Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Perseteruan di meja makan


__ADS_3

Hari ini keluarga Dion akan datang ke kediaman keluarga wijaya untuk memenuhi undangan makan malam dari ferdinand .


Dion dan keluarganya sudah tampak siap , dan akan berangkat bersama menuju mansion wijaya .


" Tunggu sebentar , aku juga ingin mengajak seseorang bersama kita " ucap Anna menghentikan langkah dion dan juga kedua orang tuanya .


" Siapa yang kau maksud ? " tanya Dion heran , setahunya anggota keluarga mereka sudah lengkap , siapa lagi yang ditunggu oleh adiknya itu .


Bukan hanya Dion , kedua orang tuanya pun juga menatap bingung ke arah anna berada . Seakan tatapan mereka bertiga memiliki pertanyaan yang sama yang akan ditujukan kepada Anna .


Tak selang berapa lama , sebuah mobil mewah keluaran terbaru tampak masuk kekediaman mereka , dan berhenti tepat di depan mereka .


" Nah , ini yang kita tunggu . Pah ..mah...kak...perkenalkan , ini Andre pacar Anna , calon mantu keluarga ini " ucap Anna tersenyum cerah sambil menggandeng lengan pria disebelahnya . Sungguh membuat semua orang yang ada disana menganga dibuatnya , mereka begitu terkejut dengan berita yang dibawa oleh anak perempuan dari keluarga alexander tersebut . Belum selesai urusan anak sulungnya dengan jennie kini anak mereka yang bungsu juga ikutan membawa calon mantu untuk mereka . Apa mereka ini ingin melakukan resepsi berjamaah , sungguh membuat hendra menjadi geleng - geleng kepala dibuatnya .


Karena sudah keburu waktu , jadi Hendra dan juga Dion belum sempat menginterogasi anak kedua dari keluarga alexander tersebut . Mereka ingin menyelesaikan permasalahan anak sulungnya terlebih dahulu , setelah urusan beres baru mereka akan menginterogasi Anna .


*****


Tak berselang lama mobil pun sudah tiba di kediaman keluarga wijaya . Kedatangan mereka disambut ramah oleh keluarga ferdinand , termasuk nathan juga . Lelaki itu sudah mendapatkan ancaman terlebih dahulu dari sang istri agar tidak mengacaukan acara adik iparnya itu . Sehingga kini dirinya harus tersenyum , walaupun itu karena terpaksa , ia tetap harus melakukannya jika tak ingin jatah hariannya di kurangi oleh sang istri .


Dan hal itu merupakan suatu hal yang paling mengerikan bagi nathan , dirinya lebih baik tersenyum bodoh hingga giginya terasa kering seperti saat ini , dari pada harus kehilangan jatah hariannya dari Nana .


Jennie sedari tadi melihat ke arah kakaknya berada , ia menatap curiga jika kakaknya itu sedang merencanakan sesuatu terhadap dirinya dan juga Dion sehingga membuat rencana pernikahan mereka akan menjadi hancur total padahal nyatanya tidak .


Bagaimana tidak curiga , nathan yang biasanya memiliki wajah yang datar dan kaku , kini malah terlihat sedang tersenyum seperti orang bodoh menurut Jennie . Sungguh sebuah senyuman yang terlihat kaku , terlihat sekali jika senyuman yang ditunjukkan oleh pria itu merupakan senyuman yang tidaklah tulus terutama untuk Dion . Sungguh saat ini nathan ingin sekali menghajar wajah pria itu , namun ketika melihat tatapan istrinya , niat itu menjadi hilang seketika . Tatapan yang diberikan oleh Nana sungguh membuat nyali nathan menjadi menciut .


" selamat malam tuan ferdinand , maaf jika kami terlambat " ucap hendra berbasa basi sambil menjabat tangan pria tersebut .


" Tidak apa - apa ..kalian semua tidak terlambat sama sekali " balas ferdinand ramah .


Begitu pula dengan Dita dan Angel , mereka berdua saling berbincang kecil setelah saling memperkenalkan diri masing - masing .

__ADS_1


" Terima kasih ya jeng , karena sudah mau memperkerjakan anak saya " ucap Dita tulus .


Angel terlihat sedikit terkejut , dirinya menjadi bingung anak yang mana yang wanita ini sebutkan . Namun belum sempat ia bertanya , suaminya sudah keburu membawa mereka masuk ke dalam untuk memulai acara makan malam mereka .


*****


Tepat diruang makan diadakannya acara makan malam .


" Ma dimana Nana ? tanya ferdinand kepada istrinya , karena sedari tadi dirinya tak melihat sosok menantunya tersebut .


" Ia sedang membantu nino pa " ucap angel yang terlihat sedang mengambil beberapa menu makanan pada piring milik suaminya .


Dita yang mendengar percakapan antara dua orang di depannya pun sangat begitu bersyukur karena merasa bahwa anaknya sangat diperlakukan baik di keluarga itu walaupun hanya bekerja sebagai pengasuh .


Sedangkan di tempat lain , lebih tepatnya di dalam kamar , Nana terlihat sedang mondar mandir . Sepertinya ia belum begitu siap untuk mengungkap jati dirinya di depan keluarga ibunya .


" Mom....ayo cepat kita turun " teriak Nino di balik pintu .


" Apa perlu nino panggilkan papa ? " nino berkata kembali dari balik pintu .


" Tidak usah sayang , sakitnya cuma sedikit kok. Nanti kalo perut mama sudah baikan , mama akan menyusul ke bawah " ucap Nana .


" Baiklah mom , nino ke bawah ya " nino pergi berlalu dari depan pintu kamar Nana dan menuju ruang tengah di mana acara makan malam keluarga di adakan .


*******


Di ruang makan .


" Lo Nino ...mama kamu dimana ? " tanya ferdinand karena tidak melihat Nana di sampingnya .


" Mama katanya lagi sakit perut grand'pa , jadi nanti akan menyusul katanya " ujar Nino yang langsung duduk di atas kursi yang biasa ia tempati .

__ADS_1


Nathan yang mendengar bahwa istrinya sedang sakit langsung saja repleks berdiri dan pergi begitu saja menuju kamar istrinya .


" Maaf ketidak sopanan anak kami , maklum istrinya lagi hamil , jadi dia terburu - buru pergi karena cemas akan keadaan istrinya " Angel berkata sambil menatap ke arah tamu undangannya .


Anna yang melihat perilaku nathan merasa sedikit tercubit hatinya , dirinya kini menyadari bahwa pria itu kini telah sangat mencintai saudara tirinya . Tidak ada lagi ruang untuk dirinya , dan ia sudah mengikhlaskan itu semua .


" Nathan sudah menikah lagi ? " tanya Hendra karena memang dirinya tidak mengetahui hal itu semua .


" Sudah , baru beberapa bulan yang lalu . Maaf kami tidak mengundang kalian . Karena waktu itu acaranya dadakan , dan aku dengar kalian sedang ada di L.A sedang mengurus cabang perusahaan di sana " ucap Ferdinand menjelaskan .


" Its okay ...aku hanya kaget saja mendengar kabar itu , karena setahuku nathan hanya fokus mengurus bisnis keluarga saja tanpa mau melirik wanita lain semenjak sepeninggal istrinya " ujar Hendra yang mendapat sikutan dari istrinya .


" Pa..." tegur Anna yang tak enak hati dengan keluarga nathan .


" Its ok....nathan sudah lama move on dari mendiang istrinya ... Dan kini ia telah mendapatkan wanita yang sangat mencintai dirinya dan juga seluruh keluarganya " Angel sekarang yang terlihat menyahuti perkataan dari calon besannya itu .


" Wow.....aku jadi ingin mengenal wanita itu ,,,, seberapa hebatkah wanita itu sampai bisa mengalahkan putriku yang cantik ini dalam bersaing memperebutkan hati nathan " Hendra berkata sambil melirik ke arah putrinya .


" Pa sudah cukup " Anna sedikit berteriak kelepasan kontrol , karena tak bisa menahan kekesalannya . Sungguh sikap ayahnya membuat Anna malu dihadapan keluarga wijaya . Ya...dirinya memang mengakui jika dulu ia sempat mencintai dan mengejar - ngejar pria itu , tapi itu dulu . Kini dirinya sadar , bahwa pria itu tak pernah sedikitpun bisa membalas perasaannya , dan Anna sudah mengikhlaskan itu semua , apalagi tanpa ayah dan ibunya ketahui bahwa yang menjadi istri nathan sekarang adalah anak mereka , yang menjadi saudara tiri Anna saat ini yaitu Nana .


" Maaf menunggu lama " ucap seorang wanita yang terlihat sedang hamil sedang menuruni tangga dengan nathan yang mendampingi di sampingnya .


" Nah ini menantu kita sudah datang " ucap Ferdinand dengan bersemangat , sehingga atensi semua orang yang ada di meja makan menatap ke arah asal suara .


Deg


Beberapa orang disana terlihat tampak sangat terkejut ketika melihat wajah dari menantu keluarga Wijaya . Terutama Hendra dan Dita tentunya .


" Nana "


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2