
Nathan terlihat sedang mengerjakan beberapa dokumen penting yang menumpuk di atas mejanya . Bukan hanya beberapa tumpuk , namun sudah bertumpuk tumpuk bagaikan membentuk sebuah gunung . Yang membuat Nathan menjadi kesal setengah mati dibuatnya .
Kepergiannya berlibur dengan Nana mengakibatkan perkerjaannya menjadi sedikit terbengkalai , ditambah lagi ketika ia terkena sindrom sympatik karena kehamilan istrinya . Hmmm ..sungguh sangat melelahkan pikirnya .
Memang pekerjaannya sudah diambil alih sebelumnya oleh Erik dan ferdinand sang ayah , namun masih ada saja beberapa hal penting yang membutuhkan dirinya untuk bertindak secara langsung mengingat posisi dirinya adalah seorang pemimpin perusahaan.
Untung saja pusing dikepalanya sudah agak berkurang , jadi dirinya bisa sedikit tenang dalam bekerja .
" Braaaakkkkkkk "
Pintu ruangan nathan tiba - tiba saja terbuka , yang mana membuat atensi Nathan menjadi teralihkan .
Terlihat Mommy angel yang sedang melangkah masuk dengan santainya sambil menggenggam sebuah rantang di tangannya . Apa yang dilakukan ibunya itu di sini ? pikir Nathan
Kening Nathan sedikit berkerut dibuatnya , karena ini pertama kali bagi mommynya untuk datang ke dalam perusahaanya semenjak dirinya telah menikah .
" Sayang ini makan siangmu " ucap Angel sambil duduk disebuah sofa dan meletakkan rantang yang dia bawa di atas meja .
Nathan masih diam tak bergeming , dirinya heran dengan kejadian didepanya . Kenapa mommynya yang membawa bekal makanan untuknya , dimana istrinya ? seperti itulah pikiran Nathan
" Istrimu sedang pergi menemani Nino sekolah , dan ia dilarang oleh anakmu untuk menemuimu karena kau sudah berani menculik Nana kemarin " ucap Mommy angel yang seperti cenayang seolah bisa membaca semua pertanyaan ada didalam pikiran Nathan .
"" Hufftt """ Nathan terdengar menghela Nafas dengan berat . Ini akan menjadi pertanda jika dirinya nanti malam akan tidur sendirian dikamar dengan tak ditemani oleh Nana . Sepertinya Nathan harus membuat rencana lainnya agar bisa melepaskan Nana dari jeratan si kecil Nino . Dirinya takkan pernah membiarkan istrinya itu untuk dikuasai oleh putranya seorang diri .
Sedangkan ditempat lain Nino juga memikirkan hal yang sama dengan apa yang dipikirkan oleh Nathan , dirinya juga tidak akan pernah membiarkan Nananya untuk dikuasai oleh sang ayah . Dan sepertinya peperangan antara ayah dan anak akan segera dimulai .
" hachuiiiiiiiii......ada apa ya ? kenapa bulu kudukku tiba tiba merinding begini " Nana memegang tengkuknya yang tiba tiba saja terasa menjadi dingin , ia melihat ke arah sekitarnya dan langsung berlari terbirit birit karena takut , Nana berpikir tempat dirinya duduk untuk menunggu Nino ada penghuninya .
****************
__ADS_1
Di sebuah cafe , terlihat Andre , erik dan Leo sedang duduk di sebuah meja .
Mereka sedang menuntut penjelasan dari Leo yang tiba - tiba saja menikah . Andre dan Erik merasa sangat syok dibuatnya , Kemarin sewaktu mereka berdua di undang ke acara pernikahan Leo , mereka pikir itu hanyalah sebuah prank belaka karena mengingat kejahilan yang sering mereka lakukan selama ini . Namun ternyata perkiraan mereka salah , semua bukanlah seperti yang mereka pikirkan , semua adalah nyata . Dan disinilah Leo berada , dirinya sedang dieksekusi dengan berbagai macam pertanyaan oleh dua temannya yang menurutnya sangat sableng .
" Kau bisa menjelaskannya " ucap Andre tenang berbanding terbalik dengan Erik yang sudah nyeroscos seperti mulut bebek .
" Hey ...kau benar - benar sudah menikah ? "
" Kenapa bisa begitu "
" Dimana kau bertemu dengan wanita itu "
" Kenapa kau bisa mendadak menikah dengannya ? "
" Atau jangan - jangan kau telah one night stand dengannya dan dia hamil " berbagai macam pertanyaan telah dikeluarkan Erik sehingga membuat bingung Leo untuk menjawabnya .
" Diamlah bodoh.....kau pikir bagaimana Leo bisa menjawab jika mulutmu itu terus saja berbicara seperti sebuah knalpot rusak..hah..!! " Kesal Andre karena tak tahan mendengar ocehan gila dari temannya .
" Hufftttt..." Leo terdengar menghela nafas dengan berat dan kemudian menceritakan semua hal yang telah terjadi pada dirinya dari awal sampai akhir , tanpa ada sesuatupun yang ia tutupi , dan lebihkan . Semua real seperti yang dirinya alami .
Sehingga Andre dan Erik sampai melongo mendengarkan cerita dari Leo . Mereka tak habis pikir jika sahabatnya akan berakhir menikah dengan cara setragis itu .
" Bwahahhhhhhhhhhhaaaaaaa ...ffttttt...hahahah " Erik sudah tak bisa menahan rasa tawanya lagi .Kisah yang Leo alami sungguh lucu baginya . Bagaimana seorang Leo galvins yang disegani semua orang di paksa menikah dengan wanita yang terdengar sedikit gila karena difitnah sedang melakukan pelecehan seksual dan ditambah lagi dirinya kena bogeman mentah dari sang kakak ipar yang ternyata juga psikopat gila .
plukkkkk.....sebuah sendok melayang mengenai pelipis Erik .
" Sakit ...sialan ..!! Umpat Erik ke arah si pelaku yang tak lain dan tak bukan adalah Leo .
" Makanya mulutmu itu harus bisa di kontrol " ketus Andre melirik tajam ke arah Erik , padahal di dalam hatinya saat ini dirinya juga sedang ikut tertawa setelah mendengar cerita Leo , hanya saja Andre masih bisa mengontrol mimik wajahnya .
__ADS_1
" Terus apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?" tanya Andre to the point .
Leo terlihat hanya mengendikkan kedua bahunya untuk menjawab pertanyaan Andre . Ia juga bingung akan melakukan apa selanjutnya . Kisah hidupnya begitu rumit , entah apa salah dirinya kepada author sehingga author membuat jalan cerita hidupnya yang sudah rumit menjadi lebih rumit lagi . Ingin sekali dirinya menjitak kepala author itu , agar otaknya sang autor bisa lebih encer lagi dalam membuat cerita fiksi tentang hidup dirinya , tidak seperti sekarang yang cerita tentang dirinya yang selalu penuh dengan kesedihan dan kesialan ( Baik paduka yang mulia , hamba akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat alur ceritanya menjadi bahagia jawab sang author nana ).
" Tapi ngomong - ngomong apa kau sudah melakukan itu pada malam pertama kemarin " tanya Erik yang terlihat sedang menaik turunkan alisnya dengan sebuah senyuman jenaka .
Sepertinya Andre juga terlihat antusias menunggu jawaban dari Leo .
" Kenapa kalian menatapku seperti itu ? " ucap Leo heran .
Tak bergeming , mereka berdua tetap menunggu jawaban Leo dengan tatapan penuh selidik .
" Huffttt....aku tak melakukannya " jawab Leo akhirnya dengan sebuah helaan Napas .
" Kenapa kau tak melakukannya ? Aku lihat istrimu itu sangat cantik dan bodynya juga....behhh....tak perlu dikatakan lagi " ucap Erik mengacungkan kedua jempolnya
" Tunggu dulu apa jangan - jangan ..." Andre dan erik menatap ke arah bawah , lebih tepatnya ke arah sesuatu yang berbentuk seperti sebuah gundukkan karena benda itu tertutupi oleh celana Leo saat ini .
" Hey , sebenarnya apa yang kalian berdua pikirkan " teriak Leo kesal yang repleks menutup asetnya .
" Kau masih bisa kan ? " tanya Andre ambigo .
" Sialan....kau kira aku ini impoten " umpat Leo menjawab pertanyaan temannya yang tidak ada akhlak itu .
" Hehe...aku kira kau sudah tak bisa berdiri " Andre tertawa seperti kuda sambil mengusap usap tengkuknya yang tak gatal .
" Lalu kenapa kau tak melakukannya , bukankah kalian sudah resmi menjadi suami istri " ucap Erik serius .
" Aku hanya belum ingin melakukannya saja " ucap Leo pada akhirnya . Dirinya lebih memilih jawaban itu , karena tak mungkin bagi Leo untuk menceritakan perihal malam pertama dirinya yang ia habiskan hanya untuk membuka hiasan rambut Alea saja . Dirinya tak mau ditertawakan lagi oleh teman yang menurutnya tak ada akhlaknya itu .
__ADS_1
Bersambung