Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Petaka di sebuah Restoran


__ADS_3

Beberapa menit bersama , Andre masih saja terlihat cuek dengan kehadiran wanita yang ia beri nama Mozarella tersebut . Sehingga membuat Renata menjadi tidak enak hati terhadap anak dari rekan bisnisnya tersebut . Sedangkan Moza sudah sangat dongkol dengan lelaki sombong di hadapannya itu . Sehingga ia memiliki sebuah ide agar dirinya bisa lepas dari situasi yang tidak mengenakkan ini .


" Mmm..maaf tante , sepertinya aku harus pulang . Aku lupa hari ini aku punya schedule mengajar dengan murid lesku di rumahnya " ucap Moza mencoba mencari alasan untuk kabur dari tempat itu .


Moza memang merupakan seorang pengusaha muda yang meneruskan bisnis dari sang ayah , namun selain itu dirinya juga merupakan seorang pengajar les dari satu rumah ke rumah lainnya . Hal itu ia lakukan hanya untuk sekedar hobi buatnya sekaligus mengisi waktu kosong yang ia miliki .


" Oh...baiklah sayang . Maaf ya tante sudah menganggu waktumu , dan tante juga minta maaf atas perilaku Andre padamu " balas Renata sambil mencium pipi kiri dan kanan wanita muda tersebut .


" Tidak apa - apa tante ...kalau begitu aku permisi pamit undur diri " Moza berkata sambil tersenyum ke arah Anna , Andre dan juga Renata .


Setelah kepergian wanita itu , Renata pun kembali duduk di atas kursinya . Ia menatap tajam ke arah putranya duduk dan tanpa aba - aba Renata menjewer telinga sang anak karena tingkat kesabarannya sudah habis sepertinya .


" Aww...aww..aaa...ma lepas " ucap Andre meronta - ronta ingin melepaskan tangan Renata dari sebelah telinganya . Sedangkan Anna yang sedari tadi sedang duduk di samping Andre terjingkat kaget dengan perbuatan yang dilakukan oleh ibu dan anak itu . Sungguh ia menjadi malu dibuatnya karena hampir semua pengunjung saat ini sedang menatap ke arah mereka . Kegaduhan yang di buat oleh ibu dan anak itu sungguh membuat Anna menjadi pusing , sehingga dengan sekuat tenaga ia mencoba melerai perkelahian antara ibu dan anak itu . Namun bukannya terlepas ia malah juga terkena jeweran dari wanita tua itu , sehingga Anna juga ikut mengerang kesakitan . Sungguh capitan dari tangan wanita tua itu sangatlah kuat seperti capitan seekor kepiting .


Dan terjadilah kegaduhan karena teriakan dari tiga orang tersebut . Andre dan Anna mengerang kesakitan karena telinga mereka ditarik kencang oleh wanita tua itu , sedangkan Renata terus saja mengomel seperti kereta api berjalan tiada henti - hentinya . Sungguh restoran yang damai itu kini sudah berubah menjadi seperti sebuah pasar dibuatnya karena ulah mereka .


" Ma lepaskan Anna " teriak Andre berusaha melepaskan tangan ibunya dari telinga wanita yang dicintainya .


" Tidak akan .....Mama tidak akan pernah melepaskan wanita yang telah menyakitimu " teriak Renata sembari menguatkan capitan tangannya pada telinga Anna dan juga Andre.


Anna yang sedang kesakitanpun tidak mendengar jelas perkataan dari Renata . Wanita itu masih tetap fokus berusaha untuk melepaskan capitan dari telinganya yang lama kelamaan makin terasa sakit .

__ADS_1


Suasana restoran yang sudah gaduh makin menjadi lebih gaduh lagi dibuatnya . Sehingga sebuah pernyataan Andre membuat kegaduhan itu berubah menjadi keheningan .


" Ma lepaskan Anna , dia sedang hamil " ucap Andre sehingga membuat capitan tangan renata pada telinga Anna dan Andre menjadi sedikit melonggar .


" Apa katamu ? " tanya Renata ulang , ia sedang memastikan bahwa pendengarannya tidaklah salah dalam mendengar perkataan putranya tersebut .


" Iya ma...Anna sedang hamil anak Andre sekarang " ucap Andre kembali berusaha meyakinkan ibunya . Renata yang mendapat kabar tersebut begitu syok mendengarnya , ia memang menginginkan putranya itu untuk segera mempunyai anak , namun tidak di luar nikah juga kali .


Sedangkan Anna yang mendengar perkataan Andre hanya bisa melongo sambil menganga mendengarnya , sungguh ingin sekali ia melemparkan sepatu high heelsnya ke kepala pria gila itu saat ini karena telah memfitnahnya hamil .


" Anna....ka..kau hamil ? " bukan Renata atau pun Andre yang bicara , melainkan Hendra yang sedari tadi mendengarkan perdebatan mereka . Pria itu terlalu syok , hingga nada bicaranya pun jadi terbata .


" A..ayah...ibu..." ucap Anna tergagap , sungguh dirinya kini begitu syok hingga rasanya kedua lututnya terasa menjadi lemas . Untung saja Andre dengan sigap menangkap tubuh Anna , jika tidak mungkin saja wanita itu sudah jatuh tersungkur di lantai .


" Kalian berdua harus menjelaskan semua ini kepada kami semua " ucap Hendra menatap nyalang ke arah mereka berdua . Sungguh dirinya merasa tercoreng saat ini , bagaimana bisa putri yang ia selalu awasi dua puluh empat jam kini diberitakan hamil di luar nikah . Hendra sungguh tak habis pikir saat ini , dirinya merasa kecolongan . Ingin sekali ia memukul wajah pria yang telah menghamili putrinya tersebut .


Sedangkan Dion hanya menatap datar ke arah dua orang tersebut , sekilas pria itu terlihat tersenyum sehingga tidak ada yang tahu bahwa ia sedang tersenyum . Entah apa yang dipikirkan oleh Dion sehingga dirinya tersenyum seperti itu .


Flashback on


" Dion kenapa kita jadi lewat sini , bukankah kita akan pulang ? " tanya hendra pada putranya yang tiba - tiba saja mengubah alur perjalanan mereka .

__ADS_1


" Aku hanya ingin memesan sesuatu di restoran untuk di bawa pulang " jawab Dion yang masih santai mengemudikan mobilnya . Hendra yang mendengar jawaban dari putranya hanya menganggukan kepala yang pertanda ia setuju dengan keinginan putranya .


Mobil pun melaju hingga ia sampai pada sebuah restoran mewah tempat ia selalu berlangganan .


Sampai disana belum sempat Dion memesan , ia telah di suguhkan oleh sebuah pertunjukan yang begitu seru yang di sajikan oleh Andre , Anna dan juga seorang wanita paruh baya . Hendra dan Dita yang melihat putrinya sedang berada di dalam keributan itupun merasa terkejut sehingga mereka berdua dengan cepat berjalan menuju ke arah putrinya berada . Namun sayang ketika mereka sudah dekat di tempat Anna berada , Hendra tak sengaja mendengar sebuah berita yang membuat jantungnya sampai berdegub kencang , dirinya begitu syok ketika mendengar jika saat ini putri mereka sedang hamil mengandung benih dari seorang pria yang tadi sempat dikenalkan oleh Anna sebagai calon menantunya . Apa karena dirinya hamil sehingga putrinya itu memperkenalkan seorang pria padanya agar mereka segera di nikahkan . Ini tidak bisa dibiarkan . Hendra pun mengajak putrinya itu pulang beserta dengan pria yang telah mengaku menghamili putrinya itu . Dan diikuti juga dengan wanita paruh baya yang sempat menjewer telinga mereka berdua yang ternyata adalah ibu kandung dari si pria .


Dion yang melihat itu semua rasanya begitu puas . Dirinya memang dari awal sudah merencanakan itu semua , Ia memang berniat untuk membuntuti Andre dan juga adiknya ke restoran itu . Dion memiliki felling bahwa adiknya itu sedang merencanakan sesuatu dengan laki - laki yang bernama Andre tersebut . Tanpa sepengetahuan mereka berdua ternyata Dion telah menempelkan sebuah mikropon kecil pada pakaian yang Anna kenakan , alat itu merupakan alat model terbaru yang Dion buat sendiri . Mikropon kecil itu berfungsi sebagai alat perekam suara sehingga kita bisa mendengar percakapan orang tersebut dalam jarak berapapun yang kita mau . Sungguh merupakan suatu alat yang canggih dan berguna untuk Dion .


Setelah alat itu terpasang , Dion pun pura - pura untuk memisahkan diri dari mereka . Sehingga tanpa sengaja ia mendengar percakapan Anna yang akan melakukan sesuatu terhadap dirinya dan juga Jennie . Adiknya itu ternyata curiga pada hubungan dirinya bersama Jennie miliki .


Sehingga sebelum hal itu terbongkar maka dirinya berniat akan membongkar terlebih dahulu rencana Andre beserta adiknya itu . Dan hal tak terduga pun terjadi , belum sempat Dion melakukan sesuatu kepada adik dan juga partnernya itu , ternyata mereka sudah terkena masalah duluan . Sehingga membuat Dion jadi tak perlu repot - repot lagi untuk menghancurkan rencana mereka . Karena saat ini saja mereka sudah terkena masalah akibat kebohongan yang telah mereka perbuat , sehingga mana mungkin mereka mempunyai waktu lagi untuk mengurusi masalah orang lain termasuk masalah Dion dan juga Jennie .


Dion memang tahu jika pengakuan dari lelaki itu adalah bohong . Karena baru kemarin adiknya itu meminta tolong pada dirinya untuk membelikan wanita itu sebuah pembalut akibat stok pembalutnya yang habis . Ingin sekali Dion menjitak kepala adiknya itu karena dengan seenak jidatnya menyuruh Dion untuk membelikan dirinya pembalut . Untung Dion adalah seorang kakak yang penyayang dan juga penyabar jadi ia tetap membelikan adiknya itu pembalut walau harus dengan mengoceh secara tidak jelas di sepanjang perjalanan membelinya .


Dan dion berterima kasih atas hal itu semua , jadi ia bisa tahu pasti jika adiknya itu tidak benar - benar hamil .


Dan Dion pun ikut berjalan mengikuti arah ayahnya membawa adik dan juga pria yang bernama Andre tersebut .


Flasback off


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2