
" Kenapa bantal guling ini keras sekali " gerutu Nana yang masih setia terpejam sembari memeluk sesuatu di sampingnya .
" Dan apa ini ? kenapa bantal guling memiliki benda kenyal di bagian tengahnya ? " ucap Nana heran .
" Apa kau sudah selesai menyentuhnya ? " suara berat seorang pria membuat mata Nana langsung terbelalak .
Dunia Nana seakan ingin runtuh ketika dia menyadari bahwa sesuatu yang dia raba dan pegang sedari tadi bukanlah sebuah bantal guling melainkan tubuh dan tongkat ajaib milik Nathan yang sudah on fire sedari tadi karena sentuhan oleh tangan Nana .
" Huh..... ternyata aku masih ada di dunia mimpi " gumam Nana yang mengira dirinya masih berada di alam mimpi .
Dengan muka yang merasa tak bersalah dan berdosa sedikit pun , Nana pun kembali memejamkan matanya sembari membalikkan tubuhnya memunggungi tubuh Nathan berada .
Nathan yang melihat tingkah Nana disampingnya hanya bisa mengeluarkan sebuah senyuman mencurigakan, yang hanya dia dan author yang tahu arti dari senyuman itu .
Dengan perlahan Nathan bangkit dari tidurnya dan mulai mencium tengkuk leher milik Nana .
" Apa kau merasa kita masih di alam mimpi ? " bisik Nathan di telinga Nana .
Nana yang mendapati bisikan dari Nathan mulai membelalakkan matanya kembali , dan mulai menyadari bahwa apa yang terjadi saat ini bukanlah hanya sekedar mimpi belaka .
Nana menutup matanya kembali dan tak ingin melihat kenyataan yang telah dirinya perbuat bersama Nathan selama berjam jam lebih di dalam ruangan itu .
__ADS_1
" Hey ....sampai kapan kau akan pura pura tidur seperti itu ? " tanya Nathan yang tahu jika Nana hanya pura pura tertidur di sampingnya .
" Pergilah dari sini dan jangan ganggu aku " ucap Nana dalam hati
" Bagaimana bisa aku melakukan itu terhadapnya . Dada itu ? benda itu ? bagaimana bisa aku kehilangan kendali dan berubah menjadi seekor rubah betina yang begitu ganas di atas ranjang ?.....Aku benar benar tak ingin bangun kali ini . Sampah...!! tong sampah..ingin sekali aku memasuki tubuh ini ke dalam tong sampah besar itu sekarang .....!!!! " teriak Nana dalam hati , mengumpat dirinya sendiri karena tingkah bodohnya yang telah dia lakukan sendiri kepada suaminya yaitu Nathan .
Nathan yang melihat tingkah Nana yang masih gulang guling menutupi dirinya di bawah selimut hanya bisa tersenyum sembari menggeleng gelengkan kepala .
Dia masih tak habis pikir . Bagaimana bisa pria yang begitu sempurna seperti dirinya terjerat cinta kepada seorang wanita yang notabene seperti anak kucing kecil di sampingnya .
Karena sudah tak tahan melihat sikap konyol yang di lakukan Nana disampingnya . Nathan pun menggendong tubuh Nana dan membawanya ke bathroom untuk membersihkan diri bersama .
" Turunkan aku.. apa yang kau lakukan ? " teriak Nana karena terkejut tiba tiba digendong oleh Nathan .
Nana yang ditatap oleh Nathan hanya bisa diam sembari menutupi area sensitipnya , karena memang saat ini tubuhnya tak tertutupi oleh sehelai benangpun .
Dengan perlahan Nathan memasukkan tubuh Nana ke dalam Bath tube .
" akkhh......" Nana meringis karena masih merasa nyeri di bagian tertentu .
" Apakah sakit ? " tanya Nathan lembut .
__ADS_1
Nana hanya mengganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Nathan .
" Mendekatlah " ucap Nathan .
Dengan ragu Nana pun mendekat ke arah Nathan yang saat ini juga sedang berada di dalam bath tube yang sama dengan Nana .
Setelah mendekat , Nana tampak begitu terkejut ketika Nathan mulai menyabuni tubuhnya serta memijatnya dengan perlahan .
" Apakah enakkan ? " ucap Nathan .
Yang dijawab dengan anggukan kembali oleh Nana .
" Lain kali kau tak perlu seganas itu di atasku , cukup pelan pelan saja agar tubuhmu tak terlalu sakit " bisik Nathan sambil terkekeh di telinga Nana .
" Apa...!!! " teriak Nana sambil menatap tajam ke arah Nathan .
Nana hendak bangkit dari pangkuan Nathan namun tak sengaja terpeleset karena kondisi bath up yang cukup licin , yang membuat Nana jatuh kembali di atas tubuh Nathan .
" Tapi aku menyukainya " ucap Nathan meneruskan kalimatnya membuat pipi Nana berubah menjadi merah , semerah tomat yang sangat matang .
Nathan kembali mencium bibir chery milik Nana dan merekapun mengulangi adegan panas itu kembali di dalam Bath up .
__ADS_1
Bersambung