Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
kegilaan Dion


__ADS_3

Jenny melirik pria yang kini sedang ada disampingnya dalam keadaan menyetirkan mobil sport mewahnya .


Canggung


Itulah gambaran situasi suasana dalam mobil yang di masuki oleh mereka berdua .


Setelah kejadian yang mereka alami , lebih tepatnya Jenny alami . Membuat situasi yang awalnya sudah tidak enak kini malah berubah menjadi akward seketika .


Jenny tampak diam membisu , dengan sesekali melirik pria yang semenit yang lalu telah membuat wajah dan seluruh tubuhnya memanas .


Gadis itu tampak menggeleng - gelengkan kepalanya untuk mengusir ingatan yang sangat menurutnya memalukan itu di dalam pikirannya .


Bukannya menghilang , ingatan itu malah menjadi semakin jelas berputar di dalam kepala kecil milik gadis itu . Sehingga membuat Jenny menjadi frustasi seketika .


*****


Beberapa menit yang lalu di Butik tempat Jenny melakukan fitting gaun pengantin .


" Kak Dion a- apa yang kakak lakukan ?" tanya Jenny dengan suara terbata .


Gadis itu begitu gugup karena saat ini tiba - tiba saja dia melihat calon suaminya sedang melakukan tindakan yang begitu intim terhadap dirinya .


" Diamlah " bisik Dion tepat di samping telinga Jenny .


Pria itu tampak sedang asyik dengan aktivitasnya yang menciumi seluruh punggung milik calon istrinya itu .


" Kakak...ah..." lenguh Jenny tanpa sadar . Tubuhnya terasa seperti terkena sebuah sengatan listrik tegangan rendah karena perlakuan Dion padanya .


Dion masih tetap menelurusi seluruh bahu hingga punggung putih nan mulus milik Jenny .


Sepertinya pria muda itu sudah tak bisa lagi menjernihkan pikirannya karena sudah dirasuki oleh gelora hasrat muda yang sedari tadi coba ditahannya .


Dion membalikkan tubuh mungil milik Jenny , dan tanpa aba - aba pria itu langsung saja ******* bibir jenny yang sedari tadi tampak begitu menggoda untuk segera di telusuri .


Jenny yang juga sama sedang tenggelam dalam kabut gairah miliknya , hanya mengikuti pergerakan dari Dion .


Dia tampak begitu menikmati pergerakan pria itu yang kini sudah mulai nackal menggenggam dan meremas dua gundukan sintal yang menggantung di depan dada milik Jenny .


Sehingga dengan refleks dirinya meremas kasar rambut hitam kebiruan milik Dion .


Suara decapan karena ciuman mereka yang tampak bergelora memenuhi ruangan ganti tersebut .

__ADS_1


Namun ketika Dion ingin lanjut ke tahap selanjutnya , tiba - tiba saja gerakannya terhenti karena mendengar sebuah suara yang seakan menyadarkan mereka berdua untuk kembali mengingatkan dimana tempat mereka berada saat ini .


" Nona Jenny , apa anda di dalam ? "


Jenny yang sudah kembali ke alam sadarnya langsung saja berubah panik , dirinya kini sungguh takut ketahuan jika dirinya telah berbuat mesum di dalam ruang ganti milik butik tersebut .


Mau di taruh dimana mukanya , jika tersebar kabar absurd seperti itu mengenai dirinya .


Ya....walaupun ia berbuat mesum dengan calon suaminya sendiri . Akan tetapi tetap saja itu hal yang salah karena mereka berdua telah berani memakai tempat umum untuk menyalurkan hasrat muda mereka .


" Tenanglah " bisik Dion tepat di telinga Jenny .


" Ya...aku di dalam " teriak Jenny sembari mengatur kegugupan serta ketegangan di dalam dirinya .


" Apa anda butuh bantuan dalam membuka gaun tersebut Nona ? " tanya penjaga butik .


" Tidak , terima kasih . Saya sudah bisa membukanya sendiri " jawab Jenny dengan sedikit berteriak agar mudah didengar oleh sang pemilik butik tersebut .


" Baiklah kalau begitu nona , saya tunggu di depan ya "


" Iya , silahkan "


Dengan wajah dingin dan arrogantnya , pria itu berjalan santai ke arah sofa yang semula telah ia duduki , seolah - olah jika sesaat yang lalu tidak terjadi apa - apa pada dirinya .


Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Dion sangatlah malu setengah mati saat ini , ingin sekali rasanya ia memukul wajahnya sendiri sembari membenturkan kepalanya yang sejenak telah konslet karena dengan beraninya dia telah menyentuh serta mencumbui adik dari musuh bebuyutannya .


Mau ditaruh dimana mukanya saat ini di depan calon sang istri . Sungguh Dion tak habis pikir , bagaimana bisa dirinya melakukan hal vulgar seperti itu terhadap anak kecil seperti jenny .


Bahkan gadis itu bukanlah merupakan selera seorang Dion .


Padahal di luaran sana banyak sekali gadis cantik serta bertubuh seksi melebihi dari yang jenny miliki berusaha bersusah payah menggoda dirinya .


Namun sayang , semua itu di tolak oleh Dion karena memang badan beserta benda pusaka nya tidak terlalu bereaksi terhadap para perempuan tersebut .


Namun apa ini sekarang .


Bagaimana tubuh seperti anak kecil tersebut bisa membangkitkan gairah seorang Dion , yang notabene sangat susah untuk dibangkitkan .


Apa dia sudah gila . Sepertinya nanti Dion harus segera pergi memeriksakan tubuhnya kedokter agar bisa langsung ditangani , siapa tahu di dalam tubuh pria itu terdapat penyakit yang menyebabkan dirinya berubah menjadi gila dan seliar itu terhadap seorang wanita .


******

__ADS_1


" Kita akan pergi kemana sekarang ? " Tanya jenny berusaha menghilangkan kecanggungan dan kesunyian di dalam mobil yang ia tumpangi saat ini .


" Kita ke hotel " ucap Dion santai yang tanpa sadar jawabannya telah membuat jenny melotot ke arahnya karena pikirannya yang sudah travelling kemana - mana .


Dion yang merasakan tatapan Jenny pun langsung meluruskan ucapan yang membuat Jenny salah paham tersebut .


" Ehem...maksudku ke hotel tempat kita akan melangsungkan acara pernikahan . Kita diminta mama untuk mensurvei tempat tersebut , siapa tahu ada hal yang tidak kau suka disana sehingga kita bisa dengan segera mengubahnya " jelas Dion mencoba meluruskan kesalahpahaman yang saat ini dipikirkan oleh gadis yang duduk disampingnya tersebut .


Jenny terlihat bernafas lega mendengar ucapan dari pria yang akan menjadi suaminya itu . Sungguh walaupun dirinya sudah lama melakukam hubungan pacaran dengan mantan pacarnya terdahulu , namun Jenny belum pernah sekalipun melakukan hal di luar batas kewajaran sebagai mana mestinya orang berpacaran .


Baru Dion lah pria pertama yang berani dan kurang ajarnya melakukan hubungan yang terlewat intim dengan dirinya . Sehingga membuat Jenny begitu merasa kikuk dan sedikit takut di buatnya , ya walau sejujurnya dia juga tampak ikut menikmatinya . Namun tetap saja rasa takut dan perasaan merasa bersalah lah yang lebih mendominasi dirinya dari pada rasa nikmat yang sesaat dia rasakan .


" Tapi kalau kau ingin melakukan hal yang lain denganku di hotel juga tidak masalah , aku akan dengan senang hati menemanimu " goda Dion dengan sebuah senyum smirk nya . Sehingga membuat Jenny langsung berubah menjadi melotot kembali ke arahnya .


Ingin sekali rasanya jenny menimpuk wajah pria tampan itu dengan sepatu kates miliknya saat ini juga .


" Dasar play boy kagak laku " gumam Jenny kecil namun masih di dengar oleh Dion .


" Kau bilang apa tadi ? "


" Tidak apa - apa " elak Jenny yang kini lebih memilih menatap jalanan dari pada wajah menjengkelkan Dion .


" Kau menyebutkan bahwa aku playboy tidak laku " ucap Dion kesal .


" Iya ..lalu kenapa ? Memang kakak tidak laku , buktinya kakak tidak pernah punya pacar dari dulu sampai sekarang " tatap Jenny meremehkan ke arah Dion .


Dan itu adalah fakta yang harus di terima Dion . Karena dulu saking fokusnya mengejar Nana jadi dirinya tak ada hasrat lagi dengan wanita lain . Apalagi mengajak mereka pacaran , sungguh itu merupakan suatu hal yang mustahil bagi Dion .


Oleh sebab itu , Dion pernah dikenai rumor sebagai penyuka sesama jenis di luaran sana .


" Apa mungkin kabar itu benar , bahwa kakak adalah seorang gay? " tanya jenny tanpa memfilter ucapannya .


" Kalau begitu mari kita buktikan saja , apa kabar itu benar atau tidak " ucap Dion dengan senyuman iblisnya .


" Apa yang kakak ingin lakukan ?" tanya Jenny panik .


" Tentu saja membuktikan kabar berita itu , dengan kau jadi bahan percobaannya "


" Tidak ...kakak jangan gila ...hmmppp..."


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2