Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Wajah kelinci


__ADS_3

Setelah setengah jam perjalanan , akhirnya mobil mereka pun sampai di mansion.


" Maaf tuan kita sudah sampai " ucap sopir secara halus sambil membangunkan nathan yang tengah tertidur.


Nathan pun akhirnya terbangun dan melihat nana dan nino sedang terlelap tidur di sebelahnya.


" Tolong kau angkat nino ke kamarnya "


" Baik tuan " jawab sang sopir


Sang sopir pun melaksanakan tugasnya.


Terlihat saat ini nathan berusaha mengangkat tubuh nana yang sedang tertidur dengan mulut yang sedikit menganga.


" Apa benar kau seorang wanita ? bahkan tidurmu pun seperti seekor babi " umpat nathan yang saat ini tengah berjalan memasuki mansion sambil membopong tubuh nana di dalam dekapannya.


Nathan melihat kesekelilingnya dan mendapati dalam mansion yang sudah sangat sepi. Diliriknya sebuah jam besar yang begitu klasik terpajang di sebuah dinding yang menunjukkan waktu sudah tengah malam.


Ia berjalan menaiki anak tangga dan memasuki sebuah kamar tempat ia biasa beristirahat dengan nana.


Direbahkannya tubuh nana secara perlahan. Nathan hendak pergi ke bathroom untuk membersihkan diri , akan tetapi langkahnya terhenti ketika ia melewati sebuah cermin yang terdapat pada meja rias yang biasa nana pakai untuk berdandan.

__ADS_1


Alangkah terkejutnya dia ketika melihat pantulan wajahnya di cermin.


Wajah nathan yang biasa terlihat tegas dan cool kini berubah menjadi seperti seekor kelinci manis dan imut.


Wajah nathan dipenuhi dengan begitu banyak coretan oleh nana. Selain coretan ia juga memakaikan sebuah topi berbentuk telinga kelinci di kepala nathan.


Nathan menatap tajam kearah nana yang tengah tertidur pulas di atas ranjang.


Ada sebuah seringai licik yang keluar dari sudut bibir nathan . Ia melanjutkan kembali langkahnya memasuki bathroom untuk membersihkan kekacauan yang diperbuat oleh istri kecilnya pada wajah tampannya.


Setelah selesai membersihkan diri , nathan berjalan menuju ke ranjang dengan membawa sesuatu di tangannya.


Nathan berniat untuk membalas kelakuan nana terhadap dirinya dengan mencoret wajah nana balik.


Namun ternyata keberuntungan belum berpihak pada dirinya. Ketika ia hendak mencoret wajah nana , tiba tiba nana terbangun dari tidurnya dan membuat nathan terlonjak kaget.


" Apa yang tuan lakukan diatasku ? " ucap nana yang melihat nathan tengah berada diatas tubuhnya dengan wajah yang berjarak begitu dekat dengan wajahnya.


Kedua mata mereka sempat saling menatap satu sama lain . Sampai ketika ponsel nathan berbunyi yang membuyarkan lamunan mereka.


Tanpa menjawab pertanyaan dari nana , Nathan pergi ke arah balkon kamarnya untuk mengangkat panggilan telepon di ponselnya.

__ADS_1


" Apa yang ingin dia lakukan? Awas saja kalau dia berani macam macam lagi padaku " batin nana sambil meraba raba tubuhnya untuk mengecek keadaan dirinya.


Setelah puas melihat seluruh bagian tubuhnya , nana pun beranjak pergi ke bathroom untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.


" Apa kau sudah dapatkan semua informasinya ? " ucap nathan melalui telepon


" Sudah tuan , dan peristiwa di kamar hotel saat itu memang murnilah sebuah kecelakaan tanpa ada unsur kesengajaan sama sekali. Pada malam itu nona muda sedang menggantikan salah satu karyawan yang sedang off karena sakit dan mendapat tugas untuk membersihkan kamar yang berada disebelah kamar tuan. Karena kondisi kesehatan nona muda yang kurang baik ia salah melihat nomor kamar dan memasuki kamar tuan yang juga tak ditutup rapat oleh tuan erik . Dan saya juga sudah mengirim file tentang semua data penting mengenai nona muda kepada tuan.


" Kerja bagus , besok akan aku transfer kepadamu "


" Baik tuan , terima kasih "


Telpon pun ditutup. Nathan selama ini memang memerintahkan orang kepercayaannya untuk menyelidiki tentang kejadian malam itu dan juga tentang nana.


Ia curiga jika ini adalah siasat musuh yang ingin menjatuhkan dirinya dan perusahaannya menggunakan nana.


Karena perusahaan yang ia pimpin saat ini adalah perusahaan yang lumayan besar dan sedang berkembang pesat , jadi ia harus selalu waspada karena musuhnya akan selalu mencari celah untuk menjatuhkan dirinya.


Ada sebuah senyuman terlintas di bibirnya. Entah apa yang dipikirkan oleh nathan saat ini , yang pasti hanya dia dan authorlah yang tahu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2