
" Kita akan kemana ? " tanya erik kepada gadis dingin di hadapannya .
" Aku akan ke perpustakaan kota "
" What !! Perpustakaan , kau yakin . Apa kau seorang kutu buku atau seorang maniak buku ? " tanya erik penasaran .
" Tidak keduanya , aku hanya suka menghabiskan waktuku di perpustakaan kota . Lagipula aku tidak suka membuang - buang waktuku hanya untuk melakukan hal yang menurutku tak berguna dan bermanfaat "
" Baiklah tuan putri , lebih baik kau ikut aku saja . Aku tak mau mengambil resiko jik calon mata pengantinku jadi rusak karena terlalu lama menatap buku - buku tak berguna itu " ujar erik yang langsung saja mendorong tubuh pendek milik kira agar masuk ke dalam mobil .
" Kita akan kemana ? " tanya kira heran .
" Tentu saja bersenang - senang " senyum erik dengan senyuman jenaka andalannya .
" Kuharap tempat yang kita tuju akan bermanfaat , jika tidak maka akan kupatahkan lengan dan kakimu detik itu juga " ucap Kira dengan tatapan yang tajam .
Bukannya takut erik malah terkekeh geli mendengarnya . Beberapa minggu bersama dengan calon istrinya itu , membuat erik menjadi sedikit berani dengan gadis galak tersebut .
Kira ternyata tak semenakutkan yang pria itu kira , ada sisi manis dan lucu yang dimiliki oleh gadis berambut panjang tersebut . Sehingga membuat erik menjadi makin menyukainya .
Mobil pun terlihat melaju membelah jalanan kota yang saat ini tidak terlalu padat isinya .
*****
Setengah jam perjalanan akhirnya sepasang anak muda yang tak lagi remaja itu pun sampai di tempat tujuan .
Kirana terlihat mengernyitkan alisnya heran melihat pemandangan di depannya .
" Untuk apa kita kesini ? " tanya kirana kepada pria yang tengah asyik berdiri di sampingnya kini .
" Sudah jangan banyak tanya , mending kau ikuti saja aku " ucap Erik sembari menarik sebelah tangan milik kira agar gadis itu mau mengikuti langkahnya .
__ADS_1
Suara deburan ombak mengikuti langkah mereka berdua . Kira hanya menoleh ke kanan ke kiri sembari melihat pemandangan pantai yang awalnya biasa , kini makin di telusuri ke dalam menjadi semakin indah untuk di pandang . Sampai - sampai gadis itu secara tak sadar tengah tersenyum manis karena begitu kagum dengan keindahan alam yang di sajikan oleh pantai tersebut .
Erik yang masih mengenggam tangan Kirana dengan erat , menatap ke arah gadis cantik tersebut .
Kini tak ada lagi raut wajah dingin dan judes yang menghiasi wajah wanita itu , yang ada hanya lukisan wajah manis dan cantik sehingga membuat erik menjadi kagum dan kesemsem seorang diri melihatnya .
" Kau kenapa ? " tanya kira tiba - tiba , gadis itu merasa heran dengan perilaku pria yang akan menjadi calon suaminya tersebut yang senyam senyum seorang diri seperti orang gila .
" Tidak..tidak apa - apa , ayo cepat . Kau jalan sudah seperti seekor keong saja " jawab erik pura - pura kesal guna menutupi kegugupan yang saat ini tengah melanda hatinya .
" Keong - keong , kau saja yang jalannya kecepatan . Kau lihat saja panjang kakiku dan kakimu yang tidak seimbang " gerutu Kira sambil menunjuk ke arah kakinya serta kaki erik .
" Iya - iya maaf , ayo cepat jalan biar tak keburu sore dan gelap " ujar Erik sekali lagi .
" Memangnya kita mau kemana sih , perasaan dari tadi kita sudah berjalan cukup jauh dari arah mobil kita berada ? " Kirana terlihat kewalahan mengikuti langkah kaki panjang erik .
" Sudah kau jangan banyak tanya , nanti sampai di sana kau juga akan tahu sendiri . Jawab Erik yang masih menggenggam tangan calon istrinya itu .
" Apa ini surga " celetuk Kira tanpa sadar . Dirinya begitu terpukau menatap keindahan alam tersebut
" Yaaakkkk....kenapa kau mencubit lenganku "kesal Kirana menatap tajam ke arah erik berada .
" Aku hanya membantumu untuk membuktikan bahwa kau masih ada didunia ini dan belum di surga " ucap Erik sambil nyengir kuda .
" Brengsek ! "
" Apa kau bilang , berani sekali kau mengumpat calon suamimu "ucap Erik pura - pura marah kepada gadis itu .
" Biarkan saja , habisnya kau menyebalkan !! " celetuk kira dan pergi meninggallan pria itu guna menikmati indahnya pemandangan yang kini tersaji di hadapannya .
Erik yang melihat itu hanya tersenyum senang . Pria itu selalu gemas jika ia melihat cakon istrinya itu menjadi kesal seperti sekarang ini .
__ADS_1
Diam - diam pria itu terlihat mengambil ponsel mewah di dalam sakunya dan mulai memotret Sang calon istri diam - diam .
Semua perilaku kira di tempat itu erik foto . Ia ingin mengabadikan moment langka tersebut untuk dirinya sendiri . Erik berharap semoga saja gadis dingin itu tidak tahu tindakannya saat ini , karena apabila ia tahu bisa- bisa ponsel kesayangnnya akan diambil dan foto yang susah payah ia dapatkan akan di hapus oleh gadis gila itu .
Calon istrinya itu memang beda dari lain , disaat para wanita ingin diambil foto nya di setiap liburan . Kirana malah membenci jika dirinya di ambil fotonya , mau itu liburan bahkan saat santai sekalipun dengan alasan semua itu merupakan hal konyol dan bodoh untuk di lakukan oleh kebanyakan manusia .
Lihat saja foto atau gambar semua sosial media yang dimiliki gadis itu . Isinya hanya berupa gambar pemandangan , gambar benda - benda bahkan hanya kata - kata mutiara saja yang memenuhi library sosmed miliknya . Sehingga membuat erik menjadi penasaran untuk mencari tahu tentang gadis dingin itu lebih dalam lagi .
" Erik...kemarilah " terial kirana dari kejauhan .
" Ada apa ? "
" Lihatlah " tunjuk kinara pada segerombolan ikan lumba - lumba yang tengah melompat di tengah lautan
" Kau suka lumba - lumba ?" tanya erik penasaran .
Gadis itu tampak tersenyum dan menganggukkan kepala yang berarti dia sangatlah menyukai binatang tersebut .
" ibu kandungku dulu selalu mengajak kami untuk melihat sirkus lumba - lumba bersama " ucap kirana tanpa sadar . Sepertinya gadis itu sedang bernostalgia dengan kenangan masa lalunya bersama keluarga kecilnya .
" Kami ? Bukankah kau anak tunggal ? " tanya erik kebingungan . Setahu erik , kirana merupakan seorang putri tunggal di keluarganya .
" Itu...lupakanlah...anggap saja aku salah bicara " ucap kira kemudian , gadis itu seperti menyembunyikan sesuatu dan enggan untuk menceritakannya kepada orang lain .
Erik hanya menatap kirana dari samping . Ada semburat kesedihan dan kesepian yang terpancar dari sinar mata gadis dingin itu .
Apa ? Dan kenapa ?
Dua kata itu seketika terbersit di dalam pikiran Erik , dan pria itu akan mencaritahunya nanti . Tentu saja dengan cara diam - diam dan dilakukan oleh beberapa orang kepercayaannya dan handal yang berada di bawah kendali pria itu .
Sedangkan Kirana merutuki dirinya sendiri di dalam hati , karena hampir saja keceplosan membuka rahasia yang sudah di kubur hidup - hidup oleh keluarga besar miliknya .
__ADS_1
BERSAMBUNG