
"Aku tidak tau apa-apa," ujar Rose Diana.
"Tidak ada yang menyalahkan kamu," jawab Jacob.
Rose Diana memandang Maria Lili. "Ibu Wakil Direktur, aku resign sekarang saja boleh, kan! Tidak perlu menunggu tiga bulan," lanjutnya bertanya.
"Tidak masalah." Jacob yang menjawab sebelum Maria Lili membuka mulutnya. "Kamu bisa melakukan hal-hal yang kamu sukai asal memberitahuku terlebih dahulu."
Kemudian pria itu menoleh ke Alisha. "Nyonya, untuk siang hari ini saya perkenankan cucu anda bersama Rose Diana. Tapi tidak untuk malam hari atau besok dan seterusnya." Lanjut Jacob berkata tegas pada Alisha.
"Tidak mau, uwaaaaaa...." Tiba-tiba ke 5 Balita menangis memeluk Rose Diana, ada yang di kaki, ada yang di pinggang, di leher, sehingga perempuan itu megap dibuat mereka.
"Jadi rupanya kalian juga sudah bangun bayi-bayi nakal," ujar Maria Lili sok akrab menggusar rambut Dutta, mencium kaki kecilnya yang seputih susu.
"Jack..kenapa kamu tidak bisa mengalah pada anak kecil," lanjut wanita itu memarahi Jacob demi mengambil hati ke 5 Balita.
"Disini bukan kamu yang atur," ketus Jacob gak tahan lagi melotot pada Maria Lili.
"Kalau begitu kita tanyakan pada Nyonya rumah ini," balas Maria Lili gak kalah ketus. "Rose Diana! Apa kamu keberatan jika Balita-balita menghabiskan waktu libur mereka di sini?"
A
Rose Diana serba salah. Ke 5 Balita memandang nya dengan tatapan penuh harap.
"Kalau tidak boleh disini kita ke Mansion Nena saja yuk, Kak R." Ajak Baby Moni menarik tangan Rose Diana agar bangun dari baringnya.
"Apa!" Sergah Jacob.
"Disini saja tidak boleh itu artinya dibawa pergi juga tidak boleh. Kalian anak-anak cerdas pasti mengerti bahasa, kan?" Marah pria itu.
"Kita hanya mengerti bersenang-senang. Jadi jangan halangi kesenangan kami!" Ketus Lara Dutta.
Oh no, keluh dalam hati Alisha.
Dari Vidio yang dilihat nya di ponsel Bear, Jacob akhirnya mengetahui siapa ke 5 Balita. Karena itu juga ia tidak mau kelihatan lemah di hadapan bayi-bayi nakal ini. "Aku juga ingin bersenang-senang dengan istriku. Jadi boleh tidak jangan halangi kesenanganku," balas Jacob tak kalah sengit. "Apakah hubungan kalian dengan Rose lebih erat dari hubunganku dengannya?"
A
__ADS_1
Kelima Balita saling pandang. Mengerut kening mulut merat merot. "Bagaimana kalau kita bersenang-senang bersama. Biar adil," usul Baby Choi.
"Apanya yang adil!" Tukas Jacob. "Kalian telah membuat ku tak sadarkan diri semalaman, kan! Ayo ngaku," bentak Jacob tapi tidak membuat ke 5 Balita takut. Karena suara papa Bram lebih kencang kalau sudah kesal dengan tingkah mereka.
"Harusnya kamu berterimakasih karena untuk pertama kali bisa terlelap tanpa mimpi buruk, Jack." Ujar Baby Choi.
Hais, keluh Jacob. Sampai masalah pribadi pun mereka tau. Dari Rose sendiri aku telah berusaha menyembunyikan nya. "Tidak ada bersenang-senang bersama!" Tegas pria itu.
"Ayolah Jack, please. Jangan pelit," mohon Baby Moni.
Tiger, Mawar dan Bear yang mendengar perdebatan merasa geli namun tetap pasang tampang serius.
"Jak jek jak jek, apa kalian pikir kita seumuran?" Marah Jacob pun sebenarnya merasa geli melihat raut wajah serius Balita-balita cute. Tidak kelihatan ada rasa takutnya seperti anak-anak pada pada umumnya terhadap orang asing.
"Bagaimana aku bisa membuat keturunan jika siang malam kalian menguasai istriku," ketus pria itu.
"Jack, jangan alasan!" Tukas Baby Moni cepat berdiri di atas kasur.
Hampir saja Mawar kelepasan tawa. Yang lain pada menahan senyum, tak terkecuali Rose Diana. Bagaimana tidak lucu melihat Pampers yang penuh dengan ompol, membuat bokong kecilnya jadi gemuk.
"Kamu ada Tante M kan, Jack!" Sambung Lara Sevi menunjuk Maria Lili. "Buatlah anak dengannya dulu sementara kami bersama Kak R."
Mendengar itu Maria Lili bersorak dalam hati merasa diuntungkan dalam hal ini. Wanita itu bertambah suka pada ke 5 Balita. Ternyata mereka berada dalam satu kelompok yang sama.
Oh tidak dalam hati Jacob memandang Alisha. "Bagaimana menurut anda, Nyonya?"
"Saya minta maaf Mr. Jacob," ucap Alisha tak berdaya.
Kemudian memandang Balita dengan membuka mata lebar tanda ia menahan marah. "Nena menyerah pada kalian. Sebaiknya Papa Bram dilibatkan dalam hal ini. Lihat bagaimana dia menyelesaikan permasalahan kalian," ujar Nenek ke 5 Balita itu mengeluarkan ponselnya.
"Aaaaaaaa, Nena please." Ke 5 Balita menangis serentak. Air mata bercucuran deras seperti hujan dicurahkan dari langit.
"Nyonya please," tahan Maria Lili. "Kita selesaikan disini secara kekeluargaan demi kemaslahatan bersama. Tidak perlu melibatkan orang Amerika, oke." Lanjutnya tersenyum pada Alisha selembut mungkin. Untuk hari ini ia bersikap seperti ibu bidadari penyayang anak-anak demi keuntungan pribadinya juga, kan.
"Ayolah, Jack. Kamu sebagai pria dewasa, mengalah lah barang sedikit. Dari pada anak-anak berbuat curang membawa kabur Rose Diana, siapa yang dirugikan? Kamu juga kan!"
Heg.
__ADS_1
Rose terhenyak. Bagaimana dia bisa menebak kalau aku mau kabur batinnya
Hah.
Desah Jacob memandang Rose Diana. Dengan adanya Maria Lili yang terus mengganggu bukan tidak mungkin perempuannya ini merasa gak nyaman.
"Anak-anak dilarang menggunakan kemampuan. Jika ingin bertemu Kak R harus dengan cara layaknya manusia normal. Permisi dan ingat waktu. Kalau ada yang melanggar, maka Tante M akan mengijinkan Nena Alisha menghubungi Papa kalian," sambung Maria Lili pada ke 5 Balita. "Bagaimana?"
Ke 5 Balita mengerut kening, saling pandang satu sama lain. Mereka memang sengaja mempersatukan Maria Lili dan Jacob agar Rose Diana bisa pergi dengan damai ke Jepang. Lebih baik Kak R jadi istri paman Dewa batin Lara Dutta. Jadi aku bisa bersama Kak Kiren tanpa perlu rebutan dengan pria dewasa itu. Kalau Sabit mah, kecil. Dia bukanlah saingan berat kata pikiran bocah lelaki kecil itu, yang diamini oleh saudari-saudarinya.
"Baiklah," jawab Baby Choi. "Buat jadwal hitam diatas putih kapan Jack bersama Tante M, kapan bersama Kak R."
"Saat Kak R tidak bersama Jack maka kami akan bersamanya sepanjang waktu itu," lanjut Lara Sevi.
"Tidak ada jadwal-jadwal," ketus Jacob.
"Jack! Please," potong Maria Lili. "Apa kamu belum mengenal ke 5 Balita?"
"Nyonya! Sambungkan saya dengan Presiden Direktur grup WJ, sekarang!" Tegas Jacob gak tahan lagi.
"Tidak boleh!" Teriak Baby Choi.
Wuss!
Seketika ponsel di tangan Alisha terbang ke awang-awang.
"Wow," seru Bear. Namun segera menutup mulutnya saat dipelototi oleh Jacob.
Tiger dan Mawar berdecak kagum. Bayi-bayi ini memang sakti seperti yang dirumorkan. Kemampuan mereka bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat banyak dalam memburu penjahat. Bahkan kelas Kakap sekalipun.
Jacob memandang ke plafon kamarnya, ke ponsel Alisha yang melayang-layang di udara. Dalam hati ia kagum juga. Apakah perlu menggunakan kemampuan Balita dalam mengungkap hilangnya Maura. Atau sekalian mencari keberadaan Maura saat ini.
"Bagaimana Jack?" Senyum Maria Lili memandang sinis Jacob. "Masih keras hati."
Istilah musuh lawanmu adalah temanmu, memang benar-benar terbukti nyata.
***to be continued.
__ADS_1
Note :
Siapa ke 5 Balita bisa diikuti karya othor dengan judul : The Crane dan Lima Bayi Kembar, ya gaess. Thanks, 🙏