
Hais, keluh dalam hati Alisha. Apakah Jacob telah menyadari siapa ke 5 Bayi nakal ini dalam hati Nenek cantik itu galau.
Yang jadi masalah juga bagaimana menjawab pertanyaan putranya nanti. Apa kata Bram jika mengetahui bayinya masih menggunakan sihir meski telah dilarang, aih keluh dalam hatinya serba salah.
Sebagai Nenek yang menyayangi cucunya, Alisha serba salah semalam telah memberi ijin mereka menggunakan kemampuan. Tapi janjinya kan hanya sekali, hm desahnya menarik nafas berat. "Sebaiknya kita tanya mereka setelah bangun. Karena saya sama seperti anda tidak tau apa-apa," jawab Alisha.
Hm, sinis Jacob menarik ujung bibirnya tau bahwa Alisha memilih ngeles. Itu terlihat dari gerakan matanya ke arah kanan demi menghindari kontak mata.
Begitupun Maria Lili tau Alisha menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya sudah bukan rahasia lagi. "Mereka tidur sangat lelap bagaimana tega membangunkan nya," ujar wanita itu dengan niat ingin mengambil keuntungan dalam situasi ini. "Sebaiknya tunggulah sampai mereka terbangun sendiri," lanjutnya benar-benar dari hati mulai menyukai ke 5 Balita.
Sangat ajaib kalau begitu batin Maria Lili teringat sesuatu yang dulu pernah viral. Kalau tidak salah mereka adalah Bayi penyihir ahli waris grup WJ gumam dalam hatinya berbinar. Jacob tidak akan bisa menang melawan ke 5 bayi super ini, hahahah tawanya dalam hati. Balita licik ini juga mengambil kesempatan dariku yang ingin menginap di Mansion Jacob, jadi ikutan nginap. Baiklah, sama-sama azas manfaat juga lah.
Hah.
Keluh Jacob melihat Maria Lili ikut berbaring di atas kasur membelai rambut keriting salah satu bayi yang kini jelas dilihat nya berbeda dari 4 Balita lainnya. Ternyata diantara lima wajah serupa ini ada Baby boy.
"Aku ingin punya anak laki-laki Jacob, please." Mohon Maria Lili memandang sayu suami yang tidak pernah menganggap nya itu.
"Hmmm."
Jacob menarik nafas berat. Itu-itu saja yang menjadi alasanmu untuk bisa dekat denganku dalam hati pria itu. "Bisa tidak jangan bahas itu sekarang," ujarnya masih berusaha menekan suaranya.
"Setelah klinik siap digunakan, kita sekaligus program saja ya," kata Maria Lili tidak perduli dengan raut gak senang Jacob. "Untuk laboratorium aku telah mengaturnya. Jadi klinik tidak hanya sekedar klinik kesehatan biasa."
Hah.
Jacob terhenyak. "Siapa yang meminta kamu ikut campur urusan disini," ketusnya gak tahan lagi dengan kelancangan Maria Lili.
"Aku ingin hamil bareng Rose Diana, Jacob. Please, kamu jangan membantah lagi!" Wanita itu berkata tegas. Benar-benar mengambil kesempatan dengan adanya Alisha dan Balita. Jacob si paling menghormati attitude itu tidak akan mungkin kurang ajar padanya di depan orang asing. Maria Lili curiga Rose Diana memang hamil jika tidak mana mungkin Jacob menjaga nya seketat ini. Wanita itu memandang Jacob sinis. Kesempatan ini tidak bisa disia-siakan. Aku harus punya keturunan dengan Jacob tekad dalam hatinya.
__ADS_1
"Saya akan membangunkan mereka," ujar Alisha merasa gak enak hati melihat kedua suami istri bersitegang urat leher.
"Biarkan dulu Nyonya," tahan Maria Lili. "Tidak apa-apa anak-anak liburan disini selama mereka mau," senyum nya dibuat seramah mungkin. Dengan adanya Balita-balita ini dan Nyonya Alisha, Jacob tidak mungkin tega mengusirku yang nyata-nyata masih istrinya, dalam hati Maria Lili. "Kita akan menjadi partner kerjasama otomatis akan menjadi keluarga juga, kan!"
Heg.
Jacob terhenyak.
"Suamiku...pergilah bersiap ke kantor," titah Maria Lili bersikap layaknya seorang isteri merangkap pemilik Perusahaan, sebelum pria itu membuka mulutnya.
"Tidak apa-apa kamu gak ke JSP, biar Novi yang akan datang kemari membawa schedule sampai minggu depan," lanjut wanita itu.
Hah.
Jacob terperangah mati kutu. Memang lah dirinya masih Direktur JSP, terpulang dari gugatan cerainya yang akan disidangkan 2 hari lagi. Namun ia tidak mau bisnis pribadinya dicampur baurkan dengan urusan JSP. "Aku akan ke kantor. Tidak perlu sekretaris kemari," ujarnya cepat.
Hm, sinis Maria Lili.
"Kamu tau, kan! JSP ada tawaran kerjasama dengan rumah sakit terbesar di Thailand, 2 minggu ke depan. Sebelum berangkat aku mau kita sudah selesai melakukan pembuahan bakal embrio yang akan ditanam di rahimku," tegas Maria Lili ngegas gak mau ngasi kendor.
What!
Rahang Jacob mengetat. Pria itu mengepal tangan geram. Ingin rasanya meninju Maria Lili terbang sampai ke bulan.
Alisha menjadi serba salah. "Saya juga harus ke Gedung Perkantoran Grup WJ," ujarnya menengahi kedua petinggi JSP Investment itu.
"Ada meeting dengan Manager perencanaan. Bagaimana pun Balita harus dibangunkan atau diangkat secara paksa," lanjut Alisha.
"Biarkan saja Nyonya," tahan Maria Lili. "Ada sitters dan Bodyguard masing-masing, kan!" Kata wanita itu memaksakan kehendaknya. "Lagipula mereka bisa kembali dengan sendirinya, kan! Jika masuk saja tidak melalui pintu sebagai manusia normal."
__ADS_1
Hah.
Jacob mengerut dahi memandang Tiger mohon penjelasan, apa maksud dari ucapan Maria Lili.
"Kalau tidak salah cucu anda adalah Balita yang pernah viral tahun lalu," ujar Kepala Bodyguard itu memandang Alisha.
Akh!
Akhirnya ada yang menyadari, keluh dalam hati Alisha.
"Wow," seru Bear.
"Aku ingat sekarang," ujarnya. "Saya akan tunjukkan anda sebuah video yang lama saya simpan, Pak." Kata asisten merangkap bodyguard itu pada Jacob yang belum menyadari siapa ke 5 Balita-balita nakal yang terbaring di kasurnya.
*
Sebenarnya Rose telah terbangun dan mendengar semua pembicaraan. Sempat mengintip melihat keadaan. Dirinya juga gak sadar, kapan Balita-balita ini kembali ke kamar. Bahkan tidur di kasur bersamanya.
Semalam sebelum terlelap, Rose sempat bertelepon dengan Elisa guna meminta temannya itu untuk bertemu dengan Ema malam ini setelah ponsel yang dipesannya jadi dibeli. Maksudnya agar ponsel baru dan Paspor biar Elisa saja yang menyimpan nya. Itu kerena Ema telah dikenali sementara Elisa belum. Saatnya dia kabur biar Elisa yang mengantar paspornya ke Airport, jangan Ema.
Syukurlah ada Maria Lili dan Balita, sehingga perhatian Jacob jadi terpecah tidak melulu padaku dalam hati perempuan itu. Semoga program dengan Mary berhasil membuahkan anak, sehingga Jacob tidak memperdulikan kepergianku dalam hati Rose Diana.
Apa aku bangun saja pura-pura terkejut, hatinya bimbang bagaimana harus bersikap. Sebentar lagi juga Jacob akan segera menyadari siapa ke 5 Balita-balita nakal ini. Hihihi, tawa Rose dalam hati.
"Bangunlah Ross Diana," ujar Maria Lili yang berbaring tak jauh dari perempuan itu. Tepat di samping Lara Dutta yang menempel pada Rose Diana.
Oh no.
Ini pasti karena aku tak mampu menahan gerakan mata saat tertawa, dalam hati Rose Diana segera membuka matanya. Terlihat wajah Jacob yang ditekuk memandang tajam padanya.
__ADS_1
***to be continued.