Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Tempat rahasia Erik


__ADS_3

" Kita akan kemana ? " tanya erik kepada gadis dingin di hadapannya .


" Aku akan ke perpustakaan kota "


" What !! Perpustakaan , kau yakin . Apa kau seorang kutu buku atau seorang maniak buku ? " tanya erik penasaran .


" Tidak keduanya , aku hanya suka menghabiskan waktuku di perpustakaan kota . Lagipula aku tidak suka membuang - buang waktuku hanya untuk melakukan hal yang menurutku tak berguna dan bermanfaat "


" Baiklah tuan putri , lebih baik kau ikut aku saja . Aku tak mau mengambil resiko jik calon mata pengantinku jadi rusak karena terlalu lama menatap buku - buku tak berguna itu " ujar erik yang langsung saja mendorong tubuh pendek milik kira agar masuk ke dalam mobil .


" Kita akan kemana ? " tanya kira heran .


" Tentu saja bersenang - senang " senyum erik dengan senyuman jenaka andalannya .


" Kuharap tempat yang kita tuju akan bermanfaat , jika tidak maka akan kupatahkan lengan dan kakimu detik itu juga " ucap Kira dengan tatapan yang tajam .


Bukannya takut erik malah terkekeh geli mendengarnya . Beberapa minggu bersama dengan calon istrinya itu , membuat erik menjadi sedikit berani dengan gadis galak tersebut .


Kira ternyata tak semenakutkan yang pria itu kira , ada sisi manis dan lucu yang dimiliki oleh gadis berambut panjang tersebut . Sehingga membuat erik menjadi makin menyukainya .


Mobil pun terlihat melaju membelah jalanan kota yang saat ini tidak terlalu padat isinya .


*****


Setengah jam perjalanan akhirnya sepasang anak muda yang tak lagi remaja itu pun sampai di tempat tujuan .


Kirana terlihat mengernyitkan alisnya heran melihat pemandangan di depannya .


" Untuk apa kita kesini ? " tanya kirana kepada pria yang tengah asyik berdiri di sampingnya kini .


" Sudah jangan banyak tanya , mending kau ikuti saja aku " ucap Erik sembari menarik sebelah tangan milik kira agar gadis itu mau mengikuti langkahnya .

__ADS_1


Suara deburan ombak mengikuti langkah mereka berdua . Kira hanya menoleh ke kanan ke kiri sembari melihat pemandangan pantai yang awalnya biasa , kini makin di telusuri ke dalam menjadi semakin indah untuk di pandang . Sampai - sampai gadis itu secara tak sadar tengah tersenyum manis karena begitu kagum dengan keindahan alam yang di sajikan oleh pantai tersebut .


Erik yang masih mengenggam tangan Kirana dengan erat , menatap ke arah gadis cantik tersebut .


Kini tak ada lagi raut wajah dingin dan judes yang menghiasi wajah wanita itu , yang ada hanya lukisan wajah manis dan cantik sehingga membuat erik menjadi kagum dan kesemsem seorang diri melihatnya .


" Kau kenapa ? " tanya kira tiba - tiba , gadis itu merasa heran dengan perilaku pria yang akan menjadi calon suaminya tersebut yang senyam senyum seorang diri seperti orang gila .


" Tidak..tidak apa - apa , ayo cepat . Kau jalan sudah seperti seekor keong saja " jawab erik pura - pura kesal guna menutupi kegugupan yang saat ini tengah melanda hatinya .


" Keong - keong , kau saja yang jalannya kecepatan . Kau lihat saja panjang kakiku dan kakimu yang tidak seimbang " gerutu Kira sambil menunjuk ke arah kakinya serta kaki erik .


" Iya - iya maaf , ayo cepat jalan biar tak keburu sore dan gelap " ujar Erik sekali lagi .


" Memangnya kita mau kemana sih , perasaan dari tadi kita sudah berjalan cukup jauh dari arah mobil kita berada ? " Kirana terlihat kewalahan mengikuti langkah kaki panjang erik .


" Sudah kau jangan banyak tanya , nanti sampai di sana kau juga akan tahu sendiri . Jawab Erik yang masih menggenggam tangan calon istrinya itu .


" Apa ini surga " celetuk Kira tanpa sadar . Dirinya begitu terpukau menatap keindahan alam tersebut


" Yaaakkkk....kenapa kau mencubit lenganku "kesal Kirana menatap tajam ke arah erik berada .


" Aku hanya membantumu untuk membuktikan bahwa kau masih ada didunia ini dan belum di surga " ucap Erik sambil nyengir kuda .


" Brengsek ! "


" Apa kau bilang , berani sekali kau mengumpat calon suamimu "ucap Erik pura - pura marah kepada gadis itu .


" Biarkan saja , habisnya kau menyebalkan !! " celetuk kira dan pergi meninggallan pria itu guna menikmati indahnya pemandangan yang kini tersaji di hadapannya .


Erik yang melihat itu hanya tersenyum senang . Pria itu selalu gemas jika ia melihat cakon istrinya itu menjadi kesal seperti sekarang ini .

__ADS_1


Diam - diam pria itu terlihat mengambil ponsel mewah di dalam sakunya dan mulai memotret Sang calon istri diam - diam .


Semua perilaku kira di tempat itu erik foto . Ia ingin mengabadikan moment langka tersebut untuk dirinya sendiri . Erik berharap semoga saja gadis dingin itu tidak tahu tindakannya saat ini , karena apabila ia tahu bisa- bisa ponsel kesayangnnya akan diambil dan foto yang susah payah ia dapatkan akan di hapus oleh gadis gila itu .


Calon istrinya itu memang beda dari lain , disaat para wanita ingin diambil foto nya di setiap liburan . Kirana malah membenci jika dirinya di ambil fotonya , mau itu liburan bahkan saat santai sekalipun dengan alasan semua itu merupakan hal konyol dan bodoh untuk di lakukan oleh kebanyakan manusia .


Lihat saja foto atau gambar semua sosial media yang dimiliki gadis itu . Isinya hanya berupa gambar pemandangan , gambar benda - benda bahkan hanya kata - kata mutiara saja yang memenuhi library sosmed miliknya . Sehingga membuat erik menjadi penasaran untuk mencari tahu tentang gadis dingin itu lebih dalam lagi .


" Erik...kemarilah " terial kirana dari kejauhan .


" Ada apa ? "


" Lihatlah " tunjuk kinara pada segerombolan ikan lumba - lumba yang tengah melompat di tengah lautan


" Kau suka lumba - lumba ?" tanya erik penasaran .


Gadis itu tampak tersenyum dan menganggukkan kepala yang berarti dia sangatlah menyukai binatang tersebut .


" ibu kandungku dulu selalu mengajak kami untuk melihat sirkus lumba - lumba bersama " ucap kirana tanpa sadar . Sepertinya gadis itu sedang bernostalgia dengan kenangan masa lalunya bersama keluarga kecilnya .


" Kami ? Bukankah kau anak tunggal ? " tanya erik kebingungan . Setahu erik , kirana merupakan seorang putri tunggal di keluarganya .


" Itu...lupakanlah...anggap saja aku salah bicara " ucap kira kemudian , gadis itu seperti menyembunyikan sesuatu dan enggan untuk menceritakannya kepada orang lain .


Erik hanya menatap kirana dari samping . Ada semburat kesedihan dan kesepian yang terpancar dari sinar mata gadis dingin itu .


Apa ? Dan kenapa ?


Dua kata itu seketika terbersit di dalam pikiran Erik , dan pria itu akan mencaritahunya nanti . Tentu saja dengan cara diam - diam dan dilakukan oleh beberapa orang kepercayaannya dan handal yang berada di bawah kendali pria itu .


Sedangkan Kirana merutuki dirinya sendiri di dalam hati , karena hampir saja keceplosan membuka rahasia yang sudah di kubur hidup - hidup oleh keluarga besar miliknya .

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2