
Hari ini adalah hari bersejarah bagi Jenny .
Gadis itu begitu gugup melihat pantulan bayangan dirinya di depan cermin .
Dia terlihat begitu cantik dan dewasa mengenakan gaun putih tersebut .
Sejenak dia menjadi teringat dengan kenangan masa lalunya dengan gaun itu . Gaun yang seharusnya dirinya pakai untuk menikah dengan pria brengsek yang kini telah menyakitinya .
" Sayang kau sudah siap ?" tanya seorang wanita paruh baya menepuk pundak Jenny sejenak sehingga membuat jenny kembali ke alam sadarnya .
" Aku siap mom " jawab jenny tersenyum manis ke arah angel yang kini sedang berdiri di belakang tubuhnya .
Mata angel terlihat sedikit berkaca - kaca karena melihat putri kecilnya yang terlihat begitu cantik dengan gaun pernikahan yang dikenakan oleh putrinya tersebut .
wanita itu tak menyangka jika putri kecilnya yang selalu dia manja sedari dulu akan secepat ini pergi meninggalkan dirinya dan akan membangun mahligai rumah tangganya sendiri bersama seorang pria asing yang akan segera berstatus menjadi suaminya kelak .
" Mom " panggil Jenny yang membuat angel tersadar dari lamunannya .
" Putri mama cantik sekali " ucap angel dengan mengelus wajah cantik milik putrinya .
Sehingga membuat gadis itu bersemu merah karena malu .
" Ayo kita keluar " ajak angel sambil merentangkan sebelah tangannya kepada sang putri , namun belum di sambut oleh jenny .
Gadis itu masih tampak diam tertunduk .
" Mom , aku takut " ucap Jenny lirih .
" Why ? "
" Aku takut menikah , bisakah kita membatalkannya ? " ucap jenny menatap lekat ke arah sang ibu .
Mommy angel yang mendengar ucapan anak gadisnya hanya tersenyum lembut .
Dipeluknya dengan hangat tubuh gadis muda itu , dan dielusnya punggung terbuka milik jenny .
" Tenanglah sayang , semua akan baik - baik saja . Mama juga dulu begitu gugup dan takut menikah seperti dirimu . Dan lihatlah kini , kehidupan mommy begitu terasa bahagia dan sempurna dengan kehadiran papa di sisi mama dan juga kehadiran kalian tentunya para putra dan putri kesayangan mommy " ujar mommy angel dengan lembut sambil mengelus kepala milik jenny .
" Aku sayang Mommy " balas jenny tersenyum dan langsung memeluk kembali tubuh wanita paruh baya itu kedalam pelukannya .
" Ayo kita keluar " ajak Angel sembari sekali lagi mengulurkan sebelah tangannya kepada sang putri
Jenny terlihat tersenyum dan dengan mantap langsung menyambut uluran tangan tersebut .
******
__ADS_1
Di atas panggung Jenny sudah diserahkan ke tangan Ferdinand yang akan menjadi pedamping dalam acara pernikahan sakral tersebut .
Kali ini pandangan gadis muda itu terlihat berkaca - kaca melihat sang ayah yang begitu terlihat gagah mengenakan tuxedo begitu pula sebaliknya .
Ferdinand juga sedikit merasa sedih sekaligus terharu melihat penampilan dari putri kecilnya yang kini sudah berubah tumbuh menjadi seorang wanita dewasa .
" Daddy " ucap jenny sedikit tercekat .
" Kau sudah siap ? " tanya ferdinand dengan penuh kelembutan .
" Aku siap daddy " ucap Jenny dengan suara mantap . Dia tak ingin membuat ayahnya sedih ketika melihat keraguan dalam dirinya .
Gadis muda itu ingin membuat semua yang melihatnya di acara penting pernikahannya hari ini menjadi bahagia . Terutama untuk keluarganya .
Ya , meskipun jenny menyadari jika pernikahan yang dia jalani saat ini bukanlah pernikahan berdasarkan cinta melainkan pernikahan karena perjanjian yang saling menguntungkan bagi dua belah pihak .
Tapi tetap saja dirinya harus bahagia melewati acara sakral tersebut .
***
Dengan perlahan Jenny berjalan di atas altar dan di sambutlah oleh seorang pria tampan yang telah menunggunya dengan gagah disana .
Seorang pria tampan yang akan mengubah status jenny dari lajang menjadi seorang istri .
Sungguh penampilan pria itu saat ini sangatlah super duper tampan dari yang biasa jenny lihat .
Sehingga membuat hati , ginjal serta kantung empedu milik gadis muda itu berdetak kencang seketika .
Dion terlihat mengulurkan tangannya hendak mengambil alih Jenny dari sang ayah , dan tentu saja uluran itu disambut dengan hangat oleh seorang Jenny .
Ferdinand menganggukkan kepalanya sejenak dengan tersenyum ketika melihat tatapan jenny ke arahnya .
Sepertinya pria paruh baya itu juga sudah mengikhlaskan pilihan sang putri untuk menjalani bahtera rumah tangga di usianya yang masih terbilang muda .
Sepasang pengantin yang terlihat sangat serasi itu berjalan di atas altar , dengan senyum penuh kebahagiaan .
" Berhati - hatilah , kakak bisa tidak sih jangan menginjak gaun kesayanganku " bisik jenny kepada Dion .
" Siapa suruh kau memakai gaun panjang seperti itu sudah seperti ular piton " Dion tak kalah berbisik dari jenny .
Sungguh sebenarnya pria itu tak sengaja menginjak gaun pengantin dari sang calon istri .
Akibat kegugupan yang tiba -tiba saja menyerang dirinya ketika mengambil alih jenny dari sang ayah ke tangannya .
Mungkin wajah pria itu terlihat baik dan normal dari luar . Namun sebenarnya yang terjadi adalah pria tampan itu sangatlah gugup dan nervouse berdekatan dengan seorang Jenny . Sampai - sampai Dion rasanya ingin kabur dari acara pernikahannya tersebut .
__ADS_1
Karena saking tak kuat dirinya ketika melihat penampilan Jenny yang sangat terlihat cantik di matanya .
Jantungnya tiba - tiba saja berdetak sangat kencang , pria itu sangat terpana dan terpesona dengan seorang jenny .
Ingin sekali dirinya menutupi bahu mulus milik gadis muda itu agar tak di tatap oleh banyak orang terutama oleh Dito , pria brengsek yang saat ini menjadi salah satu tamu undangan di acara sakral mereka tersebut .
Mata laki - laki brengsek itu terlihat tak berkedip ketika melihan penampilan Jenny yang begitu cantik dan menawan terbalut oleh gaun pengantin yang ia kenakan .
Sehingga membuat Dion merasa ingin mencongkel mata laki - laki pengecut itu saat ini juga karena telah berani menatap calon istrinya dengan cara yang kurang ajar menurutnya .
Namun untung saja tingakat kewarasannya masih bisa mengontrol kegilaan pada pikirannya , sehingga membuat Dion tak melakukan tindakan yang tidak - tidak selama acara berlangsung
***
Sedangkan Dito yang sedang duduk di antara kursi tamu undangan dengan kedua orang tuanya , terlihat sedang mengepalkan kedua tangannya dengan erat di balik meja .
Pemuda itu terlihat begitu menyesal ketika melihat Jenny yang kini akan menjadi istri orang lain dan bukan dirinya .
" Apakah rasa sakit ini yang kau rasakan ketika melihatku menikah dengan wanita lain ' jenn ? " ucap Dito membatin .
Sedih
Sakit
Menyesal
Dan juga marah
Itulah beberapa perasaan yang menghinggapi diri Dito saat ini .
Dirinya begitu tak terima jika melihat Jennynya menikah dengan pria lain .
Namun apalah daya semua ini adalah akibat dari kebodohannya , akibat dari kecerobohannya yang lebih memilih sebuah batu kerikil dari pada sebuah batu berlian yang sudah lama berada disisinya .
Dengan teganya dirinya telah mengkhianati hubungan yang terjalin di antara mereka yang sudah berjalan beberapa tahun lamanya .
Dan kini Dito sudah mendapatkan karmanya .
Dirinya sudah mengetahui jika anak yang dikandung clarissa bukanlah anak kandungnya .
Namun dirinya tak bisa menceraikan wanita yang menurutnya ****** itu , karena akan berdampak pada nama baik bagi keluarga besarnya .
Sehingga membuat pemuda itu kini lebih sering menjadi pemain wanita di luar sana sebagai bentuk kefrustasiannya dalam kehilangan cinta dari seorang Jenny .
BERSAMBUNG
__ADS_1