Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Lima ronde


__ADS_3

" Wah...ini indah sekali " ucap Nana sambil menatap ke sekeliling pesisir hamparan pantai .


Nana sangat menyukai tempat ini . Air laut berwarna biru dengan pasir berwarna putih sungguh sangat menyejukkan mata . Tapi tunggu kenapa ada yang aneh pikir Nana . Ia tak melihat satu orang pun di pantai tersebut kecuali dirinya dan Nathan .


" Kau kenapa sayang ? " ucap Nathan sambil mencium pipi istrinya mesra .


" Kenapa disini tak ada siapapun ? " tanya Nana bingung .


Nathan terlihat terkekeh . Ia mengangkat tubuh Nana dan mendudukkan istrinya itu di atas pangkuannya .


" Ini adalah pulau pribadiku , jadi tak sembarangan orang bisa datang kemari " jawab Nathan sambil menatap lekat kewajah Nana .


Nana yang mendengar jawaban Nathan hanya bisa mngerjapkan matanya menatap tak percaya dengan ucapan suaminya . Pulau pribadi ? Wow...sebenarnya sekaya apa suaminya ini . Ia tahu bahwa suaminya ini adalah orang kaya , namun ia tak menyangka bahwa suaminya sangat sangat sangat sangatlah kaya hingga bisa memiliki pulau pribadi . Entah berapa ratus atau mungkin bahkan ribuan uang yang dipakai hanya untuk bisa membeli pulau ini . Nana rasa 100 kali ginjalnya dijual pun takkan mampu untuk membelinya .


" Kau sedang memikirkan apa " Nathan sedikit menyentil hidung Nana sehingga ia jadi tersadar dari lamunanya .


" aku tak memikirkan apapun " cengir Nana sambil mengelus tengkuknya yang tak gatal .


" Hentikanlah pikiran bodohmu itu , jangan berpikir untuk menjual ginjal untuk membeli pulau ini " Nathan tersenyum miring mendapati mata Nana yang melotot kearahnya , sepertinya tebakannya benar .


" Kenapa kau bisa tahu " Celetuk Nana tanpa sengaja keceplosan .


Upps....ia dengan cepat menutup mulutnya .


Nathan menurunkan kedua tangan Nana yang ia pakai untuk menutup mulutnya .


Cupp


Tiba - tiba saja Nathan menyatukan bibirnya dengan bibir mungil milik Nana , membuat mata Nana terbelalak sejenak dan perlahan berubah menjadi terpejam karena menikmati ciuman Nathan yang bagi Nana adalah ciuman yang memabukkan .


Nana akui , nathan merupakan seorang pencium handal . Ia sangat ahli dalam membuat nana terhanyut dalam buaian ciuman panasnya .


Nathan tiba - tiba saja merebahkan Nana diatas pasir dan mulai mengecup seluruh bagian tubuh Nana tanpa terkecuali .


Tunggu..Apa dia akan melakukannya disini pikir Nana disela sela kenikmatan yang Nathan lakukan padanya .

__ADS_1


Namun sepertinya akal sehatnya sudah terkalahkan oleh rasa nikmat yang diberikan Nathan padanya .


Dan adegan panas pun berlangsung di hamparan pasir yang luas tanpa tertutup suatu apapun .


Nana berharap semoga saja tak ada seorang pun yang melihatnya saat ini .


...-----------------------------------------------...


...---------------------------------------------------------------...


" Aaaaaaa.........mumi ..." suara teriakan Alea menggema di dalam ruangan .


Bugh


" Aaahhh..apa yang kau lakukan " ucap Leo memegang pinggangnya akibat terjatuh dari atas tempat tidur karena tendangan Alea .


" Si..siapa kau " ucap Alea sambil memegang bantal bersiap menyerang Leo kembali .


" Aku Leo ... suamimu " teriak Leo kesal .


" suami..... " gumam Alea terlihat berpikir .


Alea sungguh sangat menyesal telah menendang Leo dari atas tempat tidur . Dirinya benar- benar lupa jika dirinya sudah menikah dan tidur dengan suaminya , bukan sendiri lagi .


Alea dengan telaten memijat pinggang Leo yang sakit . Namun yang terjadi bukannya sembuh malahan membuat pinggang Leo malah menjadi semakin sakit akibat pijatan dari alea . Sungguh nasib Leo lagi apes. Alhasil mereka harus memanggil jasa tukang pijat profesional untuk memijat Leo agar menjadi lebih baik .


Berselang beberapa jam menunggu , akhirnya tukang pijat pun tiba . Sesampainya di mansion ia diarahkan oleh pelayan untuk menuju ruangan tempat Leo berada .


Louise dan Lidya yang melihat kedatangan tukang pijat ke mansion dan menuju ke kamar menantu dan anaknya hanya bisa tersenyum - senyum geli . Mereka berpikir bahwa Leo dan alea butuh dipijat karena kelelahan akibat melakukan olahraga panas pada malam pertama . Mereka berharap agar bisa cepat menimang cucu dari Leo .


...----------------------------------------------------------------------------------------------...


" Tuan muda apa yang anda lakukan " teriak seorang pelayan ke arah Nino . Dirinya begitu syok , ketika mendapati tuan mudanya sudah menceburkan diri ke dalam genangan lumpur yang ada di dekat taman mansion mereka .


Tanpa mengindahkan pertanyaan sang pelayan , nino pun keluar dari kubangan lumpur dan berlari kesana kemari sehingga membuat kotor seisi mansion .

__ADS_1


" Astaga ....apa itu " pekik angel terkejut , ia tak menyadari bahwa yang berlari dihadapannya saat ini adalah Nino cucu kesayangannya .


" Halo grandma...halo grandpa " teriak Nino dari kejauhan yang masih berlari dikejar oleh para pelayan .


" Nino... " ucap Angel dan Ferdinand hampir bersamaan .


Mereka benar - benar begitu syok melihat keadaan nino saat ini yang sudah seperti manusia lumpur .


" Sayang aku mohon kau coba hubungi Nathan agar segera membawa Nana kemari " ucap Ferdinand ke arah Angel . Ia terlihat sedang memijat pelipisnya akibat pusing melihat perilaku cucunya .


" Ba..baik " angel berlalu pergi ke kamarnya untuk mengambil ponselnya .


Setiap hari ada saja kegaduhan yang dilakukan oleh Nino di dalam mansion , sehingga membuat para pelayan menjadi sangat kewalahan dibuatnya . Bahkan ada beberapa pelayan yang sampai dibuat menangis karena merasa sudah tak sanggup untuk menghadapi kenakalannya .


...--------------------------------------------------------------...


Di sebuah kamar di dalam villa , Nana terlihat sedang melakukan makan malam romantis bersama Nathan . Ia memilih menghabiskan makan malamnya dikamar karena merasa lelah akibat melayani suaminya sore tadi yang hampir mencapai lima ronde . Sungguh sangat membuat badan Nana menjadi sangat lemas .


Setelah makan malam , Nana pun melakukan pemeriksaan dengan seorang dokter . Nathan memang mengkhususkan seorang dokter berjaga disana , untuk selalu memantau kesehatan istrinya dan juga anaknya yang masih di dalam kandungan . Ia pun juga sudah mempelajari tentang segala hal tentang ibu hamil , agar dirinya bisa menjadi suami yang siaga dua puluh empat jam untuk istrinya . Nathan juga sudah mempelajari cara - cara yang tepat saat berhubungan badan agar sang istri dan si cabang bayi merasa nyaman . Sungguh nathan ingin menjadi suami idaman bagi Nana .


Tak berselang lama pemeriksaan pun telah selesai dilakukan . Nana dan Nathan terlihat merebahkan diri di atas kasur sambil menatap bintang yang terlihat dari jendela kaca kamar mereka .


" Sayang ..kapan kita akan kembali ?" tanya Nana yang saat ini sedang tidur sambil memeluk Nathan .


" Kenapa kau bertanya seperti itu ...apa kau bosan disini ..? " ucap Nathan sambil membelai rambut istrinya .


" Aku tidak bosan....aku hanya merindukan Nino " Nana mengeratkan pelukkannya .


" Baiklah...besok kita akan pulang " putus Nathan akhirnya .


" Benarkah " Nana melihat ke arah Nathan , ia terlihat begitu sangat gembira .


" hmmm " Nathan menarik Nana agar kembali memeluk dirinya .


Sedangkan dimansion , Angel sudah berulang kali berusaha menghubungi Nathan , namun hasilnya nihil . Suara operator saja yang menyahuti suara panggilannya .Benar - benar membuat angel menjadi semakin kesal . Entah kemana putranya itu berlibur , sampai nomor ponselnya tak bisa dihubungi .

__ADS_1


Nathan memang merahasiakan tempat berlibur mereka saat ini dari siapapun termasuk kepada orang tuanya . Dirinya hanya ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan istrinya tanpa ada gangguan apapun terutama dari anaknya .


BERSAMBUNG


__ADS_2