
Setelah beberapa saat membersihkan diri , Nana pun berjalan menuju ranjang hendak melanjutkan tidurnya.
Nana memandang keseluruh area kamarnya dan tidak mendapati ke beradaan nathan.
" Pergi kemana si Es batu itu ? " ucap nana sambil celingak celinguk kekiri dan kekanan.
" 'Hah, syukurlah kalo dia tidak ada , jadi aku terbebas dari amukannya "
nana melangkah mendekati ranjang kemudian merebahkan tubuhnya.
Nana tidur menatap langit kamarnya sambil cekikikan sendiri membayangkan wajah nathan yang telah ia corat coret tadi di dalam mobil.
" Tampan tampan kok tidurnya kayak kebo sih , sampai aku corat coret seperti itu kagak bangun bangun juga " ucap nana sambil gulang guling diatas ranjang dengan tertawa terbahak bahak.
" 'Ehemm, apa kau sudah selesai tertawa "
Gelak tawa Nana seketika berhenti tatkala mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.
" A - aku tidak tertawa , aku hanya batuk . ternggorokkanku tiba tiba kering " ucap nana berbohong lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan pura pura akan tidur.
" Iss...mati aku , kenapa dia tiba tiba muncul seperti itu sih. Sudah kayak jelangkung saja , datang tak diundang pulang tak diantar "
" tapi tunggu...apa dia tadi mendengar perkataanku ? sepertinya sih tidak... sudah lah mending pura pura tidur saja " ucap nana bermonolog sendiri dalam pikirannya.
__ADS_1
" 'Hey, apakah tidak ada yang ingin kau katakan padaku " ucap nathan sambil menendang nendang kaki nana yang terlihat tak tertutupi oleh selimut .
Nana hanya diam tak menjawab perkataan nathan. Ia lebih memilih untuk pura pura tidur daripada mendapat omelan dari suami kontraknya itu.
" 'Baiklah, jadi kau ingin bermain main denganku bukan " nathan memasukkan tubuhnya kedalam selimut yang dikenakan nana.
" Apa yang akan dilakukan oleh pria gila ini " batin nana yang masih memejamkan mata meneruskan sandiwaranya.
Setelah memasuki selimut , nathan kemudian memeluk tubuh nana dari belakang.
" Apa benar kau sudah tidur baby ? " bisik nathan di telinga nana yang membuat tubuh nana sedikit meremang.
" Benar benar gila , apa yang dilakukan oleh tangan sialan itu "
" 'Hey jantung, berhentilah kau berdebar debar seperti itu . Kau ingin berkhianat dariku 'hah, ? " ucap nana dalam hati yang saat ini sedang berperang dengan dirinya sendiri.
Setelah berbisik , Nathan hendak mencium tengkuk milik nana namun tak terjadi karena nana sudah keburu bangkit dari selimut.
" Maafkan aku tuan , aku benar benar minta maaf . Aku janji tak akan mengulanginya lagi " ucap nana sambil mencakupkan kedua tangan didepan keningnya.
Nathan hanya tersenyum melihat tingkah nana yang seperti seekor marmut yang sedang meminta maaf.
" Tentu saja aku akan memaafkanmu , tapi dengan satu syarat " nathan mengeluarkan sebuah senyuman yang bagaikan senyuman iblis di mata nana.
__ADS_1
Mata nana terbelalak ketika melihat pria di hadapannya tengah membuka baju.
" A-apa yang sedang kau lakukan " tanya nana dengan gugup.
" Tentu saja memberikanmu hukuman "
" Aku tidak mau hukuman seperti itu " ucap nana yang sudah berpikiran kemana mana.
" Kau tidak punya pilihan baby "
Sedikit demi sedikit nana memundurkan tubuhnya sampai menempel di kepala ranjang.
" Apa pria ini sudah gila ? kenapa dia jadi semesum ini " umpat nana dalam hati.
Jantung nana semakin berdegup kencang ketika melihat nathan sudah berada di dekatnya.
Dengan spontan ia menutup kedua matanya dengan tangan menyilang menutupi dada.
" Apa aku akan melakukan dengannya lagi ? "
" ' Tidak , itu tidak boleh terjadi . Walau dia suamiku , tapi dia tak mencintaiku dan pernikahan ini akan segera berakhir bukan. aku harus mencari cara untuk kabur " ucap nana dalam hati.
Namun ketika ia membuka mata dan hendak kabur , hal tak terduga pun terjadi.
__ADS_1
Bersambung