban tidak ditemukan. Orang terakhir yang ditemui Maura adalah kamu. Yang diuntungkan dengan hilangnya Maura adalah kamu. Yakinlah, Jacob telah mencurigai kamu sejak dulu makanya mau menempel pada keluargamu. Dia bisa pergi kapan saja. Tapi kenapa bertahan dengan semua perbuatanmu yang jelas-jelas diketahuinya. Jika kamu menambah korban lagi bukan tidak mungkin kasus yang telah lama ditutup bisa terbuka. Kamu tidak khawatir kasus meninggalnya 4 orang Model mantan istri kontrak Jacob ikut terseret."
Gleg.
Maria Lili menelan ludah susah payah. "Kamu terlalu banyak mengetahui rahasiaku. Apa tidak takut ku lenyapkan seperti mereka?" Tanya Maria Lili.
"Ehm em," geleng Dolken. "Aku justru takut gak dapat jatah uangmu terutama jatah tubuhmu."
"Dasar!" Maria Lili melempar Dolken dengan map di depannya.
*
JSP Investment kebanyakan berinvestasi pada bidang alat-alat kesehatan dan kecantikan. Jacob telah merintis sendiri usahanya di bidang Property, Resort dan Hotel. Karena itu ia tidak ingin lagi terlalu aktif di JSP.
Bukan hanya karena takut Rose kabur tapi demi untuk keselamatannya juga, Jacob terpaksa mengurung perempuan itu di kamar. Ia hanya akan pura-pura berkantor di kamar dengan alasan membutuhkan asisten untuk menemaninya.
Pagi-pagi yang terlambat bangun, di kamar mandi Rose termangu melihat pembalutnya bersih tak ada noda darah walau setitik. Hanya waktu di ruangan kantor Jacob doang, aih. Jadi apa semalam yang serseran, jangan bilang cuma air kenikmatan? Dan apa maksudnya dalam hati Rose bingung campur khawatir. Aku hamil atau gak sih! Garis dua tapi keluar darah, akh.
Rose memutuskan tetap menggunakan pembalut untuk mengelabuhi Jacob. Tunggu empat atau lima hari lagi barulah lepas seolah-oleh telah bersih. Aku harus beli testpack lagi nanti di Koperasi batinnya.
Keluar dari kamar mandi berusaha menghilangkan rasa gugupnya melihat Jacob di Kasur baring-baring santai. Pria itu memang pagi-pagi selalu malas-malasan menonton berita di tv, karena jam Kantornya yang lambat. Tapi ini sudah jam 09.15wib, Rose kesal dibiarkan tidur sampai bangun kesiangan, ahk.
"Sayang...kamu belum menyerahkan hapeku," kata Rose mendekati Jacob.
"Untuk apa hape?" Tanya Jacob. "Siapa yang mau kamu hubungi sedangkan aku ada disini." Pria itu menarik perempuannya naik ke kasur, memeluknya seperti guling menciumnya keliling wajah dan leher.
Aih, handuk terlepas.
__ADS_1
Rose memang sedang menunggu Mary membawa baju yang baru. Tapi kenapa bodyguard itu belum datang menjemputnya. Rose merasa heran meski tetap santui karena Direkturnya ada disini bersamanya. "Apa kamu lupa bahwa aku harus ke kantor dan kenapa tidak dibangunkan sampai aku bangun sendiri," keluhnya.
"Tidak perlu ke kantor. Mulai hari ini aku work from kamar. Kamu jadi asistenku," kata Jacob sembari menciumi Rose gak puas-puas.
Aih, orang lagi pura-pura haid digumul bagaimana jika Jacob memeriksa Softex matilah aku batinnya.
"Apa tadi katamu. Jadi asisten," tanya Rose menahan geli. "Sayang, pendidikanku belum memadai. Aku khawatir akan membawa masalah pada pekerjaanmu," ujarnya berharap semoga Jacob mau melepasnya hari ini ke kantor.
"Tugasmu hanya bermain benda kesukaanmu ini." Jacob meraih tangan Rose menyentuh sesuatu yang mengeras di bawah perutnya. "Cepatlah selesai haidnya. Boleh tidak hanya satu hari saja," desis pria itu meremas cd yang tebal kerena softex.
"Akh," teriak Rose.
"Itu bukan sesuatu yang bisa kita atur. Paling cepat 4 hari," jawabnya. "Tapi izinkan aku ke kantor hari ini, ya. Please," mohonnya. "Aku belum pantas jadi asisten Direktur."
"Aku bosmu harus nurut perintahku. Tugasmu mulai hari ini menemaniku di sini di kamar ini. Mengerti Rose Diana! Sini aku sedot biar haid cepat selesai. Aku sudah tidak tahan ingin memasuki mu," kata Jacob serta merta melebarkan kaki Rose.
Deg deg deg, jantung berdegup. "Jacob," desahnya. Please jangan batin Rose, aih matilah aku. Ser ser ser rasa dalam cdnya. Jacob menciumi paha sampai ke pangkal. Semoga tidak sampai memeriksa pembalut, hah. "Kamu tidak masuk kantor hampir seminggu. Apa tidak masalah?" tanya Rose pasrah.
"Siapa yang berani mempermasalahkan ku?"
"Maria Lili," jawab perempuan itu.
Seketika Jacob menghentikan kegilaannya. Pria itu berbaring di samping Rose, membawanya ke dalam pelukan.
Alhamdulillah, ucap dalam hati perempuan itu.
"Sebelum kasus Maura ada titik terang kita akan berkantor disini," kata Jacob pelan.
"Sudah lebih sepuluh tahun. Apa yakin dia masih ada di dunia ini?" Tanya Rose.
__ADS_1
Hum, desah Pria itu. "Jasadnya tidak ditemukan artinya masih ada harapan," kata mulutnya dan hatinya mengatakan tidak yakin. Kalau memang masih hidup kenapa sudah menunggu hampir 12 tahun Maura tidak datang mencarinya.
***to be continued.