Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Memasak nasi goreng


__ADS_3

" okey ..ayo kita lakukan sekarang " ucap nathan menyemangati dirinya sendiri .


Pria itu terlihat sudah siap untuk segera memasak sebuah nasi goreng spesial untuk sang istri tercinta , siapa lagi wanita beruntung itu kalau bukan Nana .


Dengan perlengkapan yang sudah terlihat komplit . Pria itu kini terlihat akan meracik bumbu - bumbu yang dirinya sebut dengan sebutan nama bumbu cinta .


Nathan berharap nasi goreng yang dia buat akan bisa membuat sang istri menjadi lebih jatuh cinta kepada dirinya dibandingkan dengan cintanya kepada Nino .


Ternyata pria itu masih saja tampak cemburu dengan darah dagingnya sendiri yang membuat siapa saja yang melihatnya menjadi geram ingin menjitak kepala lelaki tampan tersebut .


Dengan semangat yang membara Nathan langsung memasak nasi goreng tersebut yang telah dipelajarinya dari internet dan tentunya dengan arahan sang koki juga .


Namun ternyata hal yang mudah dilihat belum tentu mudah untuk di praktekkan oleh nathan .


Beberapa kali pria itu telah terkena teguran oleh sang koki karena salah dalam pengerjaan memasaknya .


" Tuan tolong potong sayurnya kecil - kecil saja " ucap sang koki lembut karena melihat nathan memotong sayur bagaikan memotong rumput yang akan diberikan untuk makanan seekor gajah .


" Tuan tolong minyaknya pakai sedikit saja " tegur sang koki kembali karena nathan hampir ingin menuangkan seliter minyak ke dalam penggorengan yang akan ia pakai dalam memasak nasi goreng .


" Tuan tolong hidup kan kompornya terlebih dahulu sebelum menggoreng " ucap sang koki sedikit geram . Sungguh pria tua itu ingin sekali saat ini menjitak kepala majikannya yang terlihat sangat mengesalkan dalam hal memasak .


Bahkan anak kecilpun tahu jika kompor harus di nyalakan terlebih dahulu sebelum memasak .


Sepertinya itu tak berlaku bagi Nathan yang terlahir memegang sendok emas ditangannya .


Bahkan pria itu kini terlihat kebingungan dalam mencari pemantik sumbu agar kompor mahal itu bisa menyala .


Ctek


kompor pun terlihat sudah menyala


" Begitu caranya tuan " ucap sang koki sambil tersenyum semanis mungkin untuk menutupi hatinya yang saat ini sebenarnya telah merasa jengkel bukan main .


" ehemm...aku tahu " ucap Nathan dingin untuk menutupi rasa malunya pada sang koki bahwa dirinya tak bisa menyalakan kompor sendiri .


Setelah itu mereka berdua pun mulai dalam aksi goreng menggoreng nasi tersebut .


Nathan yang menggoreng dengan sang koki yang mengarahkan tentunya .


Dan tara .....


nasi goreng buatan nathan pun telah selesai di buat .


Sekarang tinggal dicicipi oleh sang istri tercinta .


Namun sayang , hal tak terduga pun terjadi .


Ketika nathan beranjak ke ruang tv tempat Nana berada sebelumnya , ternyata wanita itu sudah hilang tak berada di tempatnya .

__ADS_1


Disana hanya terlihat sang anak berserta ayam warna warni menyebalkan miliknya .


Melihat sang ayah yang celingak celinguk seperti anak ayam yang sedang mencari induknya , nino yang awalnya tak perduli pun akhirnya angkat bicara . Dirinya begitu terganggu dengan kehadiran ayahnya yang tak jelas tersebut .


" Mama sudah pergi ke kamar untuk tidur siang " ucap Nino sambil memakan cemilan kentang yang ada di tangannya . Anak laki - laki itu masih saja fokus menatap ke arah depan televisi .


Mendengar hal itu membuat alis nathan jadi mengkerut .


Bukankah hari masih pagi untuk tidur siang ucap nathan dalam benaknya .


Dengan iseng nathan melirik ke arah jam dinding besar yang ada di mansion miliknya .


Dan alangkah terkejutnya dirinya ketika melihat bahwa jam itu sudah menunjukkan pukul dua siang . Berarti sudah lima jam dirinya berkutat di dapur hanya untuk membuat satu piring nasi goreng saja .


Wajah nathan tiba - tiba saja berubah jadi panik seketika . Pria itu terlihat berjalan cepat menaiki tangga mansionnya untuk menuju ke arah kamar sang istrinya sedang tidur siang yang tentunya masih dengan membawa sepiring nasi goreng di tangannya .


Cklek


Nathan perlahan mendekati sang istri yang terlihat sedang tidur miring memeluk sebuah bantal guling di dalam dekapannya .


Pria itu meletakkan nasi goreng yang telah ia buat di atas meja samping tempat tidurnya .


Cup


Satu kecupan mendarat di dahi milik sang istri .


" Hmm...sayang ..kau sudah selesai memasaknya ?" tanya Nana sambil mengucek sejenak sebelah matanya .


Sungguh penampilan Nana yang sedang bangun tidur sangat menggemaskan bagi Nathan .


Wanita itu terlihat seperti anak remaja dari pada seorang ibu - ibu yang sudah menikah .


Cup


Ciuman kedua pun mendarat di pipi kanan milik Nana .


" Sayang .." rengek Nana karena kini seluruh wajahnya sudah di beri beribu ciuman oleh sang suami .


Nathan yang mendengar rengekan istrinya hanya terkekeh geli mendengarnya . Dirinya sangat begitu suka mendengar Nana merengek manja seperti itu . Sepertinya apapun yang gadis itu lakukan akan disukai oleh nathan . Bahkan mungkin ketika Nana kentut pun , pria itu akan tetap menyukai dan akan selalu menyukainya .


Cinta Nathan kepada Nana semakin hari semakin bertambah seiring berjalannya waktu . Dan Nana juga sebaliknya , walaupun dia kadang sering marah kepada pria itu karena bawaan bayi ataupun karena sikap pria itu yang memang agak menyebalkan menurutnya , namun di lubuk hati Nana yang paling dalam dirinya sangatlah mencintai Nathan .


Pria yang memberikannya arti cinta pada pasangan dan kasih sayang keluarga yang selama ini kurang Nana dapatkan dari keluarganya sendiri .


" Sayang kenapa kau meninggalkan ku di bawah sendirian ?" tanya Nathan sedikit merengek .


Pria itu kini sudah terlihat sudah naik ke atas tempat tidur . Nathan mengusap lembut perut buncit sang istri yang tiap bulan makin terlihat membesar di matanya .


" Salahmu sendiri karena masak lama sekali , aku kira kau sudah pingsan di dapur sana " jawab Nana sedikit terkekeh kecil .

__ADS_1


Melihat sang istri mengejeknya , Nathan pun dengan iseng menyentil kening Nana .


Pletakkkk


"Awwww...sakit " ucap Nana sedikit meringis kesakitan .


" Itu karena kau meminta ku melakukan hal - hal yang di luar kemampuanku " balas Nathan .


" Bukan aku yang minta , tapi dia " ucap Nana dengan menunjuk perutnya yang buncit tak mau kalah .


"ck.. Alasanmu saja " Nathan berkata lagi , kali ini pria itu terlihat merebahkan kepalanya diatas dada milik Nana .


Sungguh tempat itu merupakan bagian tubuh Nana yang dijadikan tempat favorit oleh nathan dalam bersandar .


Selain empuk , disana nathan juga bisa mendengar jantung sang istri masih dalam keadaan yang berdetak .


Sebenarnya pria itu memiliki ketakutannya sendiri ketika melihat Nana hamil dan akan melahirkan .


Nathan takut hal yang dulu pernah terjadi kepada istri pertamanya akan diikuti oleh Nana .


Takut


Resah


Gelisah


Itulah gambaran Nathan saat ini menuju detik - detik kelahiran seorang baby girl di keluarga tersebut .


Mereka berdua memang sudah tahu mengenai jenis kelamin si cabang bayi yang ada di dalam perut Nana .


Itu disebabkan oleh Nathan yang mengharuskan nana dengan giat dan rutin untuk selalu chek up ke dokter kandungan . Dan hasil dari pemeriksaan itupun tentunya harus di serahkan kepada nathan , Karena pria itu tidak mau kecolongon atau pun ada rahasia lagi tentang kehamilan di antara mereka .


Pria itu berharap semoga istri dan anak yang akan lahirkan ke dunia ini bisa lahir dengan selamat .


Nana yang melihat perhatian Nathan pun mengerti akan ke khawatiran sang suami .


Maka dari itu Nana selalu mengikuti perintah suaminya untuk melakukan chek up secara rutin tanpa membantah .


Gadis itu begitu tahu bagaimana menderitanya nathan ketika dirinya ditinggal pergi oleh sang istri pertama .


Sakit dan menyesakkan pasti .


Dan nana tak ingin itu terjadi lagi pada Nathan .


Sebisa mungkin Nana akan berjuang demi nino , nathan dan juga bayi yang tengah di kandungnya .


Dalam diamnya , Nana selalu berdoa kepada sang maha pencipta agar proses melahirkannya yang di prediksi sudah dekat itu akan selalu di beri kelancaran olehnya .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2