
"Kalian ini asli atau hanya pikiran 3Dimensi?" Tanya Rose Diana.
"Asli dong," jawab Lara Dutta segera bergayut manja pada Rose Diana. Rose pun mengangkat Bayi imut itu dan menggendong nya.
Merasa geram dengan keharuman tubuh Balita di gendongannya, Rose mencium di leher Lara Dutta sehingga Balita itu kegelian. "Hahaha," tawanya.
"Kalian lihat jam tidak? Sekarang waktunya tidur para Balita, kenapa berkeliaran di sini!" Marah Rose kemudian.
"Kita juga sudah tertidur tapi kerena Baby Choi mengendap keluar jadi kita terbangun," jawab Lara Sevi.
"Hehe." Baby Choi cengengesan. "Aku merasakan keinginan Kak R jadi tersentak. Salah siapa," jawabnya.
Ah.
"Jadi yang salah Kak R, neh! Tidak bisakah kamu pura-pura tidak tau dan lanjutkan tidur saja Baby Choi," ujar Rose nada tanya.
Hehe.
"Aku suka berpetualang dan ini akan menyenangkan melempar Tante M ke hutan belantara Afrika."
"Jangan!" Rose membantah cepat perkataan Baby Choi, "aje gila."
"Hahahahaha," tawa Ke 5 Balita itu melihat raut cemas Rose.
Dasar, gerutu dalam hati perempuan belia itu. "Biarkan dia melakukan program bayi dengan Paman Jacob terlebih dahulu. Agar waktu kepergian Kak R, Paman J tidak merasa kepikiran untuk mencari Kak R."
"Ya sudah kalau begitu," kata Baby Choi.
"Pindahkan ke Guest house 2 saja," sambung Lara Sevi.
"Oke," jawab Balita serentak.
"Biar aku yang melempar nya Choi," kata Baby Moni bersiap-siap dengan meremas jari-jari tangannya sampai berbunyi gretek-gretek.
"Ayo Mon! Buat dia tertidur 3 hari 3 malam," kata Lara Sebi.
"Hahahahaha," disambut gelak tawa ke 4 Balita tidak ketinggalan Rose ikut tersenyum dikulum memandang Maria Lili yang tertidur lelap. Tidak terpengaruh dengan suara berisik mereka.
"Please adik-adik. Cukup di guest house oke," ujar Rose.
"Biar Paman J sibuk ngurusin istrinya ini sehingga tidak mengganggu keberangkatan kita," jelas Baby Choi.
"Gitu ya," gumam Rose.
"Ehm," angguk ke 5 Balita kompak.
"Tapi Paman J kan ada di Hotel WJ. Apa dia akan cari tau keadaan Maria Lili di sini?"
"Tentu saja! Kan ini rumahnya. Apa saja yang terjadi disini pasti akan ada orang yang melapor," jelas Lara Sevi.
"Tidak perlu 3 hari 3 malam ya adik-adik," kata Rose.
"Oke," jawab Baby Moni.
"Setelah ini kalian kembali tidur ya. Kak R mau mengintip Paman J di Hotel WJ untuk terakhir kali," sambung Rose Diana sedih.
Ke 5 Balita mengerutkan bibir. "Tapi kita mau ikut ngantar Kak R ke Hotel WJ, please," mohon Lara Dutta.
Cis, dengus Rose. "Baiklah," jawabnya terpaksa setuju.
"Ayo Mon! Lempar Tante M ke guest house 2," seru Lara Sevi.
__ADS_1
"Oke," jawab Baby Moni siap-siap membaca mantra.
"Moeinggot loesoono...,"
Kata Balita itu dengan nada serius.
Fruft..
Tawa Rose tertahan mendengar mantra yang dilafalkan Baby Moni. Kalau gak salah, itu mantra dari bahasa yang dikenal nya dengan arti, minggat lu sana.
Tiba-tiba Maria Lili melayang-layang di udara sebelum hilang, gumpalan asap terlebih dahulu menyelubungi tubuhnya.
Haah...
Baby Moni menurunkan tangan kecilnya. "Beres sudah," ujarnya.
"Apakah para bodyguard tidak akan curiga dengan adanya asap dari Kamar Paman J?" Tanya Rose.
Hah..
Ke 5 Balita terkejut.
"Kak R melihat kabut?" Tanya Baby Choi.
"Ehm," angguk perempuan itu. "Kenapa?" Tanya nya bingung.
"Karena tidak sembarang orang bisa melihat Kabut itu. Jadi heran aja kalau Kak R bisa melihat," jelas Baby Moni.
"Jadi itu asap..eh kabut bukan sembarang kabut, ya." Gumam Rose.
Ehm," angguk Lara Dutta yang masih betah di gendongan Rose. Dan herannya Rose tidak merasa keberatan beban.
"Sekarang kita ke tempat Paman J," seru Dutta.
"Kak R yang mantra," kata Baby Choi.
Hah.
"Bagaimana? Kalau sendirian bisa, tapi kalau untuk membawa kita semua Kak R gak yakin." Perempuan itu menggelengkan kepala memandang kasur Jacob, tidak ada lagi Maria Lili disana.
"Pikirkan saja sendiri," kata Lara Sevi.
Ck.
"Rapikan dulu itu kasur," unjuk Rose ke alas tempat tidur yang kusut dengan memonyongkan bibirnya.
"Biar aku saja," kata Lara Sebi. "Raffiiii amaaaat," ujarnya melafalkan mantra sambil menunjuk kasur dengan jemari kecilnya.
"Hahahahaha."
Gak tahan Rose tertawa terbahak-bahak mendengar nya. "Kalian sembarang mengucapkan mantra ya kan," ujarnya disela tawa sampai mengeluarkan air mata.
"Tapi kan berhasil," kata Lara Sebi yang juga ikut tersenyum.
Balita itu memang sengaja membuat kelucuan agar Rose Diana tertawa. Tidak bersedih atau kepikiran ingin menangis karena harus berpisah dari Paman J yang tinggal 3 hari lagi.
"Sekarang Kak R ciptakan mantra sendiri tapi jangan lupa pakai pikiran yang khusuk," sambung Baby Moni.
"Haruskah?" Tanya Rose memandang Kasur yang kini rapi. "Biasanya cuma dipikirkan doang. Enggak perlu baca mantra juga berhasil," ujarnya.
"Kan kita mau dengar juga apakah Kak R menyebut kita di dalam mantra Kak R," kata Baby Choi.
__ADS_1
Hais, keluhnya.
"Mantra apa ya," gumam Rose. "Kasih ide dong," ujar nya pada Lara Dutta.
"Hihihi," tawa Bayi di gendongan nya. "Ayo kita semua hambus ke Hotel WJ," katanya.
"Itu tidak kedengaran seperti mantra," ujar Rose mengerut kening.
"Apa aja boleh yang penting yang ada di dalam pikirkan Kak R dan yang diucapkan bibir nyambung," jelas Lara Sevi.
"Agak gimana gitu kalau harus baca mantra," rengut Rose. Sesungguhnya karena ia malu sebenarnya.
"Meski boleh hanya di pikiran saja tapi akan lebih seru kalau pakai mantra. Iya enggak," kata Lara Sevi nada tanya. "Seolah-olah kita penyihir beneran," lanjutnya.
"Bukan kah kalian memang penyihir beneran," kata Rose Diana.
"Kita mah gadungan," jelas Baby Choi. "Penyihir asli itu ya Kak Kiren."
Oh.
Mulut Rose membulat. "Ya udah buruan, waktu jalan terus sebentar lagi pagi."
"Makanya Kak R baca mantra sekarang," kata Lara Sevi.
"Aduh, mantra apa yang bagus," keluh Rose.
Mengarang mantra ternyata lebih sulit dari yang ia duga. "Kamu aja Choi," katanya menyerah. "Kalau mantranya lucu Kak R malah ketawa ntar."
"Tidak mau," jawab Baby Choi.
Hais.
"Ayo Kak R semangat," seru anak-anak Balita.
"Baiklah," kata Rose mau gak mau ia terpaksa fokus.
"Ayo kita hambus ke tempat Paman J!"
Ucapnya dari hati yang penuh rindu setengah mati dan seketika atmosfir berputar seperti slide gambar seperti biasanya.
Ruangan kamar Jacob berubah jadi kamar hotel WJ. Rose melihat Jacob berbaring memejamkan mata dengan kening berkerut, ia kemudian menurunkan Lara Dutta dari gendongannya.
"Kalian gak mau pergi," katanya dengan langkah tertahan di samping Kasur.
"Cis," dengus Baby Moni.
"Habis manis sepah dibuang," sambung Lara Sebi muka masam.
Hah.
"Bukan begitu adik-adik. Kak R malu dilihatin banyak orang," jawab Rose.
"Setelah ini entah kapan Kak R akan bertemu Paman J lagi, jadi butuh privasi. Kalian paling mengerti artinya rindu pada seseorang yang kalian cintai seperti Kak Kiren, kan!"
"Ini sudah mau pagi, kalian juga harus kembali ke kamar kalian masing-masing. Tidur yang nyenyak bye," usirnya.
"Baiklah saudaraku semua. Ayo kita tinggalkan Kak R sendirian," kata Baby Choi.
"Selama bersenang-senang," balas ke 5 Balita.
Hum
__ADS_1
"Terimakasih," ucap Rose.
***to be continued.