Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Bibir cherry


__ADS_3

Setelah beberapa menit di dalam lift , mereka pun sampai di sebuah ruangan yang sangat luas . Terlihat ruangan itu tertata dengan rapi dan juga bersih.


Nana tampak kagum di buatnya , sejenak ia telah melupakan rasa gugup yang tengah ia rasakan sejak berjalan tadi.


" Apa kau menyukainya ? " tanya Nathan sembari duduk di kursi kebesarannya yang dijawab sebuah anggukan dari Nana.


Nana yang sempat melamun akhirnya pun tersadar ketika mendengar pertanyaan dari pria dihadapannya.


" Maaf tuan apa yang harus saya kerjakan sekarang ? " tanya Nana yang masih setia berdiri dihadapan Nathan.


" pertama berhentilah memanggilku tuan , apa kau ingin semua orang tahu bahwa kita menikah kontrak ? " ucap Nathan.


" Diketahui semua orang ? bukankah pernikahan kita pun tak ada yang mengetahuinya kecuali keluarga terdekat kita . Dasar pria aneh !" Nana berpikir sambil menatap heran.


" Kenapa kau menatapku seperti itu ?Apa kau mengerti ucapanku ? " Nathan menatap tajam ke arah Nana.

__ADS_1


" B-baik tuan , tapi saya harus memanggil tuan dengan sebutan apa ? " tanya Nana menatap bingung.


" Terserah , asal jangan tuan atau kau mau ku hukum lagi ? " ujar Nathan sambil tersenyum licik.


" T - tentu saja tidak tuan " jawab Nana gugup sambil melambaikan kedua tangan didepan dadanya.


" Hukuman kemarin saja , masih membuat seluruh badanku sakit sampai sekarang . Apalagi kalau di tambah....'oh, tidakkkk.....!! " Nana menggeleng gelengkan kepalanya sembari mengkhayal bahwa hukumannya akan ditambah.


" Sekarang apa lagi yang dipikirkan oleh gadis bodoh itu " batin Nathan sambil melihat ke arah Nana yang sedang berkomat kamit sendiri.


Nathan beralih mengambil setumpuk dokumen yang telah berada diatas mejanya sedari tadi dan mulai memeriksanya.


" M- maafkan saya tuan "


" Lebih baik kau duduk diatas sofa sebelah sana dan jangan lakukan apapun , tunggu aku memanggilmu. jika kau berisik , aku akan menghukummu kembali " ancam Nathan dan meneruskan pekerjaannya kembali.

__ADS_1


" Hey pria gila , harusnya kau dari tadi menyuruhku untuk duduk. Bukannya membiarkanku berdiri sampai kakiku kesemutan disitu " umpat Nana dalam hati sambil menatap Nathan dengan kesal.


Nanapun bergegas duduk diatas sofa yang ada di pojokan ruang itu dengan mulut mengerucut.


" Iss ....dasar pria gila .Dia sendiri yang mengajakku kemari untuk bekerja , tapi setelah berada disini dia malah menyuruhku untuk diam. Sebenarnya dia maunya apa sih? " nana mengumpat dalam hati sembari mengambil ponselnya yang berada dalam tas dan kemudian bermain game.


Waktu pun kian berlalu . Semua permainan telah habis Nana mainkan. Matanya tiba tiba terasa berat . Telah ia coba untuk tetap terjaga . Namun sial , matanya sudah tak bisa di ajak kompromi apalagi ditambah suasana kantor Nathan yang sangat hening membuat rasa kantuk Nana semakin bertambah.


Secara perlahan matanya mulai terpejam dan sampailah ia di alam mimpi bertemu dengan idolanya yaitu B*S 😁.


Disisi lain terlihat pekerjaan Nathan sudah hampir selesai. Dilihatnya sebuah jam mahal yang terpakai di pergelangan tangannya. Nathan berdiri dan berjalan menghampiri Nana hendak memanggilnya untuk makan siang bersama. Namun niat itu ia urungkan karena melihat Nana sedang tertidur lelap sambil menggenggam sebuah ponsel di atas sofanya.


" Dasar gadis bodoh , bagaimana bisa kau tidur disembarang tempat seperti ini 'hah, ? apa kau itu seekor kerbau yang bisa tidur dimana saja..." gumam Nathan menatap lekat ke arah Nana sambil mengelus pipi gadis yang tengah tertidur itu.


Pandangannya kemudian beralih ke arah bibir berwarna pink kemerah merahan yang nampak seperti buah cherry di matanya.

__ADS_1


Dirabanya sekilas bibir itu menggunakan jempol tangannya. Bibir merah itu seakan menarik dirinya seperti magnet. Nathan sudah tak dapat lagi menahan gejolak di dadanya .Perlahan demi perlahan wajah Nathan mulai mendekat dan semakin dekat dan pada akhirnya hal tak terduga pun terjadi.


Bersambung


__ADS_2