
" Ughhh....sakit sekali " lenguh jenny , gadis itu terlihat baru terbangun dari tidurnya .
Seluruh tubuhnya serasa remuk redam karena kelakuan liarnya yang beberapa jam yang lalu sempat ia lakukan bersama sang suami .
Jenny tampak melirik ke arah pria yang kini tengah berada di balik punggunggnya .
Pria yang menurut jenny menyebalkan itu masih saja terlihat tertidur pulas karena kelelahan menungganginya beberapa ronde .
Melihat wajah tampan itu , membuat jenny menjadi bersemu merah . Gadis itu tiba - tiba saja jadi teringat dengan adegan panas yang beberapa jam yang lalu telah mereka perbuat .
" Ternyata rasanya enak " cicit Jenny sambil tersenyum malu
" Apakah seenak itu ? "bisik seseorang tepat di belakang telinga jenny
" Hmm yaa ..." tanpa sadar jenny mengangguk .
Belum ada beberapa detik Jenny pun membelalakkan mata , ia baru tersadar dengan suara yang memberikannya sebuah pertanyaan .
" Tidak..!! Maksudku iya " teriak jenny repleks ingin menjauhkan tubuhnya dari pria yang bertanya dengan mesum .
Karena saking terkejutnya sehingga membuat tubuh gadis itu hampir saja jatuh terjungkal dari atas kasur jika tidak dion yang menangkapnya dengan cepat .
" Lepas " ucap jenny tergagap karena malu melihat dada bidang milik dion yang terekspos di depan matanya .
Sungguh melihat dada kotak nan gagah itu membuat jenny meneguk ludah dengan berat , rasanya ingin sekali dia menjamah otot kekar itu seperti beberapa jam yang lalu ia lakukan dengan begitu gila dan nackal .
Namun pikiran warasnya segera menghalangi Jenny untuk tidak melakukan hal yang macam - macam pada pria tersebut .
" Jika aku melepasmu sekarang , kau akan jatuh terjungkal kebawah nanti " ucap Dion dengan suara seraknya .
Entah suaranya serak antara karena baru bangun tidur atau serak karena kehabisan suara dalam mendes*h dan menger*ng dion pun tahu , yang jelas dia sangat menikmati penyatuan panas nan menggairahkannya dengan gadis muda yang telah menjadi istri sahnya tersebut .
" Kalau begitu tolong geser sedikit , aku takut selimutku akan lepas bila terus di posisi begini " ujar Jenny dengan wajah yang bersemu semerah tomat .
Dion yang melihat tingkah Jenny hanya mengikuti keinginan gadis itu sembari terkekeh .
" Memang kenapa kalau selimutnya terlepas , bukankah kita sudah saling sama - sama melihat dan merasakan satu sama lain " ucap Dion dengan memperlihatkan sebuah senyuman yang terlihat sangat mesum di mata jenny .
" Berhentilah berkata mesum seperti itu " jawab jenny ketus . Gadis itu tampak memegang erat selimut yang kini tengah menyelimuti bagian tubuhnya yang tak memakai sehelai benangpun melekap pada dirinya .
" Memang kenapa kalau berkata mesum , bukankah kita sudah menjadi suami istri . Jadi ini adalah hal yang lumrah untuk kita lakukan " ucap Dion santai , pria itu terlugat memakai kedua tangannya yang kekar sebagai bantal di bawah kepalanya .
" Diamlah , atau aku akan "
__ADS_1
" Aku akan apa ? " Dion tiba - tiba saja menindih kembali tubuh mungil milik jenny sehingga membuat ucapannya seketika berhenti .
" Aku ..aku " Jenny terlihat terbata , matanya kini melihat ke sekeliling arah .
Gadis itu terlihat enggan bertatapan langsung dengan pria yang kini tengah berada di atas tubuhnya .
Bukannya turun dari atas tubuh Jenny , Dion malah makin meninding tubuh gadis muda itu sehingga membuat dua gundukkan kenyal milik Jenny menjadi terhimpit oleh dada kekar milik Dion .
" Ayo kita ulangi lagi " ajak Dion to the point .
" Apa !! " tanya Jenny yang terlihat masih belum connect karena rasa tegang yang saat ini dirinya miliki .
Enak
dan nikmat
Kata itu yang terlintas di otak kecil milik gadis itu , otak gadis yang polos itu kini sudah berubah menjadi mesum seketika , semenjak beberapa jam lalu mahkota miliknya yang berharga pertama kali direnggut oleh pria mesum yang telah menjadi suaminya itu .
Mendengar ajakan dari Dion membuat Jenny juga ingin melakukannya kembali . Tubuhnya juga tersulut gairah seketika . Bayangan ketika Pria itu tengah berolahraga di atas tubuhnya terulang kembali dilikirannya seperti sebuah kaset rusak .
" Ayo " batin Jenny
" Tidak " ucap Jenny juga dengan mulutnya .
" Kenapa ? " tanya Dion tiba - tiba .
" Ini salah "
" Salah ? " tanya Dion heran .
" Ya..kita tak seharusnya melakukan ini , karena kita tidak saling mencintai " ucap Jenny menatap ke arah Dion berada .
" Bagaimana kalau aku bilang , jika aku mulai " " " mencintaimu " jawab Dion sehingga membuat Jenny sedikit terkejut .
" Jangan bilang kau mencintaiku karena telah mendapatkan keperawanannku ?" ketus Jennie yang kini terlihat tengah bersidekap menatap Dion dengan intens .
" Enak saja , asal kau tahu . Kau itu juga telah mengambil keperjakaanku . Jadi kita berdua impas "
" Apa !!! Kau perjaka ? " ucap Jennie penuh selidik .
Gadis itu terlihat tak percaya dengan apa yang didengarnya . Bagaimana orang setampan , setajir dan seunggul Dion masih perjaka di dalam dunia yang serba milenial ini.
Imposible
__ADS_1
Itulah kata yang memenuhi benak Jennie ketika Dion mengaku masih perjaka kepada dirinya .
" Kau tidak percaya ? "
" tidak "
" Kenapa ? "
" Kau terlalu mahir untuk disebut sebagai orang yang baru pertama kali melakukannya " celetuk jenny jujur karena sedang mengingat betapa hebatnya permainan lelaki itu di atas ranjang .
" Jadi kau mengakui kehebatanku dalam memuaskanmu " ucap Dion tersenyum bangga .
" sialan " rutuk jenny dalam hatinya .
Jenny terlihat diam tak mau menyahuti lagi ucapan suaminya . Dirinya merasa akan selalu kalah jika beradu mulut dengan laki laki yang bernama Dion itu .
Jenny merebahkan tubuhnya kembali dengan memunggungi Dion yang masih diam menatap ke arahnya .
Entah apa yang dipikiran lelaki itu saat ini , jennie tak perduli . Dirinya masih terlalu lelah untuk memikirkan hal - hal yang tidak penting apalagi memikirkan laki - laki yang bernama Dion itu .
Greb
Dion tiba - tiba saja memeluk tubuh Jennie dari belakang , sehingga dua kulit manusia yang masih polos itu kini saling menyentuh satu sama lain .
" Kak ..."
" Biarkan seperti ini "
Jennie tampak diam dan menbiarkan tangan Dion melakukan sesuka hatinya . Toh tubuhnya sudah pernah di jamah oleh lelaki itu sebelumnya . Lagipula percuma juga menolak , kekuatan mereka jauh berbeda , dan Dion merupakan suami sah di mata hukum maupun agama dari seorang jennie jadi ia akan amat berdosa jika sampai harus menolak pernintaan dari Dion dalam melayaninya .
" Maaf kan aku " ucap Dion mencium bahu Jennie yang mulus .
" Aku berkata jujur tentang kau lah wanita pertama yang mendapatkan keperjakaanku , sumpah aku tak pernah sekalipun melakukan itu dengan wanita lain . Dan Aku mahir dalam melakukan itu karena aku pernah menonton dari situs tontonan dewasa dan juga karena naluri alami kelelakianku yang membimbing tubuhku untuk bergerak di atas tubuhmu " ucap Dion frontal sehingga membuat Jennie malu mendengarnya .
" Ayo kita lakukan lagi " putus jennie akhirnya .
" Benarkah " ucap Dion dengan berbinar , pria dewasa itu sudah terlihat seperti seorang anak kecil saat ini yang telah di beri hadiah sebuah es krim di tangannya .
Jennie mengangguk tersenyum . Gadis itu terlalu tak tegaan kepada Dion yang terlihat mengiba kepada dirinya . Lagipula dirinya juga ingin menikmati surga dunia kembali seperti yang telah ia rasakan beberapa jam yang lalu bersama laki - laki itu .
Dan pertempuran ronde kedua pun dimulai kembali , hingga kamar yang sudah terlihat berantakan menjadi makin bertambah berantakan .
Semua gaya yang dipelajari oleh Dion dari situs dewasa pun diperagakannya kepada sang istri . Sehingga membuat Jennie memiliki pengalaman baru yang mungkin sangat akan sulit ia lupakan bersama lelaki tampan itu .
__ADS_1
BERSAMBUNG