Menikahimu Karena Uang

Menikahimu Karena Uang
Bab. 70


__ADS_3

Rose menarik nafas berat sebelum bicara. Ia juga ingin mengambil kesempatan dalam situasi ini. Toh semua orang yang ada di kamar ini mengetahui statusnya sebagai istri sementara. "Jacob, sebaiknya hubungan antara kita diakhiri saja sampai disini," ujarnya.


"Aku tidak mau lagi melanjutkan kontrak. Tolong jangan halangi aku pergi. Aku masih muda, cita-cita ku ingin jadi wanita Mandiri. Bagaimana bisa terlaksana jika ada kamu memudahkan segalanya bagiku," lanjut Rose Diana.


Heg.


Jacob terhenyak. Bahkan Rose Diana ikut menentangnya, meminta putus dengannya di depan orang-orang asing.


"Rose Diana," sergah pria itu. "Kamu tau kan untuk siapa aku membangun klinik khusus di lantai 1?"


"Tinggal test ulang saja, kan! Hanya jika hamil aku harus tinggal sampai bayi lahir sesuai rencanamu. Tapi jika ternyata hasilnya negatif, kamu perlu berjanji di depan semua orang sebagai jaminan. Bahwa kamu akan melepaskan aku pergi," tegas Rose.


"Kalau hanya mau keturunan. Ada Ibu wakil Direktur yang bersedia melakukan nya denganmu. Rahim perempuan sama saja, yang penting anak itu darah dagingmu, kan!" Lanjutnya.


"Yes," seru ke 5 Balita.


Hah.


Jacob tidak percaya dengan apa yang didengar nya. "Hubungan kita bukan kontrak lagi, Rose Diana. Kamu istriku permanen sampai maut memisahkan."


"Itu bagimu tapi tidak bagiku," jawab Rose cepat.


Bagaimana pun ia harus tegas terutama di depan Maria Lili, meski itu bertentangan dengan hati nuraninya. Mumpung didukung oleh ke 5 Balita sakti yang akan menyamarkan hasil USG dan keberadaan Nyonya Alisha sebagai saksi.


Jacob merenung Rose dengan perasaan campur aduk. Antara amarah dan kecewa, ada sayang ada juga benci.


"Jack...kamu tidak bisa memaksa orang tinggal bersama kamu 24 jam nonstop. Sebagaimana tante M tidak bisa memaksa kamu menyukai nya. Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar untuk menunggu. Jadi jangan buang waktu berharga kamu, Oke." Sinis Lara Dutta sok dewasa.


"Lihatlah wanita merana ini sebagai contoh. Sampai hari ini masih mengejar mu," lanjut Balita laki-laki itu memeluk Maria Lili sebagai pelengkap sandiwara. Bukan ia dan saudari-saudarinya tidak tau siapa Maria Lili. Tapi itu bukan urusan mereka. Menumpas penjahat bukan tugas mereka. Balita mah taunya bersenang-senang.


Maria Lili berkaca-kaca balas memeluk Lara Dutta. Tak ingin menangis di depan orang-orang, wanita itu manahan air matanya. Maria Lili terharu biru, rasa sukanya pada Balita ini kini berganti jadi rasa sayang. Untuk pertama kali ia menyukai anak-anak sepanjang usianya 32 tahun.


"Haaaaah."


Jacob menarik nafas berat. Menggusar rambutnya kasar.

__ADS_1


"Tidak perlu menunggu USG. Sekarang juga jika ingin pergi, pergilah!" Marah Jacob ingin melihat reaksi Rose Diana.


Dan benar saja, dari rautnya pria itu melihat kesedihan di wajah Rose Diana. Perempuan itu terlihat menahan air matanya jangan sampai tumpah. Berusaha menyembunyikan rasa cintanya yang telah mendarah daging, padahal Jacob dapat melihatnya dengan jelas.


"Tunggu USG saja, Jack!" Tukas Lara Sevi agar tidak ada tuntutan di masa depan. "Kamu tidak boleh menceraikan Kak R jika terbukti hamil. Begitu menurut buku agama yang pernah ku baca," jelas juru bicara ke 4 saudara-saudarinya itu.


"Siapa yang mau cerai!" Bentak Jacob.


Semua orang dewasa yang ada di ruangan itu terjengkit kaget, tapi tidak dengan ke 5 Balita. Pasang badan seperti mau perang membela Rose Diana agar bis lepas dari Jacob.


"Jika ingin melepaskan harus ikhlas tidak boleh menggantung," sambung Lara Dutta.


"Hubungan yang dilandasi atas dasar kontrak itupun sudah selesai. Jadi jangan dibawa perasaan," lanjut Baby Choi semakin mengompori Jacob agar tersulut emosi dan menceraikan Rose Diana.


"Oh tidak," keluh Jacob. Bagaimana dirinya seorang pria dewasa yang berpendidikan tinggi bisa didikte oleh Balita baru menetas.


"Kamu ingin bercerai?" Tanya pria itu merenung Rose Diana.


Takut-takut Rose Diana mengangguk pelan. "Bercerai lebih baik. Aku tidak mau terikat dengan siapapun untuk saat ini," ujarnya setengah ikhlas.


Meskipun mereka tau isi hati Rose yang sebenarnya sangat mencintai Jacob. Tapi yang penting adalah apa yang keluar dari mulutnya. Seiring waktu cinta bisa pudar jika sudah bertemu Paman Dewa yang selalu menurut pada mereka. Tidak seperti Jacob yang kasar kayak asisten Paman Dewa si Baim itu, cis.


Deg deg deg.


Jantung Maria Lili aja berdebar apalagi Rose Diana. Begitu juga penonton yang budiman. Apakah Jacob akan men-talak Rose sekarang juga.


"In your dream," seringai Jacob.


Hah! Rose membelalak.


Bingung bagaimana manafsirkan perasaannya. Apakah bahagia ataukah kecewa.


Yeah, keluh Balita-balita. "Dasar pria tidak gentleman," geram Lara Dutta.


"Bukan urusanmu," sinis Jacob. Masa melawan Bayi harus seperti melawan orang dewasa, keluh dalam hati pria itu kesal. "Sekarang, keluar semua dari kamarku!" Marah pria itu melotot pada ke 5 Balita.

__ADS_1


"Berani menggunakan kemampuan membawa pergi Rose Diana. Aku laporkan ke Polisi kalian berlima kerena telah menerobos masuk ke ruangan pribadiku," ancam Jacob.


"Cis! Dasar banci," kesal Lara Dutta.


Wuss!


Seketika mereka ber 5 menghilang dari pandangan orang dewasa.


Hah.


Alisha menarik nafas lega. "Sekali lagi maaf, Mr. Jacob. Anda tidak akan mencampur baurkan urusan pribadi dengan bisnis, kan!"


"Jangan khawatir, Nyonya. Saya sangat profesional," jawab Jacob.


"Syukurlah, kalau begitu saya permisi. Mari Nyonya Mary," lanjut Alisha pada Maria Lili.


"Saya juga ikut anda keluar," jawab Ibu Wakil Direktur itu sembari bangun dari tempat tidur.


"Jika ingin lepas dari JSP, lakukan program segera. Aku akan menginap disini sampai kamu setuju dan anak kita dilahirkan dengan selamat," katanya saat melewati Jacob.


"Pak, bagaimana jika kita bekerja sama dengan ke 5 Balita dalam mengungkap hilangnya Maura?" Tanya Tiger setelah Alisha dan Maria Lili menghilang di balik pintu yang telah ditutup oleh Mawar.


"Itu juga yang aku pikirkan. Kalian pergilah lakukan tugas yang lain," titah Jacob.


"Baiklah Pak. Silahkan anda bersiap," jawab Tiger. Segera memberi kode pada Mawar dan Bear agar keluar dari ruangan.


*


Akhirnya di dalam kamar tinggal berdua Jacob dan Rose Diana. Pria itu menatap perempuannya lekat-lekat. Apa yang harus ku perbuat untuk menghajar perempuan pembohong ini dalam hatinya. Jelas-jelas hatinya gak rela berani-beraninya minta cerai.


"Jacob, lakukan program dengan Ibu Wakil Direktur jika ternyata setelah USG aku dinyatakan tidak hamil. Jika terbukti hamil, kamu tidak boleh meneruskan program dengan Maria Lili. Aku tidak mau jadi orang ketiga dalam waktu yang lama sebagai duri dalam daging bagi istri pertama kamu," ujar Rose Diana.


Hm, Jacob menarik nafas berat melangkah ke kasur menghampiri Rose Diana.


Deg deg deg. Tak ayal jantung Rose berdegup kencang.

__ADS_1


***to be continued.


__ADS_2