
" Nath hentikan.. aku baru saja selesai mandi " ucap Nana tercekat di tengah tengah permainan mereka yang baru saja akan dimulai oleh Nathan .
" Kau bisa mandi lagi sayang " ucap Nathan santai yang masih asyik dengan kedua gunung kembar milik Nana .
" Sayang....sepertinya kau lupa jika kau harus menjelaskan sesuatu padaku saat ini " ucap Nana kembali , sambil menahan sesuatu yang terasa membara pada tubuhnya saat ini yang bisa saja membuatnya begitu menggila bersama Nathan .
" Aku berjanji akan menjelaskan tentang itu semua padamu nanti , tapi setelah menyelesaikan urusan kita di atas ranjang ini " ucap Nathan yang saat ini tengah sampai pada hutan rimba milik Nana .
Nana sudah tak bisa menolak lagi . Tubuh dan pikirannya benar benar tak bisa diajak bekerja sama saat ini . Sentuhan tangan Nathan benar benar telah membuat tubuh Nana terbuai dan hilang akal . Pria itu sungguh pemain yang sangat handal bagi Nana . Di setiap sentuhan yang diberikan oleh Nathan benar benar bisa membuat setiap wanita bisa mabuk kepayang dibuatnya .
" akhhh.... Nathan " suara lenguhan tanpa sadar keluar dari mulut Nana yang membuat Nathan semakin bergairah dibuatnya .
" Teruslah keluarkan suara indahmu sayang " ucap Nathan yang saat ini tengah berusaha melepaskan benda yang tengah melekat pada tubuh mereka berdua .
Setelah memastikan sudah tak ada lagi penghalang diantara mereka , Nathan pun memulai aksi liarnya terhadap Nana . Sebuah aksi yang bisa membuat tubuh mereka serasa melayang dibuatnya . Sungguh benar - benar kenikmatan yang sangat sulit untuk diungkapkan.
Setiap sentuhan dan hentakan yang dilakukan oleh Nathan terhadap tubuh Nana , benar - benar bisa membuat Nana mengeluarkan suara yang membuat siapapun yang mendengarnya bisa merasa panas dingin gerah seketika .
__ADS_1
Nana benar - benar sangat menikmati segala macam permainan yang dimainkan oleh suaminya itu . Berbagai macam gaya telah mereka gunakan dalam aktivitas itu namun tak ada tanda - tanda terlihat kalau mereka akan menyudahi olahraga ranjang tersebut .
" Nath... tolong lebih cepat lagi " ucap Nana dengan ekpresi begitu menggoda di mata Nathan .
" Tunggu aku sayang , aku juga sudah mau di puncak " balas Nathan yang memacu gerakannya lebih cepat dari sebelumnya .
Kamar yang terlihat begitu luas dengan suhu ruang dingin karena memiliki beberapa AC disetiap sudutnya , seakan tak bisa mengalahkan hawa panas yang terasa diantara mereka . Seluruh badan sepasang suami istri itu kini sudah terlihat basah bermandikan dengan keringat . Terdengar suara - suara yang begitu erotis sehingga menambah kesan panas bagi siapapun yang mendengarnya .
****
" Besok saja bu . Hari ini aku sangat lelah sekali " ucap Nana mengigau dalam tidurnya karena aktivitas melelahkan yang telah mereka lakukan sampai hampir 7 jam lebih itu membuat Nana menjadi langsung tertidur lelap .
" Baiklah kalau begitu sayang . Akupun juga lelah saat ini " ucap Nathan sembari kembali mengeratkan pelukannya dan menyusul Nana pergi ke alam mimpi .
****
" Ma...Nathan dan Nana mana ? " tanya Ferdinand yang saat ini tengah berada di meja makan .
__ADS_1
" Kau seperti tak pernah menjadi pengantin baru saja " jawab mommy angel tersenyum penuh arti sembari mengambilkan beberapa makanan ke piring suaminya .
" Memang apa yang biasa dilakukan pengantin baru didalam kamar selama berjam jam " tanya Nino dengan polosnya yang membuat Jennie yang sedang duduk tenang disampingnya menjadi tersedak .
" Hey ' anak kecil ...kau itu masih kecil jadi tak perlu tahu tentang urusan orang dewasa " ucap Jennie menatap tajam ke arah Nino .
" Dasar nenek lampir , kan aku hanya bertanya . Ya.. kalau memang tak mau dijawab juga tak masalah , aku bisa bertanya ke mbah googlii nantinya " ucap Nino tak kalah ketus dari Jennie .
" Sudah jangan berdebat . Lanjutkan makan kalian " ucap Mommy angel menengahi perselisihan antara anak dan cucunya tersebut .
" Awas saja kau bocah kecil , akan kubalas perbuatanmu nanti " ucap Jennie dalam hati sambil memotong daging yang ada dihadapannya kini dengan sangat ganas .
" Akan aku tunggu hukuman darimu " batin Nino seakan tahu isi pikiran dari Jennie .
Mommy angel dan tuan ferdinand hanya bisa geleng - geleng kepala melihat ke arah mereka yang sampai saat ini masih saja saling menatap tajam bagaikan seekor tikus dan kucing .
Bersambung
__ADS_1