Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 66


__ADS_3

Karena keseruan Balita, Rose sampai lupa jika Mawar sangat ketat dalam pengawalan nya. "Kemungkinan dia mendengar suara tawa kalian yang terlalu ramai," ujar perempuan itu mengerutkan bibirnya.


"Haiiiis," desah ke 5 Balita serentak.


"Bukan!" Bantah Baby Choi. "Itu karena sitters mencari kita sampai kemari," jelasnya.


"Hais," keluh Lara Sevi. "Padahal sudah disuruh tidur duluan," sambungnya menahan geram.


"Kalian lihat Ponsel di tangan Moni's sitter sedang aktif. Kemungkinan Mama Kiara atau Papa Bram ingin melihat kita," jelas Baby Choi.


"Kak R bukakan pintu. Katakan pada sitters kita gak pernah datang kemari," ujar Baby Moni.


"Hais...kalian membuat Kak R jadi seorang pembohong," keluh Rose.


"Bohong sunat gak apa-apa lah," tukas Lara Sevi.


"Daripada ketahuan Mawar, Please. Tolonglah sekali ini," mohon Baby Moni.


"Cis," dengus Rose Diana. "Ya udah cepat menghilang sana," ujarnya beranjak dari kasur.


Perempuan cantik itu berjalan ke pintu, menoleh ke belakang sebelum membuka nya. Terpandang Jacob yang terlelap, aih tampannya batin Rose.


"Kenapa masih disitu?" Tanya nya mengerut kening melihat ke 5 Balita masih belum menghilang.


"Buka aja gak apa-apa," ujar Baby Choi bersamaan dengan terdengar kembali panggilan Mawar.


"Nona! Apakah Balita-balita ada di dalam?"


"Hmmm," desah Rose Diana sebelum membuka pintu.


Ceklek.


Banar saja, ada Mawar, sitters serta beberapa pria berseragam bodyguard grup WJ berdiri di depannya.


"Ya," ujar Rose membuka pintu kamar lebar-lebar.


Yang tampak hanya Sofa dan beberapa nakas yang menyerupai ruang tamu. Kasur tidak akan terlihat karena posisinya lebih ke dalam.


"Apakah ke 5 Balita ada di kamar Nona Rose?" Tanya salah satu Sitter. "Tuan Muda Bram ingin melihat si kembar," lanjutnya.


"Tidak ada," jawab Rose. "Bukankah bersama kalian di guest house?" Tanya perempuan itu balik melebarkan matanya penuh arti.


Tit tit Tit.


Ponsel Rose berbunyi. Panggilan vidio dari Baby Choi, Rose mengerut kening. Kapan aku menyimpan nomor anak ini dalam hatinya. "Lihat, ada panggilan dari Baby Choi," ujar Rose. "Sebentar aku angkat."


"Kak R!"


Suara jeritan dari ponsel karena Rose mengangtifkan speaker. Wajah ke 5 Balita terpampang di layar.


"Ini dimana?" Tanya Rose menunjukkan layar ponselnya pada sitters.

__ADS_1


Oh.


"Iya, ini di kamar anak-anak. Baiklah kalau begitu kami permisi, Nona. Maaf telah mengganggu waktu istirahat anda."


"Tidak apa-apa," jawab Rose.


"Kenapa mereka mencari di sini padahal ada di kamar masing-masing," gumam Rose memutar mata malas, memandang kepergian sitters dan bodyguard yang terburu-buru.


Yang tinggal hanya Mawar dengan wajah penasaran. "Nona...saya jelas-jelas mendengar suara tawa anak-anak dari dalam kamar," Ujar bodyguard wanita itu.


"Benarkah?" Tanya Rose. "Tapi tidak ada orang lain disini selain aku dan Jacob. Lalu suara siapakah itu? Akh, kamu membuat ku takut Mawar," ujar perempuan itu menunjuk bulu roma di lengannya. "Lihat aku sampai merinding."


Ck, decak Mawar. Ia merasa yakin dengan pendengaran nya karena memang dilatih untuk itu.


"Masih ada lagi?" Tanya Rose.


"Uhm," geleng Mawar. Silahkan beristirahat, Nona."


"Minta Jacob memanggil pengajian di rumah ini biar tidak didatangi hantu. Kalau hanya pendengaran masih bisa ditolerir. Jangan sampai kamu bilang melihat penampakan juga. Aku gak akan mau tinggal disini," ujar Rose sembari menutup pintu.


"Bukankah dia bisa bilang sendiri," gumam Mawar sembari melangkah ke Sofa yang ada di Balkon dalam kamar itu.


*


Sendiri terjaga di kasur, Rose memandang wajah Jacob. Mencium bibir pria itu kilas. Benar-benar lelap dalam hatinya.


Rose meraih ponselnya hendak menekan nomor Ema namun diurungkan niat. Lebih baik kirim pesan dulu.


Rose : "Ema, apa aku bisa menelpon kamu?"


Gak lama masuk pesan. "Boleh," jawab Ema.


Rose membuat panggilan. "Hallo."


"Hallo, belum tidur?" Tanya Ema.


"Ya iyalah. Kalau tidur gak bisa nelpon dong," jawab Rose.


"Hahaha," tawa Ema. "Besok kamu masuk kerja, kan?"


"Sepertinya tidak Ema. Aku telpon mau minta tolong," jawabnya.


"Katakan saja," ujar Ema.


"Di dalam Map ada dua paspor. Mau minta tolong kamu memesan tiket 2, dengan destinasi berbeda. 1 ke Singapura atas namaku asli. Satu lagi ke Jepang atas nama yang tertera di paspor yang satunya," jelas Rose.


"Dan sebenarnya kamu ke Jepang," tebak Ema.


"Ehm," jawab Rose .


"Untuk tanggal berapa?"

__ADS_1


"Pertama kamu beli ponsel baru serta nomor baru yang tidak perlu daftar. Kira-kira harga 5 jutaan, aku tf sekarang. Kalau sudah, kamu hubungi aku melalui ponsel baru itu. Nanti pesan tiketnya dari situ sekalian memilih maskapai."


"I got it," jawab Ema. "Kira-kira kamu di Jepang berapa lama?"


"Tidak tau, Ema. Mudah-mudahan urusan dengan suamiku ada kejelasan. Yang penting sekarang kabur dulu agar ia tau, apakah aku berharga di hatinya."


"So sweet," ujar Ema. "Kamu mencintai suamimu."


"Sedikit ada lah. Maka dari itu, kalau boleh jangan sampai ganti suami lagi. Apapun cobaan dan masalah semoga badai cepat berlalu."


"Hahaha," tawa Ema geli mendengar ucapan Rose yang melankolis. "Aku juga begitu. Satu jodoh untuk selamanya...amiin."


"Amiin," balas Rose. "Besok pulang kerja sudah ada ponsel baru, ya."


"Siap!"


*


"Kenapa Mereka ada di sini?"


Pagi-pagi Jacob membuat keributan saat bangun tidur melihat Rose tidur dikelilingi oleh ke 5 Balita, di atas kasurnya. Sementara ia sendiri terbaring di sofa bed, masuk akal gak?


Mana bangunnya telat lagi. Beruntungnya Senin tidak ada meeting pagi-pagi. Pria itu bergegas keluar hendak mencari Tiger.


Cklekk.


Membuka pintu, tampak wajah pengawal pribadinya itu berdiri gelisah bersama Bear dan Mawar.


"Bagaimana mereka ada di kamar ini?" Tanya Jacob menunjuk ke dalam ruangan tidurnya.


"Siapa?" Tanya Tiger karena tidak melihat siapa-siapa.


"Oh no," keluhnya. "Masuk dan lihat lah," ujar Jacob.


Tiger masuk diikuti Mawar sekalian membawa sarapan kedua majikannya. Bear menyusul seniornya.


Oh tidak dalam hati Mawar, mendelik melihat ke 5 Balita benar-benar ada di kasur.


"Siapa yang membiarkan mereka masuk?" Tanya Jacob memandang Mawar. Karena malam tadi tugas wanita itu berjaga di depan pintu.


"Saya tidak melihat mereka masuk, Pak. Dan saya yakin semalaman tidak menutup mata kecuali kedipan," ujarnya sambil menyusun makanan di meja.


"Kamu yakin," selidik Jacob. "Saat kamu ke toilet?"


A


Semalam aku jelas-jelas mendengarkan suara Balita namun katanya tidak ada, dalam hati Mawar berjanji akan minta konfirmasi dari Rose Diana setelah istri bosnya itu bangun.


"Tadi malam memang sitters dan Bodyguard grup WJ datang mencari ke 5 Balita kemari. Tapi mereka tidak ada disini," jawab Bodyguard wanita itu.


"Tadi malam?" Tiger mengerut kening. "Kenapa saya tidak tau?" Lanjutnya bertanya.

__ADS_1


Jacob memandang bodyguardnya itu dan Mawar bergantian. "Aku memiliki bodyguard terbaik tapi bisa diakali oleh 5 bayi," sinisnya.


***to be continued.


__ADS_2