
" Wah...ini indah sekali " ucap Nana sambil menatap ke sekeliling pesisir hamparan pantai .
Nana sangat menyukai tempat ini . Air laut berwarna biru dengan pasir berwarna putih sungguh sangat menyejukkan mata . Tapi tunggu kenapa ada yang aneh pikir Nana . Ia tak melihat satu orang pun di pantai tersebut kecuali dirinya dan Nathan .
" Kau kenapa sayang ? " ucap Nathan sambil mencium pipi istrinya mesra .
" Kenapa disini tak ada siapapun ? " tanya Nana bingung .
Nathan terlihat terkekeh . Ia mengangkat tubuh Nana dan mendudukkan istrinya itu di atas pangkuannya .
" Ini adalah pulau pribadiku , jadi tak sembarangan orang bisa datang kemari " jawab Nathan sambil menatap lekat kewajah Nana .
Nana yang mendengar jawaban Nathan hanya bisa mngerjapkan matanya menatap tak percaya dengan ucapan suaminya . Pulau pribadi ? Wow...sebenarnya sekaya apa suaminya ini . Ia tahu bahwa suaminya ini adalah orang kaya , namun ia tak menyangka bahwa suaminya sangat sangat sangat sangatlah kaya hingga bisa memiliki pulau pribadi . Entah berapa ratus atau mungkin bahkan ribuan uang yang dipakai hanya untuk bisa membeli pulau ini . Nana rasa 100 kali ginjalnya dijual pun takkan mampu untuk membelinya .
" Kau sedang memikirkan apa " Nathan sedikit menyentil hidung Nana sehingga ia jadi tersadar dari lamunanya .
" aku tak memikirkan apapun " cengir Nana sambil mengelus tengkuknya yang tak gatal .
" Hentikanlah pikiran bodohmu itu , jangan berpikir untuk menjual ginjal untuk membeli pulau ini " Nathan tersenyum miring mendapati mata Nana yang melotot kearahnya , sepertinya tebakannya benar .
" Kenapa kau bisa tahu " Celetuk Nana tanpa sengaja keceplosan .
Upps....ia dengan cepat menutup mulutnya .
Nathan menurunkan kedua tangan Nana yang ia pakai untuk menutup mulutnya .
Cupp
Tiba - tiba saja Nathan menyatukan bibirnya dengan bibir mungil milik Nana , membuat mata Nana terbelalak sejenak dan perlahan berubah menjadi terpejam karena menikmati ciuman Nathan yang bagi Nana adalah ciuman yang memabukkan .
Nana akui , nathan merupakan seorang pencium handal . Ia sangat ahli dalam membuat nana terhanyut dalam buaian ciuman panasnya .
Nathan tiba - tiba saja merebahkan Nana diatas pasir dan mulai mengecup seluruh bagian tubuh Nana tanpa terkecuali .
Tunggu..Apa dia akan melakukannya disini pikir Nana disela sela kenikmatan yang Nathan lakukan padanya .
__ADS_1
Namun sepertinya akal sehatnya sudah terkalahkan oleh rasa nikmat yang diberikan Nathan padanya .
Dan adegan panas pun berlangsung di hamparan pasir yang luas tanpa tertutup suatu apapun .
Nana berharap semoga saja tak ada seorang pun yang melihatnya saat ini .
...-----------------------------------------------...
...---------------------------------------------------------------...
" Aaaaaaa.........mumi ..." suara teriakan Alea menggema di dalam ruangan .
Bugh
" Aaahhh..apa yang kau lakukan " ucap Leo memegang pinggangnya akibat terjatuh dari atas tempat tidur karena tendangan Alea .
" Si..siapa kau " ucap Alea sambil memegang bantal bersiap menyerang Leo kembali .
" Aku Leo ... suamimu " teriak Leo kesal .
" suami..... " gumam Alea terlihat berpikir .
Alea sungguh sangat menyesal telah menendang Leo dari atas tempat tidur . Dirinya benar- benar lupa jika dirinya sudah menikah dan tidur dengan suaminya , bukan sendiri lagi .
Alea dengan telaten memijat pinggang Leo yang sakit . Namun yang terjadi bukannya sembuh malahan membuat pinggang Leo malah menjadi semakin sakit akibat pijatan dari alea . Sungguh nasib Leo lagi apes. Alhasil mereka harus memanggil jasa tukang pijat profesional untuk memijat Leo agar menjadi lebih baik .
Berselang beberapa jam menunggu , akhirnya tukang pijat pun tiba . Sesampainya di mansion ia diarahkan oleh pelayan untuk menuju ruangan tempat Leo berada .
Louise dan Lidya yang melihat kedatangan tukang pijat ke mansion dan menuju ke kamar menantu dan anaknya hanya bisa tersenyum - senyum geli . Mereka berpikir bahwa Leo dan alea butuh dipijat karena kelelahan akibat melakukan olahraga panas pada malam pertama . Mereka berharap agar bisa cepat menimang cucu dari Leo .
...----------------------------------------------------------------------------------------------...
" Tuan muda apa yang anda lakukan " teriak seorang pelayan ke arah Nino . Dirinya begitu syok , ketika mendapati tuan mudanya sudah menceburkan diri ke dalam genangan lumpur yang ada di dekat taman mansion mereka .
Tanpa mengindahkan pertanyaan sang pelayan , nino pun keluar dari kubangan lumpur dan berlari kesana kemari sehingga membuat kotor seisi mansion .
__ADS_1
" Astaga ....apa itu " pekik angel terkejut , ia tak menyadari bahwa yang berlari dihadapannya saat ini adalah Nino cucu kesayangannya .
" Halo grandma...halo grandpa " teriak Nino dari kejauhan yang masih berlari dikejar oleh para pelayan .
" Nino... " ucap Angel dan Ferdinand hampir bersamaan .
Mereka benar - benar begitu syok melihat keadaan nino saat ini yang sudah seperti manusia lumpur .
" Sayang aku mohon kau coba hubungi Nathan agar segera membawa Nana kemari " ucap Ferdinand ke arah Angel . Ia terlihat sedang memijat pelipisnya akibat pusing melihat perilaku cucunya .
" Ba..baik " angel berlalu pergi ke kamarnya untuk mengambil ponselnya .
Setiap hari ada saja kegaduhan yang dilakukan oleh Nino di dalam mansion , sehingga membuat para pelayan menjadi sangat kewalahan dibuatnya . Bahkan ada beberapa pelayan yang sampai dibuat menangis karena merasa sudah tak sanggup untuk menghadapi kenakalannya .
...--------------------------------------------------------------...
Di sebuah kamar di dalam villa , Nana terlihat sedang melakukan makan malam romantis bersama Nathan . Ia memilih menghabiskan makan malamnya dikamar karena merasa lelah akibat melayani suaminya sore tadi yang hampir mencapai lima ronde . Sungguh sangat membuat badan Nana menjadi sangat lemas .
Setelah makan malam , Nana pun melakukan pemeriksaan dengan seorang dokter . Nathan memang mengkhususkan seorang dokter berjaga disana , untuk selalu memantau kesehatan istrinya dan juga anaknya yang masih di dalam kandungan . Ia pun juga sudah mempelajari tentang segala hal tentang ibu hamil , agar dirinya bisa menjadi suami yang siaga dua puluh empat jam untuk istrinya . Nathan juga sudah mempelajari cara - cara yang tepat saat berhubungan badan agar sang istri dan si cabang bayi merasa nyaman . Sungguh nathan ingin menjadi suami idaman bagi Nana .
Tak berselang lama pemeriksaan pun telah selesai dilakukan . Nana dan Nathan terlihat merebahkan diri di atas kasur sambil menatap bintang yang terlihat dari jendela kaca kamar mereka .
" Sayang ..kapan kita akan kembali ?" tanya Nana yang saat ini sedang tidur sambil memeluk Nathan .
" Kenapa kau bertanya seperti itu ...apa kau bosan disini ..? " ucap Nathan sambil membelai rambut istrinya .
" Aku tidak bosan....aku hanya merindukan Nino " Nana mengeratkan pelukkannya .
" Baiklah...besok kita akan pulang " putus Nathan akhirnya .
" Benarkah " Nana melihat ke arah Nathan , ia terlihat begitu sangat gembira .
" hmmm " Nathan menarik Nana agar kembali memeluk dirinya .
Sedangkan dimansion , Angel sudah berulang kali berusaha menghubungi Nathan , namun hasilnya nihil . Suara operator saja yang menyahuti suara panggilannya .Benar - benar membuat angel menjadi semakin kesal . Entah kemana putranya itu berlibur , sampai nomor ponselnya tak bisa dihubungi .
__ADS_1
Nathan memang merahasiakan tempat berlibur mereka saat ini dari siapapun termasuk kepada orang tuanya . Dirinya hanya ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan istrinya tanpa ada gangguan apapun terutama dari anaknya .
BERSAMBUNG