Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Insiden keheningan


__ADS_3

Andre terlihat sedang menghembuskan nafasnya dengan kasar , saat ini ia begitu bingung . Sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa rencana Jennie bisa berubah total . Kejadian di pernikahan Dito benar - benar sangat mengejutkan dan menggemparkan .Entah apa yang terjadi di mansion wijaya saat ini , Jennie tak membiarkan dirinya untuk mengantarkan gadis itu pulang , malahan dia menyuruh andre untuk mengantarkan anna . Dan sekarang dirinya sedang di cerca berbagai macam pertanyaan dengan gadis yang tengah duduk di sampingnya itu.


" Apa kau tahu jika kakakku punya hubungan dengan Jennie ? " tanya Anna yang menatap lurus kedepan tanpa menoleh andre yang sedang mengemudi .


" Aku tidak tahu " jawab andre sambil mengedikkan kedua bahunya .


" Kau benar - benar tidak tahu " tanya anna sekali lagi karena merasa jawaban Andre begitu meragukan . Namun kali ini ia menatap Andre .


Andre yang ditanya sekali lagi hanya menganggukkan kepalanya , dirinya masih kepikiran tentang Jennie saat ini . Dia merasa bersalah karena tidak bisa membantu gadis itu .


Sedangkan Anna malah merasa ada yang aneh , Instingnya mengatakan bahwa ada sesuatu antara kakaknya dan juga Jennie , bukan suatu hubungan seperti yang diberitakan . Namun sesuatu yang lebih misterius , dan anna akan mencari tahu hal itu semua .


Sebenarnya jika Jennie sungguhan akan menjadi calon kakak iparnya sih tidak masalah untuk anna , malahan dirinya senang akan punya kakak ipar seperti jennie . Selain baik , jennie itu juga orang yang humble dan dirinya juga mudah bergaul dengan siapa saja . Jadi sepertinya akan cocok dengan kakaknya yang bermuka datar dan dingin itu . Siapa tahu temannya itu bisa mencairkan pria es batu itu .


Akhirnya keheningan pun terjadi kembali di dalam mobil Andre . Mereka berdua ada pada dalam pikiran mereka masing - masing yang secara bersamaan memikirkan hal yang sama yaitu tentang Dion dan jennie


*******


Jennie terlihat sangat gugup sekali saat ini , Permasalahannya ia saat ini tidak pulang sendirian ke mansionnya , melainkan bersama Dion .


Mereka sudah merencanakan akan melaksanakan rencana mereka mulai saat ini juga . Dan disinilah Dion berada . Ia akan mengantar Jennie pulang ke mansion wijaya . Tujuan utamanya bukanlah untuk membantu Jennie melainkan ingin melihat wanita yang selama ini sangat ia rindukan .


Nana


Itulah tujuan Dion hingga dirinya mau melakukan kerja sama dengan Jennie .


Dion berencana akan merebut nananya kembali dari tangan musuh bebuyutannya yaitu nathan .


Dengan perlahan jennie dan Dion kini berjalan memasuki arah mansion wijaya .

__ADS_1


Deg


Bukan jantung Jennie yang berdegup melainkan jantung Dion , setelah sekian lama akhirnya dirinya bisa melihat wajah nananya lagi . Wanita itu terlihat makin berisi saat ini dan apa itu . Mata Dion kini tertuju pada perut Nana yang terlihat agak membesar dan dirinya yakin jika perut nana membesar bukan karena ia sedang mengalami busung lapar melainkan wanita itu sedang hamil .


Nananya sedang mengandung anak dari musuh terbesarnya , nathan .


Hati Dion seakan mencelos saat itu juga , rencananya untuk mendapatkan Nananya kembali pupus sudah . Apakah dirinya sungguh sudah terlambat saat ini , apa Nananya sudah mencintai pria brengsek itu . Tidak. Bagaimana dengan surat kontraknya . Banyak pikiran yang berkecamuk dalam benaknya saat ini juga . Ketika sebuah suara membuyarkan lamunannya .


" Kak Dion " ucap wanita itu yang tak lain adalah Jennie , padahal ia berharap bahwa nanalah yang memanggil dirinya saat ini , namun sayang wanita yang diharapkannya hanya diam tanpa mau menatap ke arahnya . Apa nana sudah membenci dirinya ? Itulah pertanyaan Dion untuk dirinya sendiri .


" Selamat malam om ..tante .." ucap Dion sambil menjabat tangan angel dan ferdinand selaku orang tua dari jennie .


" Hentikanlah sandiwaramu itu " ketus nathan dengan tatapan tak sukanya .


" Diamlah kau anak nakal " ucap angel sambil menggeplak kepala anaknya dari arah belakang . Nathan hanya meringis mengusap kepalanya karena geplakan wanita tua itu cukup menyakitkan bagi dirinya .


" Kalian bisa menjelaskan berita ini ? " Ferdinand angkat bicara sambil menunjukkan sebuah video tentang jennie yang mengumumkan akan menikah dengan Dion .


" Benar , kami akan segera menikah tuan " ucap Dion tegas dan yakin .


Jennie sejenak terpaku menatap ke arah Dion berada , saat ini lelaki itu terlihat sangat gentle sebagai seorang pria . Hampir Jennie dibuat meleleh olehnya jika ia tak mengingat tentang pria itu yang meminta bayaran sebelumnya mungkin jennie akan jatuh cinta pada pria disampingnya itu .


" Jangan ucap kan omong kosong seperti itu , apa kau pikir aku tidak tahu bahwa selama ini kau...." nathan berdiri dari duduknya dan menunjuk tepat ke arah wajah Dion berada dengan meluapkan segala emosinya yang ada , namun ucapan itu terpotong ketika dirinya melihat nananya yang juga menatapnya dengan keadaan bingung disertai dengan rasa terkejut .


" Nathan ..tenang kan dirimu " bentak ferdinand menatap tajam ke arah nathan berada .


Sungguh suana di ruangan itu kini sangat menegangkan . Membuat nana yang sedang hamil merasa mules seketika pada perutnya , bukan karena ingin melahirkan melainkan ia sudah kebelet untuk buang air besar saat ini juga karena saking tegangnya . Memang dasar perut tidak ada akhlak dalam kondisi begini malah ingin boker .


pyuuuuut....!!!!

__ADS_1


Hening.


Suasana tiba - tiba berubah jadi hening seketika .


Atensi semua orang kini menatap ke arah Nana berada , yang saat ini tengah menunduk malu karena tak sengaja dirinya telah mengeluarkan sebuah gas angin dari bokongnya yang membuat suasana berubah menjadi canggung .


" Eheeemmmm " ferdinand sedikit berdehem untuk mencairkan suasana .


" Maaf....aku tak sengaja mengeluarkannya . Aku sebenarnya sudah menahannya dari tadi tapi aku takut bicara . Bolehkah aku ke toilet sebentar , perutku sangat mules sekali " ucap Nana panjang lebar dengan muka memelasnya .


" Hffftttttt....hahahahhaha " Dion tiba - tiba saja tertawa terbahak , sungguh dirinya tak bisa menahan dirinya lagi . Ia sungguh tak habis pikir , Bisa - bisanya adik tirinya itu buang angin ketika suasana masih tegang begini .


Bugh..!!


Jennie tiba - tiba saja memukul bahu Dion dari belakang , yang seketika menghentikan tawanya .


" ehm..maafkan aku " Dion mencoba mengontrol dirinya kembali .


" Sayang ...sini aku bantu ke toilet " ucap Nathan mencoba membantu istrinya berdiri , namun tanpa di duga istrinya itu malah menepis tangannya dan berlalu pergi dengan mulut memberengut kesal ke arahnya .


" Ini semua gara - gara kau yang selalu emosian " kesal nana dan berlalu pergi .


" Sayang ..." ucap Nathan yang juga ikut berlalu pergi untuk mengejar istrinya yang sedang merajuk . Saat ini ia memiliki tugas yang lebih penting . Yaitu tugas merayu nana , istrinya .


Nathan harus membujuk istrinya agar dirinya tak diusir dari kamar tidurnya . Sungguh semenjak kehamilan istrinya , Nathan tak bisa jika ia tidak tidur dengan memeluk nana . Pernah ketika nino anaknya menghukum dirinya karena telah berani menculik nana untuk ia ajak pergi berlibur , waktu itu nino menghukum dirinya dengan nana yang akan tidur selama seminggu penuh dengan sang anak . Alhasil selama itu Nathan tak bisa tidur dengan tenang , matanya sulit untuk dipejamkan . Sehingga dirinya harus tertidur ketika sedang mengerjakan tugas kantornya . Untung saja ada Erik yang siap siaga membantunya , meskipun temannya itu membantunya dengan mulut yang menggerutu seperti cocor bebek .


" Ehem...lupakan tentang mereka berdua , mari kita lanjutkan pembicaraan kita besok . Hari ini sepertinya sudah cukup malam untuk membahas tentang ini semua . Jadi kita lanjutkan besok dengan makan malam dirumah ini , Om tunggu kedatangan keluarga mu Dion " ucap ferdinand ramah .


Dion pun menyetujui itu semua . Dirinya juga cukup lelah dengan aktivitasnya hari ini yang lumayan padat . Dan hari itupun berakhir walaupun tak semua orang mengalami kedamaian .

__ADS_1


Bersambung


"


__ADS_2