Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Erik punya calon istri ?


__ADS_3

" Selamat Anna " ucap Nana yang kini ikut memberi selamat di atas panggung .


" Terima kasih kakak " balas annabelle tersenyum manis sambil memeluk erat tubuh buncit yang Nana milikki .


" Dan kau , awas saja kau sampai membuat Anna menangis aku akan membuat perhitungan kepada mu duluan " ancam Nana menatap tajam ke arah Andre berada . Pria itu terlihat sedikit meringis ngeri dibuatnya mengingat betapa galak istri dari temannya itu .


Dirinya jadi teringat ketika kepalanya di jambak hingga hampir nyaris botak karena kebohongan dirinya yang mengatakan jika Anna telah hamil . Untung saja istrinya itu dengan cepat menolongnya dan menjelaskan perihak sesungguhnya , jika tidak mungkin saat ini dirinya menjadi pengantin botak di atas panggung yang di pijakinya kini .


" Sayang , sudah tak enak di lihat tamu yang lain " bujuk nathan yang kini ada di belakangnya .


" Huhh...kau sama saja dengan dokter mesum itu " kesal Nana dan berlalu pergi meninggalkan nathan . Pria itu hanya bisa menghela napas kasar , dirinya benar - benar harus memiliki kesabaran extra untuk meghadapi wanita yang perutnya sedang membuncit itu .


" Sabar ya kak... Wanita hamil memang seperti itu " ucap Anna menasehati .


" Iya aku mengerti , kalau begitu aku permisi dulu . Dan selamat untuk kalian berdua " jawab nathan tersenyum tulus dan pergi menyusul ke arah istrinya berada .


" Sepertinya kau tahu banyak tentang wanita hamil " ucap Andre tersenyum penuh arti ke arah istrinya berada .


" Ya , aku sedikit tahu karena aku dulu pernah berperan sebagai wanita hamil dalam membintangi suatu film " jelasnya singkat .


" Bagaimana kalau kita buat itu jadi kenyataan , jadi kau bisa lebih banyak tahu tentang kehamilan . Bahkan kau bisa tahu rasanya bagaimana proses pembuatannya . Di jamin pasti enak " bisik Andre tepat di telinga Anna , sehingga membuat wajah gadis itu seketika memerah karena malu .


" Iiisss...kau ini , memang benar kata kak Nana jika kau adalah dokter mesum di muka bumi ini " ucap Anna kesal sambil mengerucutkan bibirnya sehingga membuat Andre menjadi gemas ingin menciumnya .


" Aku kan mesumnya sama istri sendiri , kan gak salah kan " Andre mecubit gemas istri cantiknya tersebut .


" ehemmm..ehemm....woi masih banyak tamu yang antre , mesra - mesraannya nanti aja dikamar " celetuk Erik yang kini tengah ada di hadapannya .

__ADS_1


" Dasar jomblo akut , iri aja kalau orang lagi mesra - mesraan " ejek Andre sambil memeluk pinggang Anna dengan mesra . Pria itu terlihat seperti sedang memanas - manasi temannya yang berdiri di hadapannya itu .


" Sory broo....gue bukan jomblo lagi saat ini " jawab erik dengan penuh kebanggaan .


" Terus kalo loe gak jomblo , kemana pasangan loe ? Kok gue lihat loe sendirian aja " jawab andre celingukan seperti mencari sosok wanita yang menjadi teman laknatnya tersebut .


" Tuh...yang bergaun hitam " ucap Erik yang menunjuk salah seorang wanita yang kini tengah berjalan ke arah mereka .


" Buset rik...loe pacaran sama karung beras . " celetuk Andre menganga tak percaya ketika melihat wanita yang di tunjuk oleh andre kepada dirinya .


" Kampret nich orang , bukan yang itu setan tapi yang itu " kesal Erik , menunjukkan lebih detail lagi pasangannya malam ini kepada teman bahlulnya itu .


" Oh yang itu , gue kira karung beras di depannya " cengir Andre merasa tak bersalah sama sekali .


" Sialan ,, gini - gini gue juga masih belum katarak kali dalam milih cewek buat pasangan gue " ujar Andre yang masih diliputi kekesalan dan kedongkolan di dalam hatinya .


" Bihhh...bening amat teman gue cari partner " celetuk Andre tanpa sadar sehingga dia dihadiahi sebuah cubitan pada lengannya dari Anna .


Andre yang melihat jika istrinya sudah melotot menatap ke arahnya , hanya bisa meringis takut dan menjadi bungkam seketika . Sehingga membuat erik yang sedang menatapnya menjadi tertawa terpingkal - pingkal melihat keciutan nyali sang sahabat yang akan menjadi tipe suami takut istri nantinya sama seperti hal teman - temannya yang lain .


" Oh..ya perkenalkan ini calon istri gue namanya kirana " ucap erik sehingga membuat Andre jadi tak percaya .


Bagaimana tak percaya , pasalnya tak ada angin tak ada hujan temannya itu langsung saja memperkenalkan seorang gadis dihadapan dirinya bukan sebagai pacar , kekasih atau tunangan melainkan langsung sebagai calon istri


" Loe gak bercanda kan ? "tanya andre ragu .


" Tanya aja ama dia kalau loe gak percaya " tunjuk Erik ke arah kirana dengan menggunakan ekor matanya . Sehingga Andre langsung repleks menoleh ke arah Kira berada , guna mendapatkan jawaban yang pasti dari pertanyaan yang ia tanyakan tersebut .

__ADS_1


" Hemm..sepertinya itu bisa nanti di jelaskan di tempat lain deh , soalnya antriannya sudah mulai agak panjang " ucap kirana menyadarkan kedua pria itu jika mereka semua saat ini sedang berada ditempat yang tidak tepat untuk bercerita panjang lebar .


" Astaga , gue sampai lupa kalau gue lagi nikahan " ucap Andre sambil menepuk pelan dahinya .


" Loe emang suka gitu , jangan aja loe lupa kalau loe udah punya bini . Entar bisa - bisa loe udah jadi duda dalam hitungan hari " Erik terkekeh kecil sambil mengajak Kira turun dari panggung salaman tersebut dan memberikan ruang kepada tamu lainnya yang juga ingin memberi selamat kepada kedua pengantin baru tersebut .


" Dasar temen menyebalkan " cicit Andre kecil yang saat ini sedang sibuk bersalam - salaman kepads para tamu di depannya .


Rasanya pria itu saat ini ingin kabur saja dari acara yang melelahkan tersebut dan membawa kabur istri tercintanya . Dia sudah tak sabar ingin mengarungi surga dunia dengan istri tercintanya itu . Berbagai macam fantasi liar sudah terancang di dalam otak cerdasnya , sehingga membuat Anna menjadi heran menatap ke arah suaminya itu yang terlihat sedang senyum - senyum seorang diri di sampingnya .


" Dia kenapa ? " batin Anna yang masih sibuk bersalam - salaman dengan para tamu . Lain pikiran andre , lain pikiran yang Anna miliki . Gadis cantik itu malah memikirkan tentang dirinya yang ingin bermandi manja di dalam kamar mandi dan langsung tertidur cantik jika sudah berada di dalam kamar .


Tubuh indahnya begitu pegal dan lelah hari ini , karena serentetan ritual dan kegiatan yang telah ia lakukan di pagi hari untuk persiapan acara pernikahannya hari ini .


Rasanya dirinya ingin memeluk guling saat ini juga untuk menghilangkan segala pegal dan lelah yang tubuhnya itu alami .


" Sayang ayo kita pergi ke kamar " ucap Andre yang membuat Anna menatap ke arahnya .


" Memang sudah boleh ? " tanyanya ragu .


" Sudah , tamunya juga sudah makin sedikit . Biar papa dan mama saja yang handle sisanya " ucap Andre meyakinkan .


Gadis itu terlihat ragu sejenak , namun karena memang kaki dan hampir seluruh tubuhnya sudah lelah dan pegal jadi Anna mengikuti saja ajakan dari suaminya itu


Dan mereka berdua pun pergi ke arah kamar yang mereka sudah pesan di dalam hotel tersebut setelah berpamitan kepada kedua orang tua Andre .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2