Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 54


__ADS_3

Dolken benar-benar memenuhi janjinya membuat Maria Lili bangun kesiangan. Kelemahan wanita itu sudah ada ditangannya. Meski marah hanya sekejap itu pun hanya di bibir saja. Paling kepalanya jadi korban tepukan lama-lama jadi kebal juga. Itu sebanding dengan kenikmatan yang diperolehnya saat menampar pantat wanita itu kala menungganginya ketika bercinta.


Maka dengan kesadaran yang belum pulih seratus persen Dolken mengebut membawa mobil ke Kota Reklamasi.


"Maaf Mbak. Tidak ada unit yang bisa diover kredit," kata bagian Marketing Kantor Pengembang WJ Group Proyek Ekslusif tahap 2.


Maria Lili menarik nafas lemah. "Apa saya boleh bertemu dengan pemilik proyek kawasan ini?" Tanya wanita itu tidak mau putus asa.


"Ada urusan apa kalau saya boleh tau," kata Marketing berjenis kelamin laki-laki itu.


"Bagaimana dengan dua unit yang katanya tidak dijual? Apa boleh disewakan ke saya barang setahun atau dua tahun."


"Oh, itu kepunyaan dua cucu kembar Nyonya Alisha. Nona muda Moni and Choi," jawab Marketing. "Memang tidak boleh dijual tanpa persetujuan mereka."


"Itu artinya ada kemungkinan. Dimana kedua Nona muda itu berada, sekarang?" Tanya Maria Lili jadi semangat merasa ada harapan.


"Kebetulan mereka sedang di Indonesia tinggal di Mansion Alisha Wijaya. Hanya saat ini sedang keluar bersama Nyonya Besar menghadiri seminar kecantikan di Restoran WJ cabang kota Reklamasi. Silahkan anda ke sana saja kalau ingin negosiasi. Siapa tau mereka mau melepasnya untuk mbak," kata Marketing. "Ini saya beri undangannya."


Oh.


Maria Lili berbinar menerima kartu cantik dari tangan Marketing ramah itu kemudian menatap Dolken bersama harapan.


"Aku tau dimana," kata Dolken membalas tatapan Maria Lili.


"Baiklah kami permisi," kata wanita itu memberikan senyum terbaiknya.


"Silahkan Mbak. Semoga beruntung," jawab Personal Marketing itu terpesona pada kemanisan senyum Maria Lili. Langsung mengkerut saat bertemu pandang dengan Dolken yang mendelik padanya, gleg.


"Kamu dengar, Ken. Aku masih ada harapan mempertahankan Jacob di sisiku," bisik Maria Lili pelan. Menggandeng tangan pemuda itu saat keluar dari Kantor Pengembang.


Memanglah wajah Maria Lili yang awet muda masih pantes berpasangan dengan Dolken yang terpaut 11 tahun lebih muda dari usianya. Bagi yang tidak tau sisi gelap wanita ini tentu saja mereka akan memuja kecantikannya seperti Dewi. Namun akan menjadi Dewi kematian bagi siapa saja yang berani menggoda Jacob meski itu hanya coba-coba.


"Boleh tidak jangan memaksakan kehendak dengan tindakan kriminal," kata Dolken tak bosan-bosan mengingatkan Maria Lili.

__ADS_1


"Itu tergantung Jacob bagaimana bersikap. Jika ia melepas Rose Diana secara baik-baik kembali padaku. Aku janji tidak akan menggangu perempuan itu."


Sepertinya itu tidak akan pernah tejadi dalam hati Dolken.


*


"Silahkan diambil Nona. Ada seminar gratis di Aula Restoran berhadiah skincare harga puluhan juta," kata seorang Mbak pembagi brosur menghampiri Rose saat hendak masuk Restoran.


"Maaf. Kita hanya mau makan," kata Jacob menolak brosur dengan halus.


"Aku mau," kata Rose cepat mengambil brosur. Segala kesempatan harus dicoba dalam hatinya.


"Sayang," geleng Jacob.


"Sebentar saja ya please," mohon Rose dengan wajah dibuat seimut mungkin.


"Maaf Pak," ucap Tiger merasa bersalah karena tidak mengantisipasi keadaan terlebih dahulu. "Bagaimana kalau ke restoran lain?"


"Aku mau disini," jawab Rose cepat melotot pada Tiger.


"Hmm," desah Jacob tak berdaya.


"Silahkan Tuan dan Nona. Saya akan mengantar anda," kata pembagi brosur tersenyum ramah pada Jacob. Mereka seperti Bapak dan putrinya. Apakah dia duda sedang mencari istri dalam hati pembagi brosur segera memperbaiki posisi gesturnya agar terlihat lebih dewasa. Siapa tau jodoh, hehe.


"Lewat sini," kata Pembagi brosur memepet kan tubuhnya ke Jacob.


"Ehm," angguk Jacob.


Biasa dapat kecil pria itu merasa risih melihat dua semangka gede di dada pembagi brosur. Mana Rose gak mau digandeng lagi. Awas kau dalam hati Jacob penuh dendam. Saat bercinta saatnya menghajar bokong perempuan nakal itu.


Rose tersenyum dalam hati melihat kegelisahan Jacob. Membiarkan saja Pembagi brosur menawarkan alat-alat serta produk kecantikan pada pria itu. Dari pada cemburu lebih baik memikirkan cara kabur serta waktu yang tepat dan bagaimana cara menghindar dari pengawasan Mawar.


"Untuk sepuluh pemesan pertama ada diskon 65 persen, hanya sisa tiga. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini, Tuan. Belum tentu ada lagi dalam waktu dekat. Sekedar informasi, produk dirancang khusus oleh Pakar kesehatan dan kecantikan alat reproduksi oleh dokter tingkat dunia Daniel Mendoza dari Thailand yang terkenal," jelas Pembagi brosur semangat. "Dengan terapi produk ini anda bisa tahan sehari semalam," bisik pembagi brosur di telinga Jacob. "Kalau gak percaya anda boleh mencobanya dengan saya. Besok saya libur," senyum pembagi brosur.

__ADS_1


Heg.


Jacob terhenyak. Aku bisa tahan sebulan nonstop dalam hati pria itu. "Saya adalah orang yang sibuk pada pekerjaan kantor. Jadi maaf jika tidak tertarik hal-hal unfaedah seperti yang ada dipikiran anda," tolak Jacob.


Pembagi brosur merengut. "Mungkin sekarang belum. Silahkan simpan brosurnya kalau begitu. Ada nomor yang bisa dihubungi jika anda berubah pikiran, kapan saja. Saya tunggu," katanya mengedip mata genit.


Hais, keluh dalam hati Tiger bingung harus bagaimana. Tadi dipesan agar Jacob tidak diperlakukan sebagai Bos. Ingin rasanya melempar si pembagi brosur ke Afrika biar disodomi Kuda Nil sehari semalam nonstop.


"Karena Tuan pemilik kartu pelanggan VIP boleh duduk di sini," kata pembagi Brosur menunjuk satu meja bundar cukup untuk 6 orang. Posisi berada di bagian depan panggung jauh dari pengunjung biasa yang duduk di bangku panjang susun bertingkat-tingkat. "Pesan apa saja untuk hari ini saya kasi gratis," lanjutnya kemudian kembali berbisik di telinga Jacob. "Makanya jangan lupa hubungi saya, besok." Ting! Disusul kedipan mata genit.


Melihat prianya menahan kesal mau gak mau Rose ikut kesal. "Maaf Mbak. Saya istrinya," kata Rose mengulurkan tangan mendelik pada si wanita genit.


"Oh maaf," ucap pembagi Brosur langsung pucat. "Saya kira putrinya. Wajah Mbak muda amat kayak anak sd," ujarnya tanpa perasaan bersalah.


Hah.


Jacob terperangah. Apa wajahku pantes punya anak gadis usia 19 tahun dalam hatinya. Tiger, Mawar dan Bear berani tersenyum hanya dalam hati


"Ada apa Salma," tegur seorang wanita cantik yang dari tadi memperhatikan mereka.


"Tidak apa-apa Nyonya," kata pembagi Brosur yang bernama Salma itu segera mundur ke belakang Wanita cantik.


"Saya Alisha dari grup WJ. Terima kasih sudah memenuhi undangan," ujarnya tersenyum ramah pada Jacob.


"Oh," seru Jacob berbinar. "Saya sudah mendengar nama besar anda. Bisa bertemu disini merupakan suatu anugerah," kata pria itu memberi senyum terbaiknya. Barusan ia bahagia saat Rose menunjukkan rasa cemburunya. "Saya Jacob Pattinson," lanjutnya memperkenalkan diri.


"Oh, Ya Tuhan. Saya lebih penasaran lagi pada anda. Pemilik ke 6 Proyek Ekslusif tahap 2. Senang bertemu anda," ujar Nyonya cantik itu mengulur tangannya.


"Senang bertemu anda," balas Jacob menerima uluran tangan.


"Dan saya Maria Lili istri Tuan Pattinson. Senang bertemu anda Nyonya."


Suara yang dikenali Jacob tiba-tiba berdiri di sampingnya. Menggandeng lengannya sembari mengulurkan tangan pada Alisha.

__ADS_1


***to be continued.


__ADS_2