Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 35


__ADS_3

"Aku dan Jacob tidak mungkin bisa memiliki keturunan sedangkan JSP membutuhkan ahli waris...,"


"Kamu ingin memiliki anak denganku," potong Roland. Senyumnya mengembang sempurna. "Aku mau," angguknya setuju. Demi kamu akan ku lenyapkan mereka berdua sekaligus dalam hati pria itu bersumpah.


Hum.


Karena yakin tidak punya harapan mendapatkan cinta Jacob tapi setidaknya tubuhnya masih ia miliki. Sesekali bisa memakainya jika rasa inginnya tidak tertahankan. "Dengan syarat," kata Maria Lili menggantung ucapannya. "Lenyapkan perempuan itu dan jangan menyentuh Jacob tanpa persetujuan dariku," jelasnya dengan tegas. "Aku dan Jack akan tercatat sebagai orang tua anak kita."


Heg, Roland terhenyak.


Maria Lili maklum jika pria ini akan keberatan. "Meskipun kita tidak bisa menikah aku akan melayanimu seumur hidupku," katanya merenung Roland.


Hanya jadi selingkuhan, hm desah pria itu. Mau gak mau ia setuju untuk sementara. Yang penting dirinya mendapatkan layanan plus-plus dari wanita ini dulu. Mengenai Jacob bisa diatur belakangan bagaimana menyingkirkan nya tanpa menimbulkan kecurigaan Maria Lili.


*


Dalam perjalanan pulang di Mobil. "Bisakah kau urungkan niatmu Mary. Lepaskanlah Rose Diana please," mohon Dolken. "Anak polos itu hanya jadi pelampiasan si Jack karena cintanya pada Maura sudah mendarah daging," lanjutnya. "Itu juga yang membuat Jack tidak bisa membuka hati padamu."


Maria Lili menatap sinis Dolken. "Apa tidak cukup mobil barumu sebagai tutup mulut. Apa perlu ku batalkan," ancamnya.


Gleg.


Jakun Dolken menggulung. "Aku sayang padamu Mary. Tidak mau sesuatu yang buruk menimpamu. Jacob cukup berkuasa sekarang. Pengawalnya lebih 20 puluhan orang dan semua dari Agen terbaik di kelasnya. Sementara kamu hanya punya Roland si pensiunan Agen Pemusnah."


"Untuk apa banyak orang kalau satu saja sudah cukup. Bukannya mau perang," jawab Maria Lili.


"Mary, biar hati panas kepala harus tetap dingin. Kamu jangan gegabah menghadapi Jacob di era teknologi canggih sekarang ini. Sangat mudah bagi Agen pengintai melacak jejak digital," terang Dolken.


"Tenanglah bocah. Kita bukan amatir dalam melenyapkan manusia. Menciptakan alibi sudah keahlian ku. Kamu lihat 4 mantan istri kontrak Jack yang coba-coba merayu suamiku."


Hah! Dolken terperangah. Jadi benar elu batinnya.


"Mereka bahkan tidak mendapat perhatian dari Jack. Aku musnahkan tanpa bantuan Agen," lanjut Maria Lili dengan bangga.


"What defuck!" Maki Dolken hampir menabrak motor yang menyalib di depannya jika ia tidak cepat menghindar.


"Tapi Rose Diana tidak mengikuti apa yang aku perintahkan. Menempel pada Jacob dalam keadaan sadar setelah sepuluh hari kontrak berakhir. Artinya dia meremehkan kata-kataku. Tidak akan kubiarkan siapapun menginjak harga diriku. Asal ada uang dunia dalam genggaman, Ken. Kamu harus tega menghancurkan sebelum kamu yang dihancurkan."


"Bukankah tadi pagi kamu setuju Jacob menyambung kontrak sampai 3 bulan ke depan?"

__ADS_1


"Diam bukan berarti setuju. Selagi tidak ada bukti tertulis aku bisa menuntutnya. Jacob memaksakan kehendaknya maka aku juga akan berlaku serupa."


"Bagaimana kalau tunggu 3 bulan, Mary. kalau mereka masih berhubungan barulah kamu bertindak."


"Tenang saja. Aku juga tidak buru-buru. Kamu tau berapa lama aku menyusun rencana menghilangkan Maura?"


"Berapa?" Tanya Dolken.


"Dua tahun. Tapi usia Rose Diana tidak akan lewat dari 4 bulan."


"Astaghfirullah," ucap Dolken untuk pertama kali ia ingat Tuhan.


*


"Jacob! Apa kamu Superman," keluh Rose Diana. "Dari siang sampai sekarang pukul dua pagi kita nonstop. Sayang arhg...kamu benar-benar gila sekz!" Jerit perempuan itu menahan sundulan Jacob yang semakin ke sini semakin ke sana eh semakin ganas maksudnya.


Senyumnya bahagia sampai telinga. "Susah berhenti jika sudah dimulai seperti katamu," seringai pria itu mendorong dalam-dalam di bokong Rose Diana. Perempuan itu menungging di depannya. Sangat seksi dimata Jacob melihat proses keluar masuk kejantanannya ke dalam kewanitaan Rose.


"Argghh, sayang. Lebih keras lagi biar cepat keluar," desah Rose tertahan.


"Nikmatin prosesnya bukan hasilnya," serak Jacob.


"Oh no," keluh Rose.


"Oh yes," balas Jacob.


"Tidak boleh," bantah Jacob menyundul keras.


"Aaa," pekik Rose sembari kencing.


Senyum Jacob mengembang. "Aku tidak kemana-mana sampai senin pagi. Jadi kita harus bersama sepanjang hari, oh." Lenguh nya. "Menyatukan diri setiap ada moment, hah!" Lanjut pria itu dengan nafas tersengal.


What! Rose lemas dengan cepat Jacob mengangkat tubuhnya. Tetap menyundul sambil meremas gundukan di dadanya. "Oh tidak," keluh Rose.


"Oh yes," balas Jacob mempercepat sundulannya.


Posisi sepertinya ini baru pertama kali mereka coba. Rasa nikmat baru membuat keduanya kembali bergairah. "Jacob, aku bisa longgar jika kamu masuki terus," teriak Rose sambil menjaga keseimbangan.


"Tidak akan jika kamu melahirkan Caesar."

__ADS_1


Melahirkan?


"Oh tidak," desah Rose Diana berharap jangan sampai hamil.


"Oh yes," balas Jacob..


*


Minggu siang selesai lunch Rose berbaring di paha Jacob. Menikmati kudapan kesukaannya sebagai makanan penutup.


Sementara Pria itu memeriksa berkas-berkas menyesuaikan nya dengan laporan dari Nasir yang dikirim ke Emailnya. Dibolak balik dibolak balik, kepalanya ikut bolak-balik jadi pusing. Tidak ditemukan jejak keterlibatan Roland atas hilangnya Maura. Mantan bodyguard Mary itu tidak kemana-mana, selalu berada di jarak tak jauh dari kamar Maria Lili. Setelah kejadian itu barulah Jacob tau kalau Mary menyewa kamar yang satu lantai dengan mereka hanya beda dua nomor. Jadi maksudnya memang ingin berdekatan karena penghuni sebelumnya dibayar mahal oleh Maria Lili agar pindah mencari kamar baru lalu memberikan kamar itu pada nya, Jacob bermonolog sandi.


"Aish."


Pria itu meringis menahan kenikmatan akibat perbuatan Rose yang tengkurap di kakinya dengan keasikannya sendiri. Mengulum kepala batangnya sampai berliur-liur. "Apa segitu enaknya?" Tanya Jacob.


"Kamu juga suka menyedot punyaku. Apakah menurutmu enak?" Tanya Rose balik.


"Tentu saja," jawab Pria itu.


"Udah tau nanya," tukas Rose


Hah. Jacob menggeleng kepala. Ia tidak diperbolehkan memasuki Rose sampai sore sebagai konsekuensi karena tidak diperbolehkan ke rumah temannya. Namun sebagai ganti, perempuan itu akan membantunya melepaskan kecebongnya melalui oral.


"Hah," desah Jacob putus asa. "Kemana sih kamu Maura."


Rose mendengar samar nama Maura, apa orang yang dicari Jacob ada hubungannya dengan Maria. Nama mereka mirip-mirip dalam hati perempuan itu.


*


Di Mansionnya yang mewah Maria Lili menangis sesenggukan di kamarnya. Untuk pertama kali Dolken memaksa masuk. Pemuda itu terpaksa melanggar peraturan yang ditetapkan oleh Mary.


"Mary, minumlah air madu agar pengaruh alkohol mu hilang," pujuknya.


"Biarkan aku sendiri, pergi sana!" Teriak Maria Lili. "Hiks hiks," tangisnya


Dolken jatuh kasihan. "Minumlah sedikit," pujuknya. "Sayang please. Dari semalam perutmu tidak diisi nasi. Alkohol bisa merusak lambung dan hati kalau berlebihan."


"Huuuu, uuuu," tangis Maria Lili meringkuk di kasur. Barusan di pindahkan oleh Dolken dari ruangan pribadinya tempat mereka lomba minum.

__ADS_1


Harusnya Weekend pemuda itu hang out bersama teman-temannya namun dari semalam ia terpaksa menginap di Juan Sandy Resident menemani Maria Lili. Wanita frustasi itu sok tegar padahal hatinya rapuh, haih.


***to be continued.


__ADS_2