
Hari ini andre berkunjung ke kediaman keluarga Anna berniat untuk mengajak calon istrinya itu keluar untuk melakukan fitting baju pengantin .
"Selamat siang tante Anna nya ada ? " ucap Andre sembari mengecup tangan calon mertuanya .
" eh..Andre...coba kamu langsung cari saja dikamar atas , sepertinya dia sudah selesai siap - siap " ucap Dita yang kini terlihat sedang merawat tanaman bunga di pekarangannya .
" Baik tante , andre tiinggal dulu "
" Oh ya..kamarnya Anna yang berpintu pink ya " teriak Dita dari kejauhan , yang diangguki oleh Andre .
Belum sempat Andre mengetuk pintu , kamar Anna tiba - tiba saja terbuka dan sepasang tangan telah menariknya paksa hingga membuat dirinya langsung masuk ke dalam kamar milik gadis itu .
" Apa yang sebenarnya kau lakukan ? " geram Anna sambil mencengkeram kerah kemeja milik Andre .
" Apa maksudmu " ucap Andre mencoba melepas cengkeraman Anna dari kemejanya .
" Kau masih bertanya ' hah' ? Kenapa kau mengatakan jika aku sedang hamil anakmu ? " Jawab Anna yang kini memang sedang dalam keadaan bertekanan darah tinggi . Setiap perkataan gadis itu bagaikan sebuah semburan naga yang setiap saat mengeluarkan api yang membara .
" Bukankah kau sudah berkata akan membantuku " ujar Andre tenang .
" Memang iya aku mau membantumu , tapi tidak dengan pura - pura hamil juga " Suara Anna sudah naik menjadi satu oktaf . Untung saja kamar miliknya kedap suara , jadi tidak akan mungkin terdengar keluar seberapa keras suara yang dikeluarkan oleh mereka .
" Kalau begitu kita tidak usah pura - pura lagi , bereskan " ucap andre masih santai tanpa beban .
" Benarkah " Mata Anna tiba - tiba berbinar .
" Hmmm " ucap Andre sambil duduk diatas kasur milik Anna , pria itu tampak lelah bicara sambil berdiri .
" Kapan kau akan bicara jujur pada ayahku ?"
__ADS_1
" Maksudmu bicara jujur apa ? " tanya Andre dengan mengernyitkan kedua alis miliknya .
" Bukankah kau bilang tadi padaku untuk tidak perlu berpura - pura lagi " jawab Anna mulai mendekat ke arah andre berada .
" Oh...maksudku untuk tidak berpura - pura lagi adalah tentang kehamilanmu " ucap Andre mengingat - ingat tentang perkataannya tadi .
" Maksudmu ? " tanya Anna dalam mode kebingungan
" Maksudku kau tidak usah berpura - pura hamil lagi , bagaimana kalau aku buat kau hamil sungguhan bukankah itu hal yang bagus untuk kedua keluarga kita . Lagian kedua orang tua kita juga sangat menginginkan cucu agar bisa menemani masa - masa tua mereka . Bagaimana ? Ide ku bagus bukan " Ucap Andre percaya diri . Sehingga membuat Anna menjadi ternganga mendengar jawaban dari teman gilanya tersebut . Entah dimana ditinggalkannya otak milik pria itu , sehingga setiap bicara selalu tidak memakai pikiran dalam menyaringnya .
" Hmm...bagus juga idemu " ucap Anna yang makin mendekat ke arah Andre berada .
" Benarkan , aku memang pintar sejak dari dulu sehingga aku bisa mendapatkan gelar dokter dalam umurku yang terbilang masih sangat muda " Andre mulai membanggakan dirinya , tanpa tahu yang sebenarnya terjadi pada gadis yang sedang mendekat ke arahnya .
greb
" Kau bilang bikin anak bukan , ayo kita buat anak sekarang " ucap Anna terlihat menyeringai bagaikan iblis wanita sehingga membuat Andre bergidik ngeri dibuatnya , walaupun Anna terlihat feminim namun kekuatan gadis itu sungguh tidak bisa diremehkan . Dulu gadis cantik itu merupakan pemenang kejuaraan tekwondo tingkat international di sekolahnya maka dari itu tidak ada yang berani membuly ataupun mencari masalah pada Anna jika tidak ingin masuk rumah sakit tentunya .
" Akh...sa..sakit..sakitt...sakitt " ucap Andre berusaha meronta , karena tangan anna kini sudah beralih memelintir kedua lengan Andre sehingga pria itu tidur tengkurap dengan Anna yang duduk di atas punggung Andre .
" Bukankah kau mengajakku untuk membuat Anak , ayo kita lakukan sekarang calon suami tampanku " ucap Anna makin mengeratkan pelintiran pada tangan Andre sehingga membuat pria itu semakin mengerang kesakitan . Andai saja dulu pria itu tidak bolos dalam setiap mata pembelajaran bela diri mungkin saja saat ini pria itu bisa mengalahkan Anna . Pria itu memang kurang suka dalam hal berkelahi , dirinya lebih suka belajar tentang sains dan juga biologi . Sehingga membuat Andre bisa menjadi dokter muda seperti sekarang . Pria itu merupakan seorang pemuda jenius sehingga cepat dalam hal menangkap pembelajaran yang diberikan pada dirinya , hanya saja kekurangan dari pria itu hanyalah satu . Dirinya memang tidak bisa berkelahi dan tidak suka berkelahi . Itulah kelemahan seorang Andre .
" Anna apa yang kau lakukan " ucap Andre ketika melihat Anna akan membuka celana milik pria itu .
" Kau bertanya apa yang akan aku lakukan ? Bukankah kita akan membuat anak , Ca-lon su- a-mi-ku " ucap anna menekankan kata calon suamiku di akhir kalimatnya .
" Please Anna aku hanya bercanda " teriak Andre yang masih meronta , mencoba melepaskan diri dari Anna . Entah terbuat dari apa cengkeraman tangan gadis itu sehingga sangat sulit dilepas oleh Andre , atau mungkin lelaki itu yang terlalu lemah melepaskan cengkeraman Anna .
Karena saking asyiknya bergulat di atas tempat tidur sehingga mereka berdua tidak menyadari bahwa Dita dari tadi mengetuk kamar milik gadis itu .
__ADS_1
" Ada apa sih ma " tanya Hendra kepada Dita yang tak sengaja berpapasan di depan kamar putrinya .
" Ini pah...mama mau kasi minum ke nak Andre "
" Masuk saja ma , kan biasanya tidak pernah dikunci pintunya sama Anna "
" Iya juga ya pa...mama lupa " ucap Dita sambil nyengir kuda.
Cklek
" Nak andr....Astaga apa yang kalian berdua lakukan ? " Teriak Dita yang saat ini terlihat sangat syok melihat kelakuan anak sambungnya dan juga calon menantunya .
" Mama ...papa " ucap Anna terkejut yang membuat dirinya seketika menghentikan aksinya dalam membuka celana Andre . Yang sebenarnya terjadi adalah dirinya hanya ingin berpura - pura melepaskannya agar pria itu tidak lagi berani semena - mena menggoda dirinya lagi . Namun naas , yang terjadi malah hal yang tak terduga . Ayah dan ibunya tiba - tiba saja menerobos masuk ke dalam kamar pribadi miliknya . sehingga membuat orang tua anna tanpa sengaja melihat kelakuan Anna yang menyebabkan kedua orang tersebut menjadi berpikir negatif kepada dirinya , itu disebabkan karena posisi Anna yang tidak menguntungkan . Posisi wanita itu seperti ingin melakukan sebuah pelecehan seksual kepada pria yang kini berada di bawah tubuhnya . Siapa lagi pria itu kalau bukan Andre sang calon suami dari Anna .
" EHem....papa dan mama tunggu kamu di bawah " ucap Hendra yang tak kalah terkejut dengan sang istri namun pria itu lebih bisa mengontrol dirinya sehingga masih bisa terlihat biasa - biasa saja di depan Anna .
" Pa ..ma ..ini tidak seperti yang kalian bayangkan " teriak Anna yang kini sudah terlihat terburu - buru turun dari ranjang untuk mengejar orang tuanya , namun sayang mereka bedua sudah cepat menghilang di balik pintu . Sehingga membuat Anna langsung merosot dan duduk di lantai kamar miliknya .
" Ayo ... Kita harus cepat turun menemui orang tuamu , jika tidak ingin dianggap sedang berbuat mesum oleh mereka " ucap Andre dengan senyum jenakanya , sungguh pria itu memang tidak jera dalam hal menggoda sang calon istri .
" Dasar kau " ucap Anna kesal dan menatap nyalang ke arah Andre . Sungguh demi sempaknya kolor ijo , kenapa dirinya harus berurusan dengan pria gila seperti temannya itu . Rasanya ingin sekali Anna menendang bokong pria itu saat ini juga hingga membuatnya terjungkal dan tersalto bila perlu gulang guling dan keluar dari dalam rumah miliknya .
Sedangkan diruang tamu Dita dan Hendra sedang begitu malu dengan kelakuan putri mereka , ketika tanpa sengaja melihat perbuatan absurd anaknya itu . Mereka berdua beranggapan jika kejadian Anna yang hamil bukanlah kesalahan Andre melainkan karena anak mereka yang terlalu agresif terhadap pria itu .
" Ma ...sepertinya papa akan memajukan acara pernikahan mereka berdua " ucap Hendra memijat pelipisnya yang tiba - tiba terasa pusing .
" Iya pa.....mama setuju " balas Dita yang tak kalah pusing dengan suaminya .
Bersambung
__ADS_1