
"Terimakasih adik-adik iga bakar campur tteokbokki nya enak sekali," ucap Rose Diana.
Perempuan itu mengusap perut kenyangnya, tersandar lemas di sofa. Lara Dutta duduk di sampingnya. Satu-satunya Balita pria di kelompok itu tak ingin jauh-jauh dari Kakak cantiknya. Ikut bersandar di samping Rose Diana.
Rose hampir shock tadi saat Bayi-bayi menyantap Iga dengan gigi kecilnya. Namun setelah ikut mencicip akhirnya perempuan itu tau ternyata daging Iga sangat lembut, lumer di mulut.
"Kak R nginap di sini ya," mohon Dutta.
Oh. Rose serba salah. "Nanti kalau Paman J memanggil pulang, bagaimana?" Tanyanya.
Oh.
Ke 5 Balita tercengang kemudian saling pandang.
"Samsir boleh tinggalkan kami sebentar. lagipula itu bukan tugasmu. Satu jam lagi minta petugas kebersihan melakukan nya," titah Lara Sevi.
"Oke, baiklah Nona-nona. Saya permisi kalau begitu," jawab Samsir segera berhenti membereskan meja. Saat hendak meninggalkan ke 5 Balita langkahnya terhenti teringat pesan Nyonya besar untuk mengawasi anak-anak. Karena mereka juga telah mengusir Sitter dan Bodyguard selama sesi memasak. "Bagaimana kalau saya diajak menyimpan rahasia," ujarnya menawarkan diri. "Bukankah harus ada orang dewasa yang mengawasi Nona-nona sekalian, menurut perintah Tuan muda Bramasta Wijaya."
"Cis," dengus Lara Sevi paling kencang diantara dengusan bayi-bayi.
"Kamu yakin bisa menyimpan rahasia!" Ketus Baby Moni.
"Tentu saja. Sebagai orang dewasa saya paling bisa diajak berdiskusi jika Nona-nona menghadapi jalan buntu."
Kembali ke 5 Balita berpandangan. "Awas kalau ember," kecam Lara Sevi.
"Aku akan memotong lidahnya jika berani membeberkan pembicaraan kita disini," ujar Baby Choi.
Gleg.
Jakun Samsir menggulung. Namun ia percaya jika Balita-balita ajaib ini hanya mengancam di mulut saja. Sebenarnya hati mereka baik seperti orang tuanya. Dan Nona Kireni banyak mengajarkan kebaikan pada mereka. Agar menolong orang yang tertindas atau teraniaya.
"Bagaimana? masih mau tinggal," kecam Sevi melihat ekspresinya ragu di wajah Samsir.
"Demi tugas," ujar Samsir tersenyum memandang Rose Diana. Mengatakan dengan matanya bahwa tidak akan terjadi sesuatu yang buruk padanya. "Tapi Nona-nona tau, kan. Jika Nyonya besar yang bertanya saya tidak berani berbohong."
Hum, desah ke 5 Balita. "Biarkan saja dia," ujar Baby Choi
"Baiklah," kata ke 4 bayi lainnya meski tak rela.
__ADS_1
"Tugas kamu hanya jadi pendengar. Tidak boleh membantah!" Tegas Lara Sevi.
"Siap," jawab Samsir.
Diskusi dimulai.
"Kemana kira-kira Kak Rose rencananya kabur?" Tanya Moni.
"Singapura," jawab Rose.
"Kita ke Singapore saja kalau begitu," usul Lara dutta.
"Kita tidak boleh terlihat bersama Kak R, Dutta." Kata Choi. "Kamu mau Kak R ketahuan! Dasar maunya nempel terus," marah Balita paling sakti di kelompoknya itu.
"Tapi aku tidak mau berpisah dari Kak R," rajuk Balita laki-laki itu.
"Kamu benar-benar tipe tidak setia. Bagaimana kalau Kak Kiren datang? Siapa yang kamu pilih antara dua. Kak R atau Kak Kiren?" Ketus Lara Sevi.
"Dua-duanya Kakakku. Dua-duanya aku mau," jawab Dutta.
"Sudahlah tidak usah diperpanjang masalah itu. Kak R bukan Kak Kiren yang bisa pindah alam ataupun pindah dimensi. Selagi masih berpijak di Bumi kita bisa menemukan Kak R dimana saja dan kapan saja. Yang penting sekarang membantu nya kabur sementara dari Paman J," jelas Baby Choi.
Apa maksudnya pindah Alam dalam hati Rose. "Kak Kiren pindah ke alam mana?" Tanyanya penasaran. "Ke alam Barzah kah atau alam baka?"
"Itu sama-sama alam dimana Roh manusia pergi setelah kematian," jawab Sevi. "Kamu harus membaca buku agama juga, Dutta!" Ketus Kakak tertua di kelompok mereka itu. "Tapi Kak Kiren tidak meninggal jadi tidak ada di alam Barzah ataupun alam baka," sambung nya
Oh. Rose terpana. "Lalu ke alam mana?"
"Di kehidupan ini ada beberapa dunia yang berjalan sejajar dengan dunia kita menurut Teori Fisika Kuantum. Apakah ada planet seperti Miller dari film Interstellar dimana 1 jam sama dengan 7 tahun, gak tau juga. Tapi dari dunia Kak Kiren, beberapa dari mereka bisa berkunjung ke dunia kita hanya dengan mengedipkan mata. Sementara orang dari dunia kita, apakah ada yang pernah pergi ke Dunia Kak Kiren? Kak Kiren sendiri tidak tau," jelas Baby Choi.
Hah.
Rose semakin terpesona dengan kecerdasan Balita-balita dalam menjelaskan sesuatu yang rumit. Perempuan itu memandang pada si asisten guna meminta konfirmasi sebagai orang dewasa atas kebenaran kata-kata Lara Sevi dan Baby Choi.
"Pak Samsir. Saya tau dunia anak-anak ada yang namanya teman Imajiner, karena keponakan saya juga punya teman tak kasat mata ini. Tapi setelah ia bisa bicara dan masuk ke dunia sekolah, teman Imajiner itu tidak pernah dibahas lagi. Karena Ina sudah punya teman main nyata yaitu manusia normal, baik itu anak tetangga maupun teman sekelas yang bisa diajak komunikasi. Apakah Kak Kiren ini sama dengan teman khayalan keponakan saya itu?" Tanyanya.
"Jika saya tidak melihat sendiri mungkin akan bereaksi sama seperti anda. Tapi itu kenyataan, Nona. Nona Kireni pernah bersama kita beberapa saat yang lalu. Semua orang yang bernaung di bawah Keluarga besar grup WJ bisa melihat wujudnya. Dan Nona Kiren punya keluarga angkat yaitu Pamannya yang bernama Dewa dari jenis manusia seperti kita."
Oh, Rose tertegun mendengar penjelasan Samsir.
__ADS_1
"Saat Nona Kiren pamit pulang yang katanya, hanya 1 hari." Samsir membuat tanda kutip dengan dua jari telunjuk dan tengahnya untuk menggaris bawahi kata 'hanya 1 hari'. "Kita menyaksikan sendiri saat ia menghilang bersama kabut," lanjut pria baya itu.
Oh.
"Ada yang seperti itu?" Tanya Rose semakin takjub.
"Ada," jawab Balita serentak.
"Bedanya dengan planet Miller di film Interstellar, satu hari di dunia Kak Kiren sama dengan setahun di dunia kita. Itulah sebabnya setelah menunggu 3 bulan Kak Kiren belum juga kembali. Butuh waktu 9 bulan lagi," lanjut Moni sedih dan...
"Uwaaaa...." Kembali Balita-balita teriak menangis sembari menghambur ke pelukan Rose Diana.
Perempuan itu ikut terharu. Tidak heran bagaimana kalian bisa pintar dalam hati Rose menduga bahwa Kak Kiren ini bisa jadi Alien. "Cup cup cup sudah, sudah jangan nangis. Setahun tidak lah lama jika kalian tidak terlalu memikirkan nya," pujuknya balas memeluk mereka.
"Gunakan waktu yang ada untuk belajar, menambah ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Maka waktu 9 bulan tidak akan terasa," lanjut perempuan itu.
"Sebelum lahir ke dunia kita berada di alam rahim Mama selama 9 bulan bulan. Pikirkan bagaimana perasaan Papa dan Mama menunggu kehadiran kita. Mereka menghabiskan waktu dengan menyiapkan hal-hal penting yang kita perlukan saat pertemuan tiba. Menyiapkan hadiah-hadiah agar kita betah tinggal bersama mereka. Jadi kalian bisa melewatinya dengan menyiapkan suatu hadiah surprise yang spesial sembari menunggu kedatangan Kak Kiren," jelas Rose panjang kali lebar.
"Begitu kah?" Tanya Balita-balita mendongak memandang Rose.
"Ehm," angguk Perempuan itu mengusap air mata mereka satu persatu. Pipi gemas tak sabar Rose mencium nya. "Cup, cup, cup cup cup."
"Hehehe," senyum ke 5 Balita bahagia akhirnya bertemu Kakak yang bisa menghibur kerinduan mereka.
*
Maria Lili gak konsen mendengar ceramah. Lagipula aku tidak punya waktu mengikuti program yang membosankan itu, batinnya.
"Salma, bisakah kita langsung ke hal penting saja?"
"Oh tentu saja," jawab Salma. "Silahkan isi form pemesanan jika anda sudah memutuskan."
Hum.
Maria Lili berpikir bagaimana jika memanfaatkan Salma jadi kaki tangannya. "Baik," kata wanita itu.
"Bisakah kamu mencari tau dan melaporkan pada saya, apa yang dilakukan anak-anak bersama Rose Diana? Saya akan memberi kamu imbalan yang menggiurkan," lanjut Maria Lili.
"Imbalan apa?" Tanya Salma.
__ADS_1
"Menjadi istri kontrak suami saya selama 10 hari."
***to be continued.