Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Flashback Dion 1


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang tampak seperti ruangan rahasia terlihat seorang pria tengah memandangi sejumlah foto seorang wanita . Hampir di setiap sudut ruangan dipenuhi dengan foto gadis itu mulai dari ukuran kecil , sedang , hingga yang paling besar dan yang lebih mengejutkan lagi di setiap foto tersebut berisikan tulisan tentang tanggal dan tempat diambilnya foto tersebut.


" Apa kau tak mengingatku ? " ucapnya sambil mengelus lembut wajah seorang gadis yang terlihat sedang tersenyum di dalam selembar foto


" Apa kita benar - benar tak bisa bersatu " gumamnya lagi .


Beberapa memori sekilas berputar di dalam pikirannya , dimana dirinya pertama kali bertemu dengan gadis tersebut . Seorang gadis yang telah mengambil hatinya pada perjumpaan pertama . Dimana senyuman gadis itu seolah olah membuat waktu seakan berhenti disekitarnya .


" Nana "


Itulah nama gadis itu .


Gadis yang selalu berada didalam pikirannya dimana pun dia berada . Gadis yang selalu lelaki itu rindukan jika tak berada didekatnya . Gadis yang sangat ia inginkan menjadi pendamping hidupnya kelak di hari tua nanti .


Akan tetapi sepertinya takdir sedang mempermainkannya , karena gadis yang ingin dia jadikan pendamping hidup malah menjadi adik tirinya saat kini. Sungguh benar benar ironis bukan .


" Siallll......". umpat lelaki itu yang tak lain adalah Dion.


Saat ini dia tampak berpikir dalam hati apa mungkin Tuhan salah paham dengan permohonannya yang ingin menjadikan gadis itu sebagai istri malah berubah alur menjadi adik tirinya . Jika memang benar seperti itu ingin sekali rasanya dia berteriak agar Tuhan bisa mendengarnya dan mengubah takdir ini .


Dituangkannya sebotol wine yang berada diatas meja , dan dengan cepat dia menenggaknya habis bagaikan meminum air putih . Itulah yang Dion lakukan berulang kali untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya hingga isi di beberapa botol wine menjadi habis tak tersisa .


Flasback on


Terlihat seorang pria yang terlihat masih remaja tengah berlari dengan mengenakan seragam SMAnya karena dikejar oleh beberapa pria berjas hitam . Lelaki itu adalah Dion .


" Greb " entah datang dari mana sebuah tangan kecil tiba tiba menarik lengannya .

__ADS_1


" Ap.... " Dion tak bisa bicara karena tangan kecil itu tengah membekap mulutnya saat ini dengan sangat erat .


" " Diamlah ... Atau mereka akan menemukan kita disini " suara yang terdengar slembut dan indah berbisik di telinga dion yang tanpa sengaja membuat tubuh Dion sedikit meremang karena suara tersebut .


" Shittt " umpat Dion dalam hati .


Tempat mereka bersembunyi sekarang memang sangat sempit , jika diperhatikan memang hanya bisa muat dua orang saja dan di samping nya terdapat banyak tumpukan kayu dan lemari lemari bekas yang sudah tak terpakai sehingga sangat cocok untuk menjadi tempat persembunyian . Tapi yang menjadi permasalahan Dion sekarang , gadis asing itu sangat erat menempel pada tubuhnya saat ini karena letak tempatnya yang sangat sempit dan juga karena tubuh Dion yang agak tinggi kekar berisi sehingga membuat mereka tak leluasa bergerak.


Dan yang lebih parah lagi adalah ada sesuatu dibawah sana ikut berdiri walaupun tanpa disuruh berdiri. Dion berharap gadis itu tak menyadarinya . Dia tak tahu harus menyembunyikan dimana wajahnya jikalau gadis yang telah menolongnya itu menyadarinya .


" Dasar tongkat mesum gak ada akhlak " umpat Dion dalam hati


" Kau tak apa apa ? " tanya gadis itu yang mulai melepas dekapan di mulut Dion .


" ah ... Ya aku tak apa apa " saut Dion yang terasa kembali ke alam sadarnya .


" Ya sepertinya sudah aman " balas Dion berusaha keluar dari tempat persembunyiannya mengikuti gerakan gadis didepannya .


" Kenapa mereka mengejarmu ? Apa mereka para penculik ? Dasar penculik bajingan , apa mereka tidak takut di tangkap polisi dengan berusaha menculik orang di siang bolong begini . Dan yang ingin mereka culik bahkan orang dewasa bukan anak anak lagi . Dasar penculik kurang ajar " ucap gadis itu panjang kali lebar tanpa memberi kesempatan bagi Dion untuk menjelaskan .


" Aku... " ucapan Dion terpotong .


" Nana ..... !!!! " teriak seorang gadis dari kejauhan .


" Astaga mati aku " gadis dihadapan Dion terlonjak seakan melupakan sesuatu dan sekarang dia telah mengingatnya .


" Aku harus pergi sekarang , maaf aku tak bisa mengantarkanmu pulang . Kau harus berhati hati . Bila perlu kau pergi ke kantor polisi dan minta polisi itu untuk mengantarkanmu pulang "

__ADS_1


" Oh atau ini saja...aku ada sedikit bekal....kau bisa menggunakannya untuk mencari taxi agar kau tak bertemu lagi dengan penculik itu " ucap gadis itu kembali sambil meletakkan beberapa lembar uang di telapak tangan Dion .


Dion melongo menatap beberapa lembar uang yang saat ini tengah berada di tangannya . Apa dia terlihat seperti gembel sekarang sehingga gadis kecil dihadapannya ini memberikan uang kepadanya . Ini adalah fenomena langka yang baru pertama kali Dion pernah alami semasa hidupnya . Seorang Dion Dirgantara yang terkenal akan kekayaannya karena merupakan salah satu penerus keluarganya yaitu Dirgantara company yang merajai bisnis di berbagai pelosok dunia , saat ini tengah diberikan beberapa uang lembaran di pinggir jalan oleh gadis yang tak dikenal dan bahkan mungkin gadis itu juga tak mengenal sosok dirinya . Oh sungguh harga diri Dion saat ini merasa terinjak .


Tapi tunggu , kenapa terasa ada yang aneh ?


Saat ini ia tak merasa kesal sama sekali , malahan sebaliknya . Dia merasa senang . Dion merasa seperti diperhatikan kembali , perasaan yang sudah lama tak dia dapatkan semenjak ibunya meninggalkan dunia ini .


Ketika Dion tersadar dari lamunannya , ternyata gadis itu sudah tak ada dihadapannya lagi .


Dia menatap lembaran uang yang ada ditangannya kembali sambil tersenyum tipis.


" Aku pasti akan menemukannmu Nana " batin Dion .


" Drrrtttt....Drrtttt...Drttt " suara getaran ponsel yang berada di saku celana dion membuyarkan lamunannya.


" Halo.... " Dion mengangkat ponselnya


" ........."


" Baik ayah " Balas dion .


Tak berselang lama sebuah mobil mewah berhenti di depan Dion .


" Silahkan tuan muda ...tuan besar sudah menunggu anda di mansion " ucap seorang pria yang terlihat rapi dengan setelan jasnya .


Dion hanya berdehem dan masuk kedalam mobil tersebut dengan tatapan dinginnya .

__ADS_1


Vvvvvv Bersambung vvvvvvvvvvv


__ADS_2