
Rose masuk ke dalam bathtub tanpa melepaskan pakaian nya, gaun ungu muda motif bunga-bunga kecil itu ternyata tidak basah.
Oh.
Rose terperangah saat seketika ia merasa atmosfer disekitarnya berputar.
"Oh no Adik-adik," panggil nya cemas. Namun tidak ada jawaban.
Ia merasa dirinya dan Jacob berada di sebuah area pegunungan, namun tetap di dalam bathtub. Bathtub di atas tanah berumput tebal lengkap dengan keran dan selang cantik mengeluarkan air mengalir pelan yang baunya sangat wangi. Suasana berubah menjadi sejuk oleh hembusan angin sepoi-sepoi, dingin bukan karena dinginnya air conditioner.
Oh dimana ini, pikir Rose. Apakah ini halusinasi yang diciptakan Baby Choi, yang katanya seperti mimpi. Baiklah, thanks Baby ucap dalam hati Rose segera berbaring di samping Jacob.
Sekarang barulah gaunnya kelihatan basah dan rambutnya tiba-tiba saja terlepas dari ikatannya, tergerai indah di bahunya.
Terlihat sebuah cermin besar seperti pintu Doraemon. Apakah itu pintu jalan tembus ke dimensi lain. Oh no, how dangerous i am. Tapi sudahlah nikmati aja, jangan-jangan di dunia nyata aku juga sedang tertidur sekarang.
Rose memandang wajah Jacob yang terpejam, bibir seksi itu ingin sekali dikulum nya. Maka Rose pun melaksanakan hajat nya itu. Perempuan itu memanjat, berbaring di atas tubuh Jacob. Rose menempelkan bibirnya ke bibir pria yang dirindukan nya itu. Menyesapnya pelan, Rose terbelalak seperti maling sedang tertangkap basah saat Jacob membuka matanya. Namun hanya sebentar kemudian mata indah itu kembali tertutup.
Hah.
Apa dia tidak melihatku, dalam hati Rose kembali menyesap bibir Jacob. Mulut Jacob terbuka seolah minta lebih ke dalam. Oh, Rose menuruti kemauan pria di bawah kungkungannya, mengunyah bibir dengan lembut, meng*lum nikmat daging kenyal bagian bawah dan atas bibir Jacob bergantian. Apalagi ditambah reaksi dari Jacob membalas perlakuan nya, Rose semakin bernafsu.
Pria itu masih saja memejamkan mata seolah pasrah, membiarkan saja terserah Rose berbuat apa pada dirinya.
Puas menciumi bibir Jacob, Rose turun ke leher. Terlihat jakun pria itu menggulung, seolah menelan ludah karena nafsu. Rose semakin intens mencumbui sekeliling rahang serta leher kekar itu. Bulu-bulu di sekitar rahang menambah seksi dan gairah Rose naik sampai ke otak.
Debaran di dada Rose sudah gak keruan, bawahnya berdenyut. Rose bangun kemudian melepaskan pakaiannya sehingga ia sama seperti Jacob polos tanpa sehelai benang. Ia tidak perduli jika ke 5 Balita bisa saja mengawasi perbuatannya.
Kembali Rose menelungkup di dada Jacob, sasaran masih bibir. Ia masih belum puas berciuman, yang mungkin akan menjadi ciuman terakhir mereka. Itupun di alam bawah sadar, hah desah nya.
Jacob adalah good kisser dalam keadaan sadar, ternyata dalam keadaan tak sadar pun masih hot markotop.
Kedua orang berciuman panas, saling mengunci lidah, meng*lum, ngelumat mencari kenikmatan masing-masing.
__ADS_1
Rose melepas pagutan paksa untuk mengambil udara, nafasnya ngos ngosan. Dalam keadaan terpejam tenaga sedotan mulut Jacob membuatnya susah bernafas. Perempuan itu mencium kelopak mata Jacob yang terpejam, kemudian turun ke hidung, kedua belah pipi.
Mengecup bibir kilas kemudian ke rahang dan sekeliling leher. Turun ke dada, Rose mengecap otot payu dara Jacob yang liat. Ujung bukit itu mengeras, Rose memasukkan kacang coklat itu ke dalam mulutnya. Dimainkan dengan lidahnya. Bulu-bulu di dada Jacob menambah sensasi liar.
"Akh," erang Jacob.
Mendengar itu Rose semakin terpacu mengisap semakin kencang, dengan lidah yang meliuk-liuk di dalam mulutnya mempermainkan kacang yang ada di ujung otot liat itu.
Ahh ahh.. ehm...
Desah Jacob semakin gak karuan, Rose merasa sebuah tangan mengusap rambut di kepalanya, seolah menganjurkan agar ia melakukannya lebih kasar. Apakah Jacob terbangun, biar saja dalam hati Rose tidak perduli. Dirinya tengah bernafsu menyusu di payu dara Jacob. Terus saja memainkan ujung otot itu.
"Akh, akh..ehm," erang pria itu. Dapat Rose rasakan tubuh Jacob menegang. Rose menghentikan aksinya, menatap wajah Jacob ternyata kelopak matanya masih terpejam dengan lidah yang menjilat-jilat bibirnya sendiri.
Ohhhh...
Lenguhan panjang keluar dari mulut Jacob, Rose terpandang lengan pria itu yang bergerak-gerak.
Oh no.
Rose mencium bibir Jacob yang terbuka agar pria itu semakin menikmati permainan solo nya. Benar saja, Jacob semakin terangs*ng, mengunci bibir Rose kencang, menciumnya dalam. Meng*lum, ngelumat, menghisap lidah sambil ng*cokin kejantanannya sendiri.
Rose melepas pagutan ingin menggantikan tangan itu, maka ia menciumi tubuh Jacob perlahan-lahan turun sampai ke tujuannya.
Oh yes.
Rose menatap kejantanan itu mengacung seperti tugu monas yang seksi karena urat-urat yang keluar, mengencang. Perempuan itu menciumi padang rumput sarang ular tempat berdirinya anakonda besar dan panjang milik Jacob, sambil menyaksikan pria itu meremas" batangnya.
Rasa gak tahan lagi, akhirnya Rose mengambil alih. Menggantikan pria itu memainkan alat reproduksi nya. Dengan tangan dan mulutnya bergantian. Jacob mengejang, mengeluarkan bunyi mengerang dan mendesah yang membangkitkan gairah.
Perempuan itu takut Jacob nembak, sayang sekali air kenikmatannya terbuang di sia-sia.
Karena kewanitaannya juga sudah sangat berlendir, Rose bangkit duduk diatas alat reproduksi itu. Gak lama, jlebeb. Batang itu tenggelam di dalam pintu rahimnya, memenuhi liangnya yang masih sempit itu. Rose menjepit-jepit dengan otot kewanitaannya, karena dirinya juga udah sangat horni. Tidak butuh waktu lama ia menggoyang, batang itu menyemburkan air kenikmatannya, diiringi suara lenguhan panjang Jacob. Tubuh Jacob mengejang.
__ADS_1
Aaaaakh...
Lubang rahim Rose berdenyut, begitupun batang itu terasa berdenyut-denyut di liangnya. Jacob mengejang saat memuntahkan laharnya. Rose menikmati raut puas Jacob yang kini telah membuka matanya, tatapan mereka bertemu.
Rose tersenyum, Jacob membalas dengan meringis karena masih menikmati semburan laharnya yang masih belum tuntas.
Kedua telapak tangan Pria itu membelai bokong Rose, menepuk-nepuk nya pelan. Rose menggoyang pelan, menikmati sensasi keberadaan batang Jacob di liangnya. Walaupun diri belum puas, uang penting Jacob puas. Kan bisa ronde kedua, setelah ini.
"Enak?" Tanya Rose.
"Ehm," angguk Jacob.
Pria itu memutar tubuh mereka dengan cepat sehingga Rose berada di bawah kungkungannya, masih dalam penyatuan.
"Dasar nakal," senyum Jacob mengecup bibir Rose kilas.
Rose menangkup wajah Jacob membelai rahang berbulu itu. "Kenapa gak cukuran?"
Jacob tersenyum menanggapi pertanyaan Rose. "Kamu gak suka?"
"Tentu saja aku suka," jawab Rose cepat.
"Lalu kenapa protes?" Tanya Jacob sambil menggoyang pinggul nya, sehingga Rose merasakan ular raksasa yang masih betah di dalam liangnya ikut bergoyang membangunkan gairahnya.
Dalam mimpi pun bisa berkomunikasi, pikir Rose excited. Namun perasaan Rose, sepertinya Jacob menganggap dirinya orang lain.
Hum, Rose merenung Jacob sambil menarik nafas panjang.
"Kenapa?"Tanya Rose.
"Tega sekali kamu membuat ku menunggu begitu lama, Maura."
Haaa...
__ADS_1
Rose terperangah.
***to be continued.