Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Kabar bahagia dari keluarga Galvins


__ADS_3

Deg


" Anna " ucap Hendra dan Dita secara bersamaan .


" Ibu... Paman Hendra ...." ucap Nana setelah turun dari tangga dan langsung memeluk ibunya .


Sedangkan Ferdinand , angel dan juga jennie ternganga melihat Nana yang memeluk calon besan mereka yang ternyata sudah menjadi besan .


Mereka semua memanglah tidak tahu perihal orang tua Nana karena pada saat pernikahan dirinya dan Nathan diadakan , yang datang mewakili dirinya adalah paman dan bibi yang berasal dari pihak ayah kandung Nana . Sedangkan ibu dan ayah sambungnya tidak hadir karena sedang berada di Luar negeri . Nana memang tak menghubungi mereka semua karena menganggap bahwa pernikahan dirinya dan Nathan hanya berlangsung sementara dan alasan lainnya juga karena ia tidak ingin merepotkan ibunya yang telah memiliki keluarga baru . Ia tak ingin menjadi beban bagi ibunya yang kini telah bahagia dengan keluarga barunya . Biarlah kehidupan ibunya itu tenang dengan keluarganya tanpa harus terbebani oleh kehadiran Nana .


Namun siapa sangka rencana awalnya menjadi berubah karena benih cinta telah tumbuh diantara dirinya dan juga nathan . Pernikahan yang direncanakan sementara kini berubah menjadi pernikahan asli yang akan mereka jalani sampai maut memisahkan mereka .


" Sayang ... Kamu " ucapan Dita menggantung ketika melihat perut putrinya yang sudah membucit di hadapannya .


Nana hanya mengangguk tersenyum sambil mengambil sebelah tangan ibunya lalu meletakkan tangan itu di atas perut miliknya .


" Ini cucu ibu " ucapnya tersenyum bahagia .


Sedangkan Dita masih menatap tak percaya jika putri kecilnya itu saat ini sedang dalam keadaan mengandung .


" Ba...bagaimana bisa ? " Hendra berkata sambil memegang belakang kepalanya yang agak pusing karena syok dengan keadaan ini semua .


" Kak Nana sudah menikah dengan Nathan pa ...dan sekarang ia sedang mengandung anak dari Nathan..penerus dari keluarga wijaya " Ucap Anna kepada Hendra .


Nana yang mendengar penjelasan Anna sedikit terbelalak dibuatnya , ia begitu terkejut karena saudara tirinya itu sudah mengetahui hubungannya dengan nathan yang notabene adalah mantan pacar Anna .


Sejak kapan ia tahu , dimana dan bagaimana bisa ? Batin Nana bertanya - tanya


Dirinya begitu takut jika saudara dan juga keluarganya menjadi membenci dirinya jika tahu bahwa dirinya telah merebut nathan dari Anna , walaupun ia tak sengaja melakukan itu tapi dirinya tetap saja merasa bersalah .


Grep


Nathan tiba - tiba saja menggenggam sebelah tangan Nana , seolah - olah dirinya sedang memberikan kekuatan agar Nana menjadi lebih berani dalam menghadapi segala sesuatunya .


Dan itu berhasil .


Nana menjadi percaya diri kembali . Kekuatannya terasa terisi lagi setelah tangannya di genggam oleh suaminya . Dan kini dirinya sudah merasa tak takut lagi , apapun yang terjadi ia akan mencoba untuk menghadapinya .


" Lebih baik kita makan dulu , nanti kita bisa bicarakan lagi setelahnya " ucap Ferdinand menengahi berusaha mencairkan ketegangan yang ada , selain itu penyebabnya juga adalah karena kebetulan hidangan di meja sudah terlalu lama untuk di sajikan . Dia takut jika makanannya akan menjadi dingin dan tak enak lagi untuk di makan . Lagi pula dirinya juga percaya jika hati akan menjadi tenang jika perut sudah kenyang , jadi lebih baik jika mengisi perut terlebih dahulu agar nantinya bisa lebih tenang dalam mendiskusikan masalah yang mungkin akan sedikit rumit .

__ADS_1


******


Di mansion keluarga Galvins


" Hoeeekkkk "


" Kau tidak apa - apa ? " tanya Leo dari balik pintu .


Sedari tadi Alea terlihat bolak balik dari arah kamar mandi karena perutnya selalu bergejolak ingin muntah .


cklek


Alea keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan yang pucat . Dirinya sungguh lelah karena sedari tadi bolak balik terus dari dalam kamar mandi


" Sayang , ini mama bawakan dokter damian untuk memeriksamu " Ucap Lidya berjalan masuk ke kamar Leo dengan membawa Dokter kepercayaan keluarga Galvins .


Alea pun berbaring di atas tempat tidur kemudian diperiksa oleh sang dokter .


Dokter itu tampak mengerutkan keningnya kemudian tersenyum ke arah Alea , membuat alea menjadi bingung sekaligus kesal melihatnya . Dia mengira bahwa dokter itu sedang mengejek dirinya yang sedang kesakitan padahal nyatanya bukan .


" Bagaimana dok keadaan menantu saya " ucap Lidya khawatir .


Lidya yang pikirannya masih belum conect hanya bisa menganga mendengarnya , setelah sepersekian detik barulah dirinya mulai bisa mencerna penjelasan yang diterangkan oleh dokter pada dirinya .


Lidya terlihat sangat senang karena akhirnya dia bisa menjadi seorang grandma , dia buru - buru mengambil benda pipih mewah miliknya kemudian dengan segera mendial beberapa nomor dari teman - teman sosialitanya . Ia ingin memberitahukan kepada teman - temannya yang sombong itu bahwa anaknya juga bisa membuat anak seperti anak - anak mereka . Dan aksi menyombongkan diri ala emak emak pun berlangsung .


Sedangkan Leo dan Alea hanya bisa saling pandang , mereka sungguh tak menyangka jika kesalahan dua malam mereka akan membuahkan hasil secepat ini .


" Selamat ya syang ..." ucap Louise kepada putra dan menantunya .


*******


Alea dan Leo kini sedang melamun duduk bersandar di atas tempat tidur mereka .


" Apa yang harus kita lakukan sekarang ? " tanya alea yang sedang mengusap perutnya yang masih rata .


" Apa maksudmu ? tentu saja mengurusnya hingga ia besar " ujar Leo santai .


Greb

__ADS_1


" Aaaakh...apa yang kau lakukan "" teriak Leo karena tiba - tiba saja rambutnya di tarik sangat kuat oleh Alea .


" Ini gara - gara kau yang mengeluarkannya di dalam " geram Alea .


" Apa boleh buat aku lupa memcabutnya,,, punyamu begitu nikmat " ucap Leo sambil mencoba melepaskan tarikan tangan alea dari .


Perkataan Leo sungguh membuat Alea jadi malu sehingga tarikan tangan alea pun jadi langsung terlepas . Dirinya jadi mengingat malam panas yang mereka lalui bersama hingga beberapa ronde dan berbagai macam gaya . Bagaimana tidak langsung tocjer , mereka melakukannya bukan hanya sekali tapi berkali - kali . Rasa nikmat menghilangkan akal sehat mereka sehingga mereka berdua jadi lupa akan apa yang akan terjadi selajutnya .


Dan inilah hasilnya .


Sebuah makhluk kecil kini sudah menempati perut alea , sehingga membuktikan betapa perkasanya seorang Leonard Galvins jika sudah berada di atas ranjang .


Leo masih tampak mengusap - usapkan kepalanya , sungguh jambakan dari tangan kecil milik istrinya itu sangatlah menyakitkan hingga membuat beberapa helai rambutnya menjadi sedikit rontok . Untung saja rambut Leo banyak dan lebat jadi jika rontok tak terlihat botak .


" Bukankah kau sendiri juga keenakan waktu itu , bahkan berkata minta tambah padaku " ucap Leo tersenyum miring ke arah alea , yang membuat muka gadis itu yang sudah merah makin bertambah merah .


" A...aku " ucap Alea terbata , tampak dirinya begitu gugup saat ini karena Leo tiba - tiba saja mendekatkan wajahnya dengan wajah alea .


" Mari kita mulai awal yang baru " ucap Leo menatap tepat ke dalam kedua bola mata alea sambil menggenggam kedua tangan gadis itu .


" Aku...."


" Demi anak kita , please ..." bujuk Leo sambil menampilkan raut wajah yang memelas .


Alea yang melihat kesungguhan Leo pun akhirnya luluh , ia menganggukkan kepala yang berarti setuju dengan permintaan suaminya .


Wajah Leo perlahan semakin dekat dan mendekat , Ia kini sedang mengikis jarak di antara mereka berdua .


Cup


Leo mencium lembut bibir tebal nan seksi milik istrinya itu , Ia akui jika bibir itu kini sudah menjadi candu baginya .Bibir alea sangat begitu manis dan juga nikmat untuk ia rasakan , sungguh dirinya sangat menyukainya .


Ciuman yang semula lembut kini sudah berubah menjadi ciuman yang menuntut . Tiba - tiba saja gairah Leo memuncak .


" Bolehkah ..." ucap Leo menatap sendu ke arah Alea .


Alea hanya menjawab dengan anggukan kepala yang berarti dirinya setuju dengan permintaan Leo . Lagi pula dia juga sangat merindukan sentuhan suaminya itu , Leo begitu pandai dalam memanjakan tubuhnya sehingga membuat Alea jadi mengerang kenikmatan setiap Leo menyentuh tubuhnya .


Dan adegan panas itu pun terulang kembali . Berawal dari satu ronde bertambah jadi dua ronde , lalu bertambah terus hingga ronde keberapa hanya mereka berdua yang tahu .

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2