Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Menenangkan Diri


__ADS_3

Setelah melalui beberapa jam perjalanan , akhirnya mobil yang di kendarai Andre pun terlihat sudah berhenti di suatu tempat .


Andre pun terlihat turun dari mobil , tanpa mengatakan sepatah katapun pada gadis yang tengah menatap tajam dirinya sedari tadi dari dalam mobil .


" Dasar pria sinting " umpat Anna yang menutup pintu mobil dengan sangat kencang karena kesal dengan sikap Andre yang mengacuhkannya .


" Kenapa kau tak menyuruhku turun "


" Kau kan sudah bisa turun walau tanpa kusuruh " ucap Andre sambil terkekeh yang membuat Anna terlihat semakin kesal dibuatnya .


Dengan wajah ditekuk Anna pun mengikuti langkah Andre yang sedang berjalan di depannya .


Hingga beberapa menit kemudian wajah yang mulanya tertekuk seketika berubah menjadi terkejut .


" Andre ini ...." ucap Anna terpotong karena merasa takjub dengan apa yang dilihat oleh matanya .


" Nikmatilah.... sepertinya saat ini kau lebih membutuhkan tempat ini .


Anna tersenyum sekilas ke arah Andre , lalu kembali mengalihkan pandangannya menikmati suasana pantai yang saat ini sedang menyejukkan matanya .


Hamparan laut biru dengan pasir berwarna putih disisinya disertai dengan suara deburan ombak , membuat suasana hati Anna menjadi sedikit lebih tenang dari sebelumnya .


Anna terlihat duduk termenung menatap kosong ke arah luasnya hamparan laut dihadapannya .


" Apa kau juga mengetahuinya " tanya Anna secara tiba -tiba tanpa mengalihkan pandangan dari hamparan laut lepas dihadapannya .


" Ya aku mengetahuinya "


" Sejak kapan ? "


" Sehari sebelum pernikahan Nathan terjadi "


" Dan kau tidak memberitahuku " ucap Anna yang saat ini telah beralih menatap tajam ke arah Andre .


" Maafkan aku " ucap Andre tanpa mau membalas tatapan Anna .


" Haaaahh....sudahlah " ucap Anna sembari menghela nafas panjang .


Pandangan Anna kembali menatap kosong ke arah hamparan biru didepannya .


Seutas senyuman getir tersungging dari sudut bibirnya , dan air mata pun terlihat mulai menggenang di pelupuk matanya kembali yang enggan untuk ia tumpahkan .


Wajah yang biasanya terlihat cantik kini tampak begitu berantakan di mata Andre . Kedua mata yang dulu terlihat indah , kini sudah berubah menjadi bengkak karena menangis . Entah sudah berapa tetes air mata yang telah gadis itu keluarkan sedari tadi namun sepertinya belum juga bisa mengurangi rasa sakit yang ada di dalam lubuk hatinya .


" Keluarkanlah ..... aku akan menemanimu disini "


Tanpa butuh waktu lama , Anna pun terlihat mulai menangis kembali . Dibenamkan wajahnya diantara kedua lutut yang sedang ditekuknya .


" Luapkan semua kekesalan dan kesedihanmu disini , dan setelah itu berjanjilah padaku bahwa kau akan kembali bahagia seperti semula "

__ADS_1


Anna terus saja meraung tanpa berniat untuk membalas satu kata pun dari Andre .


" Kenapa....kenapa dia begitu kejam padaku " ucap Anna di sela - sela tangisannya .


" Bukan dia yang kejam , tapi ini semua sudah jalan takdir . Ikhlaskanlah .... ku yakin kau pasti bisa " hibur Andre .


" Sakit N"dre , kau tak tahu betapa keras usahaku untuk mendapatkan cintanya . Tapi kenapa wanita lain yang mendapatkannya . Takdir ini begitu kejam padaku " isak Anna yang sudah berada didalam dekapan Andre .


" Bersabarlah ....kuyakin setelah semua ini , akan ada hal yang indah telah disiapkan oleh Tuhan untukmu " hibur Andre sembari mengelus lembut punggung Anna .


" Percayalah ....apapun yang terjadi aku akan selalu ada untuk menemanimu " ucap Andre kembali .


" Kau jahat ,,, kenapa kau selalu ada disetiap aku membutuhkanmu , sedangkan aku tak pernah ada disaat kau membutuhkanku . Kau membuat diriku merasa seperti pemeran wanita antagonis saja seperti dalam ada di film - film " celetuk Anna sembari menghapus air mata yang telah membasahi pipinya .


" Itu karena kau belum merasakan betapa dalam cinta yang selama ini kupendam jauh di dalam lubuk hatiku hanya untuk dirimu Anna " batin Andre yang saat ini menatap sendu wajah Anna .


" Dasar kau ini " Andre menyentil kening Anna dengan keras hingga Anna meringis kesakitan di buatnya .


" Iss kau ini ......Sebenarnya kau mengajakku datang kesini untuk menghiburku atau menghukumku sih " celetuk Anna kesal sambil mengusap usap keningnya yang sakit karena sentilan Andre .


" Dua - duanya " celetuk Andre .


" Dasar laki - laki jahat "


Andre hanya terkekeh mendengar ocehan dari mulut Anna . Ia merasa senang karena sudah melihat Anna yang sudah mulai bisa cerewet di hadapannya .


Tak terasa sudah lama mereka berdiam diri duduk ditepi pantai menikmati deburan ombak didepannya . Tak ada satu percakapan pun terdengar diantara mereka .


Mereka berdua terlihat sedang larut dalam pikirannya masing - masing . Sampai sebuah ingatan datang membuat lamunan mereka menjadi buyar hilang berantakan .


" Astaga mati aku ....!!! " teriak Anna mengagetkan Andre .


" Ada apa ? " tanya Andre heran yang sudah melihat Anna sudah berdiri dengan memakai tas selempang di lengannya .


" Cepat kau antarkan aku ke tempat tadi " ucap Anna menarik tangan Andre agar segera bangkit dari duduknya .


" Ada apa " tanya Andre dengan tatapan heran .


" Aku lupa membayar tagihan makananku di cafe tadi " jawab Anna yang sudah ingin melangkah pergi namun di cegah oleh Andre .


" Duduklah "


" Kenapa kau menyuruhku duduk lagi , ayo cepat kita pergi... aku tak ingin di headline besok terpampang wajahku dengan berita '''' Model cantik pergi kabur tanpa membayar makanannya '''' . Bisa jatuh reputasiku "


" Ayo cepat "


"Ayo cepat "


" Ayo ce....mmmmmm."

__ADS_1


Ucapan Anna terhenti seketika , karena bibirnya saat ini telah dibungkam oleh tangan Andre yang merasa kesal dengan celotehannya .


" Kenapa kau membekapku " tanya Anna sedang mengatur napas karena telah lepas dari bekapan Andre .


" Karena kau berisik sekali "


" Cepat duduk , aku sudah membayar tagihanmu di cafe tadi " ucap Andre ketus .


" Bilang donk dari tadi " ucap Anna yang terlihat sudah mulai duduk kembali disamping Andre .


" Harusnya ku biarkan saja kau menangis tadi , setidaknya ketika kau menangis kau tak secerewet saat ini . Benar - benar menghancurkan suasana pantai yang menenangkan " celetuk Andre yang mendapat tatapan tajam dari Anna .


" Apa kau bilang !! " teriak Anna


" CEREWET " teriak Andre dengan menekankan kata cerewet di hadapan muka Anna .


" Byurrrrrrrrrrr "


Anna tiba - tiba saja melemparkan pasir ke atas kepala Andre .


" What ....apa yang kau lakukan " ucap Andre kesal .


" Menghukummu karena dari tadi kau selalu mengatakan diriku dengan sebutan cerewet "


Belum sempat membersihkan siraman pertama , Andre sudah mendapatkan siraman lagi diatas kepalanya .


" Byurrrrrrrrrr "


" Dan ini untuk apa " tanya Andre dengan bodohnya .


" Dan itu tidak untuk apa - apa , aku hanya suka saja menyirammu dengan pasir " jawab Anna dengan polosnya dan berlari kabur dari tempat Andre berada .


" Anna.......!!! " geram Andre berlari mengejar Anna yang sudah terlihat jauh berlari .


" Aku akan mengejarmu Anna . Bukan hanya dirimu , melainkan juga hatimu akan kukejar sampai akan kudapatkan dan kugenggam hingga tak terlepas lagi dari genggamanku "


**Bersambung**


**Jangan lupa untuk tinggalkan jejak


Like


Comment


vote


Untuk karya author agar dapat menjadi semakin berkembang dan juga memberi semangat author agar lebih semangat ngehalunya.......🙉🙊🙈🙈🙈🙉🙉🙉😽😽


Terimakasih**

__ADS_1


__ADS_2