
Didalam sebuah ruangan terlihat Leo sedang duduk tak sadarkan diri dengan tangan terikat .
" Byurrrrrrrr " pria berpakaian hitam menyiramkan seember air ke tubuh Leo .
" Akhh...uhukk..uhuukk ...hah..hahh" Leo tiba - tiba tersadar dengan nafas yang sedikit tersengal karena guyuran air yang diterimanya .
Leo terlihat sedang memejamkan mata sambil menggelengkan kepalanya sejenak untuk menetralkan penglihatannya yang terasa kabur akibat pingsan .
" Dimana aku ? " batinnya .
Leo menatap ke sekeliling ruangan tempatnya kini berada .
" Tuan ..pria itu sudah sadar " ucap pria berpakaian hitam tadi yang telah menyiram Leo .
" Siapa kalian .... kenapa kalian mengikatku ? " teriak Leo kesal .
" Berani sekali kau berteriak seperti itu terhadapku Hah..." Alexander mencengkeram kuat rahang Leo dan menghempaskannya .
" Katakan .... Bagian mana yang harus ku potong terlebih dahulu , tangan atau kaki " ucap Alex sambil memegang sebuah pisau ditangannya .
" Aa...aapa yang kau katakan . Jangan bercanda , Kau tak akan serius melakukannya kan " Leo terbata karena sedikit takut dengan tingkah pria gila di hadapannya kini .
" Bercanda...??? Hahahaha.....apa perlu aku potong keperkasaanmu sebagai sebuah pembuktian " alex terlihat menyeringai dan berjalan semakin dekat ke arahnya sehingga membuat Leo menjadi semakin ketakutan .
" Tidak ....hentikan.....kau salah paham .....aaakkkkhhhhhh " teriak Leo meronta - ronta , ia berharap ikatan pada kaki dan tangannya bisa cepat terlepas .
..." Dasar tali sialan " Umpat Leo dalam hati ....
...----------------...
Sementara di tempat lain . Tepatnya di sebuah kamar , Nathan terlihat sedang terengah sembari masih memacukan tubuhnya dengan kencang .
" ahhh..ahhhh...ahhh....aakkhhhh " lenguh Nathan dan Nana hampir bersamaan setelah sampai pada puncak kenikmatan .
" Sayang ...bisakah kau turun dari atas tubuhku...aku merasa sesak " ucap Nana yang saat ini masih berada di bawah tubuh Nathan .
" Tunggu sebentar sayang , aku masih belum selesai " Nathan terlihat menyeringai sambil menggerakkan kembali tubuhnya .
" ahhh...belum selesai...ma..maksudmu apa ? " Nana mencoba menahan suara laknat yang ingin keluar dari dalam mulutnya akibat gerakan yang dilakukan oleh Nathan .
" Kau jangan lupa sayang ....Kau sudah berjanji untuk mengikuti semua keinginanku hari ini " bisik Nathan sensual tepat di telinga Nana .
Sungguh suara yang sangat sexy . tunggu ini bukan waktunya untuk mengagumi suaranya pikir Nana .
Dirinya sungguh merasa sangat kewalahan menghadapi Nathan .
" Haaahhh..janji sialan..saat ini aku jadi merasa sedikit menyesal telah membuat janji seperti itu dengan beruang kutub mesum ini " umpat Nana dalam hati sambil mengingat janji yang telah ia sepakati dengan suaminya itu .
__ADS_1
Flashback On
Didalam kamar , Nana terlihat sedang berusaha membujuk suaminya agar mau memakai kostum spiderman untuk kejutan Nino yang rencana akan di lakukannya nanti malam .
" Tidak...aku tidak akan pernah memakai baju seperti itu " Nathan melirik ke arah baju yang dibawa oleh Nana . Sebuah pakaian berwarna merah dengan garis garis hitam di dadanya dan jangan lupa dengan topengnya . Yang kata istrinya , itu harus digunakan juga karena merupakan satu set dari pakaian tersebut . Demi ****** keledai , ia takkan sudi memakai pakaian aneh itu . Nathan benar - benar heran , sebenarnya darimana istrinya itu mendapat ide gila seperti ini .
" Ayolah sayang...ini untuk kejutan Nino " rengek Nana berusaha membujuk pria di hadapannya .
" Sekali tidak tetap tidak " tolak Nathan .
" Jadi kau tetap tidak mau " mata Nana menajam ke arah Nathan .
" Tidak "
" Ok . Baiklah . Mulai hari ini kita tidur terpisah " ucap Nana kesal .
" Kenapa kau berkata seperti itu " Nathan tak terima .
" Tentu saja karena kau itu menyebalkan " ketus Nana dalam mode ngambek .
" Akhh...baiklah ....tapi dengan satu syarat " ucap Nathan terpaksa .
" Benarkah sayang " mata Nana tiba - tiba saja berubah menjadi berbinar .
" Hemmm...tapi kau harus berjanji mau melakukan persyaratan denganku " ucap Nathan dengan pikiran liciknya .
Setelah acara kejutan untuk Nino usai dilaksanakan , Nana pun kembali kedalam kamarnya . Ketika ia hendak memejamkan mata untuk tidur , tiba tiba saja ada sebuah suara membangunkannya kembali .
" Sayang apa kau lupa dengan janjimu " ucap Nathan memeluk Nana dari belakang .
" Janji ? " dahi Nana mengkerut berusaha mengingat .
" Aku meminta janji itu sekarang " bisik Nathan mulai menggerakkan tangannya menyentuh setiap inci lekukan tubuh Nana tanpa satu pun yang terlewatkan.
" Astaga mati aku " umpat Nana dengan mata yang terbuka lebar , seakan tahu apa yang akan dilakukan suaminya itu selanjutnya .
Flashback off .
" Kau sudah berjanji sayang " Nathan terus saja bergerak mencumbui Nana .
" ah..tapi kau sudah melakukannya sampai empat kali , apa kau tidak lelah " ujar Nana sambil menahan hentakan yang dilakukan Nathan .
" Bersamamu aku takkan pernah lelah sayang " Nathan mengubah posisinya menjadi menyamping .
" Akh.... Baiklah ....tapi hanya satu kali lagi , dan jangan terlalu keras " lenguh Nana yang sudah di hujam kembali .
" Hmm....aku akan melakukannya dengan perlahan " ucap Nathan sembari melakukan penyatuannya kembali .
__ADS_1
Sesuai perjanjian . Nathan pun melakukannya dengan cara perlahan dan lembut , sehingga membuat Nana menjadi lebih nyaman dan relaks dalam melakukan penyatuan kembali .
...****************...
Alex saat ini sedang berjalan mendekat menuju kearah tempat Leo terikat . Ia terlihat menggenggam sebuah pisau ditangannya , yang Leo yakini bahwa pisau itu bukanlah sebuah pisau mainan .
" Tali sialan . lepaslah.....!!! " batin Leo berteriak , ia masih berusaha menggerakkan tangan dan kakinya berharap tali yang mengikatnya akan segera longgar dan mudah terlepas .
BRAAAKKKKKK.....!!!!!
Pintu tiba tiba saja terbuka
" Apa yang kalian lakukan " teriak seorang wanita membanting pintu dengan jalan yang tampak tergesa - gesa .
Persekian detik tanpa sengaja mata wanita itu bersitatap dengan mata hazel milik Leo . Lalu beralih menghampiri pria gila yang ada di hadapannya .
Leo sempat mengerutkan dahinya dan berpikir sejenak , karena wajah dan suara gadis itu begitu familiar dimata dan telinganya .
" Apa yang kakak lakukan ? " tanya Alea ke arah pria yang dipanggil Leo dengan sebutan pria gila .
" Kau sudah sadar Alea " bukannya menjawab, Alex malah tersenyum sambil membelai kedua pipi adiknya dengan kasih sayang .
" Aku tanya , apa yang kakak lakukan padanya " bentak Alea sambil menunjuk ke arah Leo .
Leo paham sekarang , dua orang dihadapannya ini adalah sepasang saudara gila rupanya .
" Aku..... " Ucapan Alex terjeda karena teriakan Leo .
" Hey..Cepat tolong aku ...katakan pada pria gila ini untuk melepaskanku " teriak Leo kesal .
" Apa ..!!!...Siapa yang kau sebut gila hah...!!! Alex merasa tak terima dan bersiap ingin menghajar Leo kembali .
" STOP !!!! Cepat lepaskan dia , aku sungguh bisa gila melihat kelakuan kakak " ujar Alea berlalu pergi meninggalkan ruangan .
" Shittt.....Awas kau " Alex menatap tajam ke arah Leo dan berlalu pergi mengikuti langkah adiknya .
Sesuai perintah Alea , Para pengawal disana pun terlihat segera melepaskan ikatan Leo . Sungguh membuat Leo bisa bernapas lega sejenak . Ia tak bisa membayangkan apabila gadis yang bernama Alea itu datang terlambat untuk menyelamatkannya , mungkin saja saat ini tangan , kaki atau mungkin lebih parahnya lagi keperkasaannya itu sudah menghilang pada tempatnya karena sudah di potong oleh pria gila yang ternyata adalah kakak dari si gadis kuntilanak . Benar - benar hari yang gila . Ia tak pernah menyangka akan mengalami hari buruk seperti ini . Niat hati ingin healing menenangkan diri , malah berakhir dengan bertemu orang gila tak tahu diri .
" Sialan " umpat Leo
**BERSAMBUNG
Jangan lupa tinggalkan
Like
Koment untuk mendukung karya author** ........
__ADS_1