Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Mengantar bekal


__ADS_3

Nana terlihat terburu buru memasuki lobi dan menuju ke bagian reseptionist .


" Maaf nona , bisakah kau membantuku untuk pergi ke ruangan tuan Nathan ? " ucap Nana .


" Apakah anda sudah ada janji sebelumnya dengan beliau ? " tanya reseptionist ramah .


" Belum nona , tapi aku diminta kemari untuk mengantarkan makan siang untuk tuan Nathan " ucap Nana dengan polos .


" Apakah anda pelayan di rumah tuan Nathan ? " tanya reseptionist .


" I...iyaa....aku pelayan di rumah tuan Nathan " jawab Nana nyengir kuda sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal .


" Kalau begitu nona bisa titip disini , nanti saya akan sampaikan kepada tuan Nathan " ucap reseptionist kembali .


" Tapi aku diminta untuk memastikan makanannya habis dan juga membawa rantangnya kembali " jawab Nana menampilkan mata chipmunknya .


" 'Oh , kalau begitu mohon tunggu sebentar nona . Saya akan hubungi tuan Nathan terlebih dahulu" ujar reseptionist .


Nana hanya menganggukan kepalanya ketika mendengarkan penjelasan dari reseptionist di hadapannya .


" Dasar orang kaya...!! Hanya mengantar makanan saja begitu banyak prosedurnya . Dah kayak mau nerima BLT dari pemerintah saja " gerutu Nana dalam hati .


Setelah beberapa lama menunggu . Terlihat seorang pria datang mendekat ke arah Nana berada .

__ADS_1


" Apa kau sudah lama menunggu ? " tanya pria itu yang tak lain adalah Erik .


" Be..belum . aku baru saja datang " jawab Nana gugup melihat senyuman Erik yang bagaikan dewa yunani di matanya .


" Ayo ...! aku akan mengantarmu menemui Nathan " ucap Erik .


" Terima kasih " ujar Nana .


" Kenapa teman teman dari Singa kutub itu tampan tampan semua sih , membuat aku kikuk saja " batin Nana .


Setelah beberapa menit menaiki lift , akhirnya merekapun sampai di ruangan Nathan .


" Masuklah ... Nathan sudah menunggumu di dalam " ucap erik tersenyum sembari membukakan pintu .


Nana menatap ke sekeliling ruangan dan mendapati Nathan sedang duduk di atas kursi kebesarannya dengan setumpuk berkas di hadapannya .


" Apa kau habis berenang menyeberangi sungai amazon untuk sampai ke sini ? " tanya Nathan tanpa melepas pandangannya ke arah laptop .


" Dasar beruang kutub sialan . Tentu saja aku lama bisa sampai disini , kau pikir makanan bisa jadi dengan hanya menjentikkan jari . Makanya , lain kali kalau ingin di masakin bilang sebelumnya . Jangan acara mendadak seperti ini " umpat Nana dalam hati .


flashback


" aaahhh....akhirnya sampai di rumah juga . Kakiku terasa pegal semua . Kenapa juga ibu - ibu itu menantangku dalam lomba lari , heheh....mereka tidak tahu jika aku adalah juaranya dalam berlari . Dan untuk kau Nino , kau berhutang banyak padaku hari ini " ucap Nana sambil tertawa lepas seorang diri di atas sofa .

__ADS_1


" Hihihihi.....!!! "


Nana terlonjak kaget mendengar suara cekikikan hantu wanita dari dalam tasnya .


" Astaga ...!! jantungku hampir saja copot . Kenapa juga aku kepikiran memakai nada dering menyeramkan seperti ini di ponselku " ucap Nana sambil mengelus ngelus dadanya .


Nana lalu mengambil ponsel yang berada di dalam tasnya dan membacanya .


" Kenapa juga si singa kutub ini kirim sms padaku , apa dia tak punya kerjaan " umpat Nana .


" Bawakan aku makan siang ke kantorku dan itu haruslah masakanmu . Ku tunggu 20 menit . Lebih dari itu , kau tanggung sendiri resikonya " begitulah isi pesan dari Nathan .


" Dasar Singa kutub sialan , awas saja kau . Akan ku doakan kau sakit perut setelah makan masakan dariku " ucap Nana kesal sambil berlari ke arah dapur dengan kecepatan Ninja .


flashback off


" Ma...maafkan aku , tadi di jalan agak macet . jadi agak sedikit terlambat " ucap Nana dengan pelan dan sangat hati hati .


" Kalau begitu kau tunggu apa lagi . Cepat buka bekalnya . Apa kau mau menunggu sampai makanannya jadi basi baru kau akan buka bekalnya " ucap Nathan dingin .


" Baik " ucap Nana dengan sigap dan langsung membuka bekal yang ada di tangannya .


" Dasar singa kutub sialan....!! ingin sekali aku menaruh 5 karung gula di makananmu ini , agar mulutmu itu bisa sedikit manis dalam berbicara padaku " umpat Nana kesal dalam pikirannya .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2