Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 62


__ADS_3

Seketika Alisha merasa lega. Memang ke 5 cucunya ini bisa diandalkan dalam menyelesaikan masalah asal kemauan mereka dituruti.


"Aih," keluh Jacob. Banyak bodyguard lengkap dengan pengasuh anak, kenapa dirinya yang direpotkan menggendong Balita-balita. Di tambah lagi Maria Lili akan menjadi tetangga nya, juga. Lengkaplah sudah penderitaannya.


"Sayang, itung-itung latihan. Jika kamu punya anak sudah tidak canggung," ujar Rose memahami kekesalan di hati Jacob sekaligus memanasi hati Maria Lili yang telah membuatnya seperti orang bodoh dan jahat saat di meja makan.


"Hm," pria itu mendengus nada kesal.


"Benar sayang," sambung Maria Lili gak mau kalah mendengar sindiran Rose Diana. "Janji kamu melakukan program denganku jangan ditunda lagi ya," ujarnya lembut menyentuh pundak Jacob.


Hah.


"Kapan aku janji," ketus Jacob tiba-tiba mual.


"Seminggu yang lalu saat di ruangan kantormu. Ingat," senyum Maria Lili sembari mengusap punggung Dutta. "Aku ingin punya anak laki-laki," ujarnya.


"Oh no," keluh Jacob.


"Oh yes," jawab Balita-balita serentak. "Hahahaha," kemudian tertawa riang.


Bodyguard-bodyguard dan sitters ke 5 Balita, tak kuasa menahan senyum. Menjaga Balita-balita grup WJ susah-susah gampang. Namun pekerjaan lebih ringan karena mereka bayi-bayi mandiri yang sok dewasa. Apa-apa mau sendiri tak mau ditolong jika tidak terpaksa.


Rose Diana tidak masalah jika Jacob dan Maria Lili melakukan program sehingga dirinya tidak dituntut untuk hamil. Toh mereka suami istri sah, disini dirinya lah si pelakor. Sebaiknya aku tobat, meninggalkan Jacob adalah pilihan terbaik agar kedua suaminya istri itu bisa kembali Harmonis dalam hati perempuan itu.


Jangan memaksakan diri Rose, waktu begitu berharga untuk dihabiskan menumpang kasih pada suami orang. Masih banyak jomblo yang mau padamu dalam hatinya. Jalan masih panjang untukmu menata masa depan, lebih baik fokus kuliah. Perempuan itu bertekad mencari waktu yang tepat untuk menghilang dari kehidupan Jacob dan Maria Lili.


*


Maria Lili mengikuti mereka sampai parkiran kebetulan juga mobilnya berdekatan. "Biar Dolken yang menyetir," kata wanita itu pada Tiger saat membuka mobil Jacob.


Tiger memandang Jacob, Big Bos itu mengangguk tak berdaya. Mawar tidak jadi naik mobil bersama Rose Diana karena Maria Lili mengambil tempatnya.


Jadilah mereka satu mobil berempat orang dewasa ditambah 5 balita duduk di belakang berdesakan. "Sini Tante pangku satu orang," kata Maria Lili yang duduk di depan di samping Dolken yang bertindak sebagai supir.


Ke 5 bayi menggeleng tak ada yang mau. Bergantungan di leher Rose dan Jacob seperti monyet. Benar-benar gambaran keluarga bahagia. Sebenarnya bayi-bayi baunya wangi dan wajah mereka yang cute, sehingga siapapun akan sangat mudah menyukai mereka. Hanya Jacob belum pernah menggendong anak-anak jadi gimana gitu rasanya. Yang penting bersama Rose Diana ia bahagia.


Alisha yang benar-benar merasa tak berdaya mengatur cucu-cucunya. "Sekali lagi saya minta maaf Mr. Jacob," ucapnya berdiri di depan jendela mobil. Dengan niat ingin mengantar kepergian cucu-cucunya bersama Keluarga JSP.


"Tidak apa-apa Nyonya," jawab Rose kerena Jacob terdiam beberapa saat. "Tidak makan waktu lama, juga. Lebih kurang 30 menit sampai."


"Ayo jalan," titah Jacob tak kuasa menyembunyikan nada kesal pada suaranya.


"Let,s go," ujar Dolken menghidupkan mesin Mobil.

__ADS_1


Hais, keluh Alisha.


Kemudian mobil Jacob meluncur mulus di jalan besar Kota Reklamasi. Diikuti iring-iringan mobil Alisha bersama sitter, Bodyguard masing-masing dengan mobil mereka. Tiger dan Mawar naik Mobil Bear.


Mobil Maria Lili tinggal di parkiran karena wanita itu tidak mau memberikan kunci mobilnya pada Mawar saat diminta. Biar ada alasan mampir ke Mansionnya Jacob.


*


Dan benar saja sekali lagi Jacob harus berdebat dengan Maria Lili yang ingin mampir melihat-lihat bagian dalam Mansionnya.


"Mary," sergah pria itu. "Ini sudah malam. Dolken bawa kakak sepupumu pulang," titahnya.


"Jack," potong Maria Lili sebelum Dolken membuka mulutnya. "Ijinkan aku menumpang sebentar sampai urusan akta sewa menyewa dengan Moni and Choi beres. Aku kesepian di Juan Sandy," ujar Marlia Lili bersikeras gak mau pergi.


Mendengarkan nama mereka disebut artinya diajak ikut menginap. "Euhm, Good idea." Kedua bayi Moni and Choi mengangguk setuju.


"Apa yang good idea?" Jacob mengerut kening.


"Kita juga mau menumpang disini selama masa liburan di Jakarta," jelas Lara Sevi. "Di Mansion Nena sepi dan membosankan gak ada Kak R."


"Please Jack," mohon ke 5 bayi kesempatan.


"Oh no," keluh Jack.


"Tidak diperkenankan menginap anak-anak. Ayo masuk Mobil Nena," kata Alisha tegas.


"Nena please," mohon Baby Moni dengan air mata menggenang mengikuti akting Dutta. Karena sepertinya manjur menawan hati Rose Diana.


"Kak R. Kita libur hanya seminggu. Ijinkan kami bersama Kak R sebelum kembali ke Amrik, ya. Please," lanjut Baby Choi memohon pada Rose.


"Kak R, please!" Sebi dan Dutta ikut membantu saudarinya memohon dengan linangan air mata.


"Oh no," kata Jacob.


"Oh yes," sambung Lara Sevi.


"Besok Om kerja. Kak R sendiri biar kita yang temani," lanjut Baby Choi.


"Oke Jack. Kita semua mau menumpang nginap seminggu atau dua minggu," kata Maria Lili kesempatan berpihak pada Balita demi kepentingan bersama.


"Oke ya Kak R," mohon Dutta memeluk Rose erat di lehernya. Balita laki-laki itu mencium pipi Rose.


Hah. Jacob tercengang.

__ADS_1


Sepertinya Bayi ini ingin menguasai istriku, tidak bisa. "Anak-anak. Kakak juga orang sibuk. Bukan pengangguran seperti kalian," ketus Jacob.


"Bohong," balas Baby Choi menjawab ketus. "Paman hanya akan memintanya menemani Paman, kan! Ayo jujur. Dan itu membosankan bagi Kak R."


"Sayang, apa kamu bosan menemani ku?" Tanya Jacob.


Seketika bulu-bulu halus di wajah Maria Lili meremang, selama menikah Jacob tidak pernah memanggilku sayang batinnya. Pernah dulu saat pria itu dan kakak perempuannya Maura belum menjalin kasih.


Melihat Rose kebingungan dan serba salah.


"Uwaaaa..." Seketika ke 5 Balita akting menangis. "Kak R, please. Hanya 1 minggu," ujar Lara Sevi disela tangisnya.


"Oh no," keluh Jacob.


"Oh yes," balas Dutta mengusap air matanya. "Kak R, hanya 1 minggu please let me stay with you."


"Me too," sambung Baby Moni.


"So do I," lanjut Baby Choi.


"Na do." Lara Sebi gak mau ketinggalan.


"Please," mohon Lara Sevi.


"Uwaaaaa," tangis ke 5 Balita serentak.


Dolken tertawa dalam hati melihat akal bulus ke 5 Keturunan petinggi grup WJ itu. "Jack..aku juga penasaran melihat rumah barumu," ujarnya tidak mau ketinggalan membuat Jacob kesal.


Alisha tak berdaya memaksa cucu-cucunya pulang bersamanya. "Mr. Jacob, saya juga akan menginap bersama Bodyguard dan sitters mengurus cucu saya. Agar anda tidak direpotkan."


"Yes," pekik ke 5 Balita seketika gembira mendapat dukungan dari Nena.


"Semua biaya makan dan minum, air mandi dan listrik saya yang tanggung," lanjut Alisha lagi.


What de fack! Dalam hati Jacob kesal. "Bukan masalah uang everybody but, privasi. My privasi," ketus Jack naik darah tinggi.


"Sayang...hanya seminggu," mohon Rose maju bicara. Kapan kelarnya urusan. "Ayolah, aku pengap di mobil. Please," mohonnya.


"Hah," keluh Jacob tak berdaya. "Terserah!" Kata pria itu membuka pintu mobil disambut oleh Tiger yang menunggunya di luar.


Hm, sinis Maria Lili.


Jacob mengalah karena Rose yang meminta. Terserahlah dalam hatinya. Yang penting malam ini ia menginap di Mansion suaminya.

__ADS_1


***to be continued.


__ADS_2