
Salma melebarkan bola matanya. "Serius Nyonya," ujarnya memandang Maria Lili tak percaya.
"Dari tadi aku melihat kamu memandang suamiku penuh nafsu," sinis Maria Lili.
"Maaf," ucap Salma.
"Sudah resiko saya punya suami ganteng," jawab Maria Lili bangga.
"Saya beritahu kamu bahwa sudah 7 wanita yang aku nikahkan ditambah imbalan uang hingga 1 Milliar rupiah. Bayangkan! Kamu dapat tidur dengan Jacob 10 hari kemudian dapat uang kontan 1M."
"Benarkah?" Tanya Salma terbelalak biji mata. "Saya mau, Nyonya. Hanya bagaimana caranya yang saya tidak tau."
"Gampang. Hanya pasang mata dan telinga tajam-tajam. Tapi mulut tutup rapat-rapat kecuali pada saya," jawab Maria Lili.
"Hanya itu saja?"
"Nanti setelah jadi istri kontrak Jacob jangan ngelunjak seperti perempuan yang bersama anak majikan mu itu," sambung Maria Lili nada kesal. "Perjanjian hanya 10 hari ternyata serakah mau seumur hidup."
"Oh. Jadi perempuan itu hanya kontrak?" Tanya Salma.
"Lebih tepatnya bekas kontrak. Karena waktu 10 harinya telah berakhir dua minggu yang lalu," geram wanita itu.
"Dasar pelakor gak tau diri," kata Salma ikutan marah.
"kamu mau kan jadi istri kontrak 10 hari suami saya?"
"Mau, mau banget!"
"Maka jadilah telinga dan mata untuk saya."
"Saya akan mencobanya. Hanya mengenai hasil saya tidak bisa jamin apakah akan berhasil. Saya bukan orang yang bisa mengetahui masa depan. Hanya ingin membantu anda menyingkirkan pelakor itu," jawab Salma.
Bagus dalam hati Maria Lili. "Kamu bersedia membantu saja, saya sudah terimakasih. Sini formnya biar saya isi sekalian bayar."
"Baik," angguk Salma.
*
"Mr, Jacob..sebenarnya saya ingin kerja sama dengan anda pribadi," kata Alisha.
"Saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Nyonya. Maria Lili terlanjur mendengar usul anda," jawab Jacob bersikap jual mahal. Walaupun sebenarnya ia ingin mengambil 1 tiket dari 10 tiket yang ditawarkan secara rahasia.
Ck, decak Alisha. "Penyesalan yang terlambat. Saya ceroboh karena terlalu semangat bertemu anda," ujarnya. "Saya berniat tukar sharing dengan anda. Apakah bisnis Resort Mr, Jacob menerima Investment dari pihak luar?"
"Anda tertarik ingin bergabung?" Tanya Jacob balik merasa pembicaraan ini mulai menarik.
"Saya mau mencoba bisnis dalam bidang pariwisata berharap bisa sukses seperti anda. Maksud saya kita tukaran investasi," kata Alisha.
"Pada dasarnya saya tidak keberatan. Lebih baik jadi partner kerjasama grup WJ dari pada jadi lawan bisnis," kata Jacob.
__ADS_1
Oh, Alisha berbinar. "Saya senang kita berpikiran sama. Membuka kerja sama baru juga membuka lapangan kerja baru, kan. Bukan semata-mata ingin menumpuk harta," kata Alisha tersenyum lebar gayungnya bersambut.
"Baiklah Nyonya, saya setuju kita tukar investasi untuk 1 tiket lagi dari modal pribadi saya. Tapi Sebaiknya dirahasiakan dari Maria Lili. Jika waktunya tiba saya akan memberitahu nya sendiri," ujar Jacob.
Problem solved dalam hati Alisha. "Saya setuju. Senang bekerjasama dengan anda Mr. Jacob," ujarnya.
Hm, senyum Jacob mengangguk pelan.
*
Masih di Restoran WJ cabang Kota Reklamasi, di ruang khusus Keluarga Rose dikelilingi Balita cute kembar 5.
"Saya akan menunjukkan Kak R satu keajaiban," kata Choi.
"Baiklah," ujar Rose Diana penasaran dengan keajaiban yang dimaksud oleh Balita di depannya ini.
"Liontin ini," lanjut Baby Choi menyentuh untaian kalung di leher Rose Diana. "Jika ada yang ingin mencelakai Kak R, sentuh lah dan pikirkan suatu tempat untuk menghilang dari para penjahat," jelasnya.
"Maksudnya Kak R akan dicelakai oleh seseorang?" Tanya Rose raut khawatir.
"Aku bilang umpama," jelas Balita itu
"Anggap Ini semacam hadiah karena Kak R telah memuaskan rasa rindu kami pada Kak Kiren," lanjut Baby Choi.
"Ok, Kirain. Baiklah," kata Rose lega meski ia khawatir akan Maria Lili yang kemungkinan berencana untuk melenyapkan dirinya.
"Aku memasang mantra teleportasi di kalung ini. Namun jarak tempuh tidak tau bisa berapa jauh. Kita coba jarak paling dekat yaitu 5 meter atau 10 meter. Sekarang pusatkan pikiran. Bayangkan Kak R berdiri di pintu ruangan itu."
"Jangan takut Kak R," sambung Dutta.
"Hm," angguk Balita lainnya memberi semangat.
"Kita ada disini untuk membetulkan jika Kak R membuat kesalahan," jelas Lara Sevi yang paling penasaran apakah Choi berhasil menanam mantra di kalung Rose Diana.
"Mantra teleportasi hadiah dari Kak Kiren. kita pernah mencobanya tahun lalu pada Mobil tapi belum pernah pada diri sendiri," jelas Moni.
"Ya tuhan, sekarang Kak Rose ingat. Kalian bayi-bayi penyihir yang membuat macet Jakarta delapan bulan yang lalu, kan?"
"Bukan kita yang penyihir tapi Kak Kiren. Kita hanya kebetulan kecipratan energi nya," jelas Lara Sevi.
"Apapun itu. Senang bertemu kalian adik-adik," ujar Rose Diana takjub. Tak percaya akan bertatap muka langsung dengan 5 penyihir cilik.
"Sekarang cobalah fokus dengan menyentuh Liontin," kata Lara Sevi penasaran.
"Aku akan menemani Kak Rose," sambung Lara Sebi yang dari tadi jadi pendengar budiman. "Pegang tanganku," lanjutnya.
"Oke baiklah. Seterusnya apa?"
"Pikirkan bahwa kita akan berpindah dengan posisi berdiri di pintu itu," kata Sebi, tak ayal ia deg degan.
__ADS_1
"Eh tunggu," tahan Sevi. "Itu bodyguard sedang melihat kita," lanjutnya menunjuk Mawar yang memperhatikan mereka dari jendela kaca.
Hum.
"Kalau kita tutup gorden akan menimbulkan kecurigaan. Sebaiknya kita cari lain waktu saat Kak Rose sendirian. Jangan terkejut jika kami berlima tiba-tiba muncul ya," kata Choi.
"Oke," jawab Rose.
"Saya gak dapat hadiah?" Tanya Samsir.
"Tidak ada orang yang cemburu pada kebahagiaan mu Samsir. Nikmati hidupmu yang baik-baik saja itu," sinis Lara Sevi.
Cis, dengus Samsir.
"Sebentar lagi Nena dan Paman J akan kemari. Waktunya berpisah akan tiba," ujar Choi si paling peka menyadari kehadiran seseorang bahkan dari jarak 25 meter.
"Yeah," keluh ke empat bayi lainnya.
"Tapi kita akan bertemu lagi saat Kak R sendirian, kan." Kata Dutta.
"Asal jangan kalian muncul saat Kak R sedang mandi dan buang air, ya." Kata Rose.
"Hahaha," disambut gelak tawa semua Balita-balita.
Samsir tak kuasa menahan senyumnya, bahagia melihat anak Majikannya kembali ceria.
Ceklek, pintu dibuka.
"Apa yang lucu?" Tanya Alisha datang bersama Jacob. Kesempatan Mawar masuk dan tidak ketinggalan Salma menyelip di barisan dengan alasan minta tanda tangan Alisha. Jika ditanya,...
"Nena. Kenapa kemari?" Tanya Dutta merengut.
"Hei. Sudah waktunya Kakak pulang," jawab Alisha.
"Kita belum puas bermain tuh," jawab Balita laki-laki itu memandang gak senang pada Jacob.
"Besok masih ada waktu. Sekarang sudah lewat maghrib. Kita juga harus pulang ke Mansion, kan."
"Yeah," keluh ke 5 Balita.
"Kita pulang bareng ya. Aku mau satu mobil dengan Kak R," tukas Dutta.
Alisha memandang Jacob. "Maaf Mr, Jacob. Saya harap anda tidak keberatan kita semua pulang bersama dan mengijinkan Nona Rose Diana satu mobil dengan ke 5 cucu saya untuk sekali ini," mohonnya.
"Yes," seru ke 5 Balita.
"Tapi mobil saya hanya muat untuk 2 orang dewasa ditambah satu anak kecil boleh saja," kata Jacob.
"Yeah. Kita berlima mau satu mobil dengan Kak Rose. Bagaimana dong," kata Baby Moni keberatan.
__ADS_1
"Sayang sekali. Kalian harus memilih salah satu diantara kalian atau tidak sama sekali." Jacob berkata tegas.
***to be continued.