
Di taman belakang mansion keluarga wijaya .
Keluarga besar wijaya terlihat sedang melakukan piknik kecil - kecilan di minggu pagi yang cerah ini . Dan tentu saja itu semua usulan dari bumil muda yang sedang ingin menikmati suasana kekeluargaan tanpa harus keluar dari rumah .
" Sayang apa begini cara mengupasnya " ucap Nathan seraya memperlihatkan buah apel yang telah di kupasnya menggunakan kekuatan tangannya sendiri .
Pria dewasa itu terlihat begitu bangga dengan hasil kupasan buah di tangannya yang memakan waktu hampir satu jam lamanya .
Coba kalian bayangkan , mengupas satu buah apel saja butuh waktu hampir satu jam . Sehingga membuat nino yag melihat kelakuan ayahnya sampai geleng - geleng kepala .
" Itu kupas apel sambil main pingpong kali ya , rasanya lama betul " teriak nino mengejek sambil memainkan anak ayam di tangannya .
" Diam kau anak kecil " kesal nathan menatap tajam ke arah putranya .
" Biarpun aku anak kecil , yang jelas aku lebih bisa mengupas apel dibandingkan dengan daddy " jawab nino dengan tersenyum miring ke arah ayahnya .
" Dasar bocah tengik sialan " umpat nathan dalam hati .
" Sudah ..daripada kalian bertengkar hanya karena masalah mengupas apel , lebih baik kalian berdua bantu grandpa membakar ikan sana " ucap Nana yang menengahi pertengkaran antara ayah dan anak itu .
Gadis itu terlihat sedang mengunyah apel yanng tadi telah di kupas oleh nathan untuknya .
" Ok sayang "
" Ok mom "
ucap dua pria berbeda usia itu secara bersamaan .
Mereka berdua terlihat berjalan gontai mendekati ferdinand yang saat ini tengah belajar memanggang ikan di dekat danau buatan yang ada di taman belakang itu .
" Nona ini susu hamilnya " ucap seorang pelayan menghampiri Nana .
" Terima kasih "
Nana tampak mengambil susu itu hingga tandas dsri tempatnya .
Gadis muda itu terlihat sangat senang sekali melihat pemandangan di depannya , dimana terdapat sebuah keluarga yang harmonis yang sempat nana rasakan seperti dulu sebelum ayahnya meninggal .
" Ayah , apa kau lihat apa yang nana lihat saat ini . Nana telah berhasil membuat keluarga yang bahagia seperti yang ayah lakukan pada ku dan ibu dulu " batin Nana yang tiba - tiba saja merindukan sosok ayah yang dicintainya .
Gadis itu menatap ke arah langit biru di atas sana ,dan tersenyum seolah ayah kandungnya sedang menatapnya dari balik awan putih tersebut .
****
" Aku mencintaimu "
__ADS_1
" Apa kau gila !! " bentak gadis itu tak percaya dengan ucapan teman masa kecilnya .
" Aku sungguh - sungguh Anna " ucap Andre meyakinkan .
Laki - laki itu tampak berusaha meyakinkan Anna yang selalu menolak ajakan menikah darinya . Sehingga terpaksa andre mengungkapkan perasaan yang selama ini di pendamnya .
" Ini tidak mungkin " ucap Anna masih tak percaya .
" Dan aku sudah mencintaimu semenjak pertama kali aku bertemu denganmu "
" Kau tidak sedang ngeprank kan " ucap anna masih dengan penuh curiga.
" Astaga Anna apa wajahku ini terlihat seperti orang yang sedang bersandiwara " jawab Andre dengan kesal .
" Tidak..mukamu tak seperti itu . Tapi lebih ke orang yang ingin buang hajat " ejek Anna menatap lekat wajah teman yang mencintai dirinya itu .
" Sialan kau !!! " umpat andre dengan menatap tajam ke arah Anna berada , sehingga membuat Anna jadi terkekeh mendengarnya .
" Jadi sejak kapan tuan Andre , kau menulis kisah cinta di buku ini " ucap Anna sembari mengeluarkan sebuah buku kecil dari balik tasnya sehingga membuat Andre jadi melotot tak percaya .
" Darimana kau mendapatkan buku itu ? " tanya andre yang hendak merebut buku diary miliknya dari balik punggung gadis itu .
" Eiiitttsss.....aku dapat buku ini dari mana itu tak penting saat ini , yang terpenting aku ingin tahu langsung dari mulut seorang Andre yang ternyata telah cinta mati pada seorang wanita yang bernama Annabelle " ucap Anna tersenyum manis kepada sahabatnya itu , yang membuat wajah andre langsung memerah di tempat .
Dia tak pernah menyangka buku rahasia yang selama ini ia simpan dengan sangat baik itu bisa diambil oleh orang yang tak terduga .
" Tentu saja aku tahu "
" Akh..sial..kau mempermainkanku rupanya " andre berdecak kesal sendiri .
" Aku tidak mempermainkanmu , aku hanya ingin mendengar langsung dari mu agar aku bisa lebih percaya lagi " ucap Anna yang kini sudah duduk di samping pria yang telah menyimpan rasa padanya .
Dirinya begitu bodoh dan buta karena tak bisa melihat ketulusan cinta dari seorang Andre untuknya .
Untung saja dirinya belum terlambat untuk memperbaikinya sehingga Anna saat ini bisa membuka lembaran baru kembali dengan pria yang tampan itu .
" Ayo kita menikah "
bukan andre yang berkata , melainkan Anna .
Sehingga membuat Andre menoleh seketika ke arahnya .
Cup
Satu kecupan tiba - tiba saja mendarat ke arah bibir kenyal milik dokter muda itu .
__ADS_1
Andre mengerjap tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh seorang model cantik itu di depannya .
" Ayo kita menikah dokter Andre " ucap Anna sekali lagi sambil tersenyum manis ke arah pria yang kini masih setia mematung di depannya .
Tanpa menjawab dengan kata - kata , pria itu langsung saja menyambar bibir merah nan seksi milik wanita yang telah melamarnya untuk menikah .
Sehingga membuat Anna begitu terkejut di buatnya .
Dengan repleks Anna mengalungkan tangannya ke arah leher kekar milik Andre . Gadis itu sedang menikmati sensasi ciuman memabukkan yang tengah ia lakukan dengan dokter tampan itu .
Decapan dan belitan kini mulai mereka rasakan .
Ciuman yang awalnya lembut kini sudah berubah menjadi ******* yang penuh dengan gairah yang memabukkan .
Napas kedua insan itu terdengar terengah ketika ciuman itu terlepas .
Andre terlihat menyatukan kening miliknya bersama dengan kening Anna milikki . Tatapan mereka kini bertemu , dan kemudian tersenyum bersamaan .
" Kau begitu nakal karena telah mengerjaiku " ucap Andre yang masih setia menempelkan kening miliknya .
" Salahmu sendiri karena tidak mau berkata jujur padaku "
" Bagaimana aku bisa berkata jujur , jika kau malah mengatakan mencintai orang lain di hadapanku "
" Maaf , aku tak peka " ucap Anna menyesal .
" Itu bukan salahmu " jawab andre dan ******* bibir yang terasa manis itu kembali .
Hati Andre begitu membuncah bahagia , dia tak menyangka jika gadis yang dinantinya selama ini juga akan membalas perasaan yang selama ini telah dipendamnya .
Dan dari kejadian inilah andre belajar bahwa penantian dengan hati yang ikhlas akan membuahkan hasil yang begitu manis .
****
" Apa kau sudah memberikan buku itu ? " tanya seorang paruh baya kepada istrinya .
" Tentu saja suamiku . Tapi ngomong - ngomong darimana kau tahu jika putramu punya diary "
" Tentu saja aku tahu , diakan sama persis seperti dirimu yang selalu menulis di dalam buku jika mengungkap perasaan "
" Hah..berarti kau tahu jika aku selama ini juga menulis buku diary ?
" Tentu saja , bahkan aku sudah membacanya sebelum kita menikah " ucap Pria itu keceplosan .
" Kau " ucap sang wanita tak menyangka .
__ADS_1
" Kaburrrrr ....." ucap Ayah andre berlari menjauhi istrinya . Dia tak mau di jadikan samsak untuk pelampiasan istrinya itu .
BERSAMBUNG