
" Apakah kecelakaannya parah ? sampai mengakibatkan macet panjang seperti ini " ucap Nana sambil melihat lihat ke arah jalan .
" Ah ...!! sudahlah . Lebih baik aku cepat cepat pergi ke tempat singa lapar itu berada , daripada aku kena raungan gilanya lagi " ucap Nana sambil mempercepat langkah kakinya .
" Nana ? " ucap pria di seberang jalan yang tak lain adalah Dion .
" Kakak bilang apa ? " tanya Anna yang terlihat baru memasuki mobil Dion .
" Tidak apa apa . Sepertinya aku salah lihat " ucap Dion dan mulai menjalankan mobil sportnya .
" Untung saja kakak cepat datang . Kalau tidak , aku sudah tak tahu lagi apa yang akan terjadi pada wajahku ini gara gara dua lelaki mesum tak tahu diri itu " umpat Anna kesal .
" Kau saja yang bodoh . Kenapa mau meladeni manusia sampah seperti mereka " ucap Dion ketus .
" Apa ? kau bilang aku apa ? awas saja kau , akan ku adukan kau pada ayah dan ibu nanti " ucap Anna cemberut .
" Adukan saja . Dasar anak manja " celetuk Dion .
" Diiioooonnnnn !!! " teriak Anna dengan kesal .
" Tapi kenapa kau bisa berada disana ? bukannya menyambut kepulangan Ayah dan ibu di bandara " tanya Dion .
" Itu bukan urusanmu dan aku juga berencana akan menjemput ayah dan ibu sekarang " ucap Anna ketus.
" Jangan bilang kau masih mengejar cinta duda yang seperti es batu itu " celetuk Dion.
" Itu bukan urusanmu " ketua Anna .
__ADS_1
" Jadi benar ya . Aku kira kau sudah melupakannya setelah sekian lama kita tinggal di luar negeri " ucap Dion dengan menyunggingkan sebuah senyuman mengejek .
" Serigala berbulu domba sepertimu tak akan pernah tahu rasanya jatuh cinta " ucap Anna melirik ke arah Dion yang ada disebelahnya .
" Dasar anak kecil sok tahu " ucap Dion menyunggingkan sebuah senyuman di bibirnya .
" Hey ! aku sudah bukan anak kecil lagi . Aku sudah menjadi seorang wanita dewasa sekarang " ketus Anna sambil mengerucutkan bibirnya .
" Benarkah ? " tanya Dion sembari menaikkan sebelah alisnya .
" Tentu saja " ucap Anna dengan penuh keyakinan .
" Tapi tunggu dulu . Apa kau benar benar pernah jatuh cinta ? " tanya Anna penasaran .
" Menurutmu ? " ucap Dion .
Dion hanya mengendikkan bahunya mendengar penjelasan dari adik kandungnya itu.
" Siapa wanita itu ? apa aku mengenalnya ? " tanya Anna antusias .
" Yah , mungkin saja kau mengenalnya " ucap Dion .
" Jika kau berkata seperti itu , berarti aku benar benar mengenalnya " ujar Anna yang tampak berpikir mencari sosok gadis yang telah memikat hati kakaknya .
Setelah sekian lama berpikir .
" Aaaakhhhhh !!! aku menyerah . Tak ada seorang gadis pun yang ku kenal di otakku, yang kulihat pernah dekat denganmu " teriak Anna frustasi .
__ADS_1
" Dari pada kau memusingkan hal itu , lebih baik kau cepat turun dari dalam mobil ku " ucap Dion .
" Apa kita sudah sampai " tanya Anna yang tidak di jawab oleh Dion .
" Dasar kakak sableng " umpat Anna dalam hati dan berjalan menyusul langkah kaki Dion .
Sesampainya di dalam bandara . Anna mencari cari keberadaan kedua orang tuanya .
" Ayah .... Ibu ...." teriak Anna setelah melihat sosok kedua orang tuanya .
" Anna .... Dion....apakah kalian telah lama menunggu ? " ucap ibu Anna yang bernama Dita .
" Tidak . kami baru saja sampai disini " ucap Anna sembari tersenyum manis .
" Apakah ayah ibu sudah makan ? kalau belum , bagaimana kalau kita makan dulu di restorant langganan kita " ajak Anna .
" Katakan saja , kalau kau yang lapar " ejek Dion .
" Iss ....dasar mulut ember " ketus Anna .
Dita dan Hendra hanya bisa tertawa melihat tingkah laku kedua anak mereka .
" Kalau begitu , ayo kita segera berangkat sekarang . Ayah sudah tak sabar lagi untuk mencicipi masakan chef disana " ajak pak hendra .
" Let's Go " teriak Anna bersemangat .
Dion hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Anna yang masih saja seperti anak kecil .
__ADS_1
bersambung