
Di restoran perancis
Terlihat Nathan dan Nana sedang duduk santai di sebuah ruangan privat room . Mereka sedang melihat menu untuk menentukan pesanan mereka .
Nathan sudah memilih pesanannya terlebih dahulu dan saat ini tinggal menunggu pilihan Nana .
Hampir sepuluh menit menunggu , Nana terlihat hanya membolak balikkan menu yang ada dihadapannya saja . Itu benar benar membuat Nathan menjadi sedikit geram sekaligus gemas dengan tingkah istrinya .
" Apa kau mau aku yang pilihkan ?" tanya Nathan
" Tidak " ucap Nana tegas yang masih saja memperhatikan menu yang ada ditangannya .
" Ini Restoran mahal kan ? " Nana menunduk sambil berbisik di telinga Nathan .
" Hmm " Nathan hanya menjawab dengan anggukan kepala
" Kau bilang tadi semuanya lengkap ada disini kan " ucap Nana meyakinkan sekali lagi .
Nathan pun hanya menganggukkan kepalanya sekali lagi sebagai jawaban .
" Baiklah kalo begitu " Nana sudah menegakkan kembali punggungnya seperti semula . Sepertinya ia akan memesan sekarang .
" Aku mau pesan rujak kedondong "
Krikk...krikk...krrok.... (seakan sound suara jangkrik dan kodok tiba tiba saja terdengar memenuhi ruangan itu )
" Ma...maaf nyonya , anda pesan apa tadi " tanya pelayan dengan tergagap karena takut ia salah dengar pesanan tamunya .
" Aku ingin pesan rujak kedondong , cabenya minta jangan banyak banyak ya . Cukup satu saja biar gak terlalu pedas " jelas Nana dengan mantap
Pelayan dan Nathan hanya bisa bengong dengan mulut hampir menganga memandang ke arah Nana karena mendengar dengan jelas pesanan yang diinginkannya . Mereka berdua benar benar tak habis pikir dengan jalan pikiran gadis didepannya ini . Bagaimana bisa ia memesan rujak kedondong di sebuah restoran perancis . Benar benar gila pikirnya .
" hmmm " pelayan berdehem sejenak untuk menetralkan keterkejutannya .
__ADS_1
" Maaf nona , tapi di restoran kami tidak menyediakan menu tersebut " ucap pelayan berusaha bersikap seramah mungkin agar tidak menyinggung perasaan tuannya .
" Tapi kata suamiku bahwa disini menunya lengkap " Nana menatap ke arah Nathan berharap ia akan mendapat dukungan dari pria yang sedang duduk dihadapannya kini .
Nathan yang ditatap hanya bisa mendengus sembari memijat pelipisnya . Kepalanya tiba - tiba saja mendadak terasa berubah menjadi sedikit pening .
" Sayang ... maksudku lengkap itu adalah makanan perancisnya bukan makanan yang lain " Nathan mencoba menjelaskan .
" Kalau tahu begitu aku tidak akan mau diajak makan disini " dengus Nana dengan muka memerah karena menahan tangis .
Nana juga tak mengerti akan dirinya sendiri . Kenapa akhir akhir ini ia merasa menjadi sangat emosional . Tiba tiba ingin marah , tiba - tiba juga dadanya terasa sesak ingin menangis jika sesuatu yang dia inginkan tak terpenuhi , contohnya seperti saat ini . Ingin sekali ia menangis karena tak mendapatkan rujak kedondong .
" Tolong buatkan rujak kedondong untuk istri saya " titah Nathan karena tak tega melihat kesedihan wanita di hadapannya .
Seketika mata Nana berbinar mendengar ucapan Nathan . Berbanding terbalik dengan keadaan sang pelayan yang sudah terlihat pucat pasi karena keterkejutan mendengarkan perintah pesanan tuannya .
" Ba..baik tuan " Dengan berat hati sang pelayan menerima pesanan itu . Ia benar - benar tidak tahu harus berkata apalagi dengan rekannya yang bertugas di bagian dapur nantinya . Mungkin ia akan diamuk oleh rekan kerjanya karena memberikan mereka tugas yang lain dari biasanya . Tapi sekali lagi ini kan perintah dari tamu mereka , mau tidak mau , suka tidak suka mereka harus menjalankannya . Ingat... Motto restoran mereka yang mengatakan " Tamu adalah Raja " dan itu harus ditaati kalau masih ingin bekerja direstoran tersebut .
Saat itu juga suasana Restoran yang semula sunyi mendadak berubah jadi ramai .
Bukan ramai karena banyak pengunjungnya , melainkan ramai karena para pelayan sedang sibuk mengobrak abrik dapur untuk membuatkan rujak kedondong pesanan istri dari bos mereka . Benar -benar pesanan yang memacu adrenalin sekali . Coba kalian bayangkan, pelayan yang biasanya hanya menyajikan masakan perancis saja , saat ini diharuskan untuk membuat rujak kedondong dadakan . Sungguh melenceng jauh sekali dari skill mereka . Membuat mereka jadi bekerja extra kelabakan . Beberapa karyawan terdengar mengumpati bos mereka dengan berbagai umpatan kasar , dan tentunya itu semua hanya berani mereka lakukan di dalam hati saja . Siapa yang berani mengumpati Nathan secara langsung . Hanya orang gila saja yang sepertinya berani melakukan itu . Mereka masih sayang nyawa mereka.
Setelah beberapa lama akhirnya rujak kedondong pun tersaji dimeja , membuat mata Nana menjadi berbinar dengan air liur yang terlihat hampir menetes . Tanpa basa basi lagi ia langsung melahap rujak kedondong tersebut . Nathan yang duduk di hadapannya menjadi melongo melihat kekalapan istrinya menikmati makanan itu .
" Apa benar seenak itu " pikir nathan .
" U mau ? " tanya Nana ke arah Nathan karena merasa diperhatikan .
" Tidak , buatmu saja "
" Cobalah sedikit " Nana menyodorkan sesendok rujak kedondong ke mulut Nathan hendak ingin menyuapinya .
Karena tak ingin membuat istrinya kecewa , akhirnya Nathan pun memakan rujak kedondong tersebut .
__ADS_1
satu suapan
Dua suapan
Tiga suapan.... Dan seterusnya
Sampai akhirnya rujak diatas piring Nana menjadi tandas tak tersisa .
Doeng....habis
Nana menatap nanar ke arah piring dihadapannya . Dia memang menginginkan Nathan untuk coba mencicipi rujak kedondong miliknya , tapi gak sampai habis juga bambang .
Padahal dia baru memakan rujak itu hanya dua kali suap . Rasanya Nana ingin menangis kembali , menatapi rujak yang sangat diinginkannya kini telah menghilang .
" Tambahkan rujak kedondong lima porsi lagi ke mejaku " ucap Nathan pada pelayan .
Sekali lagi Nana menatap pria dihadapannya dengan mata berbinar .
Bagaikan mendapat angin segar di telinga Nana ketika Mendengar Nathan menambah pesanan rujak kembali .
Nathan yang melihatnya hanya bisa tersenyum .
" Apa kau sesenang itu ? " ucap Nathan menggoda .
Nana yang di tanya langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat empat lima sambil melebarkan senyumannya selebar lebarnya . Dia benar benar bertingkah seperti pupy kecil .
Tak berselang lama , rujak kedondong dengan ronde kedua pun tersaji kembali . Semua dilahap oleh Nathan dan Nana sampai habis tak tersisa . Sebenarnya Nathan juga bingung dengan dirinya sendiri kenapa ia bisa makan makanan yang dipesankan oleh istrinya itu dengan lahap , padahal ia tak pernah sekalipun menyentuh atau memakan makanan itu selama hidupnya . Bahkan makanan itu benar benar bukan seperti selera Nathan sekali .
Akan tetapi ketika ia melihat istrinya makan dengan lahap makanan itu , seakan membuat Nathan tergiur ingin sekali ikut memakannya . Sehingga ketika Nana menyuapinya , tanpa sadar membuat Nathan telah menghabiskan makanan yang disebut dengan nama rujak tersebut . Benar benar makanan yang sangat lezat . Mungkin ia akan menambahkan rujak ke dondong ke dalam menu restorannya nanti pikir Nathan .
Para karyawan yang melihat tingkah aneh bosnya tersebut hanya bisa geleng - geleng kepala . Mungkin restoran perancis tempat mereka bekerja saat ini akan menjadi restoran perancis pertama di dunia yang akan menyediakan rujak kedondong pada menu halamannya . Benar benar aneh bin ajaib . Sekali lagi devinisi " the power of money " terbuktikan kembali bukan hanya di dunia novel , di dunia nyata pun juga begitu .
BERSAMBUNG
__ADS_1