Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Sebuah pengakuan


__ADS_3

Mansion wijaya


Seluruh keluarga besar wijaya dan juga keluarga besar Alexander terlihat sedang berkumpul di ruang tamu milik keluarga wijaya .


" Pertama , bagaimana bisa kau mengenal dan menikah dengan nathan tanpa sepengetahuan kami ? " tanya Hendra kepada Nana .


" Aku..."


" Apa kau tidak menganggap kami sebagai keluargamu ? " ucap Hendra kembali .


" Maafkan aku paman " ucap Nana menunduk .


" Sudahlah dad jangan menekan Nana seperti itu " ucap Anna membela saudara tirinya . Dirinya tidak terima jika saudara nya itu di tekan oleh sang daddy menurutnya tidak baik untuk fsikis Nana yang sedang hamil .


" Diamlah , aku sedang bicara dengan saudaramu " Hendra mendengus kesal , sungguh ia tak mengerti bagaimana bisa anak sambungnya itu bisa menikah tanpa memberitahukan pada keluarganya . Apa dia menganggap bahwa dirinya adalah seorang anak yatim piatu . Sungguh hendra tak habis pikir dibuatnya . Hendra sudah menganggap Nana seperti anak kandungnya sendiri , tak pernah sedikitpun dirinya membeda - bedakan putri sambungnya itu dengan anak kandungnya yang lain . Walaupun putrinya itu belum bisa memanggil dirinya dengan sebutan ayah , Hendra tetap sabar menunggunya . Dirinya tidak ingin memaksa Nana untuk melakukan hal yang tidak diingannkannya . Hendra tahu jika menerima orang baru untuk masuk ke kehidupannya pastilah hal yang sangat sulit diterima oleh gadis itu . Sehingga dirinya selalu mengabulkan apapun keinginan Nana , termasuk keinginan untuk tinggal terpisah dengan dirinya dan keluarganya . Ia berharap dengan membebaskan putrinya tersebut membuat dirinya akan merasa nyaman berada dalam keluarga Alexander .


Namun sayang , ternyata perkiraannya salah . Semua hal yang Hendra lakukan pada Nana ternyata dianggap lain oleh gadis itu . Bahkan di hari pernikahannya pun , putri sambungnya itu tidak memberitahukan mereka . Dia malah memilih memberitahukan keluarga dari mendiang ayahnya untuk menjadi wali nikah di acara pernikahannya dengan pria yang bernama nathan itu . Sungguh Hendra sangat kecewa pada dirinya sendiri dan juga pada putri sambungnya itu . Hendra mengganggap dirinya belum begitu becus untuk menjadi seorang ayah bagi Nana . Ia begitu malu dengan mendiang suami Dita yaitu ayah kandung Nana karena dirinya merasa tidak becus dalam membahagiakan putrinya tersebut . Padahal sebelumnya Hendra pernah berjanji di atas makam ayah kandung Nana akan membuat putrinya itu menjadi sosok ayah yang akan melindungi dan membahagiakan Nana di mana pun dirinya berada .


" Sayang " ucap Dita berusaha menenangkan suaminya .


" Maaf ... Jika saya menyela...sepertinya ada kesalahpahaman disini " ucap Nathan menyela pembicaraan keluarga Alexander , sepertinya dirinya harus jujur menceritakan tentang kronologi kenapa nathan dan juga Nana bisa menikah .


Dengan tarikan napas Nathan pun mulai menceritakan kejadian yang pernah Nana alami bersama dirinya . Ia menceritakan dengan jelas tanpa ada satu pun dirinya tutupi maupun kurangi dan lebihkan dari cerita tersebut . Dirinya menceritakan sesuai fakta yang ada , bahkan dirinya juga menceritakan tentang kontrak yang pernah mereka buat .

__ADS_1


Mulai saat ini Nathan akan melindungi istrinya apapun yang terjadi , karena ia juga ikut andil dalam peristiwa tersebut . Dirinya tidak akan membiarkan istrinya itu berjuang sendirian .


Mendengar penjelasan Nathan membuat keluarga alexander terkejut kecuali Dion tentunya , pria itu sudah mengetahui terlebih dahulu perihal yang terjadi antara nathan dan juga saudara tirinya .


Selain mereka , keluarga Wijaya juga ikut syok mendengar penjelasan putranya . Sungguh selama ini mereka mengira jika Nathan dan Nana benar - benar memiliki hubungan khusus seperti pacaran . Namun di luar dugaan ternyata mereka tidak saling mengenal satu sama lain , dan faktanya putra mereka sudah memperkosa gadis malang tersebut . Sungguh sebuah kabar yang membuat jantung Angel serasa ingin copot dari tempatnya . Dirinya sungguh tak habis pikir bagaimana putranya itu bisa melakukan hal kejam seperti itu kepada Nana .


" Aku benar - benar minta maaf kepada paman dan bibi , karena perilaku yang telah aku perbuat telah menghancurkan masa depan Nana . Tapi itu dulu , saat ini aku telah berubah . Aku ingin sekali menghabiskan waktu hingga ajal menjemput bersama Nana . Aku mencintainya paman - bibi . Aku mohon maaf kan perbuatanku dan juga Nana " Ucap Nathan sambil berlutut di hadapan keluarga Alexander dan juga Wijaya .


Sungguh membuat Nana sangatlah menjadi terharu dengan sikap Nathan yang kini menurutnya sangatlah gentleman sebagai seorang pria .


" Bangunlah nak , kami semua sudah memaafkanmu " ucap Hendra mencoba mengikhlaskan semua yang terjadi .


" Aku juga minta maaf Ayah " ucap Nana kepada Hendra yang membuat pria itu menjadi terharu . Akhirnya kesabaran yang selama ini dirinya pertahankan ternyata membuahkan hasil juga . Kini putri sambungnya itu sudah bisa memanggil dirinya dengan sebutan ayah .


Hendra terlihat merentangkan tangannya dan Nana pun mengerti akan maksud dari ayah sambungnya tersebut . Dengan perlahan Nana berjalan dan kemudian merengkuh tubuh Hendra yang sudah tak muda lagi . Dita yang melihatnya juga ikut berpelukan dan juga di susul oleh Anna .


Sungguh sebuah pemandangan yang mengharukan , membuat keluarga wijaya selaku pemilik mansion juga ikut mengeluarkan air mata .


Dion juga ikut bahagia dengan kebahagiaan yang dialami oleh keluarganya , namun dirinya masih begitu gengsi sehingga ia tidak ikut dalam berpelukan berjamaah yang keluarganya itu lakukan bersama Nana .


****


Di taman belakang mansion wijaya

__ADS_1


Anna dan Nana terlihat sedang duduk di kursi belakang taman ,


" Ada yang kakak ingin katakan " tanya Anna kepada saudara sambungnya .


" Aku ingin minta maaf untuk semuanya " ucap Nana menunduk , sungguh dirinya merasa sangat bersalah saat ini karena telah menyembunyikan kenyataan yang bahkan sudah di ketahui oleh saudaranya tersebut .


" Tidak apa - apa , semua sudah terjadi dan berlalu " Anna berkata sambil melihat hamparan taman yang begitu luas dan indah di depan sana . Taman keluarga wijaya memang sangatlah luas , bahkan luasnya bisa melebihi lapangan golf yang biasa Nana tonton di acara - acara televisi .


" Apa kau marah padaku ?" tanya Nana menatap ke arah Anna .


" Tidak , aku hanya kecewa . Aku kira kita sudah seperti saudara sungguhan , ternyata aku salah . Sepertinya hanya diriku sendiri yang menganggapnya seperti itu " Anna berkata yang masih tak membalas tatapan yang Nana berikan .


Sehingga membuat Nana yang sempat melihat ke arahnya kini menjadi menunduk kembali .


" Apa kakak mengira jika diriku akan marah dan membenci kakak karena telah merasa merebut Nathan dari tangan ku " ujar Anna kembali sehingga membuat Nana yang sudah menunduk menjadi menunduk semakin dalam . Sungguh dirinya merasa tidak enak hati dibuatnya .


" Katakan ,,,sudah umur berapa calon ponakanku yang ada di dalam perut kakak " ujar Anna kembali sambil tersenyum , membuat Nana yang tadinya menunduk kini sudah beralih menjadi menatapnya kembali . Setetes air mata keluar dari kelopak matanya , sungguh dirinya mengira jika ia sudah benar - benar membuat saudaranya itu marah .


" Hey ...Kenapa kakak menangis ? " ucap Anna sambil menghapus air mata yang ada pada kedua pipi milik kakak tirinya tersebut .


Keduanya pun saling berpelukkan erat , menandakan perasaan mereka yang saling menyanyangi satu sama lain . Meskipun mereka berdua bukanlah dari satu darah yang sama , namun ikatan rasa persaudaraan mereka melebihi dari ikatan saudara kandung . Membuat beberapa pasang mata yang melihat tingkah mereka berdua dari balik jendela merasa sangat bahagia dan bisa bernafas lega .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2