
" Bantu aku " ucap Jennie serius kepada pria yang sedang duduk di hadapannya kini .
" Apa yang bisa kau berikan padaku jika aku membantumu " jawab Dion agak tertarik dengan permintaan gadis kecil dihadapannya .
*****
Ketika usai menghadiri pernikahan mantan kekasihnya . Jennie mengajak Dion untuk berbicara empat mata dengannya di sebuah restoran bintang lima . Dirinya ingin mengajak Dion untuk bekerja sama dengannya , karena tentu saja dirinya saat ini sedang menghadapi suatu masalah . Jennie harus menanggung konsekuensi dari sandiwara yang telah ia buat sendiri di pernikahan Dito .
Kebohongan tentang dirinya yang akan menikah dengan Dion sudah tersebar dimana - mana , tentu saja itu adalah ulah para reporter beserta beberapa paparazi yang ada di pernikahan Dito .
Di pernikahan Dito memang banyak sekali ada reporter dan wartawan disana , itu di karenakan pernikahan Dito di siarkan langsung di seluruh televisi dunia .
Dan sialnya Jennie melupakan hal penting tersebut , dirinya lupa jika pernikahan mantan kekasihnya itu di tayangkan secara live di seluruh stasiun tv di dunia . Sehingga pengakuan tentang dirinya yang akan segera menikah langsung saja tersebar dalam hitungan detik itu juga .
Dan saat ini satu satunya cara adalah menutupi satu kebohongan yang telah ia buat dengan kebohongan yang lain . Tidak mungkin dirinya untuk berkata jujur jika itu hanyalah sebuah sandiwara , mau ditaruh dimana muka jennie . Bisa - bisa dirinya akan di tertawakan oleh dua keong racun yang telah mengkhianatinya itu .
NO....!!!
BiG NO....!!!
Jennie tidak akan mau melakukan itu semua . Dirinya lebih memilih untuk menutupinya bila perlu ia akan melakukan apapun yang Dion minta , agar pria itu mau membantunya dalam menyelesaikan permasalahan ini tanpa harus membuat dua keong racun yang telah mengkhianatinya tahu akan sandiwara yang dirinya buat .
Dan disinilah Jennie dan Dion berada , di sebuah meja yang berada di ruangan private room sebuah restauran terkenal agar tak ada orang lain yang mengganggu privasi mereka . Sedangkan Andre diminta Jennie untuk mengantar pulang Anna , adik Dion kembali kekediamannya .
Awalnya kecanggungan terjadi diantara mereka . Karena memang mereka berdua tak terlalu kenal dan dekat satu sama lain . Jennie hanya berteman dengan Anna , namun dirinya memang tak terlalu mengenal Dion yang berstatus sebagai kakak temannya itu karena Dion memang bukan tipe pria yang humble terhadap orang lain . Pria itu terlalu tertutup bahkan ia cenderung bersikap dingin terhadap orang yang tak dikenalnya . Dion berbanding sebelas dua belas dengan Nathan , sifat kedua orang tersebut hampir sama , namun anehnya mereka berdua malahan menjadi musuh bukannya sahabat baik .
Jennie mencoba berbicara terlebih dahulu agar dapat memecah kecanggungan yang ada . Lama - lama dirinya bisa berubah menjadi batu jika terus terusan diam mengikuti gaya pria di depannya kini .
" Bantu aku " ucap Jennie menatap serius kepada pria yang sedang duduk di hadapannya kini .
" Apa yang bisa kau berikan padaku jika aku membantumu " jawab Dion agak tertarik dengan permintaan gadis kecil dihadapannya kini .
__ADS_1
" Apapun yang kau minta akan coba kupenuhi " ucap Jennie tegas .
Keadaan dirinya sungguh sudah sangat terdesak saat ini , jadi dirinya tak ingin membuang - buang waktu dan tenaganya lagi . Mungkin dimansionnya sudah gempar dengan berita tentangnya , terutama ibu dan kakak laki - lakinya nathan . Karena sedari tadi handphone jennie tak henti - hentinya berdering , entah sudah panggilan keberapa jennie pun tak tahu karena ia begitu malas untuk melihat maupun mengangkat panggilan tersebut yang pastinya akan membuat telinganya menjadi berasap jika mengangkatnya .
Dion tersenyum miring dibuatnya ketika dirinya mendengarkan jawaban dari Jennie , sungguh seorang gadis kecil pemberani batinnya membuat dirinya menjadi sedikit tertarik .
"'Apa yang bisa ku bantu " ucap Dion menyilangkan kedua tangannya didepan dada sambil menyenderkan tubuhnya ke belakang kursi .
" Menikahlah dengan ku "
Deg
What the ****
Dion sedikit terkejut dengan permintaan wanita didepannya . Ingin sekali dirinya mengumpati jennie , wanita itu memang benar - benar sudah gila rupanya .
" Hanya satu tahun saja , setelah itu kita bercerai " ucap Jennie lagi tanpa mendengarkan jawaban dari Dion . Bahkan pria itu belum tahu akan menjawab apa , otaknya seketika menjadi blank , karena masih dalam keadaan syok dengan permintaan gila wanita dihadapannya itu .
" Aku akan membayar berapapun yang kau mau , apakah kau lupa jika aku ini keturunan keluarga siapa " ucap Jennie sedikit menyombongkan dirinya .
" Harganya tak bisa dibayar dengan uang " ucap Dion dingin dengan meminum segelas wine yang ada dihadapannya .
" Maksudmu ?" tanya Jennie sedikit mengernyitkan dahinya karena bingung dengan ucapan Dion .
" Aku ingin kau membayarnya dengan tubuhmu dan juga kesetiaan " ujar Dion yang membuat jennie yang sudah bingung bertambah menjadi bingung . Sebenarnya apa yang dikatakan pria itu , sungguh otak jennie sepertinya tak sampai .
" Jika kau tak sanggup , lebih baik lupakan . Hentikan semua sandiwara yang kau buat , dan jangan lupa bersihkan namaku " ucap Dion kembali sambil menegak wine terakhir digelasnya dan bangkit berdiri hendak pergi dari ruangan itu .
" Aku setuju " teriak Jennie lantang yang menyebabkan Dion berhenti melangkah dan berbalik menatapnya dengan tatapan tajam dan dingin khas miliknya .
" Aku akan membayar semuanya dengan tubuh dan kesetiaan yang aku miliki " ucap Jennie kembali dengan tatapan yakin dan tegas , yang ia tujukan ke arah Dion berada .
__ADS_1
Walaupun ia tidak tahu betul apa arti permintaan Dion , namun ia harus menyetujuinya terlebih dahulu . Ia harus bisa membujuk pria itu agar mau menikah dengannya . Tentang akibatnya , nanti saja ia akan pikirkan lagi .
Dion terlihat tersenyum miring kearah jennie , pria itu perlahan berjalan mendekat ke arahnya .
" Apa kau yakin , kau tak akan pernah menyesal dengan keputusanmu " ucap Dion memegang dagu milik jennie sehingga jarak wajah diantara mereka sangatlah dekat .
" Aku yakin " jawab Jennie tak gentar .
Hhhffftttt.....!!! Dion terlihat sedikit menahan tawanya , dia merasa lucu dengan sikap gadis kecil dihadapannya kini . Sedangkan Jennie memiringkan wajahnya karena bingung melihat Dion yang sedikit tertawa menghadapnya.
Apanya yang lucu ? Apa dia pikir aku ini sedang melawak batin jennie .
" Baiklah ....mari kita mulai sandiwara ini istriku " Dion berbisik kecil disamping telinga Jennie hingga ia bisa menghirup nafas pria itu yang berbau mint....hmmm sangat menyegarkan .
Namun bukannya tenang , jennie malahan merasa ada firasat buruk yang akan menimpanya .
*****
Sedangkan di mansion Wijaya
Mommy angel , ferdinand , Nana dan juga Nathan sedang gelisah menunggu kedatangan Jennie ke mansionnya . Mereka semua butuh penjelasan dari Jennie tentang kabar berita yang tersebar saat ini sehingga menyebabkan sebagian dunia menjadi gempar dibuatnya .
" Ck ..kenapa anak itu tak mengangkat telponya " ucap Angel yang sudah kesal karena telponnya sedari tadi tak kunjung juga diangkat oleh Jennie .
" Mungkin ia masih dalam perjalanan mom " ujar Nana mencoba menenangkan .
Sebenarnya nana juga sama sedang merasa tidak tenang saat ini . Karena permasalahannya , yang akan diajak adik iparnya itu menikah adalah Dion sang kakak tirinya .
Sedangkan Nathan dan Ferdinand memilih diam dengan pikiran mereka masing - masing . Entah apa yang akan dilakukannya dengan anak perempuan satu - satunya dari keluarga wijaya itu . Kita tunggu saja kelanjutannya .
BERSAMBUNG
__ADS_1