
Di toko kue
Sinta dan Anna terlihat sedang berjalan mendekat ke arah kasir , tepatnya tempat dimana saat ini Nana berada .
Terlihat Nana sedang mengantri untuk melakukan pembayaran .
Sebenarnya Sinta tak ingin menghampiri , karena takut jika akan terjadi perkelahian antara dua bersaudara di dalam tempat itu . Namun karena Anna yang memaksa , mau tak mau ia harus mengikutinya . Sinta berpikir mungkin ia bisa menjadi pelerai jikalau mereka berdua akan melakukan perkelahian .
Namun ternyata , semua yang ada dipikiran Sinta tak sedikitpun terjadi . Bahkan yang terlihat kini malahan sebaliknya , Anna sedang terlihat bersikap manis dan tersenyum ramah ke arah Nana . Seakan tak terpengaruh dengan topik obrolan yang sempat mereka bahas tadi sebelumnya . Pintar sekali akting wanita ini pikirnya . Mungkin ia lupa bahwa profesi Anna memanglah seorang artis dan model papan atas di dunia intertainment yang tentu saja keterampilan aktingnya sudah tak diragukan lagi .
Setelah beberapa lama mengobrol , mereka pun berpisah dan berpamitan menuju ke arah parkir mobil mereka masing masing .
" Kenapa kau bersikap biasa saja ? " Sinta menghentikan pergerakan Anna yang akan menggunakan Seltbelt "
" Memang kau pikir aku akan bersikap seperti apa ? " tanya Anna dengan raut wajah heran.
" Kupikir kau akan berkelahi dengan saudaramu itu " Sinta memasang seltbeltnya sembari membenarkan posisi duduknya .
Ctakkkkk .....!!!
" Aaaaww...kenapa kau malah menyentil dahiku " Sinta terlihat mengusap usapkan dahinya karena merasa sakit .
" Itu masih untung hanya ku sentil , apa kau mau aku bor otak kosongmu itu " decih Anna yang kemudian menjalankan mobilnya .
"Iss .... perkataanmu seram sekali , Aku kan hanya bertanya " mulut Sinta mengerucut kesal .
" Berhentilah mengoceh , atau kau akan kuturunkan di jalan . Aku heran kenapa kau bisa lulus menjadi dokter dengan otakmu yang kosong itu " ucap Anna yang masih fokus menyetir dengan kemudinya .
" Tentu saja karena aku ini pintar " Sinta berbangga diri dengan tangan bersidekap .
" Cihh....pintar membual maksudmu " kekeh Anna .
" Dasar menyebalkan " umpat Sinta akhirnya mengalah .
...****************...
Di sebuah jembatan tepatnya ditepi danau terlihat Leo sedang duduk menyendiri . Tempat itu memang menjadi tempat favorit Leo , jika dalam keadaan suntuk atau dalam keadaan patah hati seperti sekarang yang sedang dia alami . Dengan menatap pemandangan danau yang indah dan sejuk membuat pikiran menjadi lebih tenang dan fresh seketika . Permasalahan yang awalnya melanda tiba tiba saja terasa menghilang . Benar - benar tempat yang tepat untuk ia kunjungi saat ini .
Namun di tengah - tengah lamunannya yang sedang menenangkan diri , tiba tiba saja ada sebuah teriakan yang membuat suasana yang semula hening berubah menjadi sangat bising menurut Leo . Sungguh suara yang menghancurkan suasana .
" Laki - laki berengsek ...Sialaaaaannnnnnn...!!!!! " teriak seorang wanita di tepi danau.
Leo menatap ke arah asal suara tersebut .
__ADS_1
"Benar - benar wanita yang mengerikan " celetuk Leo tanpa sadar .
Bagaimana tidak mengerikan . Penampilan wanita itu kini terlihat lebih mirip kuntilanak dari pada seorang manusia . Sekeliling matanya berwarna hitam , mungkin terkena lelehan maskara atau eyeliner yang telah luntur karena usapan air mata , serta rambut tergerai panjang yang terlihat juga acak acakkan . Dan yang lebih penting lagi , jangan lupakan gaun putih yang kini dikenakan oleh wanita itu yang benar - benar menjadi pendukung penampilannya sebagai seorang kuntilanak sejati . Untung saja saat ini hari sedang siang bolong , jadi Leo bisa memastikan bahwa gadis itu adalah manusia bukanlah kuntilanak . Kalau misalkan keadaan malam , sudah dipastikan Leo mungkin akan kencing berdiri sambil berlari terbirit birit karena saking ketakutannya melihat wanita tersebut .
Leo perhatikan wanita asing itu terus saja berteriak , malah volumenya saat ini terdengar semakin kencang daripada sebelumnya . Benar - benar suara yang mengusik pendengaran pikirnya . Sepertinya wanita itu tak menyadari keberadaan Leo dan menganggap keadaan danau tersebut sepi .
" Hik...hikkkk..hikk..Kenapa...kenapa kau tega mengkhianatiku..hikk..hikkk.. " wanita itu terdengar sesegukan karena lelah menangis .
" Hey...bisakah kau pindah tempat dari sini..suara teriakanmu sungguh sangat membuat gendang telingaku terasa pecah " teriak Leo dengan kesalnya .
" Apa kau bilang ...kau sepertinya sama saja dengan lelaki berengsek itu " teriak wanita itu tak kalah kesalnya dengan Leo .
Belum sempat Leo bereaksi , wanita itu tiba - tiba saja sudah menerjang Leo hingga tanpa sengaja mereka berdua jatuh terjungkal terjun ke dalam danau .
" Uuuhhuuukkk..... hahh...hahh..haa.." Leo terlihat keluar dari dalam danau dengan napas yang tersengal , sambil membopong tubuh seorang wanita di tangannya .
" Dasar wanita gila " umpat Leo .
Tak berselang lama wanita itupun terlihat sadar dengan keadaan badan yang menggigil karena keadaan danau yang lumayan dingin .
" Mommy dingin " wanita itu terlihat mengigau .
" Oh...shiiiittt....apa lagi ini " umpat Leo yang mendapati gadis itu sedang mengalami demam tinggi saat ini .
Namun naas nasib Leo . Ketika dirinya sudah selesai melepaskan semua pakaian dari tubuh gadis asing itu dan menyelimutinya , tiba - tiba saja ada sebuah pukulan keras yang menghantam wajahnya dari arah samping .
" Bangsatt...kau....Apa yang kau lakukan pada Aleandraku Hah !!!! " ucap seorang pria yang telah menghantam Leo .
" Shitt....." umpat Leo memicingkan matanya ke arah si pelaku . Matanya terasa berkunang kunang sejenak , karena ketidak siappannya menerima pukulan dari orang gila dihadapannya ini .
" Apa yang kau lakukan Brengsek !!! " teriak Leo tak terima dirinya dipukul tanpa alasan .
" Kau telah melecehkan adikku , dan sekarang kau masih berani bertanya padaku hah . Dasar bajingan tengik Kurang ajar .... !!! Lelaki asing yang dianggap gila oleh Leo itupun langsung menghajar nya kembali ,Tanpa memberikan waktu sedikitpun bagi Leo untuk menjelaskannya . Benar - benar nasib sial bagi Leo .
Pria itu terus saja menghajar Leo tanpa jeda , sehingga membuatnya kewalahan dan menyebabkan wajah tampannya menjadi agak babak belur . Ukuran tubuh pria itu memang hampir sama besarnya dengan tubuh milik Leo , namun kekuatan yang ia miliki sepertinya lebih unggul dari Leo . Serangan lelaki itu selalu tearah dan tak membabi buta . Sepertinya lelaki asing yang dihadapinya saat ini adalah seorang pemenang dalam kejuaraan bela diri , sehingga Leo yang menghadapinya menjadi kalah telak .
" Aaakkkhhh...!! " serangan terakhir dari pria itu membuat Leo jatuh terpental dan tak sadarkan diri .
" Bawa bajingan ini , ia harus membayar perbuatannya " titah pria itu kepada para pengawalnya .
Drrtttt.....drrrtttt.....!!!
" iya dad... " pria itu mengangkat ponsel yang ada disaku celananya .
__ADS_1
" Bagaimana Alex..apa kau sudah menemukan adikmu ? " ucap pria diseberang telpon .
" hmm..aku sudah menemukannya . Dan akan kupastikan pria itu akan kukuliti hidup hidup karena sudah berani menyakiti adikku " geram Alex menahan amarah sambil menatap tajam ke arah tubuh Leo yang telah terkapar .
" Pria ... Pria mana yang kau maksud ? "
" Tentu saja pria yang ingin melecehkan Aleandra !!! " teriak Alex emosi .
" Maksudmu apa alex ? Aleandra dilecehkan ... Cepat kau bawa pria bajingan itu ke mansion . Akan kubunuh langsung dia disini "
" Baik dad " sambungan ponsel pun terputus .
Tubuh Leo pun diangkat dan dimasukkan kedalam mobil . Tak ketinggalan juga dengan tubuh gadis yang tak sadarkan diri yang bernama Aleandra .
...****************...
" Ctasssssss.......Happy birthday nino...!!!! "
Teriak Nana memberikan kejutan kepada Nino yang sedang tertidur pulas .
Nino yang tak pernah mendapat kejutan pun merasa sangat bahagia .Selama ini ia sama sekali belum pernah sekalipun mendapatkan yang namanya sebuah kejutan seperti yang Nana lakukan . Biasanya ulang tahun Nino hanya akan dirayakan secara mewah dengan mengundang temannya dan orang - orang penting yang bekerjasama dengan perusahaan keluarganya tanpa adanya kejutan , dan itu sungguh sangat membuat Nino bosan .
Akan tetapi kini semua terasa berbeda , semenjak kehadiran Nana menjadi ibu sambungnya . Walaupun ibunya itu terlihat sangat ceroboh dan mudah dibodohi , tapi ketulusan dari wanita itu sepertinya takkan ada yang bisa menandingi . Semua kekonyolan yang ibunya lakukan benar benar membuat hari - hari Nino menjadi lebih berwarna . Seperti kejutan yang ibunya itu lakukan hari ini . Entah darimana ia mendapatkan ide untuk membuat Nathan berpakaian selayaknya spiderman . Ini memang benar - benar sebuah kejutan bukan hanya untuk Nino , tapi ini juga merupakan sebuah kejutan bagi seluruh penghuni mansion . Seumur hidup , baru kali ini mereka semua melihat seorang Nathan mau melakukan hal konyol seperti ini . Benar - benar kekuatan Nana tak perlu diragukan lagi pikir mereka . Sepertinya saat ini mereka memiliki seorang bos yang lebih berkuasa dari pada tuan mereka .
Semua orang termasuk para pelayan penghuni mansion menyanyikan lagu ulang tahun untuk Nino secara serempak . Rasa kekeluargaan tanpa memandang status dan kasta terasa begitu melekat di dalam mansion tersebut , dan Nino benar - benar menyukai suasana tersebut . Ia jadi merasa tak kesepian lagi .
" Thankyu Mom " gumam Nino dalam tidurnya sambil tersenyum dengan memeluk sebuah boneka spiderman hadiah pemberian Nana .
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA TINGGALKAN
**Like
dan juga komentarnya ya
untuk mendukung karya " Menjadi ibu tiri "
Semangatin kak Nana terus ya ,,, biar kak Nana bisa up terus sampai tamat .
Thank youuu**....
...****************...
__ADS_1